Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

From everyday objects to Islamic adab: Teacher-guided semiotic mapping in a young-learner EFL classroom Yuli Astutik; Rahmania Sri Untari; Fitria Wulandari; Abdurrosyid Abdurrosyid
Journal of Research on English and Language Learning (J-REaLL) Vol. 7 No. 2 (2026): Journal of Research on English and Language Learning (J-REaLL)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j-reall.v7i2.25703

Abstract

Ordinary classroom objects are often used to make English words concrete, but less is known about how teachers connect those objects with locally meaningful moral practices. This qualitative single case study investigated teacher-guided semiotic mapping in a third-grade EFL classroom at an Islamic elementary school in Sidoarjo, Indonesia. The case involved one teacher and twenty-five students observed across six lessons; five focal students and the teacher also participated in short interviews. Thematic analysis traced how objects, English labels, familiar actions, and Islamic adab were linked and classified students’ responses according to who introduced or extended the meaning. The findings show a recurring three-move process: establishing an object-word relation, grounding the word in an everyday action, and framing that action through adab-related teacher discourse. Students named objects and described familiar functions, but the moral interpretations were usually teacher-initiated or teacher-prompted. Some students produced short bilingual extensions within the teacher’s frame, whereas no clear episode demonstrated a fully independent learner-generated object-adab connection. The study contributes a process-based explanation of how ordinary realia becomes culturally and religiously situated through classroom interaction. Pedagogically, it suggests that values integration should begin with plausible object functions and gradually move from teacher explanation toward open prompts that give young learners greater interpretive space. The findings concern meaning-making processes rather than measured vocabulary gain or independent moral development.
Pengaruh Model POE Menggunakan Permainan Monopoli terhadap Pemahaman Konseptual Siswa Kelas V Sekolah Dasar pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Lovevita Junia; Fitria Wulandari
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.5033

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran Predict, Observe and Explain (POE) menggunakan media permainan monopoli terhadap pemahaman konseptual IPA siswa kelas V pada materi sistem pernapasan manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan Nonequivalent Control Group Desain. Subjek penelitian berjumlah 50 siswa SDN Ngampelsari yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing – masing terdiri atas 25 siswa. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konseptual yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,824). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test berbanruan SPSS Versi 25. Hasil penelitian rata – rata siswa terhadap kelas eksperimen 60,20 pada pretest menjadi 86,00 untuk rata – rata posttest, Sedangkan pada kelas kontrol nilai rata – rata meningkat dari 54,40 menjadi 59,60 terhadap pretest dan posttest. Data berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen (Sig. > 0,05). Uji hipotesis menghasilkan nilai t = 7,563 dengan signifikansi p < 0,001, nilai df = 37,203, mean difference sebesar 26,400 serta confidence interval 95% masing - masing 19,329 dan 33,471. Nilai Levene’s Test sebesar 0,032 (<0,05) mengacu pada baris equal variances not assumed yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara dua kelompok yang dibandingkan serta terdapat peningkatan pemahaman konseptual yang signifikan. Dengan demikian, model POE menggunakan permainan monopoli terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual IPA melalui pembelajaran yang aktif, interaktif, dan bermakna.
Learning Trajectories of Different Denominator Fractions with Ote-ote Niva Al Kuril Ainin; Mohammad Faizal Amir; Fitria Wulandari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.2506

Abstract

Abstrak Pecahan berpenyebut berbeda adalah subtopik pecahan yang sangat berkontribusi dalam menjelaskan konsep dasar pecahan. Namun, bagi siswa sekolah dasar menantang karena didasarkan dari konsep yang membutuhkan representasi beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan learning trajectories (LT) pada pecahan berpenyebut berbeda dengan konteks Ote-ote.  Ote-ote merupakan makanan khas Jawa Timur yang berbentuk mirip dengan lingkaran. Partisipan penelitian ini adalah 26 siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Jimbaran Wetan, Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan adalah desain research dengan tahapan: preparation, implementation, dan retropective analysis. Data dikumpulkan melalui lembar kerja siswa, observasi, dan tes. Teknis analisis data menggunakan triangulasi sumber. LT yang dikembangkan terdiri dari empat aktivitas, yaitu: (1) pengenalan pecahan, (2) penjumlahan pecahan berpenyebut sama (3) pecahan senilai, dan (4) penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. Aktivitas LT membangun pemahaman siswa mengenai pecahan berpenyebut berbeda, umumnya dalam kategori memuaskan. Abstract Different denominator fractions is a subtopic of fractions that greatly contributes to explaining the basic concept of fractions. However, it is challenging for primary students because it is based on a concept that requires multiple representations. This study aims to develop learning trajectories (LT) on different denominator fractions in the context of Ote-ote. Ote-ote is a typical East Java food shaped similarly to a circle. The participants of this study were 26 grade 5 students from Sekolah Dasar Negeri Jimbaran Wetan, Sidoarjo. The study design used was research design with stages: preparation, implementation, and retrospective analysis. Data were collected through student worksheets, observation, and tests—technical data analysis using source triangulation. The developed LT consists of four activities, namely: (1) introduction of fractions, (2) addition of common denominator fractions, (3) equivalent fractions, and (4) addition of different denominator fractions. The LT activities construct students' understanding of different denominator fractions, generally in the satisfactory category.