Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Determinan Faktor Individu dan Sosial yang Berhubungan dengan Literasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa di Universitas Malahayati Syarifah, Dinda Rachma; Angelina, Christin; Muhani, Nova; Reni, Octa
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i2.2009

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas di Provinsi Lampung pada tahun 2018 menyebutkan gangguan mental emosional sebesar 5,56%. Pada sampai saat ini, kesehatan mental menjadi masalah yang belum dapat sepenuhnya diselesaikan, baik tingkat global maupun nasional. Akar permasalahan pada kesehatan mental yaitu pemahaman mahasiswa yang kurang mengenai literasi khususnya literasi kesehatan mental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan ekonomi orang tua, bahasa, dan penggunaan media sosial terhadap literasi kesehatan mental pada mahasiswa di universitas malahayati. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif universitas malahayati sebanyak 218 responden. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner berbentuk google form. Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan univariat literasi kesehatan mental tinggi (71,1%), usia 20-24 tahun (67,4%), jenis kelamin perempuan (81,7%), pendidikan SMA (82,1%), pendapatan ekonomi rendah UMP <2.633.000 ( 50,9%), bahasa Indonesia (98,2%), jenis media sosial content communities (81,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan variabel usia (p-value 0,000), pendapatan ekonomi orang tua (p-value 0,001) berhubungan dengan literasi kesehatan mental. Tidak ada hubungan terhadap literasi kesehatan mental antara lain pendidikan (p-value 0,604), bahasa (p-value 1,00), penggunaan media sosial (p-value 0,057). Peniliti menyarankan kepada responden untuk meningkatkan literasi kesehatan mental dengan cara memanfaatkan informasi yang tersedia di instansi atau mengakses media sosial untuk mengikuti akun-akun yang membahas terkait kesehatan mental. Namun, pastikan bahwa akun-akun tersebut menyajikan konten positif.
HUBUNGAN ANTARA KADAR KALSIUM DARAH PADA IBU DENGAN PENINGKATAN RISIKO MELAHIRKAN BAYI PENDEK DI RUMAH SAKIT BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025 Risky, Ririn Mutiara; Hermawan, Dessy; Riyanti, Riyanti; Yanti, Dhiny Easter; Angelina, Christin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kalsium darah pada ibu hamil trimester III dengan peningkatan risiko melahirkan bayi pendek (stunting) di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik melalui desain studi kohort prospektif. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga April 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden yang dipilih berdasarkan teknik uji sampel prediksi. Pengambilan data dilakukan melalui pemantauan kadar kalsium darah ibu, konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu selama kehamilan. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu memiliki hubungan yang signifikan terhadap kadar kalsium darah ibu hamil (p<0,05). Sebaliknya, riwayat pantang makan ikan atau protein tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Faktor paling dominan yang berhubungan dengan kadar kalsium adalah keteraturan minum susu (p=0,017). Selain itu, ditemukan hubungan antara kadar kalsium darah ibu hamil dengan panjang badan lahir bayi (p=0,00), yang menunjukkan bahwa peningkatan kadar kalsium dapat menurunkan risiko kelahiran bayi pendek.
HUBUNGAN ANTARA KADAR KALSIUM DARAH PADA IBU DENGAN PENINGKATAN RISIKO MELAHIRKAN BAYI PENDEK DI RUMAH SAKIT BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025 Hermawan, Dessy; Risky, Ririn Mutiara; Riyanti, Riyanti; Yanti, Dhiny Easter; Angelina, Christin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kalsium darah pada ibu hamil trimester III dengan peningkatan risiko melahirkan bayi pendek (stunting) di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik melalui desain studi kohort prospektif. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga April 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden yang dipilih berdasarkan teknik uji sampel prediksi. Pengambilan data dilakukan melalui pemantauan kadar kalsium darah ibu, konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu selama kehamilan. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu memiliki hubungan yang signifikan terhadap kadar kalsium darah ibu hamil (p<0,05). Sebaliknya, riwayat pantang makan ikan atau protein tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Faktor paling dominan yang berhubungan dengan kadar kalsium adalah keteraturan minum susu (p=0,017). Selain itu, ditemukan hubungan antara kadar kalsium darah ibu hamil dengan panjang badan lahir bayi (p=0,00), yang menunjukkan bahwa peningkatan kadar kalsium dapat menurunkan risiko kelahiran bayi pendek.
Hubungan sanitasi dasar dengan kejadian stunting Mariana, Rani; Nuryani, Dina Dwi; Angelina, Christin
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 1 No. 2 (2024): April Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v1i2.1119

Abstract

Background: Data on the prevalence of stunting according to the World Health Organization (WHO), Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia/South-East Asia Regional (SEAR) region. Currently, more than a third of children under five (37.2%) in Indonesia suffer from stunting. Lampung is the fifth province with the highest stunting (42.63%), in Metro City as many as 751 toddlers (9.57%) experience stunting and Central Metro District has the largest number of stunting cases as many as 306 toddlers. Purpose: To determine the relationship between basic sanitation and the incidence of stunting in the Yosomulyo Health Center Work Area, Metro District, Metro City Center in 2021. Method: This type of research is quantitative with a cross sectional design. The population of all children's homes in the Yosomulyo Health Center's Working Area is 1,692 toddlers. Samples were taken as many as 119 people. Data collection by observation and checklist sheets. The statistical test used is the chi square test. Results: The study showed that there was a relationship between healthy latrines (p value = 0.006; OR = 3.895), clean water facilities (p value = 0.015; OR = 3.574), waste disposal (p value = 0.004; OR = 4.884) and SPAL (p value = 0.041; OR = 2.854). Conclusion: All variables are related to the incidence of stunting because the p-value < 0.05. Furthermore, the puskesmas should always pay attention to and promote the importance of environmental health both inside and outside the home. Keywords: Stunting; Basic sanitation; Toddler Pendahuluan: Data prevalensi stunting menurut World Health Organization (WHO), Indonesia termasuk negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR). Saat ini lebih dari sepertiga jumlah balita (37,2%) di Indonesia menderita stunting. Lampung menjadi provinsi kelima tertinggi stunting sebesar (42,63%), di Kota Metro sebanyak 751 balita (9,57%) mengalami stunting dan Kecamatan Metro Pusat memiliki angka kasus stunting terbesar sebanyak 306 balita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sanitasi dasar dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh rumah balita di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo sebanyak 1.692 balita. Sampel diambil sebanyak 119 orang. Pengumpulan data dengan observasi dan lembar ceklist. Uji statistik yang digunakan adalah uji uji chi square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan jamban sehat (p value = 0,006; OR = 3,895), sarana air bersih (p value = 0,015; OR = 3,574), pembuangan sampah (p value = 0,004; OR = 4,884) dan SPAL (p value = 0,041; OR = 2,854). Simpulan: Semua variabel berhubungan dengan kejadian stunting karena nilai p-value < 0.05. Selanjutnya pihak puskesmas untuk selalu memperhatikan dan mempromosikan pentingnya kesehatan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah. Kata kunci: Stunting; Sanitasi dasar; Balita
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN KUNJUNGAN ULANG PASIEN RAWAT JALAN DI POLI MATA RS PERTAMINA BINTANG AMIN 2024 Cahya, Fajar Nur; Samino, Samino; Angelina, Christin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27125

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pentingnya kepuasan pelanggan dalam keputusan kunjungan ulang di sebuah rumah sakit. Dimensi kualitas layanan kesehatan, seperti bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati, dapat mempengaruhi keputusan kunjungan ulang pasien di Poli Mata RS Pertamina Bintang Amin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap keputusan kunjungan ulang pasien rawat jalan di Poli Mata RS Pertamina Bintang Amin dengan menggunakan studi kuantitatif dan analisis data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor bukti fisik dan jaminan memiliki hubungan signifikan dengan keputusan kunjungan ulang pasien, di mana meningkatkan kualitas bukti fisik, seperti kebersihan fasilitas dan ruang tunggu, dapat meningkatkan kemungkinan kunjungan ulang pasien. Pada hasil univariat terdapat 81% yang memutuskan berkunjung ulang, 19% memutuskan tidak berkunjung ulang, 55,6% bukti fisik baik, 44,4% bukti fisik tidak baik, 69,8% keandalan baik, 30,2% keandalan tidak baik, 85,7% daya tanggap baik, 14,3% daya tanggap tidak baik, 65,1% jaminan baik, 34,9% jaminan tidak baik, 57,1% empati baik, 42,9% tidak baik. Jenis penelitian ini merupakan sebuah studi kuantitatif, dimana survey tersebut dirancang dengan menggunakan desain studi potong lintang. Analisa data yang digunakan yaitu univariat, bivariat (chi square), dan multivariat (regresi logistic model faktor risiko). Meningkatkan kualitas bukti fisik yang berhubungan dengan fasilitas yang ada di RS berhubungan dengan kebersihan dan ruang tunggu, dimana dapat menambah sarana prasaran berkaitan dengan menjaga lingkungan seperti membuat poster untuk menjaga kebersihan dan menambah tempat pembuangan sampah disekitar RS dan juga fasilitas ruang tunggu agar pasien lebih nyaman dalam menunggu antrian.
Analisis Faktor Employee Agility terhadap Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Liasari, Deny Eka; Farich, Achmad; Angelina, Christin; Sudirahayu, Ika; Rachmawati, Rachmawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15575

Abstract

ABSTRACT The use of RME will be realized optimally if organizations and health workers are ready to operate it. Unpreparedness in using RME can cause a number of problems, even making health workers lose interest in using it. As a result, RME implementation is at risk of failure and has the potential to have a negative impact on patient care because vital clinical and administrative data can be lost. The implementation of Electronic Medical Records (RME) in hospitals is an important element in Indonesia's health strategy which aims to improve the efficiency and accuracy of health services. Therefore, this research focuses on analyzing employee agility factors on readiness to implement electronic medical records at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2024. The research method used is quantitative with a cross-sectional design. A sample of 157 respondents, who are healthcare workers responsible for implementing EMR, was selected using proportional random sampling techniques. The dependent variable assessed is readiness to implement RME and the independent variable is personality; work experience, personal abilities, environment and social. The research results showed that the independent variables related to EMR implementation readiness are work experiencce (pv:0,012), personal abilities (pv:0,000), environment (pv:0,000), and sosial (pv:0,000). The most dominant influencing factor is personal abilities with an 21,189 (95% CI: 4,249 – 105,656) which means that individuals whose abilities are good are 21 times more prepared . It is hoped that these results can become a reference for hospital management to utilize external resources such as RME vendors, technology consultants, and government or regulatory agencies to support RME implementation. Keywords: Electronic Medical Record, Implementation, Readiness, Employee Agility, Hospital  ABSTRAK Penggunaan RME akan terwujud secara optimal apabila organisasi dan petugas kesehatan telah siap dalam mengoperasikannya. Ketidaksiapan dalam penggunaan RME dapat menimbulkan sejumlah masalah, bahkan membuat petugas kesehatan kehilangan minat untuk memanfaatkannya. Akibatnya, implementasi RME berisiko mengalami kegagalan dan berpotensi memberikan dampak negatif pada pelayanan pasien karena data klinis dan administratif yang vital dapat terhapus. Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di rumah sakit adalah elemen penting dalam strategi kesehatan Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada analisis faktor employee agility terhadap kesiapan penerapan rekam medis elektronik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 157 responden dan merupakan petugas kesehatan yang akan mengimplementasikan RME dengan teknik proportional random sampling. Variabel dependen yang dinilai yaitu kesiapan penerapan RME dan variabel independen berupa kepribadian; pengalaman kerja, kemampuan diri, lingkungan, dan sosial. Hasil penelitian didapatkan variabel independen yang berhubungan dengan kesiapan penerapan RME adalah pengalaman kerja (pv:0,012), kemampuan diri (pv:0,000), lingkungan (pv:0,000) dan sosial (pv:0,000). faktor paling dominan yang berpengaruh berupa kemampuan diri dengan Odd Ratio (OR) 21,189 (95% CI: 4,249 – 105,656) yang artinya individu yang kemampuan dirinya baik 21 kali lebih siap. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan manajemen rumah sakit untuk memanfaatkan sumber daya eksternal seperti vendor RME, konsultan teknologi, dan lembaga pemerintah atau regulasi untuk mendukung penerapan RME. Kata Kunci: Kesiapan, Penerapan, Rekam Medis Elektronik, Employee Agility, Rumah Sakit
Analisis Faktor Optimisme terhadap Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Sugiharto, Joko; Farich, Achmad; Angelina, Christin; Sudirahayu, Ika; Rachmawati, Rachmawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15593

Abstract

ABSTRACT The national e-health strategy aims to increase the accessibility and sustainability of quality health services through the use of information and communication technology, as well as supporting all components of the health system with effective, reliable and safe innovations. The integration of an electronic-based Health Information System (HIS) in all health service facilities is part of the Ministry of Health's 2020-2024 Strategic Plan, which focuses on strengthening fast, valid and resource sharing health information services. Readiness assessments are important to ensure successful implementation of the RME system by understanding the condition of health service facilities and the readiness of health workers to use the new system. Therefore, this research focuses on analyzing the optimism factor of health workers regarding the readiness to implement electronic medical records at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2024. The research method used is quantitative with a cross-sectional design. The sample consisted of 157 respondents who were health workers tasked with implementing EMR using proportional random sampling techniques. The dependent variable assessed is readiness to implement RME, and the independent variables are optimism factor; social support, self-efficacy, self-esteem, and accumulated experience. The research results showed that the independent variables related to EMR implementation readiness are social support (p-value 0,024), self  efficacy (p-value 0,047), and accumulated experience (p-value 0,003). The most dominant influencing factor is accumulated experience. Hospital management should carry out socialization about RME, expand infrastructure and provide training in developing the use of computers and electronic information systems to increase ICT literacy, mentoring and coaching programs to share direct experiences, rotation and assignment empowerment programs to develop new skills and insights, as well as providing given to employees who achievement/innovate to improve the readiness of health workers in implementing electronic medical record. Keywords: Electronic Medical Record, Implementation Readiness, Optimism, Hospital   ABSTRAK Strategi e-kesehatan nasional bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan kesinambungan layanan kesehatan berkualitas melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta mendukung seluruh komponen sistem kesehatan dengan inovasi yang efektif, handal, dan aman. Integrasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) berbasis elektronik di semua fasilitas pelayanan kesehatan merupakan bagian dari Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2020-2024, yang fokus pada pemantapan layanan informasi kesehatan yang cepat, valid, dan resource sharing. Penilaian kesiapan penting untuk memastikan keberhasilan penerapan sistem RME dengan memahami kondisi fasilitas layanan kesehatan dan kesiapan petugas kesehatan dalam menggunakan sistem baru. Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada analisis faktor optimisme petugas kesehatan terhadap kesiapan penerapan rekam medis elektronik di RS Pertamina Bintang Amin pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 157 responden yang merupakan tenaga kesehatan yang bertugas menerapkan RME dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Variabel dependen yang dinilai adalah kesiapan penerapan RME, dan variabel independen adalah faktor optimisme;  dukungan sosial, kepercayaan diri, harga diri, dan akumulasi pengalaman.Hasil penelitian didapatkan variabel independen yang berhubungan dengan kesiapan penerapan RME adalah dukungan sosial (p-value 0,024), kepercayaan diri (p-value 0,047) dan akumulasi pengalaman (p-value 0,003). faktor paling dominan yang berpengaruh adalah akumulasi pengalaman. Manajemen rumah sakit hendaknya melakukan sosialisasi tentang RME, memperluas infrastruktur dan penyediaan pelatihan pengembangan penggunaan computer-sistem informasi elektronik untuk peningkatan literasi TIK, program mentoring dan coaching untuk saling berbagi pengalaman langsung, program rotasi dan pemberdayaan tugas untuk mengembangkan kemampuan dan wawasan baru,  serta pemberian penghargaan kepada karyawan yang berprestasi/berinovasi untuk meningkatkan kesiapan petugas kesehatan dalam penerapan rekam medis elektronik. Kata Kunci: Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik, Optimisme, Rumah Sakit
Analisis Intensi Konsumsi Tablet FE Pada Ibu Hamil di Puskesmas Metro Kota Metro Provinsi Lampung Ayati, Tri; Hermawan, Dessy; Angelina, Christin
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.14050

Abstract

ABSTRACT During pregnancy, iron requirements increase by 25% compared to non-pregnant women. Anemia in pregnancy is a risk factor for poor birth outcomes. Adequate iron supplementation in pregnancy is currently the most common and appropriate strategy for controlling iron deficiency anemia during pregnancy. The success of iron supplementation depends on whether pregnant women adhere to taking Fe tablets or not. Compliance in consuming TTD is a form of behavior so that the tendency to comply with regular TTD consumption can be analyzed using behavioral theory. One of the behavioral theories that can be used is the Theory of Planned Behavior (TPB). Based on the background above, researchers are interested in conducting an analysis of pregnant women's intentions to consume Fe tablets, especially at the Kota Metro Health Center. The type of research used in this research is quantitative analysis with a cross sectional design. The sample used in this research was 89 pregnant women in the working area of the Kota Metro Health Center. Data analysis used the Chi-Square test and multivariate binary logistic regression analysis. The results of Chi Square analysis show that there is a significant relationship between behavioral intention and attitude toward behavior (p-value=0.003; OR=3.696; 95% CI=1.521 - 8.981), subjective norm (p-value=0.000; OR=4.889; 95 % CI= 1.947-12.271), and perceived behavioral control was (p-value=0.001; OR=4.978; 95% CI=1.952 - 12.692). The results of the binary logistic regression analysis show that the attitude towards the behavior variable has a significant effect on the behavioral intention variable (P=0.011<0.05 with an Exp(B) value of 3.655). The attitude towards the behavior has a significant effect on the behavioral intention of Ferrous Sulfat consumption in Pregnant Women in Kota Metro Health Center. Keywords: Ferrous Sulfat Tablets, Pregnant Women, Theory of Planned Behavior ABSTRAK Pada saat hamil, kebutuhan zat besi meningkat 25% dibandingkan ibu tidak hamil. Anemia pada kehamilan memiliki faktor risiko untuk terjadinya hasil luaran persalinan yang buruk. Kecukupan suplementasi zat besi dalam kehamilan saat ini merupakan strategi yang paling umum dan tepat untuk mengendalikan anemia defisiensi besi selama kehamilan. Keberhasilan suplementasi zat besi bergantung pada patuh tidaknya ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Kepatuhan dalam mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan suatu bentuk perilaku sehingga kecenderungan untuk patuh dalam konsumsi TTD secara teratur dapat dianalisis menggunakan teori perilaku. Teori perilaku yang dapat digunakan salah satunya adalah Theory of Planned Behavior (TPB). Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan analisis mengenai intensi ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe khususnya di Puskesmas Metro Kota Metro. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif analisis dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Metro Kota Metro sebanyak 89 orang. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dan analisis multivariat regresi logistik biner. Hasil analisis Chi Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara behavioral intention dengan attitude toward behavior (p-value=0,003; OR=3,696; 95% CI=1,521 - 8,981), subjective norm (p-value=0,000; OR=4,889; 95% CI= 1,947-12,271), dan perceived behavioral control sebesar (p-value=0,001; OR=4,978; 95% CI=1,952 - 12,692). Hasil analisis regresi logistik biner menunjukkan variabel attitude towards the behavior signifikan berpengaruh terhadap variabel behavioral intention (P=0,011< 0,05 dengan nilai Exp(B) 3,655). Attitude towards the behavior merupakan faktor yang paling mempengaruhi niat ibu hamil dalam mengkonsumsi TTD. Kata Kunci: Tablet Tambah Darah, Ibu Hamil, Theory Planned Behavior
FAKTOR PEMICU PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA WARGABINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024 Samino, Samino; Angelina, Christin; Lestari, Dwi Ayu; Pramasasti, Dyah Ayu Siti Utari; Salsabilla, Nadya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27393

Abstract

Penelitian ini menarik kesimpulan dari data yang diperoleh bahwa mayoritas responden berusia 20 tahun dengan sebanyak 5 (13.5%) orang, pekerjaan terakhir yang paling umum adalah sebagai LC/pemandu lagu dengan 12 (32.4%) responden, dan pendidikan tertinggi adalah jenjang SMP/Sederajat yang diikuti oleh 18 (48.6%) responden. Mayoritas responden adalah berstatus janda atau belum menikah, mencapai 15 (40.5%) orang, dan memiliki pendapatan bulanan di atas atau sama dengan 500.000 rupiah, yaitu sebanyak 21 (56.8%) orang. Sebanyak 26 (70.3%) responden mendapatkan narkoba dari teman. Penggunaan narkoba paling umum terjadi dalam kapasitas yang jarang, yaitu 1-3 bulan, dengan 21 (56.8%) responden. Mayoritas keluarga responden merasa kurang mendapatkan kasih sayang, sedangkan mayoritas individu merasa lebih mudah memasuki sebuah komunitas atau kelompok baru setelah menggunakan NAPZA. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai sebesar 0.000.