Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Bridging Theory and Risk Reality: Gap Analysis of Disaster Mitigation Competencies in Indonesian Civil Engineering Education Curriculum Budiana, Ida Bagus Putra; Kurniadi, Anwar; Prihantoro, Mitro; Setiawibawa, Rachmat
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2751

Abstract

Amidst the increasing intensity of natural disasters in Indonesia, the role of civil engineers has evolved from merely designing physical structures to becoming crucial agents in disaster resilience. However, there is a clear discrepancy between the technical-static nature of civil engineering higher education curricula and the dynamic and multidisciplinary needs of disaster mitigation in the field. This study aims to diagnose this competency gap through a Systematic Literature Review (SLR) method using the PRISMA 2020 protocol. Data were collected from the Dimensions, Scopus, and Web of Science databases, resulting in 10 selected articles that were analyzed thematically. The results revealed that the main gap lies not in structural calculation abilities (hard engineering), but in deficits in “soft” competencies such as risk communication, policy advocacy, and post-disaster management. This study also identified that conventional (didactic) teaching methods are ineffective and recommended the adoption of new pedagogical strategies such as Forensic Engineering and humanitarian project-based learning. This research offers a curriculum mapping framework as a strategic solution to integrate disaster management competencies without overburdening the existing curriculum, in order to produce civil engineers who are resilient and responsive to risks.
RELIGIOUS DUTY BOUND IN SAFEGUARDING THE COUNTRY: Assessing the Role of Nahdlatul Ulama in Peace Education in Jakarta Uksan, Arif; Prihantoro, Mitro
JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/JIIS.2025.19.2.546-574

Abstract

Jakarta, the capital of Indonesia is a religiously plural region in Indonesia that experienced social unrest and riots in recent history. It withstands social, economic and turmoil that Indonesia experience during its lifetime until today. As a country with Muslims as majority, the role of Islam and Muslims is instrumental in keeping it safe and endured. This study analyzes the role of Nahdlatul Ulama in peace education, using a qualitative descriptive method. As the biggest Muslim organization in Indonesia with moderate stance, the importance of strengthening peace education by Nahdlatul Ulama is certainly beyond any doubt. The study shows that Nahdlatul Ulama promoted its moderate values to its members and Jakarta populations as well as introduced many initiatives to contain exclusive understanding of Islam. It does not only in accordance with the message of peace by Islam as promoted by Nahdlatul Ulama, but from security perspective it contribute to national security greatly as well.
Indonesia’s Deterrence Strategy from the Perspective of the Total People’s Defense and Security System (Sishankamrata) Mitro Prihantoro; Arifuddin Uksan
Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara Vol. 18 No. 1 (2026): Publica
Publisher : Department of Public Administration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpan.v18i1.52086

Abstract

Indonesia faces a clear gap between its deterrence doctrine and the institutional capacity required to execute it within the Total People’s Defense and Security System known as Sishankamrata. The doctrine is comprehensive, yet systematic evaluation of how its core elements operate as an integrated deterrence system remains limited. These elements include ideological, political, economic, socio cultural, and defense security dimensions. This study examines Indonesia’s deterrence strategy through the Sishankamrata framework and assesses how it shapes national deterrence capacity against complex and evolving threats. The study applies a qualitative descriptive approach. Data collection took place from January to October 2025. Primary data consist of official doctrinal documents from the Ministry of Defense, national defense white papers, and strategic policy statements. Secondary data include peer reviewed journals and comparative studies of total defense systems implemented in Nordic states. Data analysis uses thematic mapping and interpretive document review. Validity is maintained through document triangulation and cross checking between official and academic sources. The findings show that Sishankamrata provides a coherent deterrence structure that integrates physical strength, moral resilience, and non conventional capabilities. However, several constraints remain. Coordination across sectors is not yet optimal. Institutional readiness varies. Public understanding of defense is still limited. Strategic communication lacks consistency and impact. The study concludes that Indonesia’s deterrence effectiveness depends not only on doctrine but on consistent institutional reform, active public participation, and credible strategic signaling across all sectors of national life.
Sistem Pengolahan Data Kesehatan Prajurit Yonif 312/Kala Hitam Dalam Mendukung Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Papua Nugini Wulan Wydiastuti; Mitro Prihantoro; Marsono
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8711

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan data kesehatan prajurit yang akurat, terintegrasi, dan adaptif sebagai faktor strategis dalam mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Darat, khususnya pada Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG). Meskipun pemeriksaan kesehatan telah dilaksanakan secara komprehensif, masih terdapat kesenjangan antara kondisi ideal (das sollen) dan realitas lapangan (das sein), di mana sistem pengelolaan data kesehatan pada Yonif 312/Kala Hitam masih bersifat manual sehingga menghambat efektivitas pelaporan, pelacakan kesiapan personel, dan proses rujukan medis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas pengelolaan data kesehatan prajurit, strategi pengolahan data yang andal dan adaptif, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap efektivitas operasi Pamtas RI–PNG. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Nvivo 12 Plus dengan teknik coding tematik dan analisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas data kesehatan secara klinis telah memenuhi prinsip Force Health Protection (FHP) dan pendekatan kesehatan holistik, namun masih terdapat kelemahan pada integrasi sistem yang menyebabkan keterlambatan pembaruan data dan potensi duplikasi. Health Information System (HIS) militer adaptif yang dihasilkan mencakup offline–online synchronization, secure military health network, dan integrated medical logistics, yang meningkatkan interoperabilitas, efisiensi logistik, serta kecepatan evakuasi dan pengambilan keputusan. Sistem ini juga berfungsi sebagai Decision Support System (DSS). Kesimpulannya, sistem pengelolaan data kesehatan digital terintegrasi menjadi instrumen strategis berbasis data dalam meningkatkan kesiapan operasional dan keberhasilan operasi Pamtas RI–PNG.
Strategi Distribusi Logistik Guna Pemenuhan Kebutuhan Bekal Kelas 1 Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Malaysia Chandra Setia Wibawa; Mitro Prihantoro; Marsono
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8712

Abstract

Penelitian ini mengkaji sistem distribusi bekal kelas 1 bagi Satgas Pamtas RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur yang belum berjalan optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, medan ekstrem, keterbatasan moda transportasi, dan sistem informasi logistik yang belum terintegrasi. Penelitian bertujuan menganalisis kondisi aktual distribusi bekal kelas 1, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penyaluran bekal, serta merumuskan strategi distribusi logistik yang optimal. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologi, melalui wawancara mendalam terhadap lima informan kunci, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana, diperkuat dengan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan distribusi berjalan sesuai prosedur namun belum optimal. Ditemukan keterlambatan pengiriman bekal di pos-pos terpencil, kekurangan personel logistik, keterbatasan dukungan angkutan udara akibat alokasi Avtur yang terbatas, serta sistem informasi logistik yang masih dikelola secara manual. Strategi yang dirumuskan menggunakan kerangka Ends-Ways-Means mencakup penguatan infrastruktur gudang transit, integrasi teknologi informasi dalam manajemen distribusi, penguatan koordinasi lintas instansi, serta peningkatan fleksibilitas sistem melalui jalur dan prosedur alternatif.
Proses Pendidikan Pertama Bintara Dalam Pengawakan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di Halmahera Selatan Aditya Kurnia Rahman; Mitro Prihantoro; Marsono
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8763

Abstract

Pengawakan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Halmahera Selatan memerlukan prajurit Bintara yang tidak hanya memiliki kemampuan dasar kemiliteran, tetapi juga kompetensi dalam mendukung pembangunan wilayah dan pembinaan teritorial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) dengan tuntutan tugas pada Yonif Teritorial Pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses rekrutmen calon peserta Dikmaba, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan pendidikan, serta menganalisis dampak pendidikan terhadap kualitas lulusan dalam mendukung tugas teritorial pembangunan di Halmahera Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap empat informan yang terdiri atas Komandan Sekolah Calon Bintara, Kepala Urusan Operasi, Kepala Urusan Pengamanan, dan pelatih Sekolah Calon Bintara. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen telah dilaksanakan secara sistematis melalui seleksi administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, mental ideologi, dan psikologi, namun belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan spesifik Yonif TP. Faktor pendukung pendidikan meliputi sistem pendidikan yang terstruktur, tenaga pelatih yang berpengalaman, fasilitas yang memadai, dan kedisiplinan siswa, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan waktu pendidikan, belum adanya materi teknis teritorial seperti pertanian, peternakan, dan perikanan dalam kurikulum, serta keterbatasan personel pengamanan. Pendidikan Dikmaba terbukti efektif dalam membentuk karakter militer, disiplin, dan kemampuan dasar keprajuritan, namun belum optimal dalam mempersiapkan prajurit untuk melaksanakan tugas teritorial pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian kurikulum dan penambahan alokasi waktu pendidikan agar kualitas lulusan lebih sesuai dengan kebutuhan pengawakan Yonif Teritorial Pembangunan di Halmahera Selatan.
Penerapan Teknologi Instalasi Pengelolaan Air Limbah di Muara Angke dan Analisis Pasca Pengoperasian M. Sulthon Nurharmansyah Putra; Tedi Kurniadi; Mitro Prihantoro; Gunaryo; Dea Dwi Ananda; Latisa Stefi Alivia; Arya Rafif Rabbani; Gabriel Prabowo
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i1.13199

Abstract

Permasalahan sanitasi lingkungan di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, khususnya terkait pengelolaan air limbah domestik yang dibuang langsung ke badan air tampa pengolahan, telah menyebabkan penurunan kualitas air serta meningkatkan resiko penyakit bebasis lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta melakukan analisis pasca pengoprasian guna mengevaluasi kinerja dan efektivitas sistem yang telah dibangun. Metode yang digunakan survei awal, perancangan IPAL dan untuk mengetahui kondisi pengelolaan sarana tersebut dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif yakni dengan mendeskripsikan kondisi pengelolaan sarana sanitasi berdasarkan hasil kuisioner masyarakat yang terkena dampak IPAL Muara Angke. Tingkat kepuasan meliputi pengetahuan, kebermanfaatan, hasil kualitas air, dampak, dan penerapan IPAL. Hasil pengabdian ditunjukkan dengan teknologi IPAL yang telah terpasang di Muara Angke dan hasil analisis menunjukkan bahwa tipologi pengelolaan IPAL adalah : Aspek hasil pengelolaan air yang berada pada posisi pertama dengan nilai 95%, aspek kebermanfaatan dan dampak positif yang pada posisi kedua dengan nilai 90%, aspek pengetahuan dan kemudahan penerapan yang berada pada posisi terakhir dengan nilai 87,5%. Berdasarkan data yang diperoleh didapatkan hasil yang baik mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap IPAL. Kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi pengelolan air limbah di wilayah pesisir perkotaan.