Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Efektifitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Berbantu Prezi di SMP Dani, Eka Yuni Mawar; Rahmawati, Noviana Dini; Aini, Aurora Nur
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v5i1.13918

Abstract

Keberhasilan belajar peserta didik salah satunya dipengaruhi oleh keterlibatan guru dalam kegiatan pembelajaran. Namun, guru masih menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi pembelajaran. Kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran matematika sebagai berikut: (1) kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran matematika (2) pembelajaran matematika menjadi momok yang menakutkan (3) model pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi, terkesan monoton dan cara mengajar guru yang teacher centered (4) kurangnya motivasi guru untuk melakukan inovasi model pembelajaran dan media pembelajaran. Tujuan penelitian dilakukan yaitu untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran PBL dan DL berbatu media Prezi terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitan yang dilakukan merupakan salah satu penelitian eksperimen yaitu Quasi Eksperimen (Eksperimen semu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat perbedaan efektifitas menggunakan model pembelajaran PBL dan DL (2) Efektifitas menggunakan model pembelajaran PBL lebih baik dari pada pembelajaran konvensional (3) Efektifitas menggunakan model pembelajaran DL lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional (4) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar menggunakan model pembelajaran PBL dengan DL (5) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran PBL dapat mencapai ketuntasan individu dan klasikal (6) Hasil pembelajaran siswa yang menggunakan model pembelajaran DL dapat mencapai ketuntasan individu tetapi belum mencapai ketuntasan klasikal.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Pada Materi Relasi dan Fungsi Ditinjau dari Self-Efficacy Siswa Fairuzia, Kamelia Nahar; Harun, Lukman; Aini, Aurora Nur
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 5 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v5i5.16416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis materi relasi dan fungsi pada siswa dengan self efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penentuan subjek penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling atau dapat diartikan sebagai pemilihan sampel disesuaikan dengan tujuan tertentu. Pertimbangan dalam menentukan subjek penelitian didasarkan hasil kuesioner atau angket self-efficacy yang sebelumnya sudah disebar ke-28 siswa kelas VIII A SMP Negeri Tersono. Kemudian ke-28 siswa tersebut dikelompokkan berdasarkan tingkat self-efficacy nya. Persentase hasil angket yang diperoleh yaitu: 46.4% siswa dengan self-efficacy tinggi, 28.6% siswa dengan self efficacy sedang, dan 25% siswa dengan self-efficacy rendah, maka selanjutnya dipilih 1 siswa disetiap kategori sebagai subjek utama penelitian. Instrumen penelitian ini adalah angket skala self-efficacy, tes tertulis komunikasi matematis, serta wawancara berbasis tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan self-efficacy tinggi memiliki kemampuan komunikasi matematis yang tinggi dikarenakan secara umum sudah memenuhi ketiga aspek indikator komunikasi matematis yaitu: written text, drawing dan mathematical expression,(2) subjek dengan self-efficacy sedang memiliki kemampuan komunikasi matematis yang sedang dikarenakan hanya cukup memenuhi 2 aspek yaitu written text dan mathematical expression,(3) subjek dengan self efficacy rendah memiliki kemampuan komunikasi matematis yang rendah dikarenakan secara umum belum memenuhi ketiga aspek komunikasi matematis.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Pada Materi Relasi dan Fungsi Ditinjau dari Self-Efficacy Siswa Fairuzia, Kamelia Nahar; Harun, Lukman; Aini, Aurora Nur
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2024): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v6i1.16784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis materi relasi dan fungsi pada siswa dengan self efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penentuan subjek penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling atau dapat diartikan sebagai pemilihan sampel disesuaikan dengan tujuan tertentu. Pertimbangan dalam menentukan subjek penelitian didasarkan hasil kuesioner atau angket self-efficacy yang sebelumnya sudah disebar ke-28 siswa kelas VIII A SMP Negeri Tersono. Kemudian ke-28 siswa tersebut dikelompokkan berdasarkan tingkat self-efficacy nya. Persentase hasil angket yang diperoleh yaitu: 14% siswa dengan self-efficacy tinggi, 68% siswa dengan self efficacy sedang, dan 18% siswa dengan self-efficacy rendah, maka selanjutnya dipilih 1 siswa disetiap kategori sebagai subjek utama penelitian. Instrumen penelitian ini adalah angket skala self-efficacy, tes tertulis komunikasi matematis, serta wawancara berbasis tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan self-efficacy tinggi memiliki kemampuan komunikasi matematis yang tinggi dikarenakan secara umum sudah memenuhi ketiga aspek indikator komunikasi matematis yaitu: written text, drawing dan mathematical expression,(2) subjek dengan self-efficacy sedang memiliki kemampuan komunikasi matematis yang sedang dikarenakan hanya cukup memenuhi 2 aspek yaitu drawing dan mathematical expression,(3) subjek dengan self efficacy rendah memiliki kemampuan komunikasi matematis yang rendah dikarenakan secara umum belum memenuhi ketiga aspek komunikasi matematis.
Pengembangan Bahan Ajar Leaflet Berdasarkan Teori Bruner Berbasis Android untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Fu'jiyat, Noor; Kusumaningsih, Widya; Aini, Aurora Nur
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v5i2.13723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan ajar leaflet dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI OTKP 1 dan XI OTKP 2 yang dipilih secara acak. Data penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari rata-rata nilai pre-test, post-test, dan N-Gain. Kemudian dianalisis dengan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji t, dan Uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai N-Gain kelas kontrol 0,3 sedangkan untuk kelas eksperimen 0,8. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan bahan ajar leaflet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi program linear.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Model Pembelajaran Pair Check Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas VII Kurniawati, Wahyu; Supandi, Supandi; Aini, Aurora Nur
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 5 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i5.6665

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan pentingnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah model pembelajaran Problem Based Learning dan pair check. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifitas Problem Based Learningdengan pair checkterhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Metode penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design. Pengambilan sampel dengan teknik Cluster Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri7Purwodadi. Sampel penelitian kelas VII B sebagai kelas dengan model pembelajaran pair check, kelas VII D sebagai kelas denganmodel pembelajaranProblem Based Learningdan kelas VII C sebagai kelas konvensional. Data penelitian ini diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis matematis. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perhitungan anava satu arah dilanjutkan dengan uji Scheffe’ dan uji regresi untuk mengetahui besar pengaruhnya. Kesimpulan dari hasil pengolahan data tersebut adalah. 1) Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis matematissiswa yang mengikuti pembelajaran dengan modelpembelajaran problem based learning, pair check dan konvensional. 2) model pembelajaranProblem Based Learninglebih baik dari pendekatan konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis matematissiswa. 3) model pembelajaran pair checklebih baik dari pendekatan konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. 4) Kemampuan berpikir kritissiswa dengan menggunakan model pembelajaranProblem Based Learning dengan model pembelajaran pair checkmencapai KKM.5) Terdapat pengaruhkeaktifan siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learningdan pair check.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantu Prezi Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Materi Trigonometri Kelas X di SMK Negeri 4 Pati Harmin, Sekar; Prayito, Muhammmad; Aini, Aurora Nur
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 4 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v5i4.16075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantu prezi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini dilakukan karena kemampuan pemecahan masalah siswa di indonesia masih rendah. Model pembelajaran Problem Based Learning berbantu prezi menjadi solusi untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah. populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 4 Pati. Sampel dari penelitian ini adalah kelas X farmasi-1 dan X farmasi-2 dengan masing-masing berjumlah 34 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah memberikan tes tertulis dan dokumentasi. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Test Post-Test. Analisis data yang digunakan yaitu dengan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Regresi Linier dan Uji Independent Sample T-Test. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini yaitu; (1) terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantu prezi terhadap kemampuan pemecahan masalah metematis siswa. (2) model pembelajaran Problem Based Learning berbantu prezi lebih baik dari pada model pembelajaran Konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah. 
PROFIL KESALAHAN SISWA DALAM PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN NEWMAN’S ERROR ANALYSIS (NEA) DITINJAU DARI KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS Kurniawati, Erni; Dwijayanti, Ida; Aini, Aurora Nur
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v6i1.3335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesalahan siswa dalam penyelesaian masalah matematika berdasarkan Newman’s Error Analysis (NEA) ditinjau dari kemampuan koneksi matematis tinggi, sedang dan rendah. Pelaksanaan penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Binangun. Subjek pada penelitian ini 6 siswa, 2 siswa dengan kemampuan koneksi matematis tinggi, 2 siswa dengan kemampuan koneksi matematis sedang dan 2 siswa dengan kemampuan koneksi matematis rendah yang diambil dari kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Binangun. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah purposive sampling. Untuk memperoleh data dilakukan tes kemampuan koneksi matematis dan tes penyelesaian masalah matematika dengan tahapan Newman berupa soal uraian materi eksponensial kemudian dilakuakn wawancara terhadap subjek. Identifikasi kesalahan siswa berdasarkan Newman diklasifikasikan kedalam 5 jenis yaitu kesalahan membaca (decoding), kesalahan memahami masalah (comprehension), kesalahan transformasi (transformation), kesalahan kemampuan memproses (process skill), kesalahan penulisan jawaban (encoding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan koneksi matematis tinggi melakukan kesalahan membaca dan kesalahan penulisan jawaban. Siswa dengan kemampuan koneksi matematis sedang melakukan kesalahan kemampuan memproses dan kesalahan penulisan jawaban. Sementara untuk siswa dengan kemampuan koneksi matematis rendah melakukan kesalahan membaca, kesalahan kemampuan memproses dan kesalahan penulisan jawaban.
Students' Mathematical Literacy Ability in Comparative Material Viewed from Students' Reasoning Ability Utami, Namira Putri; Purwati, Heni; Aini, Aurora Nur
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2022.12.2.11887

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika pada materi perbandingan berdasarkan kemampuan penalaran siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan sampel siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Bodeh yang dipilih dengan cara purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa dengan 2 siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi, 2 siswa yang memiliki kemampuan penalaran sedang, dan 2 siswa yang memiliki kemampuan penalaran. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukung yang digunakan adalah soal tes dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan tes, wawancara, serta dokumentasi untuk mengabadikan hal-hal penting yang berkaitan dengan penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan penalaran tinggi berada pada level 5 kemampuan literasi matematis, siswa dengan kemampuan penalaran sedang berada pada level 4 kemampuan literasi matematis, dan siswa dengan kemampuan penalaran rendah berada pada level 2 kemampuan literasi matematis. AbstractThis study aims to describe the ability of mathematical literacy in comparative material based on students' reasoning ability. The research method used was descriptive qualitative with a sample of grade VII G students of SMP Negeri 1 Bodeh selected by purposive sampling. The research subjects were 6 students with 2 students who had high reasoning ability, 2 students who had medium reasoning ability, and 2 students who had reasoning ability. The main instruments in this study are the researchers themselves and the supporting instruments used are test questions and interview guidelines. The data collection techniques used in this study are tests, interviews, and documentation to capture important matters related to the research. Data analysis techniques are carried out in 3 stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The technique of checking the validity of the data uses source triangulation. The results showed that students with high reasoning ability are at level 5 mathematical literacy ability, students with medium reasoning ability are at level 4 mathematical literacy ability, and students with low reasoning ability are at level 2 mathematical literacy ability.
Analysis Of Student’s Reflective Thinking Ability In Solving PISA Based Mathematic Problems Of SPLDV Based on Critical Thinking Skills Asih, Erviani Agustyaning; Pramasdyahsari, Agnita Siska Pramasdyahsari; Aini, Aurora Nur
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jm.v7i2.3250

Abstract

SPLDV is one of the materials that corresponds to aspects of reflective thinking skills where students are required to be able to solve problems according to the understanding and concept of reflective thinking. So that students' reflective thinking skills become an important thing in solving SPLDV problems. Meanwhile, the ability to think reflectively can be honed by solving PISA-based questions by paying attention to the steps for solving them. This study aims to determine students' reflective thinking skills in solving PISA-based math problems in SPLDV material for students with critical thinking abilities. This research is a qualitative descriptive study. The subjects of this research were class VIII A students of SMP Negeri 10 Semarang consisting of 3 students, 1 student with high critical thinking ability, 1 student with moderate critical thinking ability, and 1 student with low critical thinking ability. The selection of subjects was based on the results of critical thinking skills tests on the SPLDV material. Data collection techniques used in this study were tests, interviews and documentation. The data analysis technique used in this study is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Techniques for checking the validity of the data using the triangulation method. The results of this study indicate that students with high critical thinking skills can fulfill 4 indicators of reflective thinking skills. Students with moderate critical thinking skills can fulfill 3 indicators of reflective thinking skills. Meanwhile, students with low critical thinking skills meet 2 indicators of reflective thinking skills.
Effectiveness Of Cooperative Learning Teams Games Tournament In Improving Numeracy Ability Towards Students' AKM Achievements In Junior High School Maulidita, Asmahani; Harun, Lukman; Aini, Aurora Nur
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v10i2.887

Abstract

The results of the 2022 PISA assessment indicate that the numeracy skills of students in Indonesia remain in the low category, with a score of 366. This represents a decline from the 2018 PISA results, where Indonesia achieved a score of 379 in numeracy. The focus of educators is to enhance students' numeracy skills. This study aims to test the Team Games Tournament (TGT) theory and its application in mathematics learning. The primary objective of this research is to assess the effectiveness of implementing the cooperative TGT approach in improving students' numeracy skills, as measured by their achievement in the Assessment Competency Minimum (AKM) scores. The research employs a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest model. The study population consists of 30 participants, selected from a class of eighth-grade junior high school students using a simple random sampling technique. The research data includes pretest and posttest scores for numeracy, based on the Assessment Competency Minimum (AKM), for the participants. The data is analyzed descriptively with the assistance of SPSS version 23.0 software. Data analysis involved both descriptive and inferential statistical methods. The analysis began with a normality test, followed by a homogeneity test, and concluded with a paired sample t-test to assess the mean difference between the pretest and posttest scores. The results indicated a significant increase in the average score, from 42.33 on the pretest to 59.17 on the posttest. The implementation of the cooperative Team Games Tournament (TGT) approach proved to be effective in enhancing students' numeracy skills, as evidenced by the improvement in their numeracy AKM scores.