Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : AMBARSA

Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Siwa pada Materi Aqidah Akhlak Asia Anis Sulalah; Muhalli Muhalli
Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): Pendidikan Islam di Sekolah dan Pesantren
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.697 KB)

Abstract

Problematika pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di tengah budaya modern, terutama dalam pembelajaran di sekolah mengalami kesulitan, baik dalam metode ataupun materi yang akan di ajarkan kepada peserta didik, dalam ilmu pengetahuan harusnya dapat diimbangi dengan pemahaman yang menyeluruh mengenai iman dan taqwa dengan begitu akan menimbulkan kedamaian bagi kehidupannya. Dalam pemilihan model pembelajaran harusnya juga disesuaikan dengan kebutuhan siswa, agar memperoleh hasil yang diinginkan bagi seluruh pihak yang terkait di sekolah. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti hasil belajar siswa di MTs Manbaul Ulum Bondowoso dengan menggunakan model pendekatan contextual teaching and learning. Memfokuskan untuk mengetahui bagaimana penerapanmodel contextual teaching and learning dan apakah penerapan model contextual teaching and learning dapat meningkatakan hasil belajar kelas VIII. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas rancangan Stephen Kemmis & Mc Taggart dengan menggunakan tiga siklus, dalam satu siklus ada dua pertemuan, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Kemudian setelah dilaksanakan penelitian tindakan terhadap peserta didik dengan menggunakan model contextual teaching and learning dapat diketahui hasil belajar siswa, untuk menganalisis hasil belajar siswa melalui kegiatan observasi, dan di refleksidari kejadian yang telah dilakukan tindakan jika pada tiap siklus masih belum sesuai dengan standar kompetensi maka akan dilakukan pengulangan siklus sampai berhasil, berikut hasil peningkatan siswa pada setiap siklusnya: pra siklus nilai rata-rata 62,0 jumlah presentase(13%), siklus I nilai rata-rata 64,3 jumlah presentase(26%), siklus II nilai rata-rata 71,2 jumlah presentase(49%), siklus III nilai rata-rata 77,5 jumlah presentase(80%). Dengan demikian, maka pembelajaran dengan menggunakan model contextual teaching and learning berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa
Relevansi Konsep Mondok untuk Mengaji dan Membina Akhlakul Karimah KH. Zaini Mun’im dalam Kontruksi Fiqh Moderat di Pesantren Pathollah, Akhmad; Muhalli, Muhalli; Mudarris, Badrul
Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/abs.v4i1.171

Abstract

In several religious practices, Fiqh is often used as a basis for intolerance, discrimination and practices of social injustice, even conservatism and radicalism in society. This matter certainly shows the paradoxical nature of Islamic religious practice, where Islam has a vision of rahmatan lil'alamin, but it is being the root of the existence of squabbling in society. Departing from this problem, this research aims to explain the relevance of the concept of study for reciting the Qur’an and developing good the morals of KH. Zaini Mun'im in the construction of moderate Fiqh in Pesantren. This research is qualitative research with the type of library study. The analysis used is descriptive analysis and content analysis. Test the validity of the data by using intertextual source triangulation. The results of this research are; firstly, the existence of the concept of study for reciting the Qur’an and developing good morals is an affirmation of the aim that every process of reciting leads to construct good morals, towards Allah SWT, and fellow or human beings; secondly, in turn, tafaqquh or depth of understanding of Islamic religious teachings, especially Fiqh, will be oriented towards building good social relations in society. This research is expected to contribute to the construction of moderate Fiqh that is able to accomodate the differences in society.
Analisis Struktur Sosial Kenakalan Remaja di Sekolah Berbasis Pesantren dan Relevansi PAI dalam Menanggulanginya Pathollah, Akhmad Ghasi; Muhalli, Muhalli
Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024): Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/abs.v4i2.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur sosial fenomena kenakalan remaja di sekolah berbasis pesantren dan relevansi dari Pendidikan Agama Islam dalam menganggulanginya. Pasalnya, selama ini kenakalan dianggap sebagai kemenyimpangan kelakuan siswa secara normatif yang bersifat permukaan dan kebanyakan penelitian berhenti pada klaim kemerosostan moral seiring dengan perkembangan zaman. Sehingga realitas kenakalan dianggap sesuatu yang wajar terjadi atau disebabkan oleh teknologi informasi dan globalisasi, masuknya budaya barat atau lain sebagainya. Penelitian tentang kenakalan sudah demikian banyak, alih-alih menyelesaikan masalah, ia merumitkan persoalan terutama dalam menambah ketidakjelasan pemahaman tentang fenomena kenakalan. Maka dari itu, kenakalan butuh untuk dibaca dalam perspektif yang sistematis dan strukturalis. Penelitian ini menggunakan paradigma penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diambil dengan observasi partisipatoris, dokumentasi dan wawancara secara mendalam. Lokus penelitian ini dilakukan di SMP Manbaul Ulum Bondowoso. Hasil data yang terkumpul dianalisis dengan analisis data model Miles dan Huberman dengan tahapan ; reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Dalam uji keabsahaan data, peneliti mengguanakan triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi metode, diskusi sejawat dan member check. Adapun hasi dari penelitian ini adalah kenakalan remaja pada siswa terjadi karena lemahnya kesadaran eksistensial akan peran dan fungsinya di tengah masyarakat sebagai efek dari perhatian yang rendah di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan Agama Islam berperan untuk membangun kesadaran eksistensial dengan membangun pendidikan yang berparadigma tarbiyah, sebuah pendidikan yang berbasis pada laku pengasuhan, pengayoman peserta didik secara ruhiyah dan jasmaniyah sebelum dilakukan transfer of knowledge dan value dalam proses pembelajaran kelas. Penelitian ini merekomendasikan sebuah pembelajaran yang sosial-humanis sebagai alternatif dari pengajaran yang hanya berpijak pada ranah kognitif saja.
Pengaruh Peran Guru PAI Terhadap Pengembangan Kecerdasan Siswa Muhalli, Muhalli
Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Pendidikan Agama Islam dan Budaya Religius
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/abs.v3i2.135

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Peran Guru PAI Terhadap Pengembangan Kecerdasan Siswa. Guru Pendidikan Agama Islam tidak hanya dituntut untuk mengajarkan konsep-konsep agama, tetapi juga bagaimana dapat menginspirasi siswa untuk menjadikan ajaran-ajaran tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan dalam agama, siswa belajar untuk membedakan antara tindakan yang benar dan salah, membentuk karakter yang kuat, serta menjadi individu yang berintegritas tinggi. Apakah peran guru PAI berpengaruh terhadap pengembangan kecerdasan siswa, masalah itu yang penulis angkat dalam penelitian ini. Adapun subyek penelitian ini adalah siswa SDN Karanganyar 1 Tegalampel. sampel yang dijadikan sasaran 100 siswa dari jumlah populasi 132 siswa. Dari hasil penelitian ini, nilai X untuk peran guru adalah 18,88 menunjukkan adanya pengaruh rendah terhadap pengembangan kecerdasan siswa (Y). Nilai X untuk peran guru  adalah 35,26 menunjukkan adanya pengaruh tinggi terhadap variabel Y1. sedangakan nilai X untuk peran guru adalah 9,27 menunjukkan adanya pengaruh rendah terhadap variabel Y2. Dengan demikian peran guru adalah harus dimiliki oleh seorang guru untuk membantu proses belajar mengajar dan pencapaian tujuan pengajaran serta berpengaruh terhadap pengembangn kecerdasan siswa.