Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PABRIK PADA PRA-RANCANGAN PABRIK BUBUK KALDU JAMUR TIRAM Putri, Firdausya Pramada; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.423

Abstract

Kebutuhan masyarakat di Indonesia dinilai semakin beragam dari tahun ke tahun, tak terkecuali kebutuhan akan Bahan Tambahan Pangan (BTP). Salah satunya yaitu MSG sebagai penyedap rasa sintetis. Peningkatan impor MSG menunjukkan bahwa penggunaan MSG di Indonesia relatif besar dan meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data impor MSG, pada tahun 2020 meningkat 64,5% dari tahun sebelumnya. Peningkatan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat mendorong penggunaan produk makanan yang lebih aman untuk kesehatan. Salah satu inovasi penyedap rasa berbahan alami yang digunakan adalah jamur yang diolah menjadi produk penyedap rasa dengan nama bubuk kaldu jamur. Tujuan studi literatur ini yaitu menentukan kapasitas produksi dan seleksi proses untuk mengetahui proses terbaik agar tidak mengalami kerugian. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode grading untuk menentukan seleksi proses dan metode linier untuk penentuan kapasitas pabrik bubuk kaldu jamur. Berdasarkan pemilihan proses dengan menggunakan metode grading, pengeringan dengan metode spray drying merupakan proses pengeringan terbaik untuk menghasilkan bubuk kaldu jamur tiram dengan yield sebesar 35% dan waktu pengoperasian terendah yaitu 15 menit. Dengan mempertimbangkan faktor bahan baku dan perubahan pola hidup masyarakat akan kesehatan, maka pra-rancangan pabrik bubuk kaldu jamur tiram ini ditentukan berkapasitas 5.000 ton/tahun.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PRARANCANGAN PABRIK KIMIA PUPUK ORGANIK DARI SABUT KELAPA DAN JERAMI PADI DENGAN KAPASITAS 34.000 TON/TAHUN Hasibuan, Muhammad Syahril Maghfiroh; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4205

Abstract

Kompos merupakan salah satu bahan organik yang dapat bermanfaat sebagai pengganti pupuk buatan. Kompos merupakan pupuk organik hasil penguraian dari campuran bahan-bahan organik oleh mikroba dalam kondisi aerob atau anaerob. Sabut kelapa dan jerami padi merupakan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos atau pupuk organik yang ketersediaannya melimpah. Prarancangan pabrik kimia ini bertujuan untuk menentukan kapasitas produksi dan seleksi proses pada prarancangan pabrik pupuk organik dari sabut kelapa dan jerami padiHasil dari perhitungan penentuan kapasitas yang telah dilakukan dengan perhitungan pertumbuhan rata-rata pertahun menunjukkan bahwa kapasitas produksi yang didapatkan sebesar 34.000 ton/tahun. Metode yang digunakan untuk menentukan seleksi proses adalah menggunakan metode grading (penilaian). Dari hasil grading didapatkan proses terpilih adalah proses anaerob. Proses anaerob efektif digunakan dalam pembuatan pupuk organik ditinjau dari aspek suhu, metode pembuatan, dan lama pengomposan.
PENGARUH RASIO SABUT KELAPA DAN JERAMI PADI TERHADAP KARAKTERISTIK PUPUK ORGANIK PADAT Sinaga, Rafael; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4209

Abstract

Dalam dunia pertanian pupuk merupakan salah satu kebutuhan penting bagi petani untuk menumbuhkan dan menyuburkan tanaman. Pada saat sekarang ini sudah banyak petani yang menggunakan pupuk kimia sebagai media penyubur tanaman yang memiliki dampak buruk seperti menurunkan kualitas dan kesuburan tanah. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan pupuk organik yang memiliki dampak yang baik untuk kesuburan tanah. Pupuk organik berasal dari limbah organik yang dapat terurai dan bernutrisi bagi tanah. Tujuan penelitian ini adalah memproduksi dan mengetahui pengaruh rasio sabut kelapa dan jerami padi pada pupuk organik padat dan juga melakukan uji karakteristik pada pupuk tersebut. Bahan yang digunakan adalah sabut kelapa yang merupakan limbah dari buah kelapa dan juga jerami padi yang merupakan limbah dari tanaman padi setelah dipanen. Langkah-langkah pembuatan yang dilakukan adalah pencampuran dan perbandingan rasio yang akan dilakukan pada kedua bahan ini . Untuk rasio perbandingan nya adalah (sabut kelapa:jerami padi) 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, dan 3:1. Kedua limbah biomassa sabut kelapa dan jerami padi akan dilakukan pengecilan ukuran dengan cara dipotong-potong lalu dimasukkan ke dalam wadah pengomposan sesuai rasio dan dilakukan proses pengomposan selama 3-4 minggu. Setelah proses pengomposan selesai pupuk yang didapat pun akan dilakukan uji karakteristik yaitu kadar air, pH, dan POC sebagai produk samping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik padat yang dihasilkan dengan rasio 1:2 merupakan hasil paling optimum, yaitu memiliki kadar air sebesar 37,75%, pH sebesar 7,09, dan POC yang tergolong cukup banyak yaitu 60 ml.
PERANCANGAN ALAT REAKTOR PADA PRARANCANGAN PABRIK DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM GRADE WG DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Fajri, Aulia Romadhona Jihad Al; Rahma, Anne; Naufal, Muhammad; Ilma, Novita; Chumaidi, Achmad; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4957

Abstract

Potensi pinus cukup besar dan menguntungkan ditinjau dari populasi hutan pinus di Pulau Jawa yaitu sekitar 876 Ha. Salah satu hasil pengolahan pinus adalah gondorukem yang memiliki karakteristik tidak stabil dan mudah teroksidasi. Disproportionated rosin (DPR) merupakan produk inovasi dari gondorukem yang lebih stabil, tahan panas dan oksidasi serta banyak diaplikasikan sebagai adiktif untuk tinta cetak, cat, ban, dan kertas. Proses pengolahan gondorukem menjadi DPR melalui reaksi netralisasi memerlukan reaktor. Tujuan perancangan alat ini adalah mendesain reaktor pada prarancangan pabrik DPR dari gondorukem grade WG dengan kapasitas 3000 ton/tahun. Hasil perancangan reaktor berupa reaktor dengan tipe continuous stirred tank reactor dilengkapi pengaduk jenis three bladed propeller. Reaktor memiliki ukuran sebesar 444,22 m3 dengan tinggi 14,21 m, dan diameter sebesar 3,35 m. Impeller berukuran 13,11 m dengan diameter sebesar 1 m. Reaktor menggunakan desain tutup atas dan bawah berupa standard dished head dengan material penyusun yaitu stainless steel (SA 167 grade 3 type 304).   Kata kunci: disproportionated rosin, gondorukem, reaktor CSTR,
ANALISIS PENGARUH KONSENTRASI RAGI TERHADAP KARAKTERISTIK PRODUK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Wulandari, Adinda Putri; Ardiansyah, Fikri; Fani, Luqman Aji Bagus; Putra, Syahrheza Kurniawan; Dewi, Ernia Novika; Suryandari, Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.6939

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak hasil olahan dari buah kelapa yang memiliki banyak kandungan asam laurat. Salah satu metode yang digunakan untuk menghasilkan VCO yaitu metode fermentasi. Metode fermentasi dilakukan dengan menambahkan ragi tempe untuk proses pemecahan emulsi santan sehingga membentuk VCO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ragi tempe terhadap karakteristik dari VCO. Proses pembuatan VCO terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap pembuatan santan, tahap pembuatan starter, tahap fermentasi dan tahap analisis produk. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu konsentrasi ragi tempe sebesar 7,27% dan 15%. Parameter yang digunakan untuk karakteristik VCO meliputi kadar air, bilangan asam, densitas, viskositas dan yield. Hasil penelitian didapatkan bahwa konsentrasi ragi tempe berpengaruh terhadap karakteristik VCO. Pada analisis produk VCO, yield tertinggi diperoleh sebesar 12% dengan penambahan ragi tempe sebesar 7,27%. Selain itu, nilai asam lemak bebas pada produk VCO sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2022 dengan nilai asam lemak bebas maksimal 0,2%.
PENGARUH KONSENTRASI NaOH DAN WAKTU ELEKTROLISIS TERHADAP KADAR KLORIN DALAM PRODUKSI SODIUM HIPOKLORIT DARI AIR LAUT A'ini, Siti Nur; Dewi, Ernia Novika; Zamrudy, Windi; Prasetyo, Arif Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7985

Abstract

PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar merupakan PLTU berbahan bakar batu bara berkapasitas 2 × 350 MW yang memanfaatkan sistem pendingin kondensor dengan air laut. Untuk mencegah pertumbuhan biota laut pada sistem ini, diperlukan injeksi sodium hypochlorite (NaOCl) melalui metode shock dosing. Namun, fluktuasi pasang surut air laut menyebabkan konsentrasi NaOCl menurun, sehingga efektivitasnya berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elektroda karbon grafit dalam produksi NaOCl dari air laut serta menentukan konsentrasi NaOH dan durasi elektrolisis optimal. Produksi NaOCl dari air laut  dimulai dengan pengukuran pH dan konduktivitas, dilanjutkan elektrolisis menggunakan elektroda karbon grafit dengan variasi konsentrasi NaOH (0; 0,5; dan 1 N) dan waktu elektrolisis (10–60 menit). Kadar klorin dianalisis dengan titrasi iodometri. Hasil menunjukkan bahwa elektroda karbon grafit cenderung terdegradasi pada kondisi basa kuat dan suhu tinggi, serta menghasilkan larutan yang keruh. Kondisi optimal diperoleh pada penambahan NaOH 1 N dengan durasi elektrolisis 60 menit, menghasilkan kadar klorin tertinggi sebesar 550,34 mg/L, yang memenuhi kebutuhan aplikasi shock dosing pada sistem pendingin PLTU.  
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM Α-AMILASE DAN GLUKOAMILASE PADA PEMBUATAN SIRUP GLUKOSA DARI TEPUNG SAGU Dewanti, Shinta Laurensia; Moentamaria, Dwina; Dewi, Ernia Novika; Azkiya, Noor Isnaini
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7728

Abstract

Sirup glukosa merupakan gula cair yang penting dalam industri makanan karena sifatnya yang tidak mudah mengkristal dan tanpa membutuhkan pelarutan. Meskipun memiliki kandungan pati tinggi, tepung sagu masih kurang dimanfaatkan padahal berpotensi besar sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan sirup glukosa. Pembuatan sirup glukosa dari tepung sagu dapat dilakukan melalui proses hidrolisis enzimatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan enzim α-amilase dan glukoamilase terhadap karakteristik sirup glukosa yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan dalam tiga tahap yaitu gelatinisasi dengan pemanasan pada suhu 70°C, likuifikasi menggunakan enzim α-amilase pada suhu 90°C selama 1,5 jam, dan sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase pada suhu 60°C yang diinkubasi selama 72 jam. Variasi massa enzim yang digunakan adalah 0,08; 1; 2; dan 4 gram dengan rasio enzim enzim α-amilase dan glukoamilase 1:1. Parameter yang dianalisis meliputi kadar glukosa hasil likuifikasi dan sakarifikasi, kadar air, serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim hingga titik optimum meningkatkan kadar glukosa dan menurunkan kadar air, namun penambahan berlebih justru menurunkan kadar glukosa. Variabel terbaik dalam penelitian ini diperoleh pada penambahan enzim sebanyak 2 gram, yang menghasilkan kadar glukosa tertinggi sebesar 1,2776%, kadar air terendah sebesar 8,2%, serta karakteristik organoleptik sirup glukosa yang manis, berwarna bening kekuningan, dan tidak berbau.
PENGARUH FORMULASI TEPUNG SAGU DAN AIR TERHADAP KARAKTERISTIK SIRUP GLUKOSA Putri, Amalia Dwi Ardini; Moentamaria, Dwina; Dewi, Ernia Novika; Azkiya , Noor Isnaini
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7732

Abstract

Sagu merupakan salah satu komoditas terbesar di Indonesia. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada produksi pati atau tepung sagu yang umumnya digunakan sebagai bahan pangan tradisional atau campuran dalam pembuatan kue dengan skala produksi yang relatif kecil. Padahal, sagu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yaitu 79%–80%, berpotensi sebagai bahan baku pembuatan sirup glukosa. Sirup glukosa merupakan gula cair yang dihasilkan melalui proses hidrolisis pati baik secara enzimatis maupun asam. Proses hidrolisis pada penelitian ini dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim α-amilase dan glukoamilase. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variasi perbandingan tepung sagu dan air terhadap karakteristik sirup glukosa yang dihasilkan. Proses pembuatan sirup glukosa diawali dengan tahap gelatinisasi pada suhu 70°C dengan perbandingan tepung sagu dan air sebesar 1:2, 1:4, 1:6, dan 1:8 (b/v). Selanjutnya dilakukan liquifikasi menggunakan enzim α-amilase pada suhu 90°C, dilanjutkan dengan proses sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase pada suhu 50°C selama 72 jam dan dilakukan pemurnian menggunakan karbon aktif. Tahap terakhir yaitu analisa sirup glukosa menggunakan spektrofotometer UV-Vis . Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kadar glukosa yang diperoleh dari variasi perbandingan tepung sagu dan air berturut-turut sebesar 0,603%, 0,364%, 0,197%, dan 0,131%. Selain itu, kadar air sirup glukosa sebesar 13% telah memenuhi standar mutu berdasarkan SNI 01-2978-1992, dengan batas maksimum kadar air sebesar 20%.