Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pendidikan Karakter Melalui Manajemen Pendidikan Islam: Menyiapkan Pemimpin Masa Depan Dewi Fitriasih; Syamsul Huda Rohmadi
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3075

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen pendidikan Islam dalam membentuk karakter siswa yang berorientasi pada kepemimpinan dan untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang ditekankan dalam pendidikan Islam untuk mempersiapkan pemimpin masa depan. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran berbasis keteladanan dan kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada kepemimpinan memberikan pengalaman praktis bagi siswa untuk mengasah kemampuan memimpin. Partisipasi aktif dari orang tua dan masyarakat juga menjadi kunci penting, dengan menekankan konsistensi antara pendidikan karakter di sekolah dan di rumah.
PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Eni Susilowati; Syamsul Huda Rohmadi
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 8 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v8i2.3881

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cara pengelolaan sumber daya manusia dalam Pendidikan Islam. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi literatur, dengan tujuan untuk mencari informasi dari literatur tentang pengelolaan sumber daya manusia dalam Pendidikan islam. Hasil dari penelitian ini adalah Sumber daya manusia dalam perspektif Islam memiliki hubungan erat dengan agama, karena agama berperan dalam memperbaiki kualitas spiritual dan moral manusia, Ayat-ayat Al-Qur’an menunjukkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab besar, seperti memanfaatkan sumber daya alam, menjalankan amanah, dan menjadi pewaris kekayaan bumi, Motivasi dan etos kerja sangat berpengaruh pada keberhasilan seseorang, Perekrutan dan pengembangan guru merupakan aspek krusial dalam manajemen sumber daya manusia di lembaga Pendidikan, Pengembangan guru dilakukan melalui pelatihan dan program pengembangan karir untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja, Pengelolaan sumber daya manusia dalam manajemen pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan signifikan di era globalisasi, Untuk mengatasi tantangan ini, lembaga pendidikan perlu menerapkan strategi pengelolaan SDM yang responsif dan berkelanjutan, termasuk perencanaan strategis, pengembangan keterampilan, dan penerapan kebijakan yang adil serta transparan.
IDENTIFIKASI INOVASI KURIKULUM SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SD PK MUHAMMADIYAH ANDONG Warsidi Warsidi; Syamsul Huda Rohmadi
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 8 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v8i2.3887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis inovasi kurikulum sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran di SD PK Muhammadiyah Andong. Dalam konteks pendidikan dasar, inovasi kurikulum menjadi faktor penting untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, serta staf kurikulum, observasi kegiatan pembelajaran, dan analisis dokumen terkait pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi kurikulum di SD PK Muhammadiyah Andong mencakup pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), integrasi nilai-nilai keislaman dalam materi ajar, dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran. Selain itu, pendekatan pembelajaran diferensiasi diterapkan untuk menyesuaikan kebutuhan belajar individu siswa. Faktor pendukung dalam pengembangan inovasi kurikulum meliputi dukungan penuh dari manajemen sekolah, pelatihan guru yang berkelanjutan, dan keterlibatan orang tua dalam kegiatan pendidikan. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan resistensi terhadap perubahan dari sebagian tenaga pendidik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identifikasi dan pengembangan inovasi kurikulum yang terencana dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SD PK Muhammadiyah Andong. Rekomendasi yang diberikan mencakup penguatan pelatihan guru, peningkatan fasilitas teknologi, dan pengembangan strategi komunikasi yang efektif untuk mendukung implementasi kurikulum. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi lembaga pendidikan dasar lainnya dalam mengembangkan inovasi kurikulum yang berdampak positif pada pembelajaran.
Principal Leadership as a Construction of Teacher Work Culture Ahmad Soadikin; Syamsul Huda Rohmadi
FiTUA: JURNAL STUDI ISLAM Vol 7 No 1 (2026): June
Publisher : STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitua.v7i1.1185

Abstract

This study aims to analyze how the leadership of school principals in building the work culture of phenomenological studies teachers in Indonesian junior high schools. The research method uses a qualitative approach with a Husserlian transcendental phenomenological design of data collection techniques carried out by observation, interviewing and documenting 47 informants purposively, then analyzed using three thematic isolation techniques (holistic, selective, in-depth). The validity of the data is guaranteed through triangulation, member checking, and bracketing. The results show that the meaning of leadership has metamorphosed from an administrative manager to a performative moral role model and a transformative agent. The institutionalization of work culture forms a stable habitus through the mechanism of behavioral enculturation, ritualistic internalization, and habituation structuring. From a teacher's perspective, a positive work culture is catalyzed by relational-distributive leadership, procedural fairness, and psychological safe spaces. However, its optimization in the field is hampered by bureaucratic constraints (administrative overload), resistance of senior teachers, and limited infrastructure, which is contrary to supporting factors such as the positive quality of the Leader-Member Exchange (LMX) relationship.
Strategi quality control asatidz dalam membentuk generasi qur’ani di pondok wahatul qur’an sukoharjo tahun ajaran 2025/2026 Fu’ad Zaky Musthofa; Syamsul Huda Rohmadi
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 7 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi quality control yang diterapkan oleh asatidz di Pondok Wahatul Qur'an Sukoharjo Tahun Ajaran 2025/2026, menganalisis proses pembentukan quality control asatidz dalam membentuk generasi Qur'ani yang meliputi generasi Ulul Albab, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengendalian mutu pendidikan dalam menjaga kualitas pembelajaran Al-Qur'an serta membentuk generasi yang berkarakter Qur'ani, berakhlak mulia, dan memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (penelitian lapangan) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2025/2026 di Pondok Wahatul Qur'an Sukoharjo, Jawa Tengah. Subjek penelitian meliputi kepala mulazamah, koordinator kurikulum, koordinator ketahfizhan, musyrif halaqah, asatidz, dan santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengendalian mutu asatidz dilaksanakan secara sistematis melalui standarisasi rekrutmen asatidz, pembelajaran intensif, supervisi dan monitoring berkelanjutan, evaluasi program secara periodik, serta pelatihan dan pembinaan berkesinambungan. Proses pembentukan generasi Al-Qur'ani dilakukan melalui program tahsin, hifzhul mutun, ziyadah, muroja'ah, dan imtihan yang menekankan kualitas bacaan, pemahaman, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an. Proses tersebut menghasilkan generasi Ulul Albab yang seimbang secara intelektual, spiritual, dan moral. Faktor pendukungnya meliputi kesamaan visi, lingkungan pondok yang kondusif, tata tertib yang mendukung, sinergi antar civitas pesantren, serta kegiatan ekstrakurikuler. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang masih dalam pengembangan. Dengan demikian, asatidz quality control berperan penting dalam menjaga saling pembelajaran sekaligus membentuk generasi Qur'ani yang siap berkontribusi di masyarakat.
The Role of Artificial Intelligence (AI) in Encouraging Research Learning to Sharpen 21st-Century Skills at Mts Negeri 6 Boyolali Anggie Pramulyastuti; Syamsul Huda Rohmadi
Amandemen: Journal of Learning, Teaching and Educational Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Educational and Learning Innovation
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/amd.v3i2.102

Abstract

The development of technology through the emergence of Artificial Intelligence (AI) has brought many conveniences, particularly in the fields of education and research. Along with the 21st-century demands known as the 4Cs (creative, critical, communicative, and collaborative), which are implemented through research-based learning in madrasahs, this raises the question of how AI plays a role in enhancing students’ 21st-century skills. This study aims to analyze the role of Artificial Intelligence (AI) in promoting research-based learning to develop 21st-century competencies at MTs Negeri 6 Boyolali. Research-based learning is important to train 21st-century skills, which include literacy, critical thinking, creativity, communication, and collaboration—commonly referred to as the 4Cs. Technological advancements, including the availability of Artificial Intelligence (AI), provide various tools that make many tasks easier, especially in research-based learning. This study employs a qualitative approach using interviews, observations, and documentation methods. The subjects of this study are students in the research class, while the informants are the teachers who serve as research class mentors. The results of this study indicate that Artificial Intelligence (AI) plays a significant role in promoting research-based learning to enhance 21st-century skills at MTs Negeri 6 Boyolali. The presence of AI provides convenience and stimulates 21st-century competencies, including literacy, critical thinking, creativity, communication, and collaboration. However, there are also several challenges encountered in the use of AI in the learning process.
Pemanfaatan Interactive Flat Panel dalam Pembelajaran dan Dampaknya terhadap Kolaborasi Siswa di SD 1 Kemasan Boyolali Muhammad Hafid Al Husain; Nunung Wulandari; Syamsul Huda Rohmadi
Instructional Development Journal Vol. 9 No. 2 (2026): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the use of Interactive Flat Panels (IFPs) in instruction and their impact on student collaboration in elementary schools. This study employs a qualitative approach using a case study design at an elementary school that has implemented IFP. Data were collected through in-depth interviews with the Principal, sixth-grade teachers and students, non-participant observation, and documentation. Data analysis utilized the Miles, Huberman, and Saldana model, with triangulation techniques to ensure data validity. The results indicate that IFP is capable of transforming learning from passive to interactive and multisensory. IFP has also been shown to strengthen student collaboration through shared interactions, group discussions, and the emergence of spontaneous peer assistance. However, the use of IFP remains technical in nature and has not yet been optimally integrated into the collaborative learning model. There is a gap between school policies and implementation at the teacher level. Implications for practice: Structured teacher training based on the TPACK and SAMR frameworks is needed to optimize the use of IFP in collaborative learning. This study provides empirical evidence regarding the gap between policy and practice in the transformation of digital learning in elementary schools.
Pemanfaatan Smartphone dalam Pembelajaran IPAS di Kelas IV SD Negeri 3 Jenengan Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali Nunung Wulandari; Muhammad Hafid Al Husain; Syamsul Huda Rohmadi
JoEMS (Journal of Education and Management Studies) Vol. 9 No. 3 (2026): Juni
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/joems.v9i3.1761

Abstract

Purpose: This study aims to describe the use of smartphones in the teaching of Natural and Social Sciences (IPAS) in Year 4 at SD Negeri 3 Jenengan, Sawit Sub-district, Boyolali Regency. Methodology/approach: A qualitative, descriptive approach was employed. The research subject was the Year 4 teacher, whilst the object of study was the use of smartphones as a teaching aid for IPAS. Data collection techniques included observation, in-depth interviews and documentation, which were subsequently analysed using the Miles and Huberman interactive model. Findings: The use of smartphones was supported by four main factors, namely the availability of school infrastructure, an adequate internet connection, a variety of learning applications (such as Quizizz, Google Earth and YouTube), and active support from pupils’ parents. Teachers implemented the use of smartphones through three structured stages: planning (by adapting applications to learning outcomes), implementation (with intensive guidance), and evaluation (through digital quizzes and feedback via a WhatsApp group). A key finding of this study is that the success of smartphone integration is largely determined by the readiness of the supporting ecosystem beyond the teacher, particularly the role of parents in providing access to devices and internet data allowances, as well as the teacher’s ability to mitigate the risk of inappropriate device use during the learning process. Practical implications: The use of smartphones makes it easier for pupils to access a wide range of information via the internet, enabling them to learn independently. Furthermore, teachers can easily share teaching materials, set assignments and provide feedback via instant messaging platforms or learning applications. Originality/novelty: This study offers a novel focus on the use of smartphones in IPAS learning in Year 4 of primary school, covering the stages of planning, implementation and evaluation. In addition to examining the positive impacts on learning outcomes, this study also reveals the negative impacts in a more comprehensive manner and highlights the role of parental support and the use of digital applications in learning.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGIK MUTU PENDIDIKAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SD TA’MIRUL ISLAM INOVATIF SURAKARTA TAHUN AJARAN 2025/2026 Mutamakkin Alallah; Syamsul Huda Rohmadi
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 5 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Mei 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i5.1874

Abstract

This study aims to examine (1) the implementation of strategic management, (2) the evaluation of the implementation of strategic management of educational quality, and (3) the challenges in implementing strategic management of educational quality in the learning process at SD Ta’mirul Islam Inovatif Surakarta in the 2025/2026 academic year. This research employed a qualitative descriptive approach with a case study design focused on the learning process. The results of the study indicate that the implementation of strategic management of educational quality is carried out through three main stages, namely planning, organizing, and the implementation of learning. (1) The planning stage includes the formulation of the school’s vision and mission, strategic programs, learning tools, and quality support programs. (2) The organizing stage is conducted collaboratively using a constructivist approach. (3) The implementation stage is carried out through preliminary, core, and closing activities in a systematic and innovative manner. Learning evaluation is conducted through academic supervision, evaluation meetings, and analysis of student learning outcomes as a basis for improving the learning process.