Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Sentra Cendekia

Penggunaan Media APEMM SS BabeSeta dalam Pengenalan Konsep Dasar Matematika Awal pada Anak Usia 3-4 Tahun di KB Putra Champion Karangdowo Kecamatan Karangdowo Kabupaten Klaten Tri Murgiyati; Maria Denok Bekti Agustiningrum; Irna Anjarsari
Sentra Cendekia Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sc.v1i2.1298

Abstract

Pemahaman tentang matematika awal diperlukan oleh anak usia dini sebagai salah satu cara agar anak mampu untuk berlogika, maka pemilihan media dan cara bermain yang tepat dan menyenangkan menjadi salah satu faktor agar anak mampu belajar matematika bagi AUD. Konsep media APEMM SS BabeSeta merupakan kependekan dari alat permainan edukatif mudah murah simpel dan sederhana dari barang bekas yang ada disekitar kita. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart adalah model spiral. Subyek dalam penelitian penelitian adalah anak usia 3-4 tahun dengan lokasi penelitian KB Putra Champion Karangdowo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media APEMM SS dari Babe Seta dapat meningkatkan kemampuan mengenal geometri KB Putra Champion Karangdowo. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan anak usia 3-4 tahun dalam mengenal geometri sebagai bagian tema dari matematika.
Penggunaan Permainan Tradisional Bakiak untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun di KB Tunas Marenggeng Desa Sindangwangi Kabupaten Brebes Maria Denok; Fifti Istiklaili; Cucu Nuryati
Sentra Cendekia Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i2.1766

Abstract

Kemampuan motorik adalah salah satu kemampuan yang wajib untuk distimulasi dengan benar, salah satu cara untuk menstimulasi kemampuan motorik anak usia 4-5 tahun adalah melalui berbagai macam permainan, maka memilih bentuk permainan yang aman dan bermanfaat menjadi tugas orangtua dan guru. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan motorik kasar anak khususnya koordinasi gerakan mata dan kaki keseimbangan, dan kelincahan serta kekuatan kaki pada anak usia 4-5 tahun di kelompok bermain Tunas Bangsa Marenggeng desa Sindangwangi kabupaten Brebes melalui permainan bakiak. Adapun manfaat dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun melalui permainan bakiak sesuai kemampuan yang dimiliki anak, sehingga kemampuan keseimbangan, dan kelincahan serta kekuatan kaki dapat terstimulasi dengan baik. Subjek penelitian ini adalah usia 4-5 tahun di kelompok bermain Tunas Bangsa Marenggeng desa Sindangwangi kabupaten Brebes, yang berjumlah 6 anak, 3 laki-laki dan 3 perempuan. Hasil peneltian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun, nampak pada siklus I nilai keseimbangan 45% menjadi 65%, kekuatan kaki 50% menjadi 60%, kelincahan 40% menjadi 60%. Pada Siklus II, keseimbangan naik menjadi 85%, kekuatan kaki naik menjadi 80%, kelicahan naik menjadi 80%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa permainan bakiak mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun di kelompok bermain Tunas Bangsa Marenggeng kabupaten Brebes.
Strategi Pengembangan Motorik Anak Usia 5-8 Tahun dan Penanaman Karakter Tanggung Jawab Melalui Tari Nawung Sekar Maria Denok Bekti Agustiningrum; Tjetjep Rohendi Rohidi
Sentra Cendekia Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematangan kemampuan motorik anak usia 5-6 tahun berpengaruh pada perkembangan kemampuan anak secara keseluruhan bahkan di jaman teknologi digital saat ini. Munculnya budaya baru, yang popular dengan nama stay connecting yaitu saat anak menjadi tidak banyak bergerak dan berinteraksi sosial secara nyata dikarenakan setiap pemenuhan kebutuhan sudah dipenuhi oleh teknologi.Fakta budaya baru tersebut menimbulkan permaslahan tidak adanya kegiatan yang mampu menstimulasi kemampuan motorik anak sekaligus mampu menanamkan karakter tanggung jawab menjadi isu yang diangkat pada penelitian ini. Maka metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis digunakan sebagai cara untuk mengurai permaslahan yang ada. Subyek penelitian adalah anak perempuan usia 5-8 tahun yang berlatih tari Nawung Sekar di Yayasan Pamulangan Beksa Sasmita Mardawa Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stimulsi kemampuan motorik anak usia 5-8 tahun mampu terstimulasi dengan baik sekaligus dari proses belajar mengajar tari Nawung Sekar yang dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan mampu menanamkan karakter tanggung jawab. Karakter tersebut muncul dikarenakan adanya pola pembiasaan yang terus-menerus dilakukan selama kurun waktu 1 semester. Maturity of motoric of children aged 5-6 years affects the overall development of children's abilities even in the era of digital technology today. The emergence of a new culture, popularly known as stay connecting, is when children become less mobile and have real social interaction because every fulfillment of their needs has been met by technology. This new cultural fact raises the problem of the absence of activities that are able to stimulate a child's motor skills while being able to instill the character of responsibility into an issue raised in this study. Then the qualitative method with a phenomenological approach is used as a way to parse the existing problems. The subjects of the study were girls aged 5-8 years who practiced the Nawung Sekar dance at the Pamulang Beksa Foundation, Sasmita Mardawa, Yogyakarta. The results of this study indicate that the stimulation of motor skills of children aged 5-8 years can be stimulated well as well as the learning process of Nawung Sekar dance which is carried out continuously and continuously capable of instilling the character of responsibility. The character arises because of the pattern of habituation that is continuously carried out over a period of 1 semester
Mengenal Geometri Melalui Permainan Lompat Geometri Di Kelompok Bermain Miftahul Hidayah Demak Siti Solichah; Marini Marini; Muhammad Sukiram; Maria Denok
Sentra Cendekia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i1.1617

Abstract

Peningkatan kemampuan kognitif anak usia 3-4 tahun bergantung pada pembelajaran dan pembiasaan, cara mengajar di sekolah dan ragam alat pembelajaran yang digunakan juga sangat berpengaruh untuk keberhasilan peningkatan kognitif anak. Fakta yang tejadi di Kelompok Belajar Miftahul Hidayah Demak permasalahannya adalah kurangnya stimulasi perkembangan kognitif anak khususnya dalam mengenal bentuk geometri inilah yang di angkat pada penelitian ini. Maka metode PTK yang digunakan sebagai cara untuk mengurangi permasalahan yang ada. Subjek penelitian adalah 15 anak usia 3-4 tahun yang belajar di Kelompok Bermain Miftahul Hidayah Demak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kemampuan mengenal geometri mampu terstimulasi dengan baik dari proses belajar dengan menggunakan permainan lompat geometri. Hasil ini terlihat setelah proses PTK terlaksana mulai dari proses pra siklus, siklus I sampai siklus II
Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Seni Di Lembaga Paud Maria Denok; Dwi Hardiyanti
Sentra Cendekia Vol 3 No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v3i3.2275

Abstract

Tujuan dari pendidikan Anak Usia Dini adalah sedini mungkin menstimulasi kemampuan yang dimiliki individu agar dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pendekatan yang tepat agar anak usia dini dapat berkembang sesuai yang diharapkan. Beberapa tokoh pendidikan anak Usia Dini memberikan beberapa aturan jelas bagaimana menstimulasi kemampuan anak agar dapat dikembangkan secara utuh termasuk didalamnya karakter. Maka muncul permasalahan, pendekatan apa yang paling tepat untuk dipergunakan dalam pendidikan karakter bagi anak usia dini. Artikel ini akan mengungkapkan secara teori dan beberapa fakta terkait pendidikan Anak Usia Dini dilembaga-lembaga PAUD yang mempergunakan kegiatan seni sebagai cara untuk menanamkan karakter kepada Anak Usia Dini. Kegiatan seni menjadi sebuah pendekatan yang paling tepat dikarenakan sifat dari kegiatan seni yang menyenangkan dan berorentasi pada proses sehingga mampu disesuaikan dengan tumbuh kembang dan kemampuan/bakat Anak Usia Dini..
Penerapan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris pada Anak Usia Dini Studi Kasus di PAUD Al-Ashar Handayani, Arista; Agustiningrum, Maria Denok Bekti; Sukiram, Muhammad
Sentra Cendekia Vol 5 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v5i3.3431

Abstract

This study aims to evaluate audiovisual media's effectiveness in improving English language skills in early childhood at PAUD Al-Ashar. The study employs a Classroom Action Research (CAR) design involving 15 children aged 5-6 years as subjects. Data were collected through direct observation and field notes during the learning process. The results indicate a significant improvement in the children's English language skills, particularly in recognizing basic vocabulary and its context. Audiovisual media has proven effective in creating an interactive and engaging learning environment, which encourages active participation from the children throughout the learning process. This study suggests that early childhood educators consider the implementation of audiovisual media as an effective tool in teaching English.
Dampak Belajar Dari Rumah (BDR) pada Masa Pandemi Covid-19 terhadap Kemampuan Literasi Membaca Anak Usia Dini Muryani, Arlis; Mubaroq, Akhmad Khusni; Bekti Agustiningrum, Maria Denok; Wirahno, Dewi Nugrahastuti
Sentra Cendekia Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v3i1.2016

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi keadaan luar biasa yang menimbulkan dampak pada jenjang PAUD. Pelaksanaan pembelajaran yang awalnya menggunakan sistem tatap muka harus diubah menjadi pendidikan jarak jauh yang disebut Belajar Dari Rumah (BDR). Pelaksanaan BDR ini merupakan kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pendekatan dan jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif desktiptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan sejumlah dampak BDR terhadap kemampuan literasi membaca Anak Usia Dini (AUD). Subjek penelitian ini adalah guru dan orang tua peserta didik kelas B di TK IT Al-Hikmah 2 Semarang. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tiga temuan, yaitu (1) BDR yang berkualitas dipengaruhi oleh penguasaan guru dalam penggunaan teknologi dan kolaborasi yang baik antara peserta didik, guru, dan orang tua, (2) kemampuan literasi membaca AUD mengalami penurunan sebanyak 91,6% selama BDR, (3) BDR menimbulkan dampak negatif pada AUD antara lain (1) anak cepat marah dan bosan, (2) anak kecanduan hp, (3) anak merasa sendirian, (4) anak kurang disiplin, (5 ) penurunan kemampuan literasi membaca AUD, dan (6) belum tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan demikian, adanya hasil penelitian ini dapat dijadikan kajian evaluasi dalam pelaksanaan BDR di PAUD.
Peningkatan Kemampuan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Metode Bermain Peran Dengan Media Boneka Tangan Di Tk Dharma Wanita Randurejo 4 Laila, Nurul; Bekti Agustiningrum, Maria Denok; Wirahno, Dewi Nugrahastuti
Sentra Cendekia Vol 6 No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v6i1.3394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode bermain peran dengan menggunakan media boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Randurejo 4. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 3-4 tahun di TK Dharma Wanita Randurejo 4 yang berjumlah sebanyak 12 anak. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Randurejo 4 dapat di tingkatkan memalui metode bermain peran menggunakan boneka tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap prasiklus diperoleh hasil sebesar 35%, hasil tersebut kemudian naik menjadi 58% pada siklus dan pada siklus II diperoleh hasil sebesar 94%, hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun meningkat melalui metode bermain peran menggunakan media boneka tangan.
Peningkatan Kemampuan Berbahasa Jawa Melalui Media Kartu Gambar pada Anak Usia 4-5 Tahun Di TKIT Manbauth Thoyyibah Sindhi, Sindhi; Agustiningrum, Maria Denok Bekti; Wirahno, Dewi Nugrahastuti
Sentra Cendekia Vol 6 No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v6i1.3397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa melalui media kartu gambar pada anak usia 4-5 tahun di TKIT Manbauth Thoyyibah Sempurejo Jambangan Mondokan Sragen Tahun Ajaran 2023/2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbahasa Jawa pada anak usia 4-5 tahun TKIT Manbauth Thoyyibah Sempurejo, Jambangan, Mondokan, Sragen. Metode Penelitian Ini Menggunakan Metode Penelitian tindakan kelas atau PTK, Penelitian tindakan kelas (PTK) ini memiliki dua siklus dan terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian melibatkan tujuh anak laki-laki dan empat belas anak perempuan dari TKIT Manbauth Thoyyibah yang berusia antara empat dan lima tahun. Keberhasilan penelitian tercapai jika 75% anak-anak yang menggunakan kartu bergambar mengatakan bahwa mereka lebih mahir berbicara bahasa Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan kartu bergambar meningkatkan kemampuan berbicara Jawa. Hasil observasi pra tindakan menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Jawa anak mengalami peningkatan. Rata-rata anak memperoleh nilai 0%, dengan peningkatan 20% pada siklus I pertemuan dan 38% pada siklus I pertemuan 2. Untuk perkembangan, peningkatan pada siklus II pertemuan 1 sebesar 52% dan peningkatan pada siklus II pertemuan 2 sebesar 86%. Oleh karena itu, media kartu bergambar di TKIT Manbauth Thoyyibah sangat membantu anak-anak berusia empat hingga lima tahun belajar bahasa Jawa.
Dampak Belajar Dari Rumah (BDR) Pada Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Kemampuan Literasi Membaca Anak Usia Dini Muryani, Arlis; Mubaroq, Akhmad Khusni; Agustiningrum, Maria Denok Bekti; Wirahno, Dewi Nugrahastuti
Sentra Cendekia Vol 3 No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v3i1.2003

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi keadaan luar biasa yang menimbulkan dampak pada jenjang PAUD. Pelaksanaan pembelajaran yang awalnya menggunakan sistem tatap muka harus diubah menjadi pendidikan jarak jauh yang disebut Belajar Dari Rumah (BDR). Pelaksanaan BDR ini merupakan kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pendekatan dan jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif desktiptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan sejumlah dampak BDR terhadap kemampuan literasi membaca Anak Usia Dini (AUD). Subjek penelitian ini adalah guru dan orang tua peserta didik kelas B di TK IT Al-Hikmah 2 Semarang. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tiga temuan, yaitu (1) BDR yang berkualitas dipengaruhi oleh penguasaan guru dalam penggunaan teknologi dan kolaborasi yang baik antara peserta didik, guru, dan orang tua, (2) kemampuan literasi membaca AUD mengalami penurunan sebanyak 91,6% selama BDR, (3) BDR menimbulkan dampak negatif pada AUD antara lain (1) anak cepat marah dan bosan, (2) anak kecanduan hp, (3) anak merasa sendirian, (4) anak kurang disiplin, (5 ) penurunan kemampuan literasi membaca AUD, dan (6) belum tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan demikian, adanya hasil penelitian ini dapat dijadikan kajian evaluasi dalam pelaksanaan BDR di PAUD.