Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pempribumian Istilah Keagamaan Islam Serapan Bahasa Arab: Kajian Nativisasi Istilah Berawalan Fonem /R/ Fathan, Andini Adelia; Rohim, Fathur; Pribadi, Mohammad
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 1 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i1.49233

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses pempribumian (nativisasi) istilah keagamaan Arab berawalan fonem /r/ dalam bahasa Indonesia dengan fokus pada aspek fonologis, semantik, dan perluasan fungsi antroponimi. Kajian ini tidak hanya menyoroti perubahan bentuk dan makna kosakata serapan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana istilah keagamaan mengalami perluasan fungsi dalam kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memahami dinamika hubungan antara bahasa, agama, dan identitas budaya dalam konteks kebahasaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Sumber data berupa Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kamus bahasa Arab, serta dokumen kebahasaan yang relevan, dengan data utama berupa kosakata rasul, rida, ramadan, rahim, dan rezeki yang juga digunakan dalam praktik penamaan masyarakat. Data dikumpulkan melalui metode simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan menggunakan kombinasi metode agih untuk mengkaji perubahan fonologis dan metode padan untuk menganalisis aspek semantik serta fungsi sosial kosakata. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh istilah mengalami penyesuaian fonologis yang sistematis, seperti substitusi /q/-/k/, /ḥ/-/h/, /ḍ/-/d/, /ṣ/-/s/, serta pemendekan vokal panjang. Dari sisi semantik, ditemukan pola beragam: pemertahanan makna (ramadan), penyempitan makna (rida, rezeki), perluasan makna (rasūl), serta pemertahanan sekaligus pergeseran makna (rahim). Selain itu, seluruh istilah mengalami perluasan fungsi ke ranah antroponimi sebagai nama diri dengan variasi fonologis dan ortografis sesuai kebiasaan lokal.Pempribumian istilah keagamaan Arab berawalan fonem /r/ khususnya kosakata rasul, rida, ramadan, rahim, dan rezeki dalam bahasa Indonesia bersifat multidimensional, mencakup aspek linguistik, sosial, dan budaya. Proses ini menunjukkan adanya kesinambungan makna religius, sekaligus adaptasi lokal yang memperkaya identitas kebahasaan dan kultural masyarakat Indonesia. Keywords: Antroponimi; Fonologi; Istilah Keagamaan Arab; Nativisasi; Pempribumian; Semantik.
THE CONSTRUCTION OF CONCEPTUAL METAPHOR MEANING IN THE APPLICATION X OF AHLAM MOSTEGHANEMI Afifah, Nur; Pribadi, Mohammad; Hikmatussofa, Baiq; Reko, Muhammad
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i3.329

Abstract

Sastra digital Arab memiliki potensi penting sebagai wadah populer dan pembentuk wacana seperti pada aplikasi X di akun “Ahlam Mustaghamni”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kedua hal sebelumnya, melalui penggunaan metafora konseptual Lakoff dan Jhonson diantaranya : strukturak, orientasional dan ontologis. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan critical discourse. Untuk menganalisis makna teks sastra, penelitian ini menggunakan teori metafora konseptual. Penelitian ini menggunakan tehnik baca catat. Adapun objek penelitian ini adalah unggahan Ahlam Mustagamni dalam aplikasi x pada 22 Desember 2025. Analisis penelitian ini diantaranya : menganalisis dan mengklasifikasi penggunaan metafora konseptual dalam unggahan yang dijadikan data penelitian, mengidentifikasi data berdasarkan faktor populer di dalam sastra. Kemudian mengkritik data berdasarkan kognisi dan konteks sosial untuk mengetahui ideologi penulis melalui cuitan sastra yang diunggah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks sastra yang diunggah oleh Ahlam menggunakan gaya bahasa metafora konseptual. Metafora di dalam teks sastra bersifat universal, sehingga pengguna X dapat menginterpretasikan teks berdasarkan makna implisit yang tertuang di dalam tulisan Ahlam. Penggunaan metafora konseptual dalam cuitan sastra yang diunggah Ahlam memberikan respon aktif dari pengguna X. Hal demikian menjadikan unggahan tersebut sebagai popularitas mengenai gagasan Ahlam sebagai pemilik akun. Selain itu, cuitan sastra Ahlam membentuk wacana berdasarkan penggunaan metafora konseptual dalam unggahannya.