Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Relationship Of Pregnant Women Class Activities To Pregnant Mothers' Readiness In Facing Labor At The Puskesmas Bangun Rejo Village, Deli Regency, Serdang In 2021 Ginting, Siska; Sinuhaji, Lydia; Sinaga, Martaulina; Munthe, Juliana; Azizah, Nur; Marliani; Asia, Mutiara
INTERNATIONAL JOURNAL OF MIDWIFERY RESEARCH Vol. 3 No. 3 (2024): International Journal of Midwifery Research
Publisher : Department of Midwifery, Faculty of Nursing and Midwifery, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/ijmr.v3i3.65

Abstract

Background:  Pregnant women class is a study group for pregnant women who get various health information and pregnancy exercises in preparing for childbirth. The number of pregnant women participating in the Maternity Class is 40   people. They do not prepare for childbirth because they feel that they do not need to be prepared in the face of childbirth. The purpose of the study was to determine the relationship between pregnancy exercise class activities and the preparation of pregnant women in preparation for childbirth. Method: This type of research is analytical with a cross sectional approach. The population was 40 pregnant women who took part in the class of pregnant women and all of them were used as research samples. Data were analyzed bivariately using the chi square test at a significance level of 95%. Result: The results showed that pregnant women carried out various activities in the class for pregnant women with the highest frequency in the less category 23 people (57.5%) and 25 people were not ready to give birth (62.5%). There is a relationship between pregnancy exercise class activities with the readiness of pregnant women in facing childbirth (p 0.039 <0.05). Conclusion: It is hoped that the Puskesmas will optimize the implementation of classes for pregnant women through various innovative and interesting activities that can make pregnant women feel at home in participating in pregnancy exercise classes from start to finish.
Determinants of the event of tantrum in children Munthe, Juliana
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.017 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.1519

Abstract

WHO and UNICEF (1994), reported that 20-30% of children had psychosocial problems and 3-12% had mental disorders. Children are the world's generation who will be responsible in the future. The future of the country depends on the mental health of children. If the child has an emotional disorder then the child has difficulty in learning. A preliminary survey conducted on children under five and parents in the Tanjung Tiram Health Center, Batubara Regency in 2022, found that out of 15 parents and children under five, 55% of children experienced tantrums such as children who find it difficult to stay still for up to 20 minutes when upset, some like slamming and hitting and throwing objects around him, rolling on the floor or the ground, while crying hitting people around him. The purpose of the study was to determine the factors associated with the incidence of tantrums in children in the Tanjung Tiram Health Center, Batubara Regency in 2022. The research method used was observational with a cross-sectional survey analytical descriptive type. The results showed that there was a relationship between the child's age, gender, number of siblings and parenting patterns on the incidence of tantrums in children in the Tanjung Tiram Health Center, Batubara Regency in 2022 where the p-value was below 0.05. Parents should increase their knowledge about Parenting Against Tantrum Incidence in Children by taking parenting classes.Abstrak: WHO dan UNICEF (1994), melaporkan bahwa 20-30% anak mengalami masalah psikososial dan 3-12 % mengalami gangguan jiwa. Anak adalah generasi dunia yang akan bertanggung jawab dimasa yang akan datang. Masa depan negara tergantung pada Kesehatan mental anak. Jika anak mengalami gangguan emosional maka anak kesulitan dalam belajar. Survey pendahuluan yang dilakukan pada anak balita dan orang tua di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Tiram Kabupaten Batubara Tahun 2022, didapatkan bahwa dari 15 orang tua dan anak balita, 55% anak mengalami tantrum seperti anak susah untuk diam sampai 20 menit ketika kesal, ada yang suka membanting dan memukul serta melempar benda yang ada disekitarnya, berguling-guling dilantai atau tanah, saat menangis memukul orang yang ada disekitarnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tantrum pada anak di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Tiram Kabupaten Batubara Tahun 2022. Metode Penelitian yang digunakan observasional dengan jenis penelitian deskriptif analitik survei cross secsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia anak, jenis kelamin, jumlah saudara dan pola asuh terhadap kejadian tantrum pada anak  di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Tiram Kabupaten Batubara Tahun 2022  dimana p-value dibawah 0.05. Kepada orang tua sebaiknya meningkatkan pengetahuan tentang Pola Asuh Terhadap Kejadian Tantrum Pada Anak dengan mengikuti kelas parenting.
Pemberdayaan Nakes Melalui Kelas Mitigasi Bencana Alam Dan Penanganan Awal Kegawatdaruratan Maternal Neonatal Di Sungai Tuntungan Medan 2023 Situmorang, Khairunnisa; Munthe, Juliana; Simanullang, Ester; Simbolon, Marlina; Febrianty, Feny; Sri Intina, Grace; Putri, Vidia; Pardosi, Wita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2691

Abstract

Sesuai dengan Sustainable Development Goals 2030 substansial mengurangi jumlah terkena dampak secara global di tahun 2030, angka rata-rata global per 100.000 di dekade 2020 – 2030. Secara substansial mengurangi kerusakan akibat bencana pada infrastruktur penting dan gangguan pada layanan dasar, di antaranya fasilitas kesehatan dan pendidikan, termasuk melalui pembangunan ketahanan mereka pada tahun 2030.Sehingga dalam mengurangi dampak tersebut STIKes Mitra Husada Medan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat melakukan kegiatan Edukatif ini guna menghasilkan petugas kesehatan yang kompeten dalam pengetahuan dan keterampilan serta mempunyai sikap dan kepemimpinan yang sesuai patient safety dan patient centered sehingga memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.Hasil dari pengandian masyarakat ini adalah peningkatan perasaan bahagia yang nilai semula 74,1% menjadi 84,5%, meskipun pada awalnya 10,3%. Awalnya peserta mengatakan relevansi kegitan ini ragu ragu namun setelah mengikuti kegitan ini angka ragu ragu turun menjadi 1,7% dan Apakah lebih baik melakukan praktek di lapangan lebih baik dari pada di laboratorium 8,6% menatakan ragu ragu namun setelah mengikuti kegiatan angka ragu ragu menjadi 0%.Kesimpulan dari kegitan pengandian masyarakat ini didapatkan peningkatan perasaan bahagia, pelatihan relevan dan pengalam belajar di lapangan lebih baik di karenakan mendapatkan pengalaman baru serta lingkungan yang baru.
Optimalisasi Kelas Ibu Hamil Melalui Pelatihan Terapi Foot Soak Lemongrass Terhadap Penurunan Tekanan Darah Ibu Hamil Situmorang, Friza Novita Sari; Manurung, Herna Rinayanti; Yudianto, Ade Rachmat; Fauzianty, Ariska; Munthe, Juliana; Sembiring, Sarfina Br; Purba, Pitri Indriani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/3071qv80

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan merupakan risiko medis serius yang memerlukan penanganan tepat guna mencegah preeklamsia. Upaya penanganan hipertensi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) target ke-3 dan visi nasional Asta Cita poin ke-4 terkait penguatan kualitas layanan kesehatan dan kemandirian bangsa. Di Klinik Pratama Rawat Inap Sarfina, manajemen hipertensi pada ibu hamil masih dominan menggunakan terapi farmakologis, sementara potensi bahan alam lokal belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peran Kelas Ibu Hamil melalui pelatihan mandiri terapi foot soak (rendam kaki) menggunakan rebusan air sereh (lemongrass) sebagai intervensi nonfarmakologis. Mitra sasaran adalah 30 orang ibu hamil yang terdaftar di Klinik Pratama Sarfina. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi edukasi teori, demonstrasi prosedur pembuatan, dan praktik mandiri (redemonstrasi). Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang signifikan secara kuantitatif, yaitu peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 27,6% dan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 9,3 mmHg serta diastolik 7,7 mmHg setelah intervensi. Secara kualitatif, peserta mampu mendemonstrasikan teknik foot soak secara mandiri sesuai SOP dan merasakan efek relaksasi yang instan. Kendala utama berupa keterbatasan alat ukur suhu diatasi dengan edukasi teknik uji suhu manual. Optimalisasi Kelas Ibu Hamil melalui pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan psikomotorik ibu hamil untuk melakukan perawatan mandiri berbasis etnofarmaka yang ekonomis dan mudah diakses