Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : borneo journal of medical laboratory technology

Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Biji Manjakani (Quercus infectoria) Dan Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Klebsiella pneumoniae: Antibacterial Activity Combination of Manjakani Seed Extract (Quercus infectoria) and Red Betel Leaf (Piper crocatum) Against the Growth of Klebsiella pneumoniae. Ashari, Ayu; Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i1.6075

Abstract

Potential plants found in Indonesia that can be used for the treatment of urinary tract infections include: Manjakani seeds (Quercus infectoria) and red betel leaves (Piper crocatum). Manjakani seeds are pharmacologically claimed to have biological activities such as anti-inflammatory, antibacterial and antifungal. Red betel leaf has the potential as an antibacterial in the treatment of infectious diseases. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of the combination of manjakani seed extract and red betel leaf in inhibiting the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria. The type of research used istrue experiment study with a completely randomized design (CRD) with three factors, namely the type of solvent n-hexane, ethyl acetate, ethanol 96%, ratio (1:1,1:2,2:1) and concentration (75%,100%) with each treatment being repeated twice. This research was conducted in the microbiology laboratory, Labkes, East Kalimantan. The population in this study is the manjakani plant and red betel plant and tested using the agar diffusion technique method Kirby Bauer with positive control (Ciprofloxacin) and negative control (aquadest). Data analysis used is One Way ANOVA and advanced test methods Duncan with a significance level of 0,05. The results obtained showed that there was an effect of antibacterial activity of Manjakani seed extract and red betel leaf on growth K. pneumoniae. The most effective concentration was found in ethanol 96% extract, (2:1 combination of 100% concentration) of 13,97 mm and an effectiveness of 55,74% with a positive control ciprofloxacin 5µg of 25,06 mm. It can be concluded that the combined extract of manjakani seeds and red betel leaves has antibacterial activity against bacteria Klebsiella pneumoniae,but the potential is still low of ciprofloxacin.
Gambaran Kadar Klorida Pada Air Sumur Bor Di Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu Kutai Kartanegara: Overview of Chloride Levels in Farmers' Well Water in Sumber Sari Village, Loa Kulu Subdistrict, Kutai Kartanegara Regency Oktaviana, Fayza Prastia; Aina, Ganea Qorry; Yusran, Dini Indriaty
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.5813

Abstract

Air adalah salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup di dunia yang tak terpisahkan. Pemanfaatkan air sebagai air bersih dan minum diperlukan proses pengolahan. Air minum di banyak tempat dihasilkan dari sumber air tanah seperti sumur. Pengujian fisik dan kimia dilakukan pada air sumur untuk memastikan bahwa parameter fisik dan kimia berada dalam batas yang aman bagi kesehatan manusia. Salah satu parameter kimia yang harus diawasi adalah kadar ion klorida, yang harus tetap berada di bawah kadar maksimum yang diperbolehkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar klorida pada air sumur petani di Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu Kutai Kartanegara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang menggambarkan kadar klorida pada air sumur apakah memenuhi standar batas maksimum air minum yaitu 250 mg/L dan untuk air bersih yaitu 600 mg/L sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2010, dengan menggunakan 10 sampel sumur. Berdasarkan penelitian ini menggunakan metode titrasi argentometri dapat disimpulkan bahwa kadar klorida pada Hasil penelitian kadar klorida pada air sumur bor didapatkan hasil rata rata 158,61 mg/L dengan hasil terbesar ada pada sampel 9 (351,0mg/L) dan hasil terkecil ada pada sampel 4 (48,0 mg/L).
Efektivitas Antimikroba Ekstrak Biji Manjakani (Quercus Infectoria) Terhadap Penghambatan Candida sp.: Antimicrobial Effectiveness of Manjakani Seed Extract (Quercus infectoria) Against Inhibition of Candida sp. Djailani, Armivia Puteri; Aina, Ganea Qorry; Harlita, Tiara Dini
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.5848

Abstract

Biji manjakani secara empiris digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit sebagai antiinflamasi, antibakteri dan antijamur. Tujuan penelitian ini Menganalisis efektivitas antimikroba ekstrak biji manjakani (Q. infectoria) terhadap penghambatan Candida sp. Penelitian ini merupakan adalah penelitian eksperimental dengan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor 1 yaitu jenis pelarut (n­-heksan, etil asetat dan etanol 96%) dan faktor 2 yaitu konsentrasi (50%, 75% dan 100%). Sampel yang digunakan adalah ekstrak biji manjakani yang diperoleh dengan maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol 96%. Pada penelitian ini mikroba uji yang digunakan adalah Candida sp. uji antimikroba menggunakan metode difusi agar (Kirby Bauer), dengan kontrol positif flukonazol 150 mg dan kontrol negatif aquadest.Analisis data yang digunakan adalah One Way Anova dan uji lanjutan metode Duncan dengan taraf signifikasi 0,05. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini terdapat pengaruh diameter zona hambat ekstrak biji manjakani terhadap penghambatan Candida sp. Konsentrasi yang paling efektif pada etanol 96% konsentrasi 100% sebesar 14,80 mm dan efektivitas sebesar 47,31% dengan kontrol positif flukonazol 150 mg sebesar 31,28 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji manjakani (Q. infectoria) memiliki efektivitas antimikroba terhadap penghambatan Candida sp., namun potensinya masih dibawah flukonazol.
Uji Aktivitas Antikolesterol Ekstrak Jamu Pahitan terhadap Mencit (Mus musculus) Hiperkolesterol Azhari, Charisa Maylani Putri; Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda; Azahra, Sresta
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12352

Abstract

Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kondisi ini memicu terjadinya aterosklerosis, yaitu penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak lemak yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Salah satu ramuan tradisional yang digunakan secara turun-temurun untuk membantu mengatasi hiperkolesterolemia adalah jamu pahitan, yang terdiri atas sambiloto, brotowali, meniran, kumis kucing, daun salam, dan temulawak. Tanaman-tanaman tersebut mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan kurkumin yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antikolesterol ekstrak jamu pahitan terhadap mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi hiperkolesterolemia. Desain penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sebanyak 25 ekor mencit jantan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (simvastatin), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak jamu pahitan masing-masing 200, 400, dan 600 mg/kg BB. Kadar kolesterol diukur pada hari ke-0, ke-5, ke-10, dan ke-15 menggunakan alat Point of Care Testing (Fora 6 Plus). Hasil menunjukkan bahwa dosis 200 mg/kg BB memberikan penurunan kadar kolesterol paling tinggi, yaitu sebesar 31,13%. Uji statistik Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan Mann-Whitney menggunakan koreksi Bonferroni menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kontrol negatif dengan seluruh kelompok perlakuan (p < 0,05). Dengan demikian, ekstrak jamu pahitan terbukti memiliki aktivitas antikolesterol dengan dosis optimal pada 200 mg/kg BB.
Deteksi Cemaran Bakteri dan Logam Berat pada Liquid Foundation Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry; Azahra, Sresta
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12426

Abstract

Penggunaan dan penyimpanan kosmetik yang kurang tepat dapat menyebabkan kosmetik rentan terkontaminasi bakteri. Proses pengolahan kosmetik juga dapat menyebabkan terjadinya cemaran logam berat. Paparan logam berat dapat mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cemaran bakteri dan logam berat pada liquid foundation. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diambil secara purposive samping, berupa 10 merk liquid foundation yang telah digunakan selama 3 bulan. Pengujian cemaran bakteri menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) dan cemaran logam berat timbal dan kadmium dianalisis menggunakan spektrofotometri serapan atom. Hasil uji ALT menunjukkan bahwa sembilan sampel memenuhi standar <103 koloni/gr dan satu sampel (F2) melebihi standar, yaitu 2,96x104 koloni/gr, dan terdapat cemaran Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji cemaran logam berat menunjukkan kandungan timbal pada sembilan sampel dalam batas aman < 20 mg/kg dan satu sampel (F2) melebihi standar, yaitu 31,37 mg/kg. Kandungan kadmium pada seluruh sampel masih dalam batas aman, yaitu <5 mg/kg. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa 9 dari 10 sampel diketahui memenuhi standar BPOM No. 12 Tahun 2019 sehingga layak digunakan.
Studi In Vivo: Efektivitas Ekstrak Keji Beling (Strobilanthes crispus) terhadap Penyembuhan Luka Mencit Diabetes Aina, Ganea Qorry; Dini, Harlita Tiara; Thereceliasandyakerd, Gladys
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12431

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu gangguan yang biasanya ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah (hiperglikemia). Salah satu komplikasi yang ditimbulkan oleh DM adalah luka diabetik. Penggunaan obat tradisional saat ini banyak direkomendasikan karena efek sampingnya yang relatif kecil dan hasilnya yang cukup efektif. Keji beling umumnya digunakan sebagai obat tradisional untuk penyakit antidiabetes, sebagai diuretik, dan juga dapat digunakan sebagai antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata diameter luka, pengaruh pemberian ekstrak daun beling pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%, dan untuk mengidentifikasi konsentrasi mana yang paling efektif dalam penyembuhan luka diabetik pada tikus. Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperimen Sejati dengan Alokasi Acak, dengan 6 tikus untuk setiap konsentrasi. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik One Way ANOVA diikuti dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter luka pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% lebih besar dibandingkan dengan 100%. Semua ekstrak pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka pada tikus diabetes, dengan nilai signifikan sebesar 0,015 < 0,05. Berdasarkan uji DMRT, ditemukan bahwa konsentrasi 100% paling efektif dalam proses penyembuhan luka diabetik. Pemberian ekstrak keji beling 100% memberikan hasil terbaik, dengan persentase penutupan luka mencapai 44,81%.