Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penyuluhan Tentang Gizi Ibu Menyusui Di Desa Matang Puntong Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara Fitri Wahyuni, Yenni; Rosyita, Rosyita; Mawarni, Serlis; Fitriani, Aida; Friscila, Ika
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i2.2431

Abstract

The fulfillment of balanced nutrition in breastfeeding mothers is very important for parents to understand because considering the age of toddlers is a golden period that will determine the development process in the future. The milk consumed by babies is not enough only in quantity but the quality of breast milk. The purpose of this activity is to increase maternal knowledge about nutrition for breastfeeding mothers. Service activities were carried out at the Matang Puntong Health Center in October 2022. This activity is carried out during the implementation of Posyandu and gathers mothers who breastfeed their babies. The activity begins with exploring first, providing information, gathering breastfeeding mothers, providing counseling, holding discussions and evaluating service activities. Activities have been carried out whose results increase maternal knowledge about breastfeeding maternal nutrition by using poster or brochure media. The hope is that health workers can strive for innovative methods to increase maternal knowledge.
Indikator Kesehatan Bayi Baru Lahir Terkait Dengan Umur Ibu Saat Kehamilan Di Praktik Mandiri Bidan(PMB) Nurasiah Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara Elizar, Elizar; Putri, Hendrika Wijaya Kartini; Rosyita, Rosyita; Jasmiati, Jasmiati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i2.899

Abstract

Latar Belakang: Menunda menjadi ibu menjadi semakin umum dan menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan pengaruh usia ibu terhadap kesehatan bayi baru lahir terkait insiden patologi yang lebih tinggi selama kehamilan dan persalinan distosic serta pertumbuhan perkembangan, kesejahteraan, dan kelangsungan hidup bayi baru lahir.Tujuan: untuk menganalisis indikator kesehatan bayi baru lahir terkait umur ibu saat kehamilan di Praktek Mandiri Bidan Nurasiah Kabupaten Aceh UtaraMetode: Survei Analitik dengan pendekatan Case Control dengan perbandingan 1:1. Penelitian ini menggunakan Uji statistik chi square dengan α = 0,05. Populasi penelitian ini sebanyak 80 orang. Sampel kasus sebanyak 40 orang yang diambil menggunakan sampel jenuh dan sebagai kontrol sebanyak 40 orang.menggunakan random sampling.Hasil: Hasil uji chi-square diperoleh umur ibu berhubungan dengan berat badan lahir Bayi dengan nilai p-value .001 (nilai OR 18.462 dan CI 2.137-159.474). Ibu yang berusia 20 dan 35 tahun beresiko 18.462 kali kemungkinan untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir 2500 gr. Hasil analisis hubungan umur ibu dengan indikator kesehatan bayi baru lahir, variable pemberian ASI dan IMD menunjukkan kebermaknaan hubungan dengan nilai p-value 0.05 sementara variable panjang badan dan kontak kulit ke kulit tidak menunjukkan kebermaknaan karena nilai p-value 0.05. Simpulan: bahwa umur ibu berhubungan dengan indicator kesehatan bayi baru lahir pada variable berat badan lahir, IMD dan Pemberian ASI oleh karena p-value 0.05Background: Delaying motherhood is becoming increasingly common and raises questions about the possible influence of maternal age on the health of newborns in relation to the higher incidence of pathology during pregnancy and distosic delivery as well as growth, development, well-being and newborn survival.Purpose: to analyze indicators of the health of newborns related to the age of the mother during pregnancy in the Independent Practice of Midwives Nurasiah, North Aceh DistrictMethod: Analytical Survey with Case Control approach with a ratio of 1:1. This study used the chi square statistical test with α = 0.05. The population of this study were 80 people. Case samples of 40 people were taken using saturated samples and 40 people as controls using random sampling.Results: The results of the chi-square test showed that the age of the mother was related to the baby's birth weight with a p-value of .001 (OR 18.462 and CI 2.137-159.474). Mothers aged 20 and 35 years are 18,462 times more likely to give birth to a baby with a birth weight of 2500 gr. The results of the analysis of the relationship between maternal age and newborn health indicators, breastfeeding and IMD variables showed a significant relationship with a p-value of 0.05, while body length and skin-to-skin contact did not show a significant relationship because the p-value was 0.05.Conclusion: that the mother's age is related to indicators of newborn health in the variables of birth weight, IMD and breastfeeding because the p-value 0.05 Keywords: mother's age, newborn health
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Pemanfaatan Buku KIA Di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara Nurmila, Nurmila; Jasmiati, Jasmiati; Elizar, Elizar; Rosyita, Rosyita
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v15i2.965

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan ibu dan anak memerlukan sarana komunikasi, informasi, edukasi (KIE), dan pencatatan yang efektif. Untuk itu, Kementerian Kesehatan mengembangkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) sebagai media pencatatan dan edukasi yang mencakup informasi kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, serta anak hingga usia 6 tahun. Buku KIA bertujuan untuk meningkatkan sistem monitoring dan informasi kesehatan, memastikan kesinambungan informasi antara bidan, ibu, dan keluarga terkait kondisi ibu dan anak.Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan Buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Samudera, Aceh Utara, tahun 2024.Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 ibu hamil dipilih menggunakan teknik purposive sampling di Puskesmas Samudera pada Agustus 2024.Hasil: Uji statistik menunjukkan p-value 0,05 untuk variabel pengetahuan dan sikap, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan Buku KIA.Kesimpulan: Pengetahuan yang baik tentang Buku KIA meningkatkan sikap positif ibu hamil dalam pemanfaatannya, mendukung upaya deteksi dini risiko kehamilan dan perkembangan anak. Penyuluhan, monitoring, dan evaluasi berkelanjutan selama kunjungan kehamilan sangat disarankan. Relationship Of Pregnant Women’s Knowledge And Attitudes Towards The Use Of KIA Books In The Working Area Of The Samudera Health Center North Aceh District Background: Maternal and child health services require effective means of communication, information, education (IEC), and recording. For this reason, the Ministry of Health developed the Maternal and Child Health Book (MCH Book) as a recording and education medium that includes health information for pregnant women, delivery, postpartum women, and children up to 6 years of age. Buku KIA aims to improve the health monitoring and information system, ensuring continuity of information between midwives, mothers, and families regarding the condition of mothers and children.Objective: To determine the relationship between knowledge and attitude of pregnant women towards the utilization of the MCH Book in the working area of Puskesmas Samudera, North Aceh, in 2024.Methods: Observational study with cross-sectional design. The study sample was 30 pregnant women selected using purposive sampling technique at Puskesmas Samudera in August 2024.Results: Statistical test showed p-value 0.05 for knowledge and attitude variables, which means there is a significant relationship between knowledge and attitude of pregnant women towards the utilization of MCH Book.Conclusion: Good knowledge about the MCH Book increases the positive attitude of pregnant women in its utilization, supporting efforts to detect early pregnancy risks and child development. Continuous counseling, monitoring, and evaluation during pregnancy visits are strongly recommended.
Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kanker Payudara Dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI ) Di Pesantren Kota Lhokseumawe Rosyita, Rosyita; Prihatin, Nova Sumaini; Putri, Hendrika WIjaya Kartini; Nurmila, Nurmila
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v15i2.969

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang serius bagi perempuan di seluruh dunia, dan deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri secara teratur sangat penting untuk meningkatkan hasil. Namun, pengetahuan dan praktik pemeriksaan payudara sendiri di kalangan remaja Putri, khususnya di negara berkembang, belum dipahami dengan baik. Tingkat kejadian kanker payudara di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara lain, meskipun kurangnya kesadaran dan buruknya praktik pemeriksaan payudara sendiri di kalangan perempuan muda di wilayah tersebut.Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja Putri tentang kanker payudara dengan Perilaku pemeriksaan payudara sendiri di pesantren Kota LhokseumaweMetode: Jenis penelitian adalah observasional Study dengan pendekatan Cross-sectional, populasi pada penelitian ini adalah Seluruh remaja Putri yang berada di Pesantren Kota Lhokseumawe pada pada periode Januari – Juli 2024 dengan tekhnik pemilihan sampel secara purposive sampling berjumlah 86 orangHasil: Berdasarkan uji statistik yang dilakukan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja Putri dengan Perilaku Pemeriksaan payudara sendiri.Simpulan: pengetahuan yang baik mengenai kanker payudara dapat meningkatkan Perilaku remaja Putri untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri sehingga dapat meningkatkan kesadaran remaja dalam melakukan pemeriksaaan payudara sendiri.Background: Breast cancer is one of the most serious health problems facing women worldwide. Early detection, particularly through regular breast self-examination (BSE), plays an important role in improving treatment success. However, adolescent girls' knowledge and habits in performing SADARI, especially in developing countries, are still poorly understood. In Indonesia, despite a relatively lower incidence of breast cancer compared to other countries, awareness and practice of SADARI among young women still needs to be improved.Objectives: This study aims to determine whether there is a relationship between the level of knowledge of adolescent girls about breast cancer and their habits in performing SADARI in Islamic boarding schools in Lhokseumawe City.Methods: This study used an observational approach with a cross-sectional design. The subjects were adolescent girls living in boarding schools in Lhokseumawe City during the period January to July 2024. A total of 86 participants were selected by purposive sampling.Results: The results of the analysis showed a significant relationship between adolescent girls' knowledge of breast cancer and their habits in performing SADARI.Conclusion: Adequate knowledge about breast cancer is proven to encourage adolescent girls to be more active in performing SADARI, which in turn can increase their awareness in early detection of breast cancer.Keywords: Adolescent Knowledge, Breast Cancer, Behavior, Breast Self-Examination. 
The Relationship Between Adolescent Girls' Perception and Breast Self-Examination (BSE) Behavior Elizar, Elizar; Prihatin, Nova Sumaini; Iswani, Rayana; Rosyita, Rosyita; Rosdiana, Yanti
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2024): EDITION NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i3.6009

Abstract

Breast cancer affects women of all ages after adolescence in every country around the world, and its incidence increases with age. One of the efforts to prevent breast cancer is through early screening, which can be done via breast self-examination (BSE). This study aims to analyze the relationship between adolescent girls' perceptions and their behavior regarding breast self-examination at a vocational high school (SMK) in Lhokseumawe City. This research is an observational study with a cross-sectional design. The study was conducted at a vocational high school in Lhokseumawe City with a sample size of 191 students. The selection of research subjects was done purposively according to predetermined criteria. The chi-square analysis results showed that variables such as adolescents' perceptions of severity, self-efficacy, perceived costs, knowledge, family support, and peer support were significantly related to the practice of BSE among adolescents, with a p-value of 0.05. However, after performing multiple logistic regression tests, only the adolescents' perceptions of costs, knowledge, and family support were simultaneously related to BSE behavior, with a p-value of 0.05. Improving adolescents' perceptions of breast self-examination can influence their behavior. Health promotion efforts through information media and involving family and peers as strategies for disseminating health education to adolescents, using demonstrations and involving teachers, are strategies that can be used.
Pengaruh Pendampingan Keluarga Yang Memiliki Balita Melalui Kelas Ibu (Mother Class) Terhadap Peningkatan Berat Badan Dan Perbaikan Status Gizi Balita Elizar, Elizar; Putri, Hendrika Wijaya Kusuma; Prihatin, Nova Sumaini; Kartinazahri, Kartinazahri; Nurmila, Nurmila; Rosyita, Rosyita; Jasmiati, Jasmiati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v16i1.1018

Abstract

Latar Belakang: Kualitas sumber daya manusia yang unggul, sehat, cerdas, dan produktif sangat dipengaruhi oleh status gizi. Kekurangan gizi dan gizi buruk pada anak balita masih menjadi masalah utama yang memerlukan penanganan intensif karena dapat menghambat tumbuh kembang. Faktor penyebabnya antara lain praktik pengasuhan yang kurang tepat, seperti pemberian makanan sebelum ASI, tidak memberikan ASI eksklusif, serta pemberian makanan pendamping ASI yang tidak sesuai.Tujuan: Mengetahui pengaruh pendampingan keluarga balita melalui kelas ibu (mother class) terhadap peningkatan berat badan dan perbaikan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Samudra.Metode: Penelitian kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest melibatkan seluruh ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Samudra sebanyak 32 orang. Data awal (pretest) dikumpulkan sebelum intervensi. Intervensi berupa pendampingan keluarga balita melalui mother class dengan edukasi gizi dan pemantauan pemberian makanan tambahan (PMT). Setelah intervensi, dilakukan pengukuran kembali (posttest) untuk menilai perubahan berat badan dan status gizi. Analisis menggunakan paired t-test dan uji Wilcoxon.Hasil:Rata-rata berat badan balita meningkat dari 9,39 kg menjadi 11,5 kg, dengan nilai p=0,000. Status gizi juga menunjukkan perbaikan signifikan (p=0,000), menandakan efektivitas mother class.Kesimpulan:Pendampingan keluarga balita melalui mother class efektif meningkatkan berat badan dan memperbaiki status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Samudra.The Effect of Family Assistance for Families with Toddlers through Mother Classes on Weight Gain and Nutritional Status Improvement in Toddlers Background: The quality of human resources that are superior, healthy, intelligent, and productive is greatly influenced by nutritional status. Malnutrition and poor nutrition in toddlers remain a major problem that requires intensive treatment because it can hinder growth and development. The causes include inappropriate childcare practices, such as feeding before breastfeeding, not providing exclusive breastfeeding, and providing inappropriate complementary foods.Objective: To determine the effect of family support for toddlers through mother classes on weight gain and improved nutritional status of toddlers in the working area of the Samudra Community Health Center.Method: A quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design involving all mothers of infants in the Samudra Health Center's service area, totaling 32 participants. Baseline data (pretest) were collected before the intervention. The intervention consisted of family support for infants through mother classes, including nutrition education and monitoring of complementary feeding (PMT). After the intervention, a follow-up measurement (posttest) was conducted to assess changes in weight and nutritional status. Analysis used paired t-tests and the Wilcoxon test.Results: The average weight of infants increased from 9.39 kg to 11.5 kg, with a p-value of 0.000. Nutritional status also showed significant improvement (p=0.000), indicating the effectiveness of mother classes.Conclusion: Family support for infants through mother classes is effective in increasing weight and improving nutritional status among infants in the Samudra Health Center's service area. 
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG SUDAH MENIKAH TERHADAP KESEDIAAN TEST INSPEKSI VISUAL ASETAT (IVA) DI PUSKESMAS MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE Elizar, Elizar; Kartini Putri, Hendrika Wijaya; Rosyita, Rosyita; Dewita, Dewita
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 1 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v5i1.96

Abstract

Cervical cancer is a women's health problem that requires serious attention. In Indonesia, cervical cancer is a cancer with the second largest number after breast cancer. The incidence of new cases of cervical cancer according to Globocon data, 2020 in Indonesia is around 36,633 cases (17.2%) of all cancer cases in women. The purpose of this study was to determine the effect of married mothers' behavior on the willingness to take the VIA test at the Muara Satu Health Center, Lhokseumawe City. This study is an observational study with a case-control (case-control) design. The population in this study were married mothers in the working area of ​​the Muara Satu Health Center with a total sample of 53 people. The results of the chi-square test obtained p-value <0.05 for the attitude and knowledge variables, indicating that lack of knowledge and negative attitudes of mothers affect the willingness of married mothers to carry out VIA examinations. However, the multiple logistic regression test conducted on the two variables showed the attitude variable was more influential with a p-value of 0.001.It is very important for mothers to participate in the prevention and early detection of cervical cancer by conducting an IVA test and for health workers to be more active in providing counseling about early detection of cervical cancer through an IVA test at health care centers. Abstrak Kanker leher rahim menjadi suatu permasalahan kesehatan wanita yang membutuhkan perhatian serius. Di Indonesia kanker serviks merupakan penyakit kanker dengan jumlah terbesar kedua setelah kanker payudara. Angka kejadian kasus baru kanker serviks sesuai data Globocon, 2020 di Indonesia berkisar 36.633 kasus (17.2%) dari keseluruhan kasus kanker pada wanita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku ibu yang sudah menikah terhadap kesediaan untuk test IVA di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan kasus-kontrol (case-kontrol). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang sudah menikah diwilayah kerja Puskesmas Muara Satu dengan jumlah sampel 53 orang. Hasil uji chi–squre test diperoleh nilai p-value< 0,05 untuk variable sikap dan pengetahuan, menunjukkan pengetahuan yang kurang dan sikap ibu yang negative mempengaruhi kesediaan ibu yang sudah menikah untuk melakukan pemeriksaan IVA. Namun uji regresi logistij ganda yang dilakukan terhadap kedua variabel menunjukkan variabel sikap lebih berpengaruh dengan nilai p-value 0,001. Sangatlah Penting bagi Ibu untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks dengan melakukan test IVA dan bagi petugas kesehatan lebih aktif memberikan penyuluhan tentang deteksi dini kanker servik melalui test IVA dipusat layanan kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN TERHADAP RENCANA PEMILIHAN TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMUDERA KABUPATEN ACEH UTARA Jasmiati, Jasmiati; Nurmila, Nurmila; Rosyita, Rosyita; Elizar, Elizar
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.142

Abstract

The high maternal mortality rate (MMR) in several regions of the world reflects inequality in access to quality health services. MMR in developing countries in 2017 is 462/100,000 live births (KH) while in developed countries it is 11/100,000 KH. The program to accelerate the reduction of MMR is carried out by ensuring that every mother is able to access quality maternal health services, such as health services for pregnant women, delivery assistance by trained health workers at health service facilities, postpartum care for mothers and babies, special care and referrals if complications occur and family planning services including postpartum family planning. Efforts that can be made by health workers to prevent maternal and fetal morbidity and death are early detection of complications of pregnancy and preparing the mother for normal delivery, while efforts that can be made by pregnant women in early detection of complications of pregnancy are checking the pregnancy as soon as possible and regularly to the facility health services (Posyandu, Puskesmas, Hospitals, Clinics/Independent Midwife Practices) and are able to recognize danger signs of pregnancy early so that if signs of danger are found, immediately go to the nearest health care facility to get immediate treatment. This study aims to analyze the relationship between the knowledge and attitudes of pregnant women about danger signs of pregnancy to the plan for choosing a health service location in the Work Area of ​​the Samudera Public Health Center in North Aceh Regency in 2022. This type of research was a community-based cross-sectional study conducted on pregnant women using the technique Sampling was determined by accidental sampling, namely all pregnant women who were met in September according to the established criteria totaled 60 pregnant women. The bivariate analysis shows that there is a relationship between the knowledge and attitude of pregnant women towards the plan for choosing a health service location in the Work Area of ​​the Samudera Public Health Center, North Aceh District. It is expected that mothers will be prepared in choosing where to go for health services if danger signs of pregnancy are encountered and as input for the Puskesmas in determining policies, especially in efforts to improve maternal and child health. Abstrak Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di beberapa wilayah di dunia mencerminkan ketidaksetaraan dalam akses ke layanan kesehatan yang berkualitas. AKI di negara-negara berkembang pada tahun 2017 adalah 462/100.000 kelahiran hidup (KH) sedangkan di negara-negara maju adalah 11/100.000 KH. Program percepatan penurunan AKI dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga berencana termasuk KB pasca persalinan. Upaya yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mencegah terjadinya kesakitan dan kematian ibu dan janin adalah deteksi dini penyulit kehamilan dan menyiapkan ibu untuk persalinan normal sedangkan upaya yang dapat dilakukan oleh ibu hamil dalam deteksi dini terhadap penyulit kehamilan adalah memeriksakan kehamilan sesegera mungkin dan teratur ke fasilitas pelayanan kesehatan (Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik/Praktik Mandiri Bidan) dan mampu mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan secara dini sehingga apabila ditemukan tanda-tanda bahaya maka segera ke fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat untuk mendapatkan penanganan segera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan terhadap rencana pemilihan tempat pelayanan kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022. Jenis penelitian ini studi cross-sectional berbasis komunitas yang dilakukan pada ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel ditentukan secara accidental sampling yaitu semua ibu hamil yang di temui pada bulan September sesuai dengan kriteria yang ditetapkan berjumlah 60 ibu hamil. Dari analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap rencana pemilihan tempat pelayanan kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara. Diharapkan kesiapsiagaan ibu dalam memilih tempat pelayanan kesehatan yang dituju apabila ditemui tanda-tanda bahaya kehamilan dan sebagai masukan bagi pihak Puskesmas dalam menentukan kebijakan khususnya dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP KEJADIAN FLOUR ALBUS DI PASANTREN DAYAH TERPADU AL-MADINATUDDINIYAH SYAMSUDDUHA KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA Nurmila, Nurmila; Prihatin, Nova Sumaini; Rosyita, Rosyita
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.145

Abstract

Adolescence is a transitional age from childhood to adulthood and is the starting point for the reproductive process. Physical changes occur very quickly during adolescence, including changes in the reproductive organs so that reproductive functions can take place. Maintaining and maintaining health in adolescence will have an impact on adolescent reproductive health starting from an early age. Reproductive health is a serious problem throughout human life. Lack of information and knowledge about changes in the reproductive system in adolescence causes anxiety and embarrassment which can lead to various kinds of problems related to their reproductive organs, one of the problems that is often experienced by adolescents is vaginal discharge. This type of research is observational with a cross-sectional approach where the subject is observed only once by measuring the independent and dependent variables. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of young women towards the occurrence of Flour Albus at the Integrated Dayah Islamic Boarding School Al-Madinatuddiniyah Syamsudduha, Dewantara District, North Aceh Regency. person. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with the Chi-square test.The results showed that there was a significant relationship between knowledge and attitude towards the Flour Albus incident. It is recommended that the integrated dayah cooperate with the local health center in providing counseling and CIE to adolescents so that adolescents can prevent Flour Albus from occurring. Abstrak Usia remaja merupakan usia peralihan dari usia kanak kanak menuju usia dewasa dan menjadi titik awal proses reproduksi. Perubahan fisik terjadi dengan sangat cepat saat usia remaja, termasuk perubahan pada organ reproduksi sehingga fungsi reproduksi dapat berlangsung. Memelihara dan menjaga kesehatan pada masa remaja akan memberikan dampak pada kesehatan reproduksi remaja yang di mulai dari sejak dini. Kesehatan reproduksi merupakan masalah yang serius sepanjang hidup manusia. Kekurangan informasi dan pengetahuan tentang perubahan sistem reproduksi pada usia remaja menimbulkan kecemasan dan rasa malu sehingga dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan alat reproduksinya, salah satu permasalahan yang sering di alami oleh remaja adalah keputihan. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan Cross-sectional dimana subyek diobservasi satu kali saja dengan pengukuran variabel bebas dan variabel terikat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Terhadap Kejadian Flour Albus Di Pasantren Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsudduha Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Populasi pada penelitian ini adalah Remaja Putri kelas Aliyah sebanyak 60, sampel pada penelitian ini adalah total populasi yaitu sebanyak 60 orang. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi-squre. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap kejadian Flour Albus. Disarankan kepada dayah terpadu agar dapat bekerja sama dengan Puskesmas setempat dalam memberikan penyuluhan dan KIE pada remaja agar remaja dapat mencegah terjadinya Flour Albus.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI DAYAH TERPADU AL-MADINATUDDINIYAH SYAMSUDDHUHA KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA Jasmiati, Jasmiati; Elizar, Elizar; Rosyita, Rosyita; Kartini Putri, Hendrika Wijaya
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 2 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i2.165

Abstract

A public health problem that still often occurs in adolescents is anemia which occurs not only in developing countries but also in developed countries. The prevalence of anemia in the world ranges from 40-88% and the incidence of anemia in adolescent girls in developing countries is around 53.7%. Basic Health Research Data (RISKESDAS) in 2018 shows that the prevalence of anemia in Indonesia in women is 27.2% and in men is 20.3%. Anemia is more common in young women, namely 32.0% in the 15-24 year age group. In accordance with the recommendations of the World Health Organization (WHO) in 2011, efforts to prevent and control anemia in adolescent girls and women of childbearing age (WUS) are focused on promotional and preventive activities, namely increasing consumption of iron-rich foods, supplementation with Blood Additive Tablets (TTD), and increasing fortification of food with iron and folic acid. The aim of this research is to analyze the relationship between knowledge about anemia and anemia prevention behavior among adolescent girls in Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha, Dewantara District, North Aceh Regency. This research is an observational study with a cross-sectional approach. The population in this study were young women at Madrasah Aliyah grade 3 level. The number of samples in this study was 60 people, using total sampling. The results of the chi - squre test obtained a p-value < 0.05, indicating that there is a relationship between knowledge about anemia and anemia prevention behavior in adolescent girls. To prevent anemia, teenag ers must consume adequate nutritional food intake and iron tablets regularly and increase knowledge by updating information through various media and following counseling about anemia delivered by health workers by involving peers who are the closest environment for young women. Abstrak Masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak terjadi pada remaja adalah anemia yang terjadi tidak hanya di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Prevalensi anemia di dunia berkisar 40-88% dan angka kejadian anemia pada remaja putri di negara-negara berkembang sekitar 53,7%. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menujukkan prevalensi anemia di Indonesia pada perempuan sebesar 27,2% dan pada laki-laki sebesar 20.3%. Anemia lebih banyak terjadi pada remaja putri yaitu 32,0% pada kelompok umur 15-24 tahun. Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO) tahun 2011, upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan Wanita Usia Subur (WUS) difokuskan pada kegiatan promosi dan pencegahan, yaitu peningkatan konsumsi makanan kaya zat besi, suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD), serta peningkatan fortifikasi bahan pangan dengan zat besi dan asam folat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri di Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri tingkat Madrasah Aliyah kelas 3. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang, dengan menggunakan pengambilan sampel secara total sampling. Hasil uji chi – squre test diperoleh nilai p-value < 0,05 menunjukkan ada hubungan pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Untuk mencegah anemia, remaja harus mengkonsumsi asupan makanan yang cukup gizi dan tablet besi secara rutin serta meningkatkan pengetahuan dengan update informasi melalui berbagai media dan mengikuti penyuluhan tentang anemia yang disampaikan oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan teman sebaya yang merupakan lingkungan terdekat remaja putri.