Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : GANESHA MEDICINA

NYERI KEPALA SENTINEL PADA PERDARAHAN SUBARAKHNOID Wiratama, Bayu Kresna; Kamelia, Luh Putu Lina; Kesanda, I Made Phala; Agustini, Ni Nyoman Mestri; Kapakisan T., I Ketut S.
Ganesha Medicina Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v3i2.69356

Abstract

Perdarahan Subarakhnoid (PSA) adalah kondisi perdarahan pada area subarakhnoid yang terletak pada otak. Gejala umum yang dirasakan pasien dan merupakan ciri khas gejala PSA adalah thunderclap headache yang muncul dengan onset mendadak dan mencapai intensitas nyeri maksimum dalam hitungan detik hingga menit namun tidak sedikit pula pasien mengalami nyeri kepala sentinel sebagai penanda awal PSA. Pasien perempuan 52 tahun dikeluhkan keluarganya mengalami kesadaran menurun ±30 menit disertai dengan ditemukannya muntah makanan. Setelah sadar pasien mengeluhkan pusing sejak ±20 hari sebelum masuk rumah sakit yang semakin memberat setiap harinya dan hari ini tiba – tiba memuncak dalam waktu singkat. Pada pemeriksaan CT-Scan didapatkan Saccular Aneurysm di ICA/PCoA Junction sisi kiri dengan tanda rupture pada sisi inferior. Terapi yang diberikan berupa loading 300 cc Normal Saline 0,9%, Manitol 200 cc yang dilanjutkan 100 cc sebanyak 6x tapering off, Asam Tranexamat 3x1 gram, Dexamethasone 2x5 mg intravena, Pantoprazole 2x40 mg intravena, Paracetamol 1gr@6 jam intravena, Nimodipin 2.2 cc/jam dan pasien dirawat di ruang ICU selama 5 hari dan dilanjutkan perawatan di HCU Stroke Unit RSUD Kabupaten Buleleng selama 5 hari,
INFEKSI STREPTOCCOCUS SUIS DENGAN PRESENTASI KLINIS MENINGOENSEFALITIS: SEBUAH LAPORAN KASUS Maharani, Risma; Agustini, Ni Nyoman Mestri; Kamelia, Luh Putu Lina; Kesanda, I Made Phala; Kapakisan, I Ketut
Ganesha Medicina Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v4i1.77094

Abstract

Meningoensefalitis adalah proses inflamasi dan infeksi di daerah meningens otak hingga mempengaruhi jaringan parenkim otak dan dianggap sebagai keadaan darurat neurologis. Manifestasi klinis yang dihasilkan dari meningoensefalitis dapat berupa kombinasi dari gejala meningitis dan ensefalitis seperti demam, nyeri kepala, kaku kuduk, serta defisit neurologis fokal. Laporan kasus ini melaporkan pasien laki-laki berusia 71 tahun dengan penurunan kesadaran disertai demam, kaku kuduk (+), riwayat gangguan pendengaran. Diagnosis didukung dengan hasil pemeriksaan penunjang analisa CSF yang menunjukkan hasil keruh dengan peningkatan WBC serta pada uji kultur darah postitif ditemukan adanya bakteri Streptoccocus suis. Tatalaksana yang diberikan pada pasien berupa antibiotik empirik seperti ceftriaxone dan dexamenthasone serta pemberian kortikosteroid dan tatalaksana lain menyesuaikan keluhan pasien. Prognosis pada pasien mengarah ke baik dengan tatalaksana yang tepat, pasien dipulangkan setelah 18 mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan kondisi baik.
PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF AKIBAT DIABETES MELITUS Okaniawan, Putu Enrico Pramana; Agustini, Ni Nyoman Mestri
Ganesha Medicina Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.174 KB) | DOI: 10.23887/gm.v1i1.31708

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan suatu golongan penyakit sistemik yang merupakan penyakit yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Berdasarkan studi neuroimaging dan neuropatologis, diabetes melitus rupanya terlibat dalam proses degenerasi saraf. Etiologi dari penurunan kemampuan kognitif ialah beberapa penyakit degeneratif seperti alzheimer. Faktor resiko dari penurunan kemampuan kognitif akibat diabetes ialah kejadian berulang episode hipoglikemia, pasien dengan manifestasi mikrovaskular (seperti diabetic retinopathy) atau penyakit makrovaskular (seperti infark atau stroke miokard), resistensi insulin, peradangan, dan depresi. Penyakit ini dapat mempengaruhi kognitif melalui gangguan pada pembuluh darah otak. Efek DMT1 terhadap gangguan kognitif dapat terjadi pada anak serta efek DMT2 dapat meningkatkan resiko gangguan kognitif ringan menjadi demensia. Saat ini belum ada teknik diagnosis dan tatalaksana yang terbaik, namun sejumlah penelitian klinis telah menyoroti potensi Traditional Chinese Medicine dalam proses tatalaksana ini Kata kunci: Diabetes Melitus, Kognitif, Memori
EFEKTIVITAS EKSTRAK PROPOLIS DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA HEWAN UJI Ulandari, Komang Sherly; Yoga, Putu Cahyani Paramita; Lestari, Made Widya; Agustini, Ni Nyoman Mestri
Ganesha Medicina Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.749 KB) | DOI: 10.23887/gm.v1i2.39185

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu insiden yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian berdasarkan studi pustaka ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak propolis dalam penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji. Propolis kaya akan manfaat seperti menjadi antimikroba, antibakteri, antimikotik, astringent, spasmolitik, anti-inflamasi, anestesi, antioksidan, antiulcer, antikanker, serta memiliki efek imunomodulator yang dapat mendukung penyembuhan luka bakar derajat II. Senyawa flavonoid, fenol, arginine, asam ferulat, dan albumin berperan baik dalam menurunkan pertumbuhan mikroorganisme, mempercepat perbaikan jaringan dan menghambat munculnya ROS atau Reactive Oxygen Species pada luka bakar.Ekstrak propolis dengan konsentrasi 100% telah terbukti lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji. Pemberian propolis dengan dosis pemberian yang berbeda menunjukkan perbedaan lamanya waktu penyembuhan luka bakar yang ditandai oleh perbedaan nilai rata-rata luas luka bakar dalam setiapwaktu pengukuran. Berdasarkan analisis hipotesis peneliti, efektivitas penyembuhan luka bakar dipengaruhi oleh dosis pemberian ekstrak propolis pada luka bakar tersebut. Dimana keduanya memiliki hubungan yang sebanding, peningkatan dosis pemberian propolis dapat mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II.Burns are one of the incidents that often occur in life. The purpose of this research based on literature study was to determine the effectiveness of propolis extract in healing second degree burns in tested animals. Propolis is rich in benefits such as being antimicrobial, antibacterial, antimycotic, astringent, spasmolytic, anti- inflammatory, anesthetic, antioxidant, antiulcer, anticancer, and has an immunomodulatory effect that can support healing of second degree burns. Flavonoids, phenols, arginine, ferulic acid, and albumin have a good role in reducing the growth of microorganisms, accelerating tissue repair and inhibiting the appearance of ROS or Reactive Oxygen Species in burns.Propolis extract with a concentration of 100% has been proven to be more effective in accelerating the healing of second degree burns in test animals. Giving propolis with different doses showed a difference in length of time to heal burns, indicated by differences in the average value of burns in each measurement time. Based on the analysis of the researchers' hypothesis, the effectiveness of healing burns was influenced by the dose of propolis extract on the burns. Both have an equal relation, increasing thedose of giving propolis can accelerate the healing of second degree burns Keywords: second degree burns, propolis, effectiveness of propolisextrac