Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JIKI

HUBUNGAN FREKUENSI HOSPITALISASI ANAK DENGAN KEMAMPUAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK PRE SCHOOL PENDERITA LEUKEMIA DI RSUD DR. MOEWARDI ., Wahyuni; Suwarni, Anik; Murtutik, Lilis
JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013
Publisher : JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.71 KB)

Abstract

Latar belakang : Leukemia Limfositik Akut (ALL) adalah bentuk leukemia yang paling lazim dijumpai pada anak, insiden tertinggi terdapat pada usia 3-7 tahun. Hospitalisasi secara berulang yang dilakukan anak Leukemia limfositik akut agar perawatan dapat dilakukan dengan baik. Selama hospitalisasi berulang tersebut anak mengalami berbagai masalah baik penyesuaian lingkungan, kesempatan untuk beraktivitas sehari-hari. Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi hospitalisasi anak dengan Kemampuan perkembangan motorik kasar pada anak pre school penderita leukemia Di RSUD Dr. Moewardi. Metode : Jenis penelitian adalah penelitian adalah penelitian kuantatif, dengan metode penelitian deskriptif korelatif, rancangan penelitian adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien anak preschool yang menderita leukemia limfositik akut di RSUD Dr. Moewardi sebanyak 19 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Isntrumen penelitian menggunakan kuesioner frekuensi hospitalisasi dan dengan lembar DDST II. Alat analisis menggunakan uji Kendall Tau. Hasil : Hasil penlitian menunjukkan 5 responden (26,3%) dengan frekuensi hospitalisasi jarang, 11 responden (57,9%) dengan frekuensi sedang, dan 3 responden (15,8%) dengan frekuensi sering. Perkembangan motorik kasar diketahui 12 responden (63,2%) mempunyai motorik kasar kategori normal, 5 responden (26,3%) dengan kategori suspect dan 2 responden (10,5%) dengan kategori untestable. Hasil uji statistik Kendall Tau diperoleh nilai r= 0,457 p = 0,036 Simpulan: Terdapat hubungan frekuensi hospitalisasi anak dengan kemampuan perkembangan motorik kasar pada anak pre school penderita leukemia di RSUD Dr. Moewardi.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI KELURAHAN JAGALAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUCANGSAWIT SURAKARTA ., Wahyuni
JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013
Publisher : JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.376 KB)

Abstract

Latar belakang : Prevalensi hipertensi di seluruh dunia, diperkirakan sekitar 15-20%. Hipertensi lebih banyak menyerang pada usia setengah baya pada golongan umur 55-64 tahun. Hipertensi merupakan penyakit yang umumnya tidak menimbulkan gejala, atau bila ada gejalanya tidak jelas, sehingga tekanan yang tinggi didalam arteri sering tidak dirasakan oleh penderita. Faktor faktor seseorang dapat menderita hipertensi antara lain adalah karena, pola hidup tidak sehat, pemakaian Kontrasepsi hormonal, jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia. Setelah melakukan studi pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Pucangsawit didapatkan jumlah penderita hipertensi Di Kelurahan Jagalan sebesar 1470 , di Kelurahan Pucangsawit 1015, dan Kelurahan Sewu 679 warga yang menderita hipertensi selama 2010. Latar belakang : Prevalensi hipertensi di seluruh dunia, diperkirakan sekitar 15-20%. Hipertensi lebih banyak menyerang pada usia setengah baya pada golongan umur 55-64 tahun. Hipertensi merupakan penyakit yang umumnya tidak menimbulkan gejala, atau bila ada gejalanya tidak jelas, sehingga tekanan yang tinggi didalam arteri sering tidak dirasakan oleh penderita. Faktor faktor seseorang dapat menderita hipertensi antara lain adalah karena, pola hidup tidak sehat, pemakaian Kontrasepsi hormonal, jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia. Setelah melakukan studi pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Pucangsawit didapatkan jumlah penderita hipertensi Di Kelurahan Jagalan sebesar 1470 , di Kelurahan Pucangsawit 1015, dan Kelurahan Sewu 679 warga yang menderita hipertensi selama 2010. Hasil ; pada uji multivariat menunjukan bahwa nilai lower upper dari pendidikan tinggi 0.708 ? 14.088 yang merupakan nilai paling kecil rentangnya sehingga disimpulkan tingkat pendidikan lebih dominan menyebabkan hipertensi dibanding faktor jenis kelamin. Kesimpulan; Ada hubungan antara tingkat pendidikan dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi di Kelurahan Jagalan
HUBUNGAN FREKUENSI HOSPITALISASI ANAK DENGAN KEMAMPUAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK PRE SCHOOL PENDERITA LEUKEMIA DI RSUD Dr. MOEWARDI Wahyuni .; Anik Suwarni; Lilis Murtutik
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Leukemia Limfositik Akut (ALL) adalah bentuk leukemia yang paling lazim dijumpai pada anak, insiden tertinggi terdapat pada usia 3-7 tahun. Hospitalisasi secara berulang yang dilakukan anak Leukemia limfositik akut agar perawatan dapat dilakukan dengan baik. Selama hospitalisasi berulang tersebut anak mengalami berbagai masalah baik penyesuaian lingkungan, kesempatan untuk beraktivitas sehari-hari. Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi hospitalisasi anak dengan Kemampuan perkembangan motorik kasar pada anak pre school penderita leukemia Di RSUD Dr. Moewardi. Metode : Jenis penelitian adalah penelitian adalah penelitian kuantatif, dengan metode penelitian deskriptif korelatif, rancangan penelitian adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien anak preschool yang menderita leukemia limfositik akut di RSUD Dr. Moewardi sebanyak 19 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Isntrumen penelitian menggunakan kuesioner frekuensi hospitalisasi dan dengan lembar DDST II. Alat analisis menggunakan uji Kendall Tau. Hasil : Hasil penlitian menunjukkan 5 responden (26,3%) dengan frekuensi hospitalisasi jarang, 11 responden (57,9%) dengan frekuensi sedang, dan 3 responden (15,8%) dengan frekuensi sering. Perkembangan motorik kasar diketahui 12 responden (63,2%) mempunyai motorik kasar kategori normal, 5 responden (26,3%) dengan kategori suspect dan 2 responden (10,5%) dengan kategori untestable. Hasil uji statistik Kendall Tau diperoleh nilai r= 0,457 p = 0,036 Simpulan: Terdapat hubungan frekuensi hospitalisasi anak dengan kemampuan perkembangan motorik kasar pada anak pre school penderita leukemia di RSUD Dr. Moewardi.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI KELURAHAN JAGALAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUCANGSAWIT SURAKARTA Wahyuni .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Prevalensi hipertensi di seluruh dunia, diperkirakan sekitar 15-20%. Hipertensi lebih banyak menyerang pada usia setengah baya pada golongan umur 55-64 tahun. Hipertensi merupakan penyakit yang umumnya tidak menimbulkan gejala, atau bila ada gejalanya tidak jelas, sehingga tekanan yang tinggi didalam arteri sering tidak dirasakan oleh penderita. Faktor faktor seseorang dapat menderita hipertensi antara lain adalah karena, pola hidup tidak sehat, pemakaian Kontrasepsi hormonal, jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia. Setelah melakukan studi pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Pucangsawit didapatkan jumlah penderita hipertensi Di Kelurahan Jagalan sebesar 1470 , di Kelurahan Pucangsawit 1015, dan Kelurahan Sewu 679 warga yang menderita hipertensi selama 2010. Latar belakang : Prevalensi hipertensi di seluruh dunia, diperkirakan sekitar 15-20%. Hipertensi lebih banyak menyerang pada usia setengah baya pada golongan umur 55-64 tahun. Hipertensi merupakan penyakit yang umumnya tidak menimbulkan gejala, atau bila ada gejalanya tidak jelas, sehingga tekanan yang tinggi didalam arteri sering tidak dirasakan oleh penderita. Faktor faktor seseorang dapat menderita hipertensi antara lain adalah karena, pola hidup tidak sehat, pemakaian Kontrasepsi hormonal, jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia. Setelah melakukan studi pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Pucangsawit didapatkan jumlah penderita hipertensi Di Kelurahan Jagalan sebesar 1470 , di Kelurahan Pucangsawit 1015, dan Kelurahan Sewu 679 warga yang menderita hipertensi selama 2010. Hasil ; pada uji multivariat menunjukan bahwa nilai lower upper dari pendidikan tinggi 0.708 – 14.088 yang merupakan nilai paling kecil rentangnya sehingga disimpulkan tingkat pendidikan lebih dominan menyebabkan hipertensi dibanding faktor jenis kelamin. Kesimpulan; Ada hubungan antara tingkat pendidikan dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi di Kelurahan Jagalan