Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MEDIA KONSERVASI

Perburuan Subsistens di Papua: Apakah Lestari? Freddy Pattisellano; Agustina Y.S. Arobaya
Media Konservasi Vol 16 No 2 (2011): Media Konservasi Vol. 16 Nomor 2, Agustus 2011
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.976 KB) | DOI: 10.29244/medkon.16.2.%p

Abstract

Hewan liar atau satwa di hutan tropis merupakan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang dimanfaatkan melalui aktivitas perburuan sebagai sumber makanan, pendapatan dan memainkan peran yang tidak kalah penting berdasarkan aspek sosial budaya bagi komunitas yang hidup di sekitar hutan. Dalam kaitannya dengan sosial budaya masyarakat setempat, satwa mempunyai hubungan yang sangat erat dengan aspek spiritual dan praktek budaya tradisional misalnya aspek etnozoologi (ethnozoological aspect) atau pemanfaatan obat tradisonal. Artikel ini mereview dan mendiskusikan tentang aktivitas perburuan tradisional yang berkaian dengan kearifan tradisional sebagai bentuk pendekatan konservasi satwa liar di Papua.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perburuan satwa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga dengan target buruan tertentu, menggunakan peralatan buru tradisional, dilakukan di wilayah yang diijinkan untuk berburu, dan berburu berdasarkan musim. Beberapa faktor yang berhasil diidentifikasi sebagai faktor ancaman serius terhadap kelestarian satwaliar di hutan tropis Papua, antara lain peningkatan populasi penduduk, tersedianya akses ke daerah yang sebelumnya terisolasi, penggunaan alat buru modern dan mulai terkikisnya praktek-praktek tradisional dalam perburuan.  Kata Kunci:  subsistens, tradisional, perburuan, lestari, Papua. 
INDIGENOUS HUNTING IN INDONESIAN NEW GUINEA: CULTURAL IDENTITY, FOOD SECURITY AND INCOME OPPORTUNITIES Agustina Y S Arobaya; Deny A Iyai; Johan F Koibur; Martha Kayadoe; Freddy Pattiselanno
Media Konservasi Vol 26 No 3 (2021): Media Konservasi Vol. 26 No. 3 Desember 2021
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.26.3.248-253

Abstract

Wildlife hunting is important in satisfying people’s need for meat as a source of dietary protein as well as being of economic value to the studied communities. Many people in Indonesian New Guinea rely on the benefits obtained from the extraction of plants and animals in the tropical forests, including hunting. This review aims to synthesise existing knowledge and identify areas that are fundamental to the body of knowledge on Indigenous hunting that has been integrated into many forest people societies in Indonesian New Guinea. People keep a relationship with nature by harmonising Indigenous hunting and cultural background. Available food source from wildlife and limited access to livestock were the major reason to acquire wild animals for consumption through hunting. Throughout of Indonesian New Guinea, the commercial hunting provide more opportunities for income generation. Indigenous hunting has long been part of cultural life of forest, providing a source of dietary protein to the household, and offer forms of income generation to the studied communities. Key words: Culture, Food consumption, trade, Indigenous hunting, Indonesian New Guinea