Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

BUDAYA BERSALAMAN SEBAGAI BAGIAN DARI PERILAKU DAN BUDAYA ORGANISASI DALAM INTERAKSI PESERTA DIDIK DAN GURU Heavyawan, Edwin Ridho; Rohmadi, Syamsul Huda
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7815

Abstract

ABSTRACT The handshake culture is a common behavioral practice found in educational environments, which not only reflects values of respect but also strengthens relationships among individuals within the institution. This study aims to examine the implementation of the handshake culture at MTs Negeri 2 Karanganyar, as well as to identify its relationship with individual behavior, organizational culture, and its impact on national education quality. In this context, the handshake culture is more than a daily habit; it becomes an integral part of the value system applied in the school. Through the practice of handshaking, a conducive atmosphere is created for students’ character development, fostering discipline and enhancing positive interactions among teachers, students, and school staff. This research employs a qualitative method with a case study approach involving observations, interviews, and document analysis. The findings show that the handshake culture implemented at MTs Negeri 2 Karanganyar not only supports the creation of more harmonious relationships within the school community but also increases trust and individual commitment toward organizational goals. Thus, this culture becomes an essential element in creating a better educational environment, which in turn can improve overall education quality. The study suggests that handshake culture should be considered as part of organizational culture development strategies in other schools in Indonesia to support the enhancement of more inclusive and morally grounded education quality. ABSTRAK Budaya bersalaman merupakan salah satu bentuk perilaku yang sering dijumpai di lingkungan pendidikan, yang tidak hanya mencerminkan nilai penghormatan, tetapi juga dapat mempererat hubungan antar individu di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi budaya bersalaman di MTs Negeri 2 Karanganyar, serta mengidentifikasi hubungan antara budaya tersebut dengan perilaku dan budaya organisasi, dan dampaknya terhadap mutu pendidikan nasional. Dalam konteks ini, budaya bersalaman lebih dari sekedar kebiasaan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian integral dari sistem nilai yang diterapkan di sekolah. Melalui budaya bersalaman, tercipta suasana yang kondusif bagi perkembangan karakter siswa, membentuk kedisiplinan, dan memperkuat interaksi positif antara guru, siswa, serta staf sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya bersalaman yang diterapkan di MTs Negeri 2 Karanganyar tidak hanya mendukung terciptanya hubungan yang lebih harmonis antara pihak sekolah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan komitmen individu terhadap tujuan organisasi. Dengan demikian, budaya ini menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, yang pada gilirannya dapat mendongkrak mutu pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini menyarankan agar budaya bersalaman dijadikan bagian dari strategi pengembangan budaya organisasi di sekolah-sekolah lain di Indonesia, untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis pada nilai-nilai moral yang kuat.
Pendidikan Karakter Melalui Manajemen Pendidikan Islam: Menyiapkan Pemimpin Masa Depan Dewi Fitriasih; Syamsul Huda Rohmadi
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3075

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen pendidikan Islam dalam membentuk karakter siswa yang berorientasi pada kepemimpinan dan untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang ditekankan dalam pendidikan Islam untuk mempersiapkan pemimpin masa depan. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran berbasis keteladanan dan kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada kepemimpinan memberikan pengalaman praktis bagi siswa untuk mengasah kemampuan memimpin. Partisipasi aktif dari orang tua dan masyarakat juga menjadi kunci penting, dengan menekankan konsistensi antara pendidikan karakter di sekolah dan di rumah.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGIK MUTU PENDIDIKAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SD TA’MIRUL ISLAM INOVATIF SURAKARTA TAHUN AJARAN 2025/2026 Mutamakkin Alallah; Syamsul Huda Rohmadi
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 5 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Mei 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i5.1874

Abstract

This study aims to examine (1) the implementation of strategic management, (2) the evaluation of the implementation of strategic management of educational quality, and (3) the challenges in implementing strategic management of educational quality in the learning process at SD Ta’mirul Islam Inovatif Surakarta in the 2025/2026 academic year. This research employed a qualitative descriptive approach with a case study design focused on the learning process. The results of the study indicate that the implementation of strategic management of educational quality is carried out through three main stages, namely planning, organizing, and the implementation of learning. (1) The planning stage includes the formulation of the school’s vision and mission, strategic programs, learning tools, and quality support programs. (2) The organizing stage is conducted collaboratively using a constructivist approach. (3) The implementation stage is carried out through preliminary, core, and closing activities in a systematic and innovative manner. Learning evaluation is conducted through academic supervision, evaluation meetings, and analysis of student learning outcomes as a basis for improving the learning process.