Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Self Management Terhadap Kepatuhan Lansia Konsumsi Obat Hipertensi di Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh Tahun 2023 Iqbal, Muhammad; NST, Rika Ratna Dila; Putra, Yadi; Riza, Saiful; Sartika, Dewi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3340

Abstract

Tingginya kasus hipertensi disebabkan karena masih rendahnya pengontrolan hipertensi yang disebabkan karena adanya masalah self management. Self management merupakan kemampuan lansia dalam mempertahankan perilaku yang efektif termasuk mengatur pola makan dan olahraga, menggunakan obat yang direkomendasikan, pemantauan mandiri dan mengatasi emosional. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh self management terhadap kepatuhan lansia konsumsi obat hipertensi di Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh Tahun 2023. Metode penelitian ini bersifat Analitik dengan jumlah populasi sebanyak 267 orang dan jumlah sampel sebanyak 73 orang lansia yang mengalami hipertensi, tehknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 4 s/d 11 September 2023 dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 73 responden sebagian besar kepatuhan konsumsi obat hipertensi pada kategori kurang patuh sebanyak 32 orang (43,8%), memiliki self management kurang sebanyak 38 orang (52,1%), integrasi diri kurang sebanyak 39 orang (53,4%), interaksi dengan petugas kesehatan dan lainnya sebanyak 41 orang (56,2%), sebagian pemantauan tekanan darah sebanyak 44 orang (60,3%), sebagian besar kepatuhan terhadap aturan pada kategori kurang sebanyak 38 orang (52,1%) dengan p value untuk self managemen diri (P=0,001), integrasi diri (p=0,001), regulasi diri (p=0,007), interaksi (p=0,002), pemantauan (p=0,014) kepatuhan (p=0,003) dengan kepatuhan mengkonsumis obat hipertensi. Diharapkan pada tempat penelitian untuk mengadakan penyuluhan kesehatan tentang kepatuhan konsumsi obat hipertensi dengan melakukan kerjasama dengan lintas sectoral yaitu Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Self Management The low control of hypertension caused high cases of hypertension. It occurs because of self-management problems. Self-management is the Elderly's ability to manage diet and exercise patterns effectively, use recommended medications, self-monitor, and cope with emotions. This study aimed to examine the influence of self-management on elderly adherence to hypertension medication at the Lampaseh Community Health Center, Banda Aceh Municipality, in 2023. This study employed a quantitative method. The population of this study was 267 people. Then, 73 elderly with hypertension were chosen by accidental sampling technique as samples of this study. This research was conducted from 11 to 18 August 2023 using univariate and bivariate analysis. The findings showed that 32 respondents (43.8%) of 73 respondents were in the less adherence category in consuming hypertension medication, 38 respondents (52.1%) were in the Poor Category for self-management, 39 respondents (53.4%) were in the Poor Category for self-integration, 41 respondents (56.2%) were in the Poor Category for interactions with health workers and others, 44 respondents (60.3%) were in the Poor Category for monitoring blood pressure, 38 respondents (52.1%) were in the Poor Category for adherence to treatment rules, with a p-value for self management (P=0.001), self-integration (p=0.001), self-regulation (p=0.007), interaction (p=0.002), monitoring (p=0.014), and adherence (p=0.003) for adherence in taking hypertension medication. Hence, health workers are expected to provide health education about adherence to hypertension medication by collaborating between the Health Agency and the Community Health Center. Keywords: Hypertension, Elderly, Self Management
Perbedaan Tingkat Penurunan Nyeri Pasien Post Operasi Yang di Berikan Terapi Tehnik Relaksasi Nafas Dalam dan Guided Imagery di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Ismawati, Ismawati; Tharida, Maimun; Putra, Yadi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3408

Abstract

Nyeri merupakan keadaan tidak nyaman baik bersifat ringan maupun berat. Adanya perasaan yang menimbulkan ketegangan dan siksaan bagi yang mengalaminya. Kadang pasien menangis dan menahan rasa sakit yang dialaminya. Nyeri ada yang sifatnya sebentar (nyeri akut) dan ada yang sifatnya lama (nyeri kronik). Pemberian terapi non farmakologi dapat meringankan nyeri diantaranya pemberian teknik relaksasi nafas dan terapi guided imagery. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat penurunan nyeri pada pasien yang di berikan terapi tehnik relaksasi nafas dalam dan Guided Imagery. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental two group pretest-posttest control design. Jumlah populasi yaitu 174 dan dijadikan sampel sebanyak 30 terbagi dalam dua kelompok dimana 15 sampel untuk terapi relaksasi napas dalam dan 15 sampel untuk terapi Guided Imagery. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, lembar observasi, numeric rating scales, SOP terapi teknik relaksasi napas dalam dan SOP terapi guided imagery. Waktu Pengumpulan data pada tanggal 15 Agustus sampai dengan 20 Agustus 2023. Penelitian ini dilakukan di ruang rawat bedah rumah sakit Pertamedika Ummi Rosnati. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada pengaruh tingkat penurunan nyeri untuk terapi relaksasi nafas dalam nilaiP Value 0.000. Ada pengaruh tingkat penurunan nyeri untuk terapi Guided Imagery P Value 0.030. Disarankan kepada perawat untuk mengkolaborasikan pemberian terapi relaksasi nafas dalam dan terapi Guided Imagery dalam menurunkan derajat nyeri yang dirasakan oleh pasien.Kata Kunci : Post Operasi, Relaksasi Napas Dalam, Guided ImageryPain is a state of discomfort both mild and severe. There is a feeling that causes tension and torment for those who experience it. Sometimes patients cry and endure the pain they experience. Pain is brief (acute pain) and there is a long nature (chronic pain). The provision of non-pharmacological therapy can relieve pain including the provision of breath relaxation techniques and guided imagery therapy. The purpose of the study was to determine the difference in the level of pain reduction in patients given deep breath relaxation technique therapy and guided imagery. This type of research is quantitative research with a quasi experimental two group pretest-posttest control design method. The total population was 174 and made a sample of 30 divided into two groups where 15 samples for deep breath relaxation therapy and 15 samples for Guided Imagery therapy. The research instruments used were questionnaires, observation sheets, numeric rating scales, deep breath relaxation technique therapy SOPs and guided imagery therapy SOPs. Data collection time on August 15 to August 20, 2023. This research was conducted in the surgical ward of Pertamedika Ummi Rosnati hospital. The conclusion of the results showed that there was an effect on the level of pain reduction for deep breath relaxation therapy with a P value of 0.000. There is an effect on the level of pain reduction for Guided Imagery therapy P Value 0.030. It is recommended for nurses to collaborate in providing deep breath relaxation therapy and Guided Imagery therapy in reducing the degree of pain felt by patients.Keywords : Postoperative, Deep Breath Relaxation, Guided Imagery
SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PENANGANAN PERTAMA PERAWATAN LUKA SEDERHANA, PEMBIDAIAN, DAN AMBULASI PADA SISWA SD NEGERI 2 BANDA ACEH PROVINSI ACEH Putra, Yadi; Fauziah, Fauziah; Yusrika, Yusrika; Sakdah, Nurul; Bilo, Beny
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v1i2.1300

Abstract

Perawatan luka merupakan cara pertolongan pertama dalam pencegahan infeksi dan permasalahan lanjut, dengan perawatan luka yang baik bisa mencegah terjadi trauma lanjutan, cara membersikan luka sangat penting diajarkan kepada siswa biar ketika mendapatkan kasus cedera bisa melakukan perawatan luka secara mandiri, pembidaian ini efektif untuk mencegah dari efek yang negatif karena dengan pembidaian akan membantu tulang tidak tergesek dan meminimal terjadinya nyeri karena terkilir acara melakukan pembidaian yang tepat harus dipahami oleh siswa agar mudah dalam melakukannya di lingkungan sekolah, ambulasi merupakan proses memindahkan orang yang mengalami kecelakan terutama siswa sekolah. Namun hasil observasi banyak siswa yang belum memahami dan belum bisa melakukan cara perawatan luka, pembidaian dan ambulasi yang benar ini karena ini karena belum ada pelatihan pada siswa. Mitra dalam kegiatan ini adalah universitas Abulyatama dan SDN 2 Banda Aceh. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 50 siswa dan siswi. Media yang digunakan power point, proyektor, alat peraga, leaflet. Tahapkan kegiatan adalah pertama penyampaian materi, demonstrasi oleh tim dan dosen selanjutnya demonstrasi siswa di akhiri dengan sesi tanya jawab serta poto bersama. Hasil pengabdian didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap dalam melakukan pertolongan pertama pada siswa dan siswi jika terjadi kasus luka atau terkilir dan memahami bagaimana memindahkan temanya dari suatu tempat ke tempat yang lebih aman. Kesimpulan bahwa sosialiasi ini sangat baik untuk menangani keadaan kesehatan yang dialami pada saat itu. Kesimpulan kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak yang positif bagi guru dan siswa. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk melatih siswa agar bisa melakukan pertolongan pertama secara mandiri.
The Head Room Experience in Implementing the Nursing Management Function during the Covid-19 Pandemic in General Hospital Sabang: A Phenomenology Study Zuliani, Amanda; Tharida, Maimun; Putra, Yadi; Riza, Saiful; Pratama, Urip
Journal Of Nursing Practice Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v6i1.271

Abstract

Background: Nursing is one of the important services for hospital to maintain the quality of services that ensure patient safety. Good nursing services can be seen from the nursing management function carried out by the head of the room, especially in the inpatient room. Purpose: This study explored in depth the experience of the head of the inpatient ward in implementing the nursing management function during the COVID-19 pandemic. Methods: This study used qualitative design with a phenomenological approach. There were six participants in this study. The data collection method used in-depth interviews with guidelines. Data collection used the interview guidelines and field notes in this study. Results: The results of this study consisted of five themes, namely planning not according to needs, organizing according to conditions, staffing improvements, optimized the directing and follow-up the controlling. Conclusion: Hospital need to provide training to ward heads and nurses as well as make improvements to evaluate and develop strategies for hospital during a pandemic based on the obstacles the ward head encountered while managing inpatient room.