Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ADAPTASI DAN ADJUSMENT SOSIAL SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH PADA PONDOK PESANTREN Syafrinaldi, .; Riva’ie, Wanto; ., Supriadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 5 (2015): Mei 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi dan adjusment sosial siswa kelas X pada pengenalan lingkungan Pondok Pesantren, adaptasi dan adjusment sosial siswa kelas X Madrasah Aliyah Swasta Darul Hidayah terhadap sistem pendidikan Pondok Pesantren Darul Hidayah, hubungan sosial siswa kelas X Madrasah Aliyah Swasta Darul Hidayah dengan kyai, ustadz dan para siswa di Pondok Pesantren Darul Hidayah. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode dekriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi langsung, teknik observasi langsung dan dokumentasi. Alat pengumpulan data adalah pedoman wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini disajikan secara deskriptif naratif. Hasil dari penelitian ini adalah Proses adaptasi dan adjusment sosial pada pengenalan lingkungan Pondok Pesantren Darul Hidayah pada siswa kelas X Madrasah Aliyah Swasta Darul Hidayah sudah baik dan berhasil. Adaptasi dan adjusment sosial siswa kelas X terhadap sistem pendidikan Pondok Pesantren Darul Hidayah, pada umumnya mereka beradaptasi secara pasif, namun ada  juga beberapa dari mereka beradaptasi dengan cara aktif. Hubungan sosial siswa kepada kyai, ustadz dan para siswa di Pondok Pesantren Darul Hidayah terjalin dengan baik. Kata Kunci : Adaptasi, Adjusment dan Pondok Pesantren   Abstract: This study aims to determine the adaptation and social adjustment in the introduction of boarding school environment, adaptation and social adjustment of students of class X Private Darul Hidayah Madrasah Aliyah to the education system Pondok Pesantren Darul Hidayah, social relations class X Private Darul Hidayah Madrasah Aliyah by clerics, religious teacher and the students in Pondok Pesantren Darul Hidayah. Forms of research are used. Forms of research used in this study is a qualitative research with descriptive method. Data collection techniques used is direct communication techniques, direct observation and documentation techniques. Means of data collection is interview, observation and documentation. The analysis in this study are presented in descriptive narrative. The results of this study is the social process of adaptation and adjustment to the introduction of Pesantren Darul Hidayah environment in class X Private Darul Hidayah Madrasah Aliyah is good and successful. Adaptation and social adjustment of students of class X of the education system Pondok Pesantren Darul Hidayah, they generally adapt passively, however, there are also some of them to adapt to an active way. Social relations graders to clerics, religious teacher and the students in Pondok Pesantren Darul Hidayah well established.   Keywords: Adaptation, Adjustment and Boarding
MOTIVASI INTRINSIK BERSEKOLAH PADA SISWA SMA TAMAN MULIA KUBU RAYA YANG BEKERJA Sisteriana, Paulina Tri; ., Rustiyarso; ., Supriadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 11 (2015): Nopember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi intrinsik bersekolah pada siswa SMA Taman Mulia Kubu Raya yang bekerja. Bentuk penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode penelitian deskriptip.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan alat pengumpulan data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswa untuk tetap bersekolah didorong oleh motivasi yang datang dari dalam diri siswa (intrinsik) yang mencakup karena adanya kebutuhan siswa secara psikis baik pendidikan atau kebutuhan intelektual maupun kebutuhannya terhadap lingkungan yang diterima dan menerima, kemudian didorong adanya faktor harga diri siswa yaitu kemandirian dan prestasi, serta konsep diri siswa yang berkaiatan dengan persepsi atau pandangan siswa terhadap dirinya sendiri yang merasa mampu untuk bersekolah dan juga bekerja. Pada pekerjaan siswa yang banyak melibatkan secara fisik memberikan pengaruh pada konsentrasi selama siswa mengikuti proses belajar dan pada siswa yang bekerja tidak melibatkan fisik justru tetap dapat berprestasi secara akademik, yaitu menjadi juara kelas. Kata kunci : Motivasi Intrinsik, Siswa yang Bekerja Abstract: This research goals to describe the internal motivation of working students in SMA Taman Mulia Kubu Raya. The research form is qualitative with descriptive method. The technique used is observation, interview, and documentary study, while the instruments are observation guide, interview guide, and documentary. The finding shows that the students’ motivation to go to school is encouraged by the motivation which comes from the students’ internal motivation (intrinsic) that consists of due to there’s a student’s need of psychologically not only education or intellectual need but also need of accepted and accepting surrounding, then encouraged by the students’ pride self supporting and achievement, and the students’ self concept refers to the perception or student’s view toward themselves who feels capable of studying and working, too. The student’s works which involved physically influences the concentration during they follow the studying process and the students who work unphysically involved can get good academic achievement, to become a high ranked student. Keywords: Intrinsic Motivation, , Working Student
PENERAPAN NILAI DAN MORAL OLEH SISWA KELAS XI IPS 2 MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PONTIANAK Hariati, Ayu; Budjang, Gusti; ., Supriadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 6 (2015): JUNI 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk nilai dan moral yang diterapkan siswa, bentuk-bentuk nilai dan moral yang dilanggar siswa, dan cara guru mengatasi siswa yang melanggar nilai dan moral. Masalah penelitian ini adalah bagaimana penerapan nilai dan moral oleh siswa kelas XI IPS 2 MAN 1 Pontianak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan nilai dan moral oleh siswa kelas XI IPS 2 MAN 1 Pontianak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan alat pengumpulan data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai dan moral oleh siswa kelas XI IPS 2 MAN 1 Pontianak sudah berjalan dengan baik. Hal ini tampak dari aspek bentuk-bentuk nilai dan moral yaitu menunjukkan perilaku baik seperti ramah, sopan, dan jujur; aspek bentuk-bentuk nilai dan moral yang dilanggar oleh siswa yaitu seragam tidak sesuai dengan jadwal dan larangan terlambat masuk madrasah; sedangkan aspek cara guru mengatasi siswa yang melanggar nilai dan moral yaitu dengan cara preventif dan refresif. Kata Kunci: Penerapan, Nilai, Moral Abstract: This study aims to analyze the forms of moral values ​​and applied students, shapes and moral values ​​that violated the student, and how teachers cope with students who violate the values ​​and morals. The research problem is how the application of values ​​and morals by students of class XI IPS 2 MAN 1 Pontianak. The purpose of this study was to determine the application of moral values ​​and by class XI IPS 2 MAN 1 Pontianak. The method used is qualitative descriptive method. Data collection techniques used are observation, interview, and documentation study. While the data collection tool is a guide observation,  interview, and documentation. The results showed that the application of values ​​and morals by students of class XI IPS 2 MAN 1 Pontianak already well underway. This is evident from the aspect forms and moral values ​​that indicate good behavior as friendly, courteous, and honest; aspect forms and moral values ​​which are violated by the students are not uniform in accordance with the  schedule and late entry ban madrassas; whereas aspects of how teachers cope with students who violate the moral values ​​and that is by way of preventive and repressive. Keywords: Implementation, Value, Moral
ANALISIS PERKAWINAN USIA MUDA DI DUSUN PERUPUK MENTAH KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU Susanti, Aguster Jumita; ., Imran; ., Supriadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi objektif mengenai analisis perkawinan usia muda di Dusun Perupuk Mentah Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau yang meliputi (1) faktor penyebab terjadinya perkawinan usia muda di Dusun Perupuk Mentah Kabupaten Sekadau, (2) Dampak pola asuh anak, bagi pasangan yang melakukan perkawinan usia muda di Dusun Perupuk Mentah Kabupaten Sekadau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Dusun Perupuk Mentah Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Sumber data dalam penelitian ini adalah 5 orang pasangan yang menikah di usia muda dan 2 orang adalah orang tua dari pasangan yang menikah di usia muda. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) faktor penyebab perkawinan usia muda dan dampak pola asuh anak dari hasil menikah di usia muda. Kata Kunci: Perkawinan usia muda, Dusun Perupuk Mentah Abstract: This study aims to obtain objective information regarding the analysis of child marriage in village Perupuk Mentah Subdistrict Downstream Sekadau District Sekadau which includes (1) the causes of early marriage in village  Perupuk Mentah District Sekadau, (2) Impact of parenting, for couples who have early marriage in village Perupuk Mentah District Sekadau. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach. The research location is in village Perupuk Mentah Subdistrict Downstream Sekadau District Sekadau. Sources of data in this study were 5 couples who marry at a young age and 2 are the parents of the couple were married at a young age. From the analysis of the data obtained the following conclusions: (1) the causes of child marriage and the impact of parenting on the outcome married at a young age.   Keywords: Marriage young age, village Perupuk Mentah
ANALISIS INTERAKSI EDUKATIF GURU DAN SISWA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA SMA NEGERI 1 SINGKAWANG Halifah, Riza; ., Supriadi; Rivaie, Wanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 10 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mengetahui interaksi edukatif guru dan siswa pada pembelajaran sosiologi, (2) Mengetahui motivasi belajar siswa pada pembelajaran sosiologi (3) Mengetahui proses interaksi edukatif meningkatkan motivasi belajar siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi yaitu melalui pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian, wawancara dilakukan untuk mendapatkan data dari informan secara langsung dan studi dokumentasi bertujuan untuk mengumpulkan dokumen dan data-data yang diperlukan untuk menambah kepercayaan dan pembuktian suatu kejadian. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Delapan indikator interaksi edukatif yang diterapkan di kelas mengalami peningkatan, (2) Enam indikator motivasi intrinsik dan ekstrinsik juga mengalami peningkatan setiap pertemuannya, (3) penerapan interaksi edukatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.   Kata Kunci : Interaksi Edukatif, Motivasi Belajar, Proses  pembelajaran Abstract: The purpose of this research are (1) Determine the educational interaction of teachers and students in sociology lesson, (2) Knowing the students 'motivation in learning sociology (3) Knowing the process of educational interaction can enhance students' motivation. Data collection techniques such as observation, namely through the observation and recording of symptoms that appear on the object of research, interviews were conducted to obtain data directly from informants and documentation study aims to collect documents and data required to increase the confidence and proof of an event. All the collected data is analyzed qualitatively.The results showed (1) The eight indicators of educational interaction is implemented in the classroom has increased, (2) Six indicators of intrinsic and extrinsic motivation also increased every meeting, (3) the application of educational interaction can enhance students' motivation.   Keywords: Educational Interaction, motivation to learn, learning process
PANDANGAN TOKOH AGAMA DALAM UPACARA ADAT PERNIKAHAN MELAYU SAMBAS Taufik, .; Bahari, Yohanes; ., Supriadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 10 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pandangan Tokoh Agama dalam Upacara Adat Pernikahan Melayu Sambas, pada saat pra pernikahan, pada saat pelaksanaan pernikahan serta pada saat pasca pernikahan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode desktriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung dan teknik studi dokumenter, sedangkan alat pengumpulan data adalah, wawancara dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini disajikan secara deskriptif kualitatif dengan menggunkan informan sebanyak 6 Tokoh Agama Kecamtan Sambas. Pandangan Tokoh Agama dalam Upacara Adat Pernikahan Melayu Sambas yaitu Tokoh Agama sebagai penengah, meluruskan pemahaman masyarakat, dan memutuskan sebuah masalah terhadap adat dan agama dalam masyarakat. Pandangan Tokoh Agama pada saat pra pernikahan masih dalam kewajaran. Pandangan Tokoh Agama pada saat pelaksanaan banyak yang disederhanakan namun tidak menghilangkan adat aslinya. Pandangan Tokoh Agama pada saat pasca pernikahan ada beberapa yang bertentangan dengan ajaran Agama Islam. Kata kunci: Pandangan Tokoh Agama, Upacara Adat Pernikahan, Melayu Sambas.   Abstract: The purpose of this research is to investigate Islamic missionary point of view about tradition of marriage ceremony toward Melayu Sambas, during pre-marriage ceremony, main process of marriage ceremony, and post-marriage ceremony. The method used in this research is descriptive research. The technique used in collecting data is direct observation, direct communication, and documentation technique, meanwhile the tools of collecting data are interview and documentation. The analysis is provided in form of descriptive qualitative with 6 interviewees of Islam Missionaries from Sambas district. The way point of view delivered by the missionaries toward the tradition of marriage ceremony of Melayu Sambas is to take place as an intermediary, to correct people’s misunderstanding, and to solve a problem related to aspect of tradition and religion. The missionaries claim that the traditions people do during pre-marriage ceremony is naturally tolerated to do. Then, they claim that the traditions people do during the main process of marriage has to be slightly restrained without putting away the value of the tradition. Furthermore, they also claim that most of traditions which people do during post-marriage ceremony are way against the teaching of Islam.   Key Words: Islamic missionary point of view, Traditions of marriage ceremony, Melayu Sambas
PERAN GURU DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU SANTUN BERLALU LINTAS PADA SISWA Perdana, Aryo; ., Imran; ., Supriadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 11 (2015): Nopember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana dan apa peran guru dalam pembentukan perilaku santun berlalu lintas siswa SMPN 6 Pontianak serta mengetahui apa saja yang bisa menjadi faktor pendorong dan penghambat proses pembentukan perilaku santun berlalu lintas pada siswa tersebut. Bentuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan alat pengumpulan data adalah panduan observasi, panduan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam pembentukan perilaku santun siswa dalam berlalu lintas adalah sosialisasi, penanaman nilai-nilai, pengarahan siswa, serta mengawasi di lingkungan sekitar sekolah. Faktor pendukung pembentukan perilaku santun berlalu lintas oleh guru pada siswa adalah teladan guru yang berperilaku santun berlalu lintas serta guru-guru yang mensosialisasikan tentang perilaku santun berlalu lintas pada materi ajarnya. Sedangkan, faktor penghambatnya adalah kesadaran siswa dan orang tua yang masih kurang.   Kata Kunci : Peran Guru, Perilaku, Berlalu Lintas. Abstract : The purpose of this study was to determine and describe how and what the teacher's role in the forming of polite behavior in traffic SMPN 6 Pontianak and to find out what could be a motivating factor and inhibiting the forming of polite behavior of traffic on these students. The form used in this study is qualitative descriptive method. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation, while the data collection tool is a guide observation, interview and documentation. The results showed that the teacher's role in the forming of student polite behavior in traffic is socialization, cultivation of values, briefed the students, as well as keep an eye on the environment around the school. Factors supporting the establishment of polite behavior in traffic on the students is an exemplary teacher who behave politely traffic as well as teachers who socialize on polite behavior in traffic on their lessons. Meanwhile, the inhibiting factor is the awareness of students and parents who are lacking.   Keywords: Role of Teachers, Behavior Courtesy, Traffic, Student
IMPLEMENTASI NILAI DISIPLIN DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN SISWA DI SMAN 5 PONTIANAK Wulandari, Ayuny; ., Sulistyarini; ., Supriadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 11 (2015): Nopember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komponen nilai disiplin dalam menanggulangi siswa yang melakukan perilaku kenakalan di SMAN 5 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan penelitian ini adalah 6 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi nilai disiplin yang diterapkan oleh SMAN 5 Pontianak dilakukan dengan penerapan tiga komponen nilai disiplin yang dalam proses pelaksanaannya mencakup tindakan preventif dan represif dalam menanggulangi kenakalan siswa. Adapun komponen tersebut yaitu penerapan aturan sebagai upaya preventif dengan melakukan penyusunan tata tertib dan sosialisasi tata tertib melalui pembinaan wali kelas, MOS (Masa Orientasi Siswa), dan adanya tulisan maupun gambar tata tertib yang ditempelkan di setiap kelas. Penerapan hukuman sebagai upaya represif yang dilakukan dengan teguran, peringatan lisan dan tulisan (SP), skorsing, home visit dan pengembalian kepada orang tua. Serta Penerapan penghargaan yang diberikan pihak sekolah berupa kata-kata lisan seperti pujian, uplouse dan ucapan selamat, dan penghargaan berupa benda dalam bentuk sertifikat diberikan setiap akhir tahun pelajaran kepada siswa yang terpilih sebagai siswa disiplin. Kata kunci : Nilai Disiplin, Kenakalan Siswa Abstract: The purpose of this research is to know the implementation of the value of discipline in tackling delinquency students in SMAN 5 Pontianak. The method used is descriptive qualitative data collection techniques are observation, interviews ,and documentation study. The informants are 6 people. The result of this research shows that the implementation of the value of the discipline imposed by SMAN 5 Pontianak done with the application of the three components in the implementation process includes preventive and repressive measures in tackling delinquency students. As for these components, namely the application of the rules as preventive efforts by conducting the preparation of discipline and socialization order through coaching homeroom, MOS (Student Orientation), and provide pictures of rules in the school an every classroom. The application of penalties as repressive efforts undertaken by reprimand, verbal and written warnings (SP), suspension, home visit and return to parents. As well as the adoption of the award is more often given the schools in the form of words of praise, applause and congratulations, and the award of the objects in the form of a certificate awarded each end of the school year to students chosen as student discipline. Keywords: Value Discipline, Student Delinquency
PRESTASI BELAJAR MAHASISWA YANG MENONTON DRAMA SERI KOREA SELATAN PADA PENDIDIKAN SOSIOLOGI 2011 Abimanyu, Citra; ., Supriadi; Salim, Izhar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 11 (2014): Nopember 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak mahasiswa angkatn 2011 yang menonton drama seri Korea Selatan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menonton drama seri Korea Selatan perharinya. Seperti yang kita ketahui semakin banyak anak yang menonton akan semakin berkurang waktu belajar. Drama seri Korea Selatan adalah drama yang dapat menghabiskan waktu, karena disetiap dramanya berisi episode yang berkisar antara 16 sampai 100 episode dan setiap episode berdurasi 60 menit. Hal ini tentu menghabiskan banyak waktu hanya untuk satu kali menonton drama seri Korea Selatan. Menonton dapat berdampak pada minat belajar mahasiswa yang berpengaru pada prestasi belajarnya. Inilah yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam dan peneliti berharap penelitian ini dapat membantu siapapun dalam bagaimana menggunakan waktu belajar yang berkualitas. Kata Kunci : Prestasi, Menonton, Drama Korea. Abstract: this reaserch perposes to know how many student of 2011 generation watch a South Korean Dramas and hw many times they need to wach South Korean Dramas everydays. As we know morethey watch, littel time they have to study. In South Korean Dramas  you speend a many time beetwen 16 until 100 episodes in one episodes have 60 second. This thing sure make you speend time just for one times you watch South Korean Dramas. Wathing Korean Dramas give a effect to interest student to a achievement learn. And this is make  a resercher interesting to reserch this thing more and resercher wish this reserch can help anyone how to use a quality time to study. Key Words : Achievement, Watching, Korean Drama.
ASIMILASI BUDAYA PASCA PERNIKAHAN ANTARA ETNIK JAWA DENGAN ETNIK DAYAK DI DESA PASTI JAYA Nasiun, Ibrani; Zakso, Amrazi; ., Supriadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 11 (2015): Nopember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Asimilasi Budaya yang terjadi pasca pernikahan antara etnik jawa dengan etnik dayak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi, dengan alat pengumpul data panduan observasi, panduan wawancara dan alat dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang merupakan pasangan suami istri etnik jawa dengan etnik dayak. Berdasarkan penelitian terdapat adanya dua kebudayaan yang berbeda, terjadinya suatu proses interaksi yang berlangsung relatif lama, dan adanya suatu kebudayaan yang saling menyesuaikan sementara adanya perubahan dalam berbahasa dan sistem religi lebih memperkuat penelitian ini, wujud kebudayaan juga terpengaruh dengan adanya suatu toleransi yang terjadi antara pasangan suami istri dengan keluarga dan masyarakat, hal ini membuat hubungan satu sama lain lebih erat. Sikap saling menghargai kebudayaan lain, keterbukaan dan adanya kesamaan unsur kebudayaan dapat terlihat sehingga terjadinya suatu asimilasi budaya. Kata kunci: Asimilasi budaya, etnik jawa, etnik dayak Abstract : This research aimed to know the Cultural Assimilation which occurred post marriage between Javanese with Dayaknese. The approach used in this study is a qualitative descriptive method. Techniques of collecting data are observation, interview and documentation study, with data-collecting tool guide observation, interview guides and tools documentation. The informants consist of 6 people that are the spouses of Dayaknese with Javanese. Based on the research, there is existence of two different cultures, the occurrence of an interaction process lasts relatively long, and existence culture of mutually adjusting while any change in language and religious systems further strengthen this research, a form of culture is affected by the presence of a tolerance that occurs between married couples with families and community, it makes relationship with each other closely. Mutual appreciate other cultures, openness and equality of cultural elements can be seen so that the occurrence of a cultural assimilation. Keywords: Cultural assimilation, Javanese, Dayaknese