Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Aspek Keterlibatan Masyarakat pada Sistem Peradilan Pidana Dalam Alternatif Penyelesaian Sengketa Reykasari, Yunita; Nurwachidiansyah, M. Dwi
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 3 (2025): Proceeding MILENIUM 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i3.749

Abstract

Konflik sosial yang melibatkan pelaku dari kalangan remaja menunjukkan bahwa pendekatan hukum pidana konvensional sering kali tidak mampu menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Oleh karena itu, penerapan keadilan restoratif khususnya melalui mediasi menjadi penting karena memberikan kesempatan bagi pelaku, korban, dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemulihan hubungan sosial dan penyelesaian masalah secara adil serta sesuai dengan konteks sosial yang ada. Penelitian ini adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan perbandingan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari, menemukan konsep serta menganalisis efektivitas penerapan keadilan restoratif terhadap pelaku remaja dalam sistem peradilan pidana di Indonesia, serta mengkaji peran masyarakat dalam mendukung implementasi mediasi sebagai bentuk Alternatif Penyelesaian sengketa perkara pidana yang partisipatif dan berbasis nilai-nilai lokal. Penelitian ini akan memberikan rekomendasi terbaik bagi konsep keadilan restoratif pelaku remaja melalui alternatif penyelesaian sengketa ke depan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan keadilan restoratif terbukti efektif dalam menangani pelaku remaja karena berfokus pada pemulihan, tanggung jawab, dan perlindungan korban, namun implementasinya di Indonesia masih terkendala oleh faktor struktural dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang komprehensif, peningkatan kapasitas lembaga, serta pelibatan aktif masyarakat dan tokoh lokal untuk mendukung penerapan keadilan restoratif secara sistematis dan berkelanjutan.
Perlindungan Konsumen Terhadap Peredaran Produk Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya yang Merugikan Konsumen (Studi Analisis Produk Kosmetik Temulawak New Day & Night Cream Beauty Whitening) Putri, Ela Oktavia; Reykasari, Yunita
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v1i2.2012

Abstract

The definition of cosmetics according to Article 1 number (1) of the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 176/MenKes/PER/VIII/2010 concerning Determination of the term Cosmetics is a material or preparation whose use is application outside the human body to change the appearance or improve and maintain the body. Women are required to have types of cosmetics such as powder, eyebrow pencil and lipstick. Apart from domestic cosmetic products, cosmetics markets from abroad can also enter Indonesia because of rapid globalization. Cosmetic products created as a result of the development of the pharmaceutical industry further bind women's desire to look beautiful and perfect, therefore all situations are exploited by a group of irresponsible entrepreneurs who produce or sell cosmetics that do not meet the requirements. The government promulgated Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection to ensure that consumers are fully protected and provide requirements for cosmetic products. Even though the above regulations have been confirmed and promulgated, there is still disobedience by business actors in trading activities regarding the cosmetics they produce containing dangerous ingredients. An example is the distribution of the Temulawak New Day & Night Cream Beauty Whitening cosmetic product which contains mercury. This also includes violating Article 4 letter c of the Consumer Protection Law (UUPK), cosmetic products that are bought and sold containing mercury-containing ingredients are an example of a lack of supervision by the government and the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) so that the products These cosmetic products can still circulate in the community. One product that is currently popular and in demand by many people is the Temulawak New Day & Night Cream Beauty Whitening cosmetic, which is known to be distributed throughout the Republic of Indonesia and is known to contain dangerous substances, namely mercury.
Keabsahan Penarikan Sepihak Obyek Fidusia Oleh Debt Collector Tanpa Adanya Sertifikat Fidusia Sebagai Bentuk Pelaksanaan Parate Eksekusi Alifiya, Andini; Reykasari, Yunita
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.4111

Abstract

Dalam sistem hukum di Indonesia, penarikan sepihak objek fidusia oleh debt collector tanpa sertifikat fidusia menjadi salah satu isu yang memicu perdebatan terkait keabsahan praktik tersebut. Sertifikat fidusia merupakan dokumen penting yang memberikan legitimasi bagi tindakan eksekusi terhadap objek jaminan fidusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keabsahan penarikan sepihak objek fidusia oleh debt collector tanpa adanya sertifikat fidusia sebagai bentuk pelaksanaan parate eksekusi. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, Hasil penelitian menunjukkan bahwa penarikan objek fidusia oleh debt collector tanpa sertifikat adalah tindakan yang tidak sah secara hukum. Putusan Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa setiap tindakan eksekusi fidusia wajib memiliki sertifikat sebagai landasan hukum yang sah. Keberadaan sertifikat fidusia menjadi sangat krusial, karena memastikan adanya kepastian hukum dan menjaga hak kreditur dengan cara yang sah. Sebagai konsekuensinya, lembaga pembiayaan diharapkan memastikan bahwa setiap langkah penarikan harus disertai sertifikat fidusia untuk menjamin perlindungan terhadap hak konstitusional pihak fidusia. Hal ini mendesak kesadaran dan kepatuhan terhadap regulasi demi terciptanya praktik yang adil dan terstruktur secara hukum.
Urgensi Pendaftaran Merek Kolektif dalam Pemberdayaan UMKM di Kampung Keramik Dinoyo Kota Malang Hadi, Moh Ainur Rofiq; Reykasari, Yunita
Jurnal Garuda Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/gabdimas.v3i2.1097

Abstract

Pendaftaran merek kolektif memiliki peran penting karena dapat memberikan perlindungan hukum, meningkatkan daya saing, serta memperkuat identitas produk lokal. Namun, implementasi merek kolektif masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya edukasi mengenai manfaatnya, anggapan bahwa biaya pendaftaran terlalu tinggi, serta sulitnya menyatukan visi dan misi antar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendaftaran merek kolektif dalam upaya pemberdayaan UMKM di Kampung Keramik Dinoyo, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan para pengrajin, pemerintah daerah, dan asosiasi UMKM, lalu dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Pemerintah Kota Malang telah berupaya memfasilitasi pendaftaran merek kolektif sesuai dengan Pasal 46 ayat (4) UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, realisasinya masih belum optimal. Faktor utama yang menghambat adalah kurangnya sosialisasi, minimnya koordinasi antar pelaku UMKM, serta keterbatasan dukungan finansial. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya strategi kolaboratif antara pemerintah, asosiasi UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengoptimalkan manfaat merek kolektif. Pemerintah perlu memberikan edukasi lebih lanjut, menyederhanakan prosedur administrasi, serta memberikan insentif bagi pelaku UMKM agar lebih termotivasi untuk mendaftarkan merek kolektif. Selain itu, penguatan organisasi paguyuban pengrajin juga diperlukan untuk meningkatkan kerja sama dan memperlancar proses legalisasi merek kolektif.
Analisis Yuridis Penyelesaian Sengketa Terhadap Pemegang Hak Cipta (Studi Kasus: Putusan No 40/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2022/PN Niaga Jkt Pst) Jannah, Ayudha; Reykasari, Yunita
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v3i1.4628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ratio decidendi Majelis Hakim dalam Putusan No. 40/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2022/PN Niaga Jakarta Pusat serta kesesuaiannya dengan ketentuan dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Kasus ini berawal dari gugatan Arie Indra Manurung atas dugaan pelanggaran hak cipta oleh PT Pegadaian (Persero) melalui produk “Tabungan Emas” yang dinilai menjiplak karya tulis berjudul Goldgram. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim menolak gugatan dengan merujuk pada Pasal 41 huruf b UU Hak Cipta, namun peneliti tidak sependapat dengan pertimbangan tersebut karena menilai bahwa karya Goldgram memiliki bentuk ekspresi kreatif yang seharusnya dilindungi. Dapat disimpulkan bahwa ratio decidendi hakim belum sepenuhnya mencerminkan perlindungan hukum yang seimbang terhadap karya cipta. Temuan ini mengindikasikan perlunya penafsiran yang lebih kontekstual terhadap batasan perlindungan hak cipta, khususnya terhadap ekspresi ide yang telah diwujudkan dalam bentuk nyata.
Peran Sosialisasi serta Revitalisasi Pojok Literasi dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa SDN Kaliboto Lor 04 Ishaq , Hasbi Maulana; Sejati, Lintang Wahyu; Firmansyah , Moh Adi; Azza Ikfani, Firsa Zerlinda; Wicaksana, Aditya Wira; Putri, Fiddar Tahwifa; Reykasari, Yunita
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v2i1.3643

Abstract

Artikel ini membahas program sosialisasi dan revitalisasi pojok literasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T 25 Universitas Muhammadiyah Jember di SDN Kaliboto Lor 04. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa, khususnya di kalangan siswa kelas 6, dengan menekankan pentingnya literasi dan memperbaiki fasilitas pojok literasi di sekolah. Mengingat rendahnya minat baca di Indonesia, di mana hanya satu dari seribu penduduk yang memiliki minat baca serius, program ini melibatkan tiga tahap utama: observasi kondisi pojok literasi, penyuluhan tentang pentingnya literasi, dan revitalisasi pojok literasi dengan penambahan koleksi buku serta perbaikan ruang baca agar lebih menarik. Kegiatan sosialisasi literasi melibatkan 58 siswa yang dibagi menjadi empat kelompok untuk membaca dan mendiskusikan buku, dengan fokus pada kebiasaan membaca dan komunikasi hasil bacaan. Selain itu, pembuatan pojok baca yang menarik di kelas menggunakan bahan-bahan daur ulang juga dilakukan. Hasil dari program ini diharapkan dapat meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa dan memberikan dampak positif jangka panjang terhadap pendidikan di Indonesia.