Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA METAFORA DALAM NOVEL TENUN BIRU KARYA UGI AGUSTONO: KAJIAN STILISTIKA Desy Ningsih Komalasari; Zulkifli Zulkifli; Ahmadin Ahmadin; Didit Haryadi
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v9i1.1004

Abstract

Problem in this research is on a metaphor in a novel Tenun Biru work Ugi Agustono: a stylistic study. Problem of this research are focused on investigating the form, function and meaning of metaphors found in a novel Tenun Biru. There are two benefits of this research namely theoretical and practical benefits and this research use a qualitative method as well as descriptive method. This research using the theory of stylistic pertaining to style of language (figure) to get better results in analyzing form, function and meaning metaphor, as of theory of stylistic considered relevant to inspect figure of a metaphor in a novel. Thus this research get the result of a metaphor comprising a antropormorfic metaphor, sinestic metaphor, abstract into concrete metaphor, dead metaphor, and the life metaphor. This study aims to examine the function and meaning of metaphors in the novel Tenun Biru. Consequently, this research provides both theoretical and practical benefits by employing a qualitative research method with a descriptive approach. The study utilizes stylistic theory, which relates to language style (figurative language), to achieve better results in analyzing the forms, functions, and meanings of metaphors. Stylistic theory is considered relevant for studying metaphors in the novel. Furthermore, the functions and meanings of metaphors include informational, expressive, directive, and phatic functions and meanings. Thus, this research identifies the functions and meanings of metaphors used by the author in crafting a literary work in the form of a novel, as metaphors are employed as comparisons to analogize events that serve as the focus of this study.
ANALISIS BENTUK METAFORA DALAM NOVEL TENUN BIRU KARYA UGI AGUSTONO: KAJIAN STILISTIKA Zulkifli Zulkifli; Desy Ningsih Komalasari
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v8i2.884

Abstract

Problem in this research is on a metaphor in a novel Tenun Biru work Ugi Agustono: a stylistic study. Problem of this research are focused on investigating the form, function and meaning of metaphors found in a novel Tenun Biru. There are two benefits of this research namely theoretical and practical benefits and this research use a qualitative method as well as descriptive method. This research using the theory of stylistic pertaining to style of language (figure) to get better results in analyzing form, function and meaning metaphor, as of theory of stylistic considered relevant to inspect figure of a metaphor in a novel. Thus this research get the result of a metaphor comprising a antropormorfic metaphor, sinestic metaphor, abstract into concrete metaphor, dead metaphor, and the life metaphor.
ANALISIS KOMPETENSI GURU: STUDI KASUS SDN 47 KODO KOTA BIMA Ahmadin; Didit Haryadi; Desy Ningsih Komalasari; Zulkifli
Pendidikan Dasar dan Manajemen Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Pendidikan Dasar dan Manajemen Pendidikan
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/bahusacca.v6i2.2151

Abstract

Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan yang sangat besar dan strategis Hal ini disebabkan karena gurulah yang berada di barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat analisis Kompetensi guru meliputi (1) Kompetensi Pedagogik (2) Kompetensi Kepribadian (3)Kompetemsi Sosial dan Kompetensi (4) Profesional. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus. Alasan peneliti memilih studi kasus karena jenis pendekatan ini sangat cocok untuk mengambarkan keadaan dan Analisis tentang kompetensi guru di SDN 47 Kota Bima . Subjek pada penelitian ini adalah Kepala sekolah, Waka Kurikulum dan beberapa guru yang bersedia untuk di wawancarai. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Observasi dan wawancara mendalam .Hasil penelitian menunjukkan (1) Kompetensi Pedagogik lebih diprioritaskan kepada pengelolaan peserta didik dengan memahami potensi dan keragaman peserta didik, memahami akan landasan dan filsafat pendidikan, mampu menyusun rencana dan strategi pembelajaran, menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi (2) Kompetensi Kepribadian terdapat tiga hal yaitu pertumbuhan dan perkembangan kognitif, tingkat kecerdasan, kreativitas, serta kondisi fisik (3) guru harus dapat berkomunikasi dengan baik secara lisan, tulisan, dan isyarat; menggunakan teknologi komunikasi dan informasi; bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik; bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar (4) kompetensi Profesionalnya sebagai seorang guru, seperti memiliki sertifikat sebagai seorang pendidik, memiliki ijazah kependidikan yang sesuai dengan kemampuannya, dan menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi seperti memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah, memahami struktur, konsep dan metode.
ANALISIS KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN INPRES TOLOTANGGA Sri Yuliyanti; Desy Ningsih Komalasari; Rizalul Fiqry
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v10i1.1488

Abstract

This study is a qualitative research employing a descriptive research design. It aims to determine the listening skills of fourth-grade students at SDN Inpres Tolotangga and to identify the solutions implemented by teachers to overcome the related problems. The results of the study indicate that the students’ ability to listen to folklore in the Indonesian Language subject varies. Based on the findings from 14 students, 5 students were categorized as good, 3 students as fairly good, 3 students as very good, and 3 students as poor. The inhibiting factors in listening to stories include the use of vocabulary that is not appropriate to the students’ level of understanding, distractions that affect concentration, and the low interest of students in reading and listening. As a result, students experience difficulties in listening and demonstrate a lack of concentration when listening to the stories being read.Efforts to improve students’ listening skills in folklore within the Indonesian Language subject for fourth-grade students include creating a pleasant and interactive atmosphere during listening sessions, using various techniques such as storytelling with engaging intonation and a clear voice, asking questions to assess students’ level of understanding, and providing constructive feedback to enhance students’ interest and comprehension
Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Literasi Membaca pada Siswa Kelas III SDN I Kalaki Sulastri; Desy Ningsih Komalasari; Zulkifli; Syahriani Yulianci; Didit Haryadi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya literasi membaca pada siswa kelas III SDN Kalaki. Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan belajar siswa, namun pada kenyataannya masih ditemukan berbagai kendala dalam penguasaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi membaca siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu faktor internal siswa, faktor guru, faktor lingkungan keluarga, serta faktor sarana dan prasarana. Faktor internal meliputi rendahnya minat dan motivasi membaca serta kemampuan dasar membaca yang belum optimal. Faktor guru berkaitan dengan penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang menarik. Faktor lingkungan keluarga ditunjukkan oleh minimnya dukungan orang tua dalam membiasakan kegiatan membaca di rumah. Sementara itu, faktor sarana dan prasarana berkaitan dengan keterbatasan fasilitas literasi, seperti kurangnya ketersediaan buku bacaan yang menarik dan belum optimalnya pemanfaatan perpustakaan sekolah.Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa rendahnya literasi membaca siswa merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor yang saling memengaruhi. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang komprehensif dan kolaboratif antara guru, sekolah, dan orang tua dalam meningkatkan literasi membaca siswa melalui penerapan metode pembelajaran yang inovatif, penyediaan fasilitas literasi yang memadai, serta pembiasaan membaca baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP MINAT BACA SISWA KELAS III SDN TOLOTANGGA Nujumi; Nanang Diana; Desy Ningsih Komalasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap minat baca siswa kelas III SDN Tolotangga. Literasi digital merupakan kemampuan individu dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi melalui teknologi digital. Di era perkembangan teknologi yang pesat, literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa sejak dini. Namun, pemanfaatan teknologi digital di kalangan siswa sekolah dasar sering kali lebih dominan untuk hiburan dibandingkan kegiatan literasi seperti membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dengan skala Likert yang mengukur tingkat literasi digital dan minat baca siswa. Analisis data menggunakan bantuan SPSS meliputi uji normalitas, uji korelasi Pearson, dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat baca siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 0,65. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara literasi digital dan minat baca. Dengan demikian, peningkatan literasi digital dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan minat baca siswa.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN 2 TAWALI Ahmadin; Desy Ningsih Komalasari; Zulkifli
Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jundikma.v5i1.110

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang implementasi kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS di SD Negeri 02 Tawali-Wera serta hambatan dalam pengimplementasiannya. Subjek pada penelitian ini adalah guru IPAS kelas V dan siswa kelas V SDN 02 Tawali, Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan sesuai dengan pendapat dengan menganalisis data. Hasil dari penelitian ini adalah SD Negeri 02 Tawali telah menerapkan Kurikulum Merdeka terutama pada pembelajaran IPAS. Dalam praktiknya, implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS di kelas V melibatkan beberapa perubahan yang signifikan, seperti penerapan pendekatan integratif. Guru mulai menggunakan berbagai metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti proyek berbasis masalah dan diskusi kelompok, namun dalam pengimplementasiannya masih ditemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya, kesulitan guru dalam menyesuaikan media pembelajaran, kurangnya kemampuan guru dalam mengkondisikan kelas, media pembelajaran tidak dimanfaatkan secara optimal, kurang banyaknya penilaian yang dilakukan, waktu yang singkat untuk menilai
Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif Powerpoint terhadap Motivasi Belajar PJOK Siswa Kelas IV SDN Inpres O’o Rafliansyah; Samsudin; Desy Ningsih Komalasari; Rabwan Satriawan; Mardian Andriani
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 7 No. 3 (2026): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v7i3.1312

Abstract

This study was conducted based on the consideration that students' learning motivation in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) still needs to be improved. In addition, the use of technology-based learning media in elementary schools has not yet been implemented optimally to support the teaching and learning process. One learning medium with the potential to enhance the quality of instruction is interactive PowerPoint-based learning media. By presenting learning materials in a more engaging and interactive manner, this medium is expected to encourage students to participate more actively during the learning process. Therefore, this study aimed to determine the effectiveness of interactive PowerPoint-based learning media in improving the learning motivation of fourth-grade students at SDN Inpres O'o.This study employed a pre-experimental research method using a one-group pretest-posttest design. The participants consisted of all 22 fourth-grade students, who were selected using the total sampling technique, meaning that the entire population was included as the research sample. Data on students' learning motivation were collected using a questionnaire administered before the treatment (pretest) and after the completion of the treatment (posttest). The collected data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test to examine the distribution of the data. The results of the analysis showed that the Asymp. Sig. (2-tailed) value was 0.000 (< 0.05). These findings indicate that the use of interactive PowerPoint-based learning media significantly improved the learning motivation of fourth-grade students in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) at SDN Inpres O'o.
Pengembangan Etno Modul Montessori Membaca Permulaan untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Siswa Kelas I SD Fera Feriska; Desy Ningsih Komalasari; Didit Haryadi; Khusnul Khatimah; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Etno Modul Montessori berbasis permainan tradisional kajuji khas Bima, mengetahui kelayakan modul, dan menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf siswa kelas I SD. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 15 siswa kelas I SD Negeri Tangga. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, serta tes pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul termasuk kategori sangat layak dengan persentase validasi ahli materi 95%, ahli bahasa 95,7%, dan ahli media 92,5%. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 71,33 menjadi 82,33, sedangkan persentase siswa yang memperoleh nilai ≥80 meningkat dari 6,7% menjadi 73,3%. Dengan demikian, Etno Modul Montessori berbasis budaya lokal Bima efektif digunakan dalam pembelajaran literasi awal siswa sekolah dasar.