Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

STUDI EKSPERIMEN DERAJAT KEPADATAN TANAH STANDARD PROCTOR LABORATORIUM TERHADAP ALAT TEKAN PEMADAT MODIFIKASI MENGGUNAKAN TANAH TIMBUNAN PILIHAN Novalia, Astri; Adha, Idharmahadi; Setyanto, Setyanto
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 5 No. 4 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v5i4.770

Abstract

Berhubungan dengan pembangunan infrastruktur di provinsi lampung yang berkaitan dalam bidang transportasi yaitu pembanguan Jalan Tol Lintas Sumatera yang terjadi karena peningkatan kendaraan. Oleh karena itu dalam membangun suatu konstruksi berkaitannya dengan kondisi fisik tanah, hal ini disebabkan karena tanah merupakan salah satu material yang sangat berperan penting dalam mendukung suatu konstruksi. Untuk mendapatkan tanah timbunan pilihan dengan kualitas yang baik, maka diperlukan pemadatan tanah. Maka dari itu diperlukan Penelitian untuk membandingkan besaran energy pada tanah timbunan pilihan dari derajat kepadatan tanah standard proctor terhadap alat uji tekan pemadat modifikasi Penelitian ini menggunakan sampel tanah yang berasal dari daerah Gedung Agung Kec. Jati Agung, Lampung Selatan yaitu tanah timbunan pilihan. Pelaksanaan pengujian alat tekan pemadat modifikasi dengan menggunakan tiga sampel tanah pada masing-masing tekanan, tekanan yang digunakan adalah 5 MPa, 10 MPa, 15 MPa dan 20 MPa. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa berat volume maksimum (γdmaks) sebesar 1,62 gr/cm3 pada pengujian tanah timbunan pilihan metode standard proctor dengan hasil pada alat tekan pemadat modifikasi didapat nilai tekanan sebesar 9 MPa. Sedangkan pada pengujian tanah timbunan biasa didapatkan nilai tekanan sebesar 7 MPa dengan berat volume maksimum (γdmaks)  sebesar 1,4 gr/cm3.
Study Perbandingan Antara Uji Proctor Modified Dengan Alat Tekan Pemadat Modifikasi Berdasarkan Tekanan Kontak pada Alat Berat Pemadat Tanah Situmeang, Tipo Putra; Setyanto, Setyanto; Adha, Idharmahadi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.797

Abstract

Pemadatan tanah merupakan salah satu pekerjaan penting dalam setiap proyek perkerasan jalan. Pemadatan tanah berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tanah yang memberikan daya dukung kepada lapisan jalan di atasnya, serta juga berfungsi untuk mengurangin besar penurunan tanah yang tidak diinginkan. Dalam setiap pemadatan tanah diperlukan kadar air optimum untuk mencapai kepadatan maksimum yang dapat diketahui dengan uji proctor . Uji proctor yang masih manual dalam pemberian bebannya mengakibatkan membutuhkan tenaga manusia yang cukup besar dalam penggunaannya. Pada penelitian ini membandingkan uji proctor modified dengan pemodelan alat tekan pemadat modifikasi dengan menggunakan tekanan kontak alat berat pemadat tanah dalam usaha mengantikan uji proctor manual dengan alat modifikasi yang lebih praktis. Tanah yang digunakan adalah tanah timbunan pilihan, berasal dari Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Pengujian alat tekan pemadat modifikasi ini terdiri dari 4 tekanan berbeda yaitu 1,667 Mpa; 6,2 Mpa; 7 MPa dan 8,4 MPa, menggunakan tiga sampel tanah pada masing-masing tekanan. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa berat volume maksimum (γdmaks) sebesar 1,706 gr/cm3 pada pengujian metode proctor modified dengan hasil pada alat tekan pemadat modifikasi didapat nilai tekanan sebesar 8 MPa.
Pengaruh Jumlah Lapisan Tanah Terhadap Derajat Kepadatan Tanah Berdasarkan Metode Tekanan Rulya, Annisa Tiara; Adha, Idharmahadi; Afriani, Lusmeilia
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.799

Abstract

Pemadatan tanah merupakan salah satu pekerjaan penting dalam setiap proyek konstruksi, tanggul, waduk dan konstruksi sipil lainnya, tanah yang belum padat atau masih kondisi gembur harus dipadatkan untuk meningkatkan untuk meningkatkan kekuatan tanah, sehingga dengan demikian meningkatkan daya dukung pondasi di atasnya, serta juga berfungsi untuk mengurangi besarnya penurunan tanah yang tidak diinginkan. Untuk itu, dalam penelitian ini akan dilakukan pemadatan tanah dengan menggunakan metode standard proctor di laboratorium dan menggunakan pemodelan alat uji tekan pemadat modifikasi untuk mengetahui pengaruh jumlah lapisan terhadap derajat kepadatan tanah. Tanah yang digunakan berasal dari Tirtayasa, Bandar Lampung. Pengujian proctor menggunakan beberapa lapisan yaitu lapisan 2, 3, 4, dan 5. Sedangkan alat tekan pemadat modifikasi menggunakan tekanan 5 MPa, 10 MPa, 15 MPa. Lapisan yang digunakan yaitu lapisan 2, 4, dan 6 pada setiap tekanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat volume maksimum (γdmaks) sebesar 1,49 gr/cm3 pada pengujian metode standard proctor dengan hasil pada alat tekan pemadat modifikasi didapat nilai (γdmaks) sebesar 1,66 gr/cm3.
Perencanaan Dinding Penahan Sebagai Alternatif Pencegah Bahaya Longsor Pada Konstruksi Pangkal Jembatan Fardilla, Hatwan; Adha, Idharmahadi; Arifaini, Nur
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.800

Abstract

Jembatan adalah prasarana sipil yang membentang di atas aliran sungai dan secara topografi tidak rata. Perbedaan elavasi dari daratan yang dilewati sungai ini membentuk suatu lereng. Bencana yang sering terjadi pada permukaan tanah yang tidak rata atau curam adalah longsor. Kondisi lereng dengan kemiringan yang curam dan menahan beban yang besar dapat mengakibatkan longsor. Oleh karena itu diperlukan dinding penahan untuk menjaga kestabilan lereng agar tidak terjadi penurunan sehingga jembatan tetp aman dari bahaya longsor. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dinding penahan dalam perlindungan pangkal jembatan dari bahaya longsor.Dalam penelitian ini letak dinding penahan sesuai dengan data gambar rencana. Kemudian dilakukan analisis geoteknik dengan dimensi dinding yang direncakan, dari data tanah dan data beban dapat diperoleh tekanan tanah yang terjdai. Melalui analisis geoteknik didapatkan nilai stabilitas dinding penahan tanah berupa nilai keamanan terhadap guling,geser dan daya dukung tanah hingga dimensi yang dipakai aman. Selanjutnya dilakukan perhitungan struktur penulangan dinding penahan tanah dan diperoleh gambar rencana dari dinding penahan tanah. Dimensi dinding penahan tanah yang direncakan adalah sebesar 0,3 m untuk lebar mercu, panjang kaki 2,4 m, tebal kaki 0,5 m dengan tinggi dinding 5 m. Berdasarkan analisis stabilitas dinding yang dilakukan, disimpulkan dinding aman dari bahaya guling, geser, serta aman dalam perhitungan daya dukung tanah sehingga dinding mampu menjadi salah satu alternatif upaya pencegah bahaya longsor.
Dampak Keruntuhan Jembatan Lempuyang Pada Jalan Lintas Timur dan Lintas Penghubung Provinsi Lampung Permani, Ratih Diah; Hadi, Yohanes Martono; Adha, Idharmahadi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 4 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i4.1023

Abstract

The Indonesian Transportation System, which is still dominated by ground transportation, has made the road have a more dominant role in economic growth. The condition of road facilities and infrastructure also encourages economic growth among regions connected by infrastructure networks, so that it is expected that in various regions there will be equitable growth.The collapse of the Lempuyang bridge resulted in a change in the volume of traffic flow on the roads that became an alternative road. This volume change can directly affect the condition of the road designated as an alternative road, namely the eastern crossroad (Sukadana - Sp. Bujung Tenuk) and the Tegineneng Feeder - Sukadana road.The segment most affected by the damage to the Lempuyang bridge is the Central - Metro - Sukadana feeder segment. In the Central - Metro - Sukadana feeder there was an increase in the size of the slightly damaged  road  in May 2015 from  2014, from 2.52% to 9.03%. The value of severely damaged conditions in the Central - Metro - Sukadana feeder also increased where in 2014 it was worth 0.00% to 5.34% in May 2015. Keywords: East Cross Road, Lempuyang Bridge, Road Condition Value
Korelasi Nilai Cbr Laboratorium Modified Terhadap Tekanan pada Roda Kendaraan Alat Berat di Lapangan Berdasarkan Metode Tekanan Dewi, Elisa Rahmawati; Adha, Idharmahadi; Purwadi, Ofik Taufik
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 7 No. 1 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v7i1.1111

Abstract

AbstractIn the process of highway construction, one of main thing that should be concerned is soil material. Based on that assumptions, soil has a role as a construction material and as a placement of construction.. Therefore, one of the examination processes to discover the soil bearing capacity is California Bearing Ratio (CBR) testing. Compaction in the testing has been done within heavy vehicle pressure on field with the amounts; 2.7 MPa, 7 MPa, and 8.4 MPa and the soil sample is from Tirtayasa Area, Sukabumi, Bandar Lampung.The result testing in laboratory had been showed that the soils were classified into A-2-7 soil group that was silty sand type. CBR value without soaking process within modified proctor was 9% and for soaking condition soil was 4.2%. Modified laboratory CBR values of without-soaking condition every pressure were 5.5%, 9.4%, and 9.9%, whereas for the soaking condition were 0.77%, 2.6.5, and 3.3%. In conclusion, the values of CBR are increase as the additions of the pressure given.  keywords: heavy vehicle, modified pressure’s tool, modified CBR laboratory test.AbstrakDalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan, salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah material tanah. Dimana tanah memiliki peranan baik sebagai bahan konstruksi maupun sebagai tempat perletakan suatu konstruksi. Salah satu proses pengujian untuk mengetahui daya dukung tanah dasar adalah pengujian California Bearing Ratio (CBR). Pemadatan pada pengujian CBR Laboratorium dilakukan dengan metode tekanan menggunakan tekanan alat berat di lapangan yaitu sebesar 2,7 MPa, 7 MPa, dan 8,4 MPa dengan sampel tanah berasal dari daerah Tirtayasa, Kec. Sukabumi, Bandar Lampung.Hasil pengujian di laboratorium sampel tanah digolongkan sebagai kelompok tanah A-2-7 yaitu tanah pasir berlanau. Nilai CBR tanpa rendaman dengan menggunakan modified proctor adalah sebesar 9% dan untuk kondisi rendaman adalah sebesar 4,2%. Nilai CBR laboratorium modified pada masing-masing tekanan untuk kondisi tanpa rendaman adalah 5,5%, 9,4%, dan 9,9% sedangkan untuk kondisi rendaman adalah sebesar 0,77%, 2,6%, dan 3,3%. Nilai CBR mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan tekanan yang diberikan. Kata kunci : Tekanan alat berat, alat tekan modifikasi, CBR laboratorium modified.
Pengujian CBR Laboratorium Mengggunakan Metode Tekanan (Pressure Method) untuk Tanah Timbunan Berdasarkan Energi Pemadatan Sari, Dwi Winda; Adha, Idharmahadi; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 7 No. 1 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v7i1.1113

Abstract

 In building a construction related to the physical condition of the soil, this is because the land It is one of the very material plays an important role in supporting such a construction.Then had to do the testing power support basic land (subgrade) with experimental study testing the California Bearing Ratio (CBR) method of pressure (pressure method) based on the energy compaction. The research using a sample of the soil that came from the area of Tirtayasa, Kec.Sukabumi, Bandar Lampung for land fill. Implementation testing of CBR compactor modification press tool with using three soil samples at each pressure.The pressures used for CBR standard is 0,10 MPa, 0,26 MPa and 0.58 MPa. And for testing using pressure modified CBR 0.437 MPa,1,19 MPa and 2,63 MPa. The results of the research in the laboratory showed that the weight of the maximum volume (γdmaks) of 1.68 g/cm3 of standard proctor method.While of modified proctor testing the the weight of the maximum volume (γdmaks) of 1.77 gr/cm3. Based on the results of testing the value of CBR standard and modified methods of compared that the laboratory testing higher than the CBR based on compaction energy with press modifications. Keywords : CBR, Compaction Energy Tool press the Compactor Modification 
The Effect of Soil Particles Diameter by Passing The Sieve Analysis to Soil Compaction Using The Standard Method Salsabila, Adira; Adha, Idharmahadi; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi Juni 2019
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v7i2.1207

Abstract

Improving the Infrastructure development needs the soil that capable to support the load. It because soil is a material that major the role to support every construction. To identify a good soil is by doing physical and mechanical soil test. Soil compaction is process of increasing the soil density by reducing the particles proximity so it can reduce the air volume. Soil type is influencing to the maximum dry volume weight and optimum water content of that soil. Based on the soil type, compaction is divided into four types. In this research is using two types of compactions that are type A and Type C with purpose to find out the effect of soil particles diameter by passing sieve analysis to soil compaction using standard method.Compaction is done based on blow method and pressure method. In pressure method is using modification compaction tool with 5 Mpa, 10 Mpa, and 15 Mpa pressures.The result of this research is the blow method compaction type A has a higher water content than type C, but the value of maximum dry volume weight Type C higher than type A.  In pressure method it can be concluded that as the higher pressure so the water content and the maximum dry volume weight are also getting higher.Keyword:Soil Particles, Standard Method of Compaction, Blow Method and Pressure Method Compaction