Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH EFEKTIVITAS MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KLINIK AZ-ZAHRA TANGERANG TAHUN 2022 Prihayati, Prihayati; Ismarina, Ismarina; Ikhlasiah, Marthia
International Journal of Social and Management Studies Vol. 3 No. 1 (2022): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/ijosmas.v3i1.373

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah adalah ketidaknyamanan yang terjadi dibawah costa dan diatas bagian inferior glueteal (Tulang pinggang). Nyeri punggung bawah adalah gangguan yang umum terjadi, dan ibu hamil mungkin saja memiliki riwayat “sakit punggung” dimasa lalu. Nyeri punggung bawah sangat sering terjadi dalam kehamilan, gejala nyeri biasanya terjadi lebih dari 7 bulan usia kehamilan dan nyeri biasanya terasa dipunggung bagian bawah, terkadang menyebar ke bokong dan paha, dan terkadang turun ke kaki sebagai siatika. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massage effleurage terhadap nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III di Klinik Az-Zahra Kabupaten Tangerang Tahun 2022. Metodologi:Penelitian ini menggunakan quasi-experiment dengan one group pre and post test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Pengumpulan data menggunakan purposive sampling technique. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala Numeric Rating Scale. Uji normalitas data menggunakan Shapiro Wilk. Uji Wilcoxon digunakan untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan intervensi.Hasil Penelitian : Sebelum dilakukan massage effleurage didapatkan rerata skala nyeri sebesar 7,53. Setelah dilakukan massage effleurage didapatkan rerata skala nyeri sebesar 4,77. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan massage effleurage.Kesimpulan dan Saran : Massage Effleurage mampu mengurangi nyeri Ibu Hamil. Metode ini dapat diaplikasikan pada asuhan Kedalam manajemen nyeri Punggung dan sebagai bahasan rujukan untuk penelitian selanjutnya.
Efektivitas Model Psikoedukasi Berbasis One Health Community Upaya Preventif Kekerasan Seksual Penyandang Disabilitas Sainafat, Adriana; Djurumana, Yohana; Ikhlasiah, Marthia; Br Sembiring, Lisma Natalia
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2593

Abstract

Kekerasan seksual pada penyandang disabilitas masih menjadi masalah serius yang terabaikan dalam kebijakan perlindungan sosial. Tingginya kerantanan kelompok ini disebakan oleh karena keterbatasan akses informasi, rendahnya ketrampilan protektif, serta minimnya dukungan komunitas yang mampu memberikan perlindungan komprehennsif. Kondisi tersebut menuntut adanya model intervensi yang tidak hanya berfokus pada individu, tetapi dapat melibatkan keluarga, satuan pendidikan dan lingkungan sosial.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model psikoedukasi berbasis one health community sebagai strategi preventif terhadap kekerasan seksual pada penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pretest–posttest control group design untuk mengevaluasi efektivitas psikoedukasi berbasis One Health Community terhadap sikap, pengetahuan, dan perilaku terkait kekerasan seksual. Sampel berjumlah 50 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar. Analisis dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05.  Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan signifikan pada kelompok intervensi antara skor pre-test dan post test (P<0,05). Analisis antar kelompok juga memperlihatkan bahwa penerapan psikoedukasi berbasis One Health Community memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan tidak adanya intervensi. Dukungan komunitas terbukti memperkuat hubungan antara psikoedukasi dan peningkatan kemampuan protektif penyandang disabilitas. Kesimpulan, penelitian ini menegaskan  bahwa  model one health community efektif, sebagai strategi preventif kekerasan seksual terhadap penyandang disabilitas, sekaligus relevan sebagai dasar pengembangkan kebijakan perlindungan yang inklusif dan berkelanjutan