Keberhasilan program smart city di Indonesia sangat bergantung pada master plan yang mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan tujuan tata ruang. Namun, penyelarasan antara master plan smart city dan perencanaan spasial masih menjadi tantangan karena perbedaan interpretasi antar daerah. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi implementasi master plan smart city di kota-kota Indonesia. Hasilnya menunjukkan berbagai hambatan, seperti komunikasi yang lemah, keterbatasan sumber daya, komitmen rendah dari pelaksana, dan keterlambatan birokrasi. Kota seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya menghadapi kendala infrastruktur, regulasi yang tidak konsisten, serta keterbatasan dana dan kesadaran publik. Studi ini memberikan rekomendasi seperti peningkatan infrastruktur TIK, kolaborasi pemangku kepentingan, dan penyelarasan rencana induk dengan kerangka pembangunan spasial guna mendorong pertumbuhan kota yang berkelanjutan dan inklusif.