Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Lampuhyang

Metode Membaca Tanpa Mengeja sebagai Metode Pembelajaran Bahasa bagi Anak Berkebutuhan Khusus Disleksia Sang Ayu Putu Nilayani; I Gusti Ayu Adi Rahayuni
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang metode Membaca Tanpa Mengeja sebagai metode pembelajaran bahasa bagi anak berkebutuhan khusus disleksia. Metode membaca tanpa mengeja ini adalah suatu metode membaca tanpa memperkenalkan huruf dan bunyi tetapi langsung memperkenalkan suku kata menjadi kata dengan cara pembelajarann diulang-ulang dan bertahap. Disleksia merupakan suatu gangguan belajar pada anak-anak yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, mengeja, atau berbicara dengan jelas. Berdasarkan penelitian-penelitian yang ada, penggunaan metode tanpa mengeja untuk anak berkebutuhan khusus disleksia ini dirasa cukup tepat digunakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian-penelitian yang menunjukkan bahwa melalui metode membaca tanpa mngeja, kemampuan membaca anak berkebutuhan khusus disleksia mengalami peningkatan. Permasalahan pada makalah ini adalah mengenai bagaimanakah metode membaca tanpa mengeja, serta bagaimana penggunaan metode Membaca Tanpa Mengeja sebagai metode pembelajaran bahasa bagi anak berkebutuhan khusus disleksia. Tujuan makalah ini sesuai dengan permasalahan. Makalah ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan mengenai membaca tanpa mengeja dan mengenai anak berkebutuhan khusus disleksia. Makalah ini juga diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi pembaca dalam menangani permasalahan membaca, menulis, mengeja, dan berbicara pada anak disleksia. Metode membaca tanpa mengeja untuk anak disleksia diawali dengan mengenalkan suku kata per suku kata. Anak dilarang keras diajarkan mengeja. Setelah anak disleksia mampu membaca, anak baru boleh dikenalkan dengan huruf. Penggunaan metode ini dikarenakan anak berkebutuhan khusus disleksia mengalami beberapa masalah, seperti kesulitan membedakan huruf dan bunyi, kesulitan mengingat kata atau huruf yang berurutan, serta kesulitan memahami tata bahasa.
Five Love Languange Dalam Perspektif Pendidikan IPS Sebagai Upaya Mencegah Delinkuensi Pada Siswa Sekolah Dasar I Gusti Ayu Adi Rahayuni; Sang Ayu Putu Nilayani
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.329

Abstract

Siswa di tingkat sekolah dasar mengalami delinkuensi yang diakibatkan oleh kebutuhan psikologis anak yang tidak terpenuhi dengan baik. Sebagai dampaknya, tujuan pendidikan IPS yang memiliki peran sangat penting dalam membentuk karakter siswa menjadi warga negara yang baik tentu akan terhambat. Maka, diperlukan teknik yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui teknik five love language dalam memenuhi kebutuhan psikologis siswa sehingga siswa menumbuhkan perilaku yang berkarakter dan positif. Teknik analisis data adalah dengan analisis deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian ini adalah, Konsep five love language menjadi teknik yang dapat diterapkan oleh guru di sekolah dasar sehingga dapat menguatkan psikologi siswa. Sebagai dampak lanjutannya, siswa dapat menghindarkan diri dari perilaku-perilaku menyimpang seperti delinkuensi.
Peran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Dalam Membentuk Karakter Pluralis Sejak Bangku Sekolah Dasar I Gusti Ayu Adi Rahayuni
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.342

Abstract

Pentingnya mengajak siswa sekolah dasar untuk memahami dan memiliki karakter plural di dalam diri siswa tidak dapat dilepaskan dari latar belakang Bangsa Indonesia yang sangat kaya dengan keragaman ras, suku, agama dan kebudayaanya. Di simbol Bhineka Tunggal Ika, segala bentuk perbedaan dan keragaman terangkul menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi dan menguatkan. Peran IPS diharapkan dapat menjembatani terbentuknya karakter plural pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetatui Konsep Dasar Pendidikan Pluralis Pada Siswa di Tingkat Sekolah Dasar dan Strategi Atau Metode Implementasi Konsep Pluralisme Dalam Pembelajaran IPS. Kulaitiatif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. library research dilakukan oleh penelitia sebagai upaya dalam mengkaji referensi yang relevan dengan topik pembahasan pada artikel ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa, melalui pengemsan konsep pluralis dalam pembelajaran IPS siswa dapat mengenali bahwa, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan ragam budayanya. Serta, implementasi dapat dilakukan dalam ruang lingkup pembelajaran IPS di dalam kelas maupun di luar kelas. Pengemasan materi ajar dalam hal ini haruslah menyentuh pada kebutuhan pembelajaran.
Peran Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar Dalam Mencegah Pelecehan Seksual Terhadap Anak Rahayuni, I Gusti Ayu Adi
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.370

Abstract

Penyampaian edukasi seksual sejak dini pada anak menjadi upaya yang penting guna meminimalisir kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak di bawah umur. Namun ironisnya sampai saat ini stigma masyarakat masih menganggap bahwa pemberian edukasi seksual masih terasa tabu jika disampaikan kepada anak-anak yang usianya masih di bawah umur atau belum memasuki usia remaja. Pada akhirnya masyarakat menaruh harapan kepada lembaga sekolah untuk menjalankan misi pemberian edukasi seksual ini. Menanggapi permasalahan tersebut, maka pembelajaran IPS di Sekolah Dasar memegang peran central dalam meminimalisir pelecehan seksual pada anak. Penelitian ini diharapkan memberi solusi dalam meminimalisir kasus pelecehan seksual pada anak melalui pembelajaran IPS yang diajarkan di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Studi pustaka menjadi upaya peneliti dalam mengkaji topik yang dibahas. Library reserch diguakan dalam mengumpulkan dan mengekstraksi intisari penelitian dari hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya dan menganalisis para ahli yang tertulis dalam teks. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pembelajaran IPS di SD memegang peran penting dalam meminimalisir kasus pelecehan seksual anak, upaya pencegahan dan meminimalisir tersebut tertuang melalui proses pembelajaran IPS.