Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analyzing User Needs and Recommending Targeted Features for Bi’ih Village Tourism Website Using Text Mining and K-Means Clustering Artamevia, Mima; Lubis, Muharman; Mukti, Iqbal Yulizar; Handayani, Dini
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 6 No. 6 (2025): JUTIF Volume 6, Number 6, Desember 2025
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2025.6.6.5458

Abstract

Tourism village websites often do not fully reflect user needs, resulting in digital services that cannot be optimally utilized by residents and potential tourists. This situation limits access to information and reduces the effectiveness of tourism promotion efforts, especially in villages that are undergoing digital transformation. This study was conducted to identify the overall needs of users and compile data-based feature recommendations for the development of the Bi'ih Village website as a durian tourism village. The research method used a quantitative approach through the distribution of an online questionnaire to 110 respondents consisting of visitors and residents, with five open-ended questions and several structured questions. The data was analyzed using text mining to find dominant words and themes, as well as the K-Means Clustering technique determined through the Elbow method to group user characteristics. The analysis results showed that there were 2,702 tokens and 677 meaningful words, with the highest demand for government information and visual tourism content. The segmentation process produced three main groups, namely Active Supporters (61.4%), Tech Enthusiasts (27.3%), and Moderate Users (11.4%). This study contributes a data-driven approach to designing more relevant and measurable features for tourism village websites. The impact is expected to increase the adoption of village digital services, strengthen tourism competitiveness, and support the acceleration of the Smart Village concept implementation. The novelty of this study lies in the integration of text mining and clustering as the basis for developing user-oriented feature recommendations.
The Role of Simplified Enterprise Architecture (Mini TOGAF) in Improving Project Management Governance and Decision-Making Budianto, Farhan Alif; Lubis, Muharman; Mukti, Iqbal Yulizar; Budianto, Setyo
International Journal of Advances in Data and Information Systems Vol. 6 No. 3 (2025): December 2025 - International Journal of Advances in Data and Information Syste
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ijadis.v7i1.1493

Abstract

The development of information technology in the digital age requires companies to have a system architecture that is aligned with their business strategy. One commonly used framework is The Open Group Architecture Framework (TOGAF). However, the complexity of TOGAF is often an obstacle to its implementation, especially for organizations with limited resources. This study introduces a Mini TOGAF framework—an adaptive simplification of TOGAF 10 artifacts—designed specifically for digital creative enterprises. Unlike previous simplification models that mainly addressed SMEs in traditional industries, this framework integrates agile principles and stakeholder-centered validation cycles, reflecting the current evolution of enterprise architecture practice in 2023–2025. The method used is Design Science Research (DSR) with three main cycles: the Relevance Cycle to identify organizational needs, the Rigor Cycle to review relevant theories and methods, and the Design Cycle to iteratively design and evaluate artifacts. Data was collected through interviews, observations, and literature studies, then validated by the company. The results of the study show that the application of Mini TOGAF can improve architectural understanding, operational efficiency, business agility, and corporate strategy alignment. The simplification of TOGAF artifacts has been proven to reduce the complexity of implementation without reducing the main benefits of the framework. This study contributes to enterprise architecture literature by proposing an adaptive TOGAF 10 simplification model that strengthens the theoretical link between architectural governance and digital business agility. These findings provide practical contributions for organizations in adopting Enterprise Architecture efficiently and adaptively to modern business needs.
Menuju Identitas Digital Tunggal Untuk Organisasi Temporer: Tinjauan Sistematis Terhadap Integritas Data dan Perlindungan Pendapatan pada Acara Skala Besar Budianto, Farhan Alif; Lubis, Muharman; Mukti, Iqbal Yulizar; Budianto, Setyo
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32736

Abstract

Organisasi temporer, seperti festival musik skala besar, beroperasi di bawah kondisi ekstrem yang ditandai dengan tenggat waktu yang tidak dapat diubah (immovable deadlines), generasi data berkecepatan tinggi, dan paparan risiko finansial yang signifikan. Meskipun digitalisasi tiket telah diterapkan, banyak acara masih menghadapi masalah "silo data" dan fragmentasi sistem informasi yang memicu kebocoran pendapatan serta profil audiens yang tidak akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi Sistem Informasi Manajemen Proyek (SIMP) dan arsitektur data terpusat dalam meningkatkan integritas data dan perlindungan pendapatan pada organisasi temporer skala besar, dengan studi kasus pada festival musik Soundsfest 2025 Jakarta. Menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif, penelitian ini menganalisis integrasi panduan PMBOK Edisi ke-7, siklus PDCA, dan arsitektur "Hub-and-Spoke". Data dikumpulkan dari laporan keuangan, log sistem, dan audit operasional yang melibatkan 59.000 pengunjung. Hasil menunjukkan implementasi kontrol akses RFID dan basis data terpusat berhasil mencegah duplikasi tiket dan memungkinkan pemantauan arus pengunjung real-time. Sistem ini mentransformasi model bisnis dari ketergantungan tiket menjadi ekosistem sponsor berbasis data, terbukti dari surplus pendapatan sponsor 250% (Rp7,05 miliar). Namun, fase evaluasi mengungkap celah data: 74% pengunjung non-transaksional (tamu undangan) belum terdigitalisasi, menjadi titik buta kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi organisasi temporer dengan kecepatan tinggi, Sistem Informasi berfungsi sebagai aset strategis utama untuk mitigasi risiko dan monetisasi data. Untuk memastikan integritas data absolut, penelitian ini mengusulkan kebijakan Identitas Digital Tunggal (Single Digital Identity), yang mewajibkan seluruh partisipan—termasuk tamu non-berbayar—untuk terintegrasi ke dalam ekosistem digital tunggal guna menghilangkan diskrepansi data dan memaksimalkan nilai strategis.
Transformasi Model Bisnis Industri Kreatif: Tinjauan Sistematis Pergeseran Strategi Promotor dari Penjualan Tiket Menuju Ekosistem Sponsor Berbasis Data Budianto, Farhan Alif; Lubis, Muharman; Mukti, Iqbal Yulizar; Budianto, Setyo
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32737

Abstract

Latar belakang: Industri kreatif, khususnya festival musik, merupakan bentuk organisasi temporer (temporary organization) yang menghadapi tantangan unik berupa tenggat waktu absolut (immovable deadline) dan risiko finansial yang tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi model bisnis dari ketergantungan pada penjualan tiket (Ticket-Sales Dependent - B2C) menjadi ekosistem kemitraan berbasis data (Data-Driven Sponsorship Ecosystem - B2B) melalui pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Proyek. Metode: Dengan menggunakan studi kasus Soundsfest Jakarta 2025 sebuah inisiatif ekspansi strategis dari skala regional ke nasional penelitian ini mengevaluasi efektivitas penerapan standar PMBOK Guide Edisi ke-7 yang diintegrasikan dengan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) dan arsitektur sistem informasi berbasis Hub-and-Spoke. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem informasi, seperti teknologi Gate Access Control berbasis RFID, berhasil memvalidasi profil audiens sebagai aset strategis utama festival. Realisasi pendapatan sponsorship mencapai Rp 7,05 Miliar (surplus 250% dari target), secara signifikan melampaui pendapatan tiket sebesar Rp 3,42 Miliar. Temuan ini mendefinisikan ulang nilai ekonomi festival bagi sponsor yang kini lebih menghargai akurasi profil data audiens (Big Data) dibandingkan sekadar jumlah kerumunan fisik. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pada organisasi temporer berkecepatan tinggi, sistem informasi berfungsi sebagai instrumen tata kelola (governance) untuk mitigasi risiko dan monetisasi data. Kontribusi praktis penelitian ini berupa model referensi tata kelola data digital dengan rekomendasi kebijakan Single Digital Identity untuk menjamin integritas data di masa depan.
OPTIMALISASI OPERASIONAL BISNIS DI INDUSTRI ENERGI MELALUI ENTERPRISE ARCHITECTURE PADA DIVISI PROJECT MANAGEMENT DAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Kirana, Shilvy Chandra; Mukti, Iqbal Yulizar; Ramadani, Luthfi
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.6327

Abstract

Energi menjadi kebutuhan pokok bagi setiap individu, rumah tangga, dan industri. Salah satu bentuk energi yang semakin populer adalah energi baru terbarukan, terutama energi surya yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satu perusahaan BUMN di Indonesia yang bergerak dibidang energi baru terbarukan yaitu PT XYZ. Saat ini penggunaan teknologi informasi pada Divisi Project Management dan Supply Chain Management belum sepenuhnya digunakan secara maksimal dan efektif . Sistem tersebut belum sepenuhnya teritegrasi dengan baik antar unit bisnis atau lintas divisi sehingga sering adanya miskomunikasi dalam mengelola pekerjaan. Adapun aktivitas yang masih dilakukan secara manual seperti aktivitas pengelolaan barang di warehouse dikarenakan belum adanya sistem yang digunakan untuk memonitoring ketika ada barang masuk atau keluar serta monitoring penyimpanan barang masih secara manual. Hal ini menyebabkan ketidakefisienan dan berdampak potensi besar terjadinya kesalahan dalam pengelolaan barang. Dengan demikian, kemajuan teknologi informasi mendorong perusahaan untuk memiliki perencanaan strategis dalam mengelola sistem teknologi informasi yang terintegrasi. Maka dari itu, diperlukannya perancangan Enterprise Architecture, peneliti menggunakan metode TOGAF ADM  sebagai panduan dalam merancang Enterprise Architecture PT XYZ. Metode TOGAF ADM terdiri dari  Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, dan Technology Architecture
Understanding Smart Environment: A Systematic Literature Review Ardhana, Sonia Frisca Putri; Prasetyo, Yuli Adam; Mukti, Iqbal Yulizar; Abdurrahman, Lukman
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.6539

Abstract

In the rapidly evolving era of technological advancements, the concept of a Smart Environment emerges as a pivotal innovation in addressing the complex challenges of environmental sustainability. This study aims to provide a comprehensive evaluation of the Smart Environment's effectiveness in meeting urban community needs, while elucidating the synergy between business functions and the technological frameworks that drive the development of such environments. Utilizing a Systematic Literature Review (SLR) methodology, this research explores the terminologies, models, and technologies integral to the Smart Environment, focusing on their practical applications in sectors such as energy management, transportation, and natural resource conservation. The findings highlight the crucial role of the Internet of Things (IoT) in enhancing efficiency and sustainability, alongside the importance of robust data security and interoperability standards. This study not only contributes to a deeper understanding of the Smart Environment's impact on urban life but also serves as a valuable resource for future research, providing insights into the integration of societal needs with technological advancements to create sustainable, efficient, and intelligent urban environments.
MENUJU PEMAHAMAN KOMPREHENSIF TENTANG SMART LIVING: DEFINISI, FUNGSI, DAN TEKNOLOGI PENDUKUNG Nur Insan, Almira Syamsi; Prasetyo, Yuli Adam; Mukti, Iqbal Yulizar; Santoso, Ari Fajar
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.6479

Abstract

Smart Living adalah bagian dari paradigma kota pintar yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup penduduk kota melalui penggunaan teknologi informasi secara strategis. Konsep ini mencakup berbagai fungsi dan layanan yang dirancang untuk membuat kehidupan sehari-hari lebih efisien dan nyaman. Istilah "Smart Living" ditafsirkan secara beragam dalam berbagai literatur, yang menghasilkan perspektif dan definisi yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan berbagai interpretasi tersebut ke dalam sebuah studi komprehensif, memberikan definisi menyeluruh tentang Smart Living, fungsi-fungsinya, dan teknologi yang mendukungnya. Penelitian ini mengeksplorasi kehidupan cerdas berdasarkan penelitian sebelumnya, mengumpulkan informasi tersebut menjadi studi yang komprehensif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendefinisikan secara menyeluruh terminologi, fungsi, layanan, dan teknologi yang terkait dengan Smart Living. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review, yang meninjau beberapa jurnal dan artikel terkait untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Dengan mendetailkan pengembangan konsep Smart Living, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi inovasi selanjutnya dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman tentang Smart Living secara menyeluruh.
Smart Mobility: Mobility Services in Urban Area a Literature Review Fathoni, Fikri; Prasetyo, Yuli Adam; Mukti, Iqbal Yulizar; Santoso, Ari Fajar
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.6478

Abstract

Smart mobility is one of the important aspects for cities to imple-ment the smart city concept. smart mobility is the use of information technology for urban transportation systems in order to create inte-grated, effective, sustainable, easily accessible transportation ser-vices to support mobility, and improve the quality of life of urban communities. The main focus of this research is to answer the re-search questions in order to compile and present a comprehensive understanding of the concept of intelligent mobility, with an empha-sis on the latest developments and implementations of intelligent mobility in the scientific literature. This research uses the Systemat-ic Literature Review method to identify terminology, services, func-tions, and technologies, that are elements in the implementation of smart mobility. There are 30 previous research articles with publica-tion years 2018-2023 on smart mobility that contribute to this litera-ture review. The results of this literature review provide in-depth insights into how information and communication technologies can improve sustainability and efficiency in urban transportation sys-tems. By understanding previous research, this research provides a solid basis for the development and implementation of the concept of smart mobility.
PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF ADM PADA TIM PENGEMBANGAN JASA TEKNIK DAN INSPEKSI TEKNIK BBSPJIBBT Auliya, Feby Nandha; Mukti, Iqbal Yulizar; Ramadani, Luthfi
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.6430

Abstract

Kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efisien karena pertumbuhan teknologi yang cepat membuat banyak lembaga pemerintah memutuskan untuk menggunakan teknologi informasi dalam operasional mereka. Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Bahan dan Barang Teknik (BBSPJIBBT), merupakan instansi yang beroperasi di bawah naungan kementerian perindustrian yang saat ini sedang berusaha untuk menggunakan teknologi informasi untuk mengoptimalkan aktivitas bisnisnya. Namun, pada pelaksanaannya belum ada pedoman yang dapat membantu instansi mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dan aktivitas bisnisnya. Akibatnya, instansi tidak dapat mencapai keselarasan antara bisnis dengan teknologi informasi dan ketersediaan informasi yang akurat. Untuk menanggulangi masalah tersebut, terdapat pedoman dasar yang dapat digunakan instansi, yaitu merancang enterprise architecture. Enterprise architecture adalah pedoman dasar yang mendefinisikan keadaan saat ini dan tujuan perusahaan dari segi bisnis, data, aplikasi, dan teknologi. Penelitian ini menggunakan framework TOGAF ADM 9.2 untuk merancang arsitektur perusahaan BBSPJIBBT. Perancangan enterprise architecture bertujuan untuk membantu membuat layanan perusahaan berjalan secara maksimal dengan didukung perangkat terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan selaras dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
PENINGKATAN KUALITAS OPERASIONAL DIVISI KEUANGAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA DI PERUSAHAAN ENERGI MELALUI PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE Artamevia, Mima; Mukti, Iqbal Yulizar; Ramadani, Luthfi
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia kaya akan energi baru terbarukan, khususnya energi surya, sehingga pemanfaatannya perlu dioptimalkan. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang energi baru terbarukan adalah PT XYZ. Kehadiran perusahaan ini tentunya membantu dalam pengelolaan dan pemanfaatan energi surya menjadi listrik. Di dalam perusahaan ini, terdapat Divisi Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang membantu setiap proses kegiatan operasional. Namun, penggunaan aplikasi untuk mendukung setiap layanan di masing-masing divisi belum merata, sebagian proses sudah didukung oleh aplikasi, sementara sebagian lagi masih dilakukan secara manual. Selain itu, belum ada aplikasi yang terintegrasi satu sama lain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan perancangan enterprise architecture pada Divisi Keuangan dan Sumber Daya Manusia. Enterprise architecture (EA) merupakan blueprint atau cetak biru yang berisikan sekumpulan perancangan artefak dari fase bisnis, aplikasi, data, dan teknologi yang menggambarkan kondisi saat ini dan di masa yang akan datang. Proses perancangan EA pada Divisi Keuangan dan Sumber Daya Manusia, dilakukan menggunakan framework TOGAF ADM (The Open Group Arcihtecture Framework) yang dimulai dari fase Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, dan Technology Architecture.