Articles
Determinan atas Stubben Earning Management Model: Perspektif Teori Pensinyalan
Melly Roosmayani;
Nurmala Ahmar
Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP) Vol 4 No 01 (2017)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (534.639 KB)
|
DOI: 10.35838/jrap.2017.004.01.5
ABSTRACT The purpose of this research is to examine the factors that affect earning management in firms that registered in Indonesian Stock Exchange during five years 2010-2014. Determination of the sample in this study carried out purposive sampling. This study involved 14 companies listed on the Indonesian Stock Exchange to take 5 years of research starting from the year 2010-2014. The factors examined are leverage, profitability and free cash flow. This study adopts the research conducted by Stubben (2010) where there are two measurements model is the discretionary revenue model consists of revenue model and conditional revenue model. Tools of analysis used moderate regression analysis. Research results show that leverage had no effect on earning management revenue model but leverage had effect on earning management conditional revenue model. Profitability and free cash flow had no effect on earning management revenue model and conditional revenue model. Interaction between free cash flow and leverage and interaction between free cash flow and profitability had no effect on earning management revenue model and conditional revenue model. The contribution of this research is debt asset ratio and conditional revenue model could give the signal to shareholder that management decrease practice earning management. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor faktor yang mempengaruhi praktik manajemen laba pada perusahaan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2010-2014. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Penelitian ini melibatkan 14 perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dengan mengambil 5 tahun penelitian mulai tahun 2010-2014. Faktor faktor yang diuji adalah leverage, profitabilitas dan arus kas bebas. Penelitian ini mengadopsi pada penelitian yang dilakukan oleh Stubben (2010) dimana terdapat dua model pengukuran revenue discretionary model yang terdiri dari revenue model dan conditional revenue model. Alat analisis yang digunakan adalah moderate regresi analisis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: leverage tidak berpengaruh terhadap manajemen laba revenue model tetapi leverage berpengaruh terhadap praktik manajemen laba conditional revenue model. Profitabilitas dan arus kas bebas tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba baik revenue model maupun conditional revenue model. Interaksi antara arus kas bebas dengan leverage dan interaksi antara arus kas bebas dengan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba baik revenue mode maupun conditional revenue model. Kontribusi penelitian ini dapat menunjukkan bahwa hubungan debt to asset ratio dengan conditional revenue model memberikan signal kepada para pemilik saham dimana manajemen mengurangi praktik manajemen laba terhadap suatu perusahaan. JEL Classification: M41, C39
Independensi, Kompetensi, Pengalaman, Gender dan Kualitas Hasil Reviu Auditor Badan Pemeriksa Keuangan di Indonesia
Tum Adriani Sucipto;
Nurmala Ahmar
Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP) Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.933 KB)
|
DOI: 10.35838/jrap.2017.004.02.14
ABSTRACT This study aims to provide empirical evidence and analyze independence, competence, work experience and gender on the quality of LHP study results. The population of this study is a reviewer in the Main Inspectorate of BPK and staff outside the main Inspectorate unit that has revised LHP. The sample in this study was 56 reviewer. The data in this study is the primary data obtained from the answers of questionnaires given to the respondents. Hypothesis testing is done by using multiple regression which has previously tested the validity, reliability and test of classical principle. Test results show achievement and results. Further research can test based on gender groups to find out evidence of experience as a determinant of the quality of the results of the study. This is done with consideration based on the samples tested, where the number of male and female smoothes is not much different, the experience is not proven by the review results. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris dan menganalisis pengaruh independensi, kompetensi, pengalaman kerja dan gender terhadap kualitas hasil reviu LHP. Populasi penelitian ini adalah pereviu di lingkungan Inspektorat Utama BPK dan pegawai di luar unit Inspektorat Utama yangpernah melakukan reviu atas LHP. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 auditor pereviu. Data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari jawaban kuesioner yang diberikan kepada responden. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan regresi berganda yang sebelumnya telah diuji validitas, reliabilitas dan uji asumsi klasik. Hasil pengujian menunjukkan independensi dan kompetensi mempengaruhi kualitas hasil reviu, namun pengalaman dan gender tidak berpengaruh terhadap kualitas hasil reviu. Penelitian mendatang dapat melakukan pengujian berdasarkan kelompok gender agar diketahui bukti pengaruh pengalaman sebagai determinan kualitas hasil reviu. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan berdasarkan sampel yang diuji, dimana jumlah smapel pria dan wanita tidak jauh berbeda, pengalaman tidak terbukti mempengaruhi hasil reviu. JEL Classification: H83, G28
Dampak Implementasi International Financial Reporting Standard Pada Penyajian Other Comprehensive Income Perusahaan Perdagangan, Jasa, dan Investasi di Indonesia
Denny Rianto;
Nurmala Ahmar
Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP) Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35838/jrap.2018.005.01.2
ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the presentation of other comprehensive income and its components in the trade, service and investment industries after the implementation of the International Financial Reporting Standard in Indonesia. The sample is the trade, service and investment industry sectors listed in Indonesia Stock Exchange 2012-2015. Other Comprehensive Income (OCI) shall be presented separately in the statements of income since 2013 and re-review for 2012 on the reporting of the relevant year. The components presented include asset revaluation, translation of foreign currency financial statements to reporting currency, actuarial changes in defined benefit obligations, changes in fair value in available-for-sale investments, fair value changes to current, joint and joint venture hedges. The result of the research shows that there is difference of presentation value of other comprehensive comprehensive component. Future research can examine the antecedents and consequent accounts of OCI components in public companies in Indonesia. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penyajian other comprehensive income dan komponennya pada industri perdagangan, jasa, dan investasi pasca penerapan International Financial Reporting Standard di Indonesia. Sampel adalah sektor industri perdagangan, jasa, dan investasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2015. Other Comprehensive Income (OCI) wajib disajikan secara terpisah pada laporan laba rugi sejak tahun 2013 dan saji ulang untuk tahun 2012 pada pelaporan tahun yang besangkutan. Komponen yang disajikan mencakup revaluasi aset, penjabaran laporan keuangan mata uang asing ke mata uang pelaporan, perubahan aktuarial dalam imbalan kerja manfaat pasti, perubahan nilai wajar dalam investasi yang tersedia untuk dijual, perubahan nilai wajar terhadap lindung nilai arus, asosiasi dan ventura bersama. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nilai penyajian komponen other comprehensive income. Riset mendatang dapat meneliti anteseden dan konsekuen akun komponen OCI pada perusahaan public di Indonesia. JEL Classification: M41, M48
Klasifikasi “BUKU” (Bank Umum Kegiatan Usaha) dan Determinan Kinerja Keuangan Bank
Juwita Citrawati;
Nurmala Ahmar
Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP) Vol 5 No 02 (2018)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35838/jrap.2018.005.02.22
ABSTRACT This study aims to analyze the effect of CAR (Capital Adequacy Ratio), LDR (Loan to Deposit Ratio), NPL (Non Performing Loan) and bank size. The size of the bank is measured by the BUKU classification. Measurements with the BUKU classification (Commercial Banks Business Activities) are still not carried out by many other researchers. The technique of measuring size with BUKU classification is done using a dummy variable. which is measured by the BUKU classification. Measurements with the BUKU classification (Commercial Banks Business Activities), are still not done by many other researchers. The number of samples was analyzed for 96 data years. Testing is done by multiple regression tests. The results showed that CAR, NPL, and BUKU Size had an effect on ROA, and LDR had no effect on ROA. Suggestions for future researchers, regulatory factors that differentiate bank products and services are taken into consideration in influencing bank profitability. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CAR (Capital Adequacy Ratio), LDR (Loan to Deposit Ratio), NPL (Non Performing Loan) dan size bank. Ukuran bank diukur dengan klasifikasi BUKU. Pengukuran dengan klasifikasi BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) masih belum banyak dilakukan oleh peneliti lain. Teknik pengukuran size dengan klasifikasi BUKU dilakukan dengan menggunakan variabel dummy yang diukur dengan klasifikasi BUKU. Pengukuran dengan klasifikasi BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) masih belum banyak dilakukan oleh peneliti lain. Jumlah sampel dianalisis sebanyak 96 data tahun. Pengujian dilakukan dengan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan CAR, NPL, dan Ukuran BUKU berpengaruh terhadap ROA, dan LDR tidak berpengaruh terhadap ROA. Saran bagi peneliti selanjutnya, faktor-faktor regulasi yang membedakan produk dan layanan bank dijadikan pertimbangan dalam pengaruh terhadap profitabilitas bank. JEL Classification: L25, G21
Determinan Nilai Perusahaan Publik di Indonesia dan Filipina dengan Kepemilikan Institusional sebagai Pemoderasi
Mia Julia Putri;
Nurmala Ahmar
Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP) Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35838/jrap.2019.006.01.5
ABSTRACT Firm value is one the management's standard in managing the business. This study aims to scrutinize about determination value of enterprise public in indonesia and the philippines to the ownership of institutional as a moderator. Sample used in this research was the company into an LQ45 index in Indonesia and an PSEi30 index in the Philippines. Technique analysis the data used was structural equation modelling-partial least square (SEM-PLS) using warppls 6.0. It is also done analysis multigroup to see if there is a difference in the influence of profitability, the solvability and the size of the company on the companies in Indonesia and the Philippines. The results of testing shows that its satisfactory profitability as to depend on the value of enterprise in Indonesia and the Philippines. The solvability has not been affecting the value of enterprise in Indonesia and the Philippines. For variables the size of the company, or is the size of the striking result. It is to depend on the value of enterprise in the Philippines, while in Indonesia do not affect the size of the company. Following the completion of variable moderation or testing by adding the results showed that in Indonesia, institutional ownership capable of moderating influence on the perceived value of the company profitability, while in the Philippines ownership of moderating the influence of institutional capable of reducing the size of the company on the perceived value of the company. The results of the analysis multigroup show there is a difference of determination value of enterprise in Indonesia and the Philippines to the ownership of institutional as an moderation variable. ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk meneliti mengenai determinasi nilai perusahaan publik di Indonesia dan Filipina dengan kepemilikan institusional sebagai pemoderasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang masuk ke dalam indeks LQ45 di Indonesia dan indeks PSEi30 di Filipina. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modelling-partial Least Square (SEM-PLS) dengan menggunakan program WarpPLS 6.0. analisis multigrup untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh profitabilitas, solvabilitas dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan di Indonesia dan Filipina. Hasil pengujian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan di Indonesia dan Filipina. Solvabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan di Indonesia dan Filipina. Untuk variabel ukuran perusahaan, hasil yang didapatkan adalah ukuran berpengaruh terhadap nilai perusahaan di Filipina, sedangkan di Indonesia ukuran perusahaan tidak berpengaruh. Setelah dilakukan pengujian dengan menambahkan variabel moderasi didapatkan hasil bahwa di Indonesia, kepemilikan institusional mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan, sedangkan di Filipina kepemilikan institusional mampu memoderasi pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Hasil analisis multigrup menunjukkan terdapat perbedaan determinasi nilai perusahaan di Indonesia dan Filipina dengan kepemilikan institusional sebagai pemoderasi. JEL Classification: M40, G30
Pengukuran Kinerja Perbankan Syariah Berbasis Maqashid Syariah Index Bank Syariah di Indonesia : Abdul Majid Najjar Versus Abu Zahrah
Rudi Setiyobono;
Nurmala Ahmar;
Darmansyah
Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP) Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35838/jrap.2019.006.02.21
ABSTRACT This study aims to analyze the performance of Islamic Banking (iB) in Indonesia through the maqashid shariah index approach. Performance appraisal on Islamic Banking (iB) is generally done through financial performance measurements without including non-financial performance measurements. This study measures the performance of Islamic Banking (iB) through a broader approach to sharia principles by using the concept of maqashid shariah index proposed by Abu Zahrah and Abdul Majid Najjar. This type of research is quantitative descriptive. The object of the research conducted is Bank Umum Syariah (BUS) that operate nationally in Indonesia and are registered with Otoritas Jasa Keuangan (OJK). The type of data used is secondary data in the form of financial reports and annual reports obtained from the official websites of each bank Period 2014 to 2018. By using the maqashid shariah index and the SAW (Simple Additive Weigting) method, it can be concluded that the performance value of MSI of Bank Muamalat Syariah Indonesia (BSMI) in 2014-2018 approach to the concept of Abu Zahrah on average was 35.64%, while the performance value of MSI of BMSI in the same periode with the AM Najjar concept approach the average is 30.56%. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Perbankan Syariah (iB) di Indonesia melalui pendekatan maqashid shariah index. Penilaian kinerja Perbankan Syariah (iB) umumnya dilakukan melalui pengukuran kinerja secara keuangan tanpa mengikutsertakan pengukuran kinerja non keuangan. Penelitian ini mengukur kinerja Perbankan Syariah (iB) melalui pendekatan prinsip-prinsip syariah secara lebih luas dengan menggunakan konsep maqashid shariah index yang dikemukakan oleh Abu Zahrah dan Abdul Majid Najjar.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Objek dari penelitian yang dilakukan adalah bank umum syariah (BUS) yang beroperasi secara nasional di Indonesia dan terdaftar pada otoritas jasa keuangan (OJK. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan dari situs resmi masing masing bank Periode tahun 2014 sampai 2018. Dengan menggunakan maqashid shariah index dan metode SAW (Simple Additive Weigting), dapat disimpulkan bahwanilai Kinerja MSI Bank Muamalat Syariah Indonesia (BMSI) tahun 2014-2018 pendekatan konsep Abu Zahrah rata-rata adalah sebesar 35.64%. Sedangkan nilai kinerja MSI periode yang sama dengan pendekatan konsep AM Najjar rata-rata adalah sebesar 30.56%. JEL Classification: M41, Z12
Implementasi Standar Akuntansi Keuangan Tax Amnesty (Psak 70): Cermin Kepatuhan Pajak
Nurmala Ahmar
Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP) Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35838/jrap.2019.006.02.22
ABSTRACT The Financial Services Authority (OJK) stipulates that tax amnesty ends on March 31, 2017. The institution claims the program is able to improve banking liquidity. This study aims to investigate the effectiveness of the implementation of the tax amnesty program which is regulated by the presentation of the report based on PSAK 70. The sample is 93 companies from 5 financial institutions. These financial institutions are banks, insurance, financial institutions, securities, and other investment companies. The observation period was carried out during 2016. The results of the study found that more banking financial institutions did not participate in the tax amnesty program than those who participated. The same thing was found in financial institutions. Securities companies and other financial institutions were found to have greater participation, while insurance companies were found to have balanced participation. The results of these studies can be the basis of policy regarding recurring policies related to tax amnesty in Indonesia because participation from the banking sector in terms of implementation of PSAK 70 is still dominated by non-participation status. ABSTRAK Otoritas Jasa Keuangan menetapkan bahwa pengampunan pajak yang berakhir pada 31 Maret 2017. Institusi tersebut mengklaim program tersebut mampu memperbaiki likuiditas perbankan. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi efektifitas implementasi program pengampunan pajak yang diatur penyajian laporannya perdasarkan PSAK 70. Sampel adalah 93 perusahaan dari 5 lembaga keuangan. Lembaga keuangan tersebut adalah bank, asuransi, lembaga pembiayaan, sekuritas, dan perusahaan invstasi lainnya. Masa observasi dilakukan selama tahun 2016. Hasil penelitian menemukan bahwa lembaga keuangan perbankan lebih banyak yang tidak berpartisipasi pada program tax amnesty dibandingkan yang berpartisipasi. Hal yang sama ditemukan pada lembaga pembiayaan. Perusahaan sekuritas dan lembaga keuangan lain ditemukan memiliki partisipasi lebih besar, sedangkan perusahaan asuransi ditemukan memiliki partisipasi yang berimbang. Hasil penelitian tersebut dapat menjadi dasar kebijakan tentang kebijakan berulang terkait tax amnesty di Indonesia karena partisipasi dari sector perbankan ditinjau dari implementasi PSAK 70 masih didominasi status tidak berpartisipasi dan dengan kata lain kepatuhan pajak yang diukur daripartisipasi tax amnesty masih belum optimum. JEL Classification: H21, G32, M41
MENELISIK PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN ASET BIOLOGIS MELALUI SEBUAH LITERATUR REVIEW
Abdul Kohar;
Suratno Suratno;
Tri Widyastuti;
Nurmala Ahmar;
Zulkifli Zulkifli
JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8, No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34204/jiafe.v8i2.4742
ABSTRAKPenelitian ini memiliki tujuan untuk menelaah penelitian-penelitian terdahulu mengenai pengaruh ukuran perusahaan terhadap luasnya pengungkapan aset biologis pada perusahaan agrikultur di Indonesia. Pada peneltian ini, literatur yang digunakan untuk proses penelaahan diperoleh dari berbagai database dan tersedia naskahnya. Diperoleh 15 artikel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sehingga artikel dapat ditelaah lebih lanjut. Hasil penelitian pada studi ini menunjukkan bahwa pengungkapan aset biologis menjadi bentuk konfirmasi atas tanggung jawab perusahaan yang berukuran besar. Oleh karena itu perusahaan yang berukuran besar memiliki jangkauan koneksi lebih luas perlu melakukan pengungkapan aset biologis secara terperinci untuk menjamin keandalan laporan keuangannya.ABSTRACTThis study aims to analyze the influence of public accountant firm size, firm size, liquidity, profitability, solvability, and audit tenure to audit delay. The population of this study are trade, service, and investment companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2020. Sample selection method used is purposive sampling and obtained 62 companies in the 2019-2020 period. Data are analyzed using multiple linear regression. The results of the study show that public accounting firm size, profitability, solvency, and audit tenure have an effect on audit delay, while KAP size and liquidity have no effect on audit delay. The implication of this research is that one of the companies can consider the size of the public accounting firm, especially when changing auditors to avoid audit delay.
Implementasi Industri 4.0 dan Aplikasi Lamikro Untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah
Nurmala Ahmar;
Diah Ekaningtyas;
Nanang Shonhadji
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.206 KB)
|
DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.01.2
Abstrak Revolusi industri bukan hanya dari sisi teknologi mesin tetapi juga berkembang ke teknologi informasi, seperti internet dan aplikasi. Usaha mikro berkembang pesat seiring perkembangan teknologi. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melansir sebanyak 3,79 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (EMKM) sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku EMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta. Mendukung perkembangan tersbut Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan Standar Akuntansi Entitas Menengah Kecil tahun 2016 dan efektif berlaku Januari 2018. Kemenkop UKM menindaklanjuti pemberlakuan standar tersebut dengan menerbitkan aplikasi penyusunan laporan keuangan mikro dengan nama Lamikro (Laporan Keuangan Mikro) pada Oktober 2017. Sampai dengan September 2018 Lamikro telah diunduh lebih dari 5000 pengunduh. Kemudahan, kesederhaan dan fleksibilitas aplikasi tersebut menarik pelaku usaha untuk memanfaatkannya. Implementasi Lamikro pada capaian angka tersebut belum dikatakan berhasil jika dibandingkan dengan 3,79 juta pelaku usaha yang menggunakan platform online apalagi jika dbandingkan dengan 59 juta pelaku usaha mikro di Indonesia. Artikel esai ini bertujuan untuk menggali potensi penggunakan Lamikro dan menawarkan alternatif-alternatif solusi agar implementasi Lamikro berjalan dengan efektif. Abstract The industrial revolution was not only in terms of machine technology but also developed into information technology, such as the internet and applications. Micro businesses are growing rapidly along with technological developments. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) launched a total of 3.79 million micro, small and medium enterprises (MSMEs) that have used online platforms to market their products. This number is around 8 percent of the total MSME players in Indonesia, which is 59.2 million. Supporting the development of the Indonesian Institute of Accountants issued the Accounting Standards for Small Medium Enterprises in 2016 and effective January 2018. The UKM Ministry of Cooperatives followed up on the implementation of the standard by issuing applications for the preparation of microfinance reports under the Lamikro (Microfinance Report) in October 2017. September 2018 Lamikro has been downloaded more than 5000 downloaders. Convenience, simplicity and flexibility of the application attracts business people to use it. Lamikro's implementation on the achievement of these figures has not been said to be successful when compared to the 3.79 million business people who use online platforms especially if compared to 59 million micro-entrepreneurs in Indonesia. This essay aims to explore the potential of using Lamikro and offer alternative solutions so that the implementation of Lamikro effectively.
Aplikasi EFA (Excel For Accounting) untuk Laporan Keuangan Pesantren
Nurmala Ahmar
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (555.879 KB)
|
DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.02.09
Abstrak Pedoman Akuntansi Pesantren diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia pada Mei 2018. Berdasarkan data Kementerian Keagamaan Republik Indonesia (Kemenag RI) terdapat total sebanyak belasan juta santri dan mendekati angka tiga puluh ribu pondok pesantren di berbagai wilayah se-Indonesia. Salah satu program untuk mendorong adalah peningkatan tata kelola yang baik di lingkungan pesantren melalui tersedianya laporan keuangan yang memenuhi standar akuntansi yang diterima secara luas dan diterima berbagai pihak. Artikel ini menyumbangkan karya pengabdian dalam bentuk pelatihan akuntansi pesantren dengan aplikasi EFA untuk memidakan penyusunan laporan keuangan pesantren. Kata Kunci: aplikasi program, excel for accounting, akuntansi pesantren, laporan aktivitas. Abstract Pedoman Akuntansi Pesantren Published by the Ikatan Akuntan Indonesia in May 2018. Based on data from kementerian Agama republik Indonesia, there are a total of tens of millions of students and a count of thirty thousand Islamic boarding schools in various regions throughout Indonesia. One of the programs to encourage is the improvement of good governance in the pesantren environment through financial reportsthat meet accounting standards that are widely accepted and accepted by various parties. This article contributed dedication work in the form of Islamic boarding school accounting training with the EFA application for preparing Islamic boarding school financial reports. Keywords: software, excel for accounting, pesantren, activity report accounting.