Articles
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PESERTA DIDIK TUNANETRA MELALUI PERMAINAN LARI ESTAFET MODIFIKASI
Hanifa;
Budi Susetyo
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 8 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/so.v8i2.66166
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh permainan lari estafet modifikasi dalam pendidikan jasmani adaptif terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar peserta didik tunanetra di SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Research (SSR). Desain yang digunakan yaitu desain A-B-A. Penelitian ini dilakukan terhadap seorang peserta didik berinisial I kelas IV di SLBN A Pajajaran Kota Bandung. Pengambilan data menggunakan tes kinerja yang mengacu pada instrumen kemampuan motorik kasar sebelum, saat dan setelah diberikan perlakuan. Terdapat tiga fase dalam pengumpulan data, pertama baseline-1, kedua intervensi, dan ketiga baseline-2. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan kemampuan motorik kasar yang cukup signifikan, hal ini ditunjukan berdasarkan hasil mean level pada fase baseline-1 (A-1) sebesar 40%, intervensi (B) sebesar 72,85% dan baseline-2 (A-2) sebesar 80%. Pengaruh juga dapat dilihat dari persentase overlap. Persentase overlap antar kondisi baseline 1 dan fase intervensi maupun fase intervensi ke baseline 2 yaitu 0, yang artinya semakin kecil persentase overlap maka semakin baik pengaruh intervensinya. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa permainan lari estafet modifikasi dalam penjas adaptif berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar pada peserta didik tunanetra di SLBN A Pajajaran Kota Bandung. Dengan demikian, peneliti merekomendasikan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar peserta didik tunanetra, pendidik dapat menggunakan permainan lari estafet modifikasi dalam pembelajaran kemampuan motorik kasar.
Rotation Double Random Forest Algorithm to Predict The Food Insecurity Status of Households
Rais;
Agus Mohamad Soleh;
Budi Susetyo
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29207/resti.v8i1.5540
The ensemble tree method has been proven to handle classification problems well. The strength of the ensemble tree technique lies in the diversity and independence between each tree. Increasing the diversity of mutually independent decision trees improves the performance of the model. Various studies propose the development of ensemble tree-based models by forming algorithms that create decision trees that are formed independently of each other and have various inputs. These include random forest (RF), rotation forest (RoF), double random forest (DRF), and the latest is rotation double random forest (RoDRF). RoDRF rotates or transforms data with the intent of producing better diversity among the learning base. RoDRF applies the concept of variable rotation to trees based on the DRF algorithm. Random rotations or transformations on different feature subspaces produce different projections, leading to better generalization or prediction performance. This research aims to compare the performance of RoDRF with the RF, RoF, and DRF models on unbalanced data in cases of food insecurity. Class imbalance will be handled with two methods, namely EasyEnsemble and SMOTE-NC. The research results show that the DRF's model with EasyEnsemble techniques produces a model with the best performance among several algorithms tested. Although the resulting precision is 0.62274 and the AUC value is 0.68501, the model can predict each class equally. All algorithms with EasyEnsemble treatment have average AUC values significantly different from each other based on statistical test results. This research also used SHAP to explain variables that significantly contribute to the household's food insecurity status model.
Peran Pemuda Petani Mewujudkan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan: Penelitian
Bahagia;
Rimun Wibowo;
Budi Susetyo;
Azhar Al-Wahid;
Bambang Teniro;
Usep Saripudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2410
Pembangunan pertanian dihadapkan dengan krisis sumberdaya manusia pertanian. Pembangunan pertanian mulai dari kegiatan hulu hingga kegiatan hilir tidak bisa dipisahkan dengan actor pemuda pembangunan pertanian. Teknologi perkembangan pertanian seperti robotic tetap tidak bisa menggantikan pelaku produksi pertanian yaitu generasi pemuda. Tujuan dari penelitian ini melakukan identifikasi peran peran pemuda dalam pembangunan pertanian menuju pertanian berkelanjutan. Tujuan yang kedua yaitu menemukan kendala-kendala regenerasi pemuda pertanian. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi pustaka yaitu metode yang mencari informasi dari berbagai sumber termasuk jurnal ilmiah, buku, dan informasi terkini melalui surat kabar. Hasil penelitian akan dibandingkan terus menerus dengan literatur yang ada. Pada akhirnya akan didapatkan data data yang benar valid dan disajikan dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian dari berbagai sumber menunjukkan bahwa peran pemuda sangat mendukung pembangunan pertanian. Pemuda lebih berliterasi dalam hal teknologi termasuk penggunaan smartphone, youtube, geogle, dan pencarian literatur ilmiah. Fakta ini memungkinkan generasi pemuda bisa mendapatkan informasi terkait dengan teknologi untuk pengembangan pertanian. Mendapatkan informasi teknologi melalui jurnal jurnal ilmiah para ilmuwan. Sementara terdapat kendala menjadi petani yaitu masa depan yang kurang cerah, harga komoditas pertanian yang dinamis sehingga harga tidak pasti, permodalan, dan kondisi iklim dan cuaca yang tidak mendukung produksi. Pada akhirnya biaya untuk produksi lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan.
Budaya Larangan Dan Pamali Dalam Penyelamatan Lingkungan: Penelitian
Bahagia;
Rimun Wibowo;
Budi Susetyo;
Azhar Al-Wahid;
Bambang Teniro;
Usep Saripudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.2492
Kerusakan lingkungan hidup mulai dari kerusakan ekosistem di daratan dan di lautan masih menjadi masalah bagi kehidupan manusia. Kerusakan mulai dari kerusakan ekosistem mangrove, hutan, danau, dan kepunahan berbagai spesies penting. Kearifan lokal melalui budaya pamali telah membuktikan bahwa kearifan lokal menjadi cara ampuh untuk mengatasi masalah kerusakan lingkungan. Budaya ini mampu untuk mengontrol perilaku komunitas untuk tidak merusak lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu menemukan budaya-budaya pami dan penerapannya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan serta mengontrol perilaku komunitas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi pustaka. Metode ini bermaksud untuk mengumpulkan berbagai informasi penting terkait dengan kearifan lokal dan budaya pamali dari berbagai sumber termasuk artikel ilmiah, buku, dan hasil hasil penelitian. Hasil temuan menunjukkan bahwa pamali termasuk tradisi yang bisa mengontrol perilaku dari komonitas karena khawatir ada laknat yang akan didapatkan ketika melakukan kerusakan. Kekawatiran ini muncul karena menjadi aturan berbasis komunitas sehingga mengontrol setiap anggota pada komunitas. Implementasi budaya pamali telah diperaktekkan semenjak jaman dahulu untuk tetap dan menjamin kelestarian lingkungan hidup. Meskipun demikian budaya pamali tidak diterapkan seluruh kalangan masyarakat. Budaya ini diterapkan oleh masyarakat adat untuk menjamin keberlanjutan dari fungsi lingkungan termasuk hutan, tanah, air, dan ekosistem sungai serta ekosistem bentang lahan.
Pengaruh Metode SQ3R Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Anak Dengan Gangguan Spektrum Autisme Kelas V
Tazkiya Indah Fadila;
Budi Susetyo
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2023): Juni: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/enggang.v3i2.8936
Membaca berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan alat komunikasi bagi kehidupan manusia serta bertujuan untuk mencari dan memperoleh informasi. Agar tercapainya tujuan di atas maka diperlukan keterampilan membaca pemahaman. Membaca pemahaman bertujuan untuk memperoleh informasi dari suatu bacaan secara menyeluruh agar pembaca mampu menghubungkan informasi yang dimiliki dengan informasi yang baru diketahuinya, oleh karena itu membaca pemahaman harus diajarkan kepada setiap anak. Namun tidak semua anak dapat memahami isi bacaan dengan mudah, salah satunya anak dengan gangguan spektrum autisme karena anak menghadapi hambatan kognitif yang mencegah mereka memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Survey, Question, Read, Recite and Review (SQ3R) dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman bagi anak dengan gangguan spektrum autisme. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan subjek tunggal atau Single Subject Research (SSR), dengan desain A-B-A. Penelitian ini menggunakan desain A-B-A karena penelitian ini ingin melihat apakah ketika anak tidak lagi diberikan intervensi akan berdampak kepada keterampilan membaca pemahamannya. Penelitian ini menggunakan analisis dalam kondisi dan antar kondisi yang digambarkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca pemahaman anak dengan gangguan spektrum autisme kelas 5 di SDN 61 Payakumbuh memperoleh kenaikan, ini dapat dibuktikan dari kecenderungan stabilitas pada mean level A1 yakni 43%. Lalu terjadi kenaikan saat diberikan intervensi (B) yang mana mean levelnya 70% dan setelah diberikan intervensi yaitu kondisi A2 mean levelnya 72%. Sehingga dapat disimpulkan metode SQ3R berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman anak dengan gangguan spektrum autisme.
Family-Based Tutoring Programs For Mental Retardation Children With Mild Disabilities In The Covid-19 Era
Mega Sri Warahmah;
Budi Susetyo
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Researchers found problems in SLB BC YPNI Pameungpeuk Regency during the current covid-19 pandemic. Namely, there is no family-based tutoring program for children with mild mental retardation in the covid-19 era. Therefore, researchers conducted a study at SLB BC YPNI Pameungpeuk Bandung Regency regarding a family-based tutoring program for children with mild mental retardation in the covid-19 era. The purpose of this study is to make a family-based tutoring program for children with mild disabilities in the covid-19 era feasible. The research method used is design based research (DBR) method with qualitative approach. Data collection used is observation, interview, documentation and validation. The results of this study are family-based tutoring programs for children with mild disabilities in the covid-19 era in the form of programs. This follow-up of the family-based tutoring program for children with mild disabilities in the covid-19 era can be used by the school and can also be used as a basis for further research by subsequent researchers. The researcher hopes that the family-based tutoring program for children with mild mental retardation in the covid-19 era can be used in SLB BC YPNI Pameungpeuk Bandung Regency as a research site but can also be used by other schools that have the same problems as the problems at the research site.
Application of the Prompting Technique to Increase the Frequency of Eye Contact in Autism Spectrum Disorder (ASD)
Misdayani Misdayani;
Budi Susetyo
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine whether there is influence or not from the prompting technique to improve the ability to make eye contact in children with autism spectrum disorders in interacting and communicating with others. The research method used in this study is a mixed method or combination (mixed method) which combines quantitative data with qualitative data. The research subject was one student who was a child with an autistic spectrum disorder at SLB Agro Industry Bandung. There are three prompts applied in this study, namely verbal prompts, gestural prompts and physical prompts. The application of this technique is accompanied by extrastimulus and positive reinforcement. Prompting is carried out in the least-to-most procedure with the aim of providing assistance from the weakest first. This means that if the subject can make eye contact with the weakest prompt, then the next prompt does not need to be given. Data was obtained through direct observation recording of each treatment session carried out. The data obtained is depicted in a graph showing changes and improvements from the initial treatment given to the last treatment. The results showed that there was an increase in the frequency of making eye contact when prompting was given. Even so, eye contact did not appear consistently every time the subject was called by name, but it was consistent enough when it was done using prompting techniques with gestural prompts and giving extra stimuli in the form of toys and the subject's favorite food.
Program for Learning the Pronunciation of Phonemes for Children with Hearing Impairment at SLBN Cileunyi
Lamina Amalia Putri;
Oom Sitti Homdijah;
Dudi Gunawan;
Budi Susetyo
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Based on preliminary observations at SLBN Cileunyi, the errors the pronunciation of phonemes were found in children with hearing impairments in grade 3 elementery school of SLBN Cileunyi. This happens because of the impact of hearing loss experienced by them. Schools have made efforts to practice the pronunciation of phonemes that are integrated into learning activities, but the planning and implementation of learning are still not optimal. The purpose of this study was to develop a program for learning the pronunciation of phonemes for children with hearing impairments at SLBN Cileunyi. This study uses a qualitative approach with a case study research design. The program was developed based on empirical and theoretical studies which were then validated by experts. This program contains the scope of warm-up exercises for articulation and respiratory organs, phoneme formation exercises, and phoneme improvement exercises. This research resulted in a program for learning the pronunciation of phonemes which was made based on the needs of children and the objective conditions of the school and based on the supporting theory. Through this program, it is hoped that teachers can carry out learning to pronounce phonemes well and in a planned manner based on the needs of the child.
Effectiveness of Know-Want-Learned Learning Strategies on Improving Comprehension in Deaf Students
Alya Jilan Rizqita;
Budi Susetyo
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33487/edumaspul.v7i1.5608
This study aims to determine the effectiveness of the Know-Want-Learned strategy for improving the reading comprehension skills of deaf students. This study used a pre-experimental method with a one-group-pretest-posttest design. The sample in this study were 6 deaf students in class VI at SLB – X Bandung City. Data collection was carried out by providing reading comprehension ability test instruments that had been validated by experts and reliability tests on deaf students. The research data analysis technique was processed using nonparametric statistics, tested with the Wilcoxon test. The results of this study prove that the Know-Want-Learned strategy is effective in increasing the reading comprehension skills of deaf students in class VI at SLB – X Bandung City. This effectiveness is evidenced by an increase in reading comprehension skills for class VI deaf students. With indicators of reading comprehension including the ability to understand words or sentences in the text, the ability to relate knowledge and experience in the text and the ability to understand the content in the text.
Analysis of Assessment Results of Cerebral Palsy Children with Barriers to Complex Communication Needs
Rahmatul Janah;
Andri Eliyas;
Imas Diana Aprilia;
Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan;
Budi Susetyo
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33487/edumaspul.v7i1.5856
This study describes the analysis of assessment results in cerebral palsy children with barriers to complex communication needs. The assessment used is a developmental assessment on motor, cognitive, and language aspects. The research was conducted using qualitative descriptive research. Based on the results of assessments conducted on cerebral palsy children with complex communication needs barriers, a child profile related to the child's potential, obstacles, and needs can be formulated. Where the child's profile is useful for designing communication programs for complex communication needs children so that it can help them communicate both using expressive language and receptive language. Keywords: analysis of assessment results, cerebral palsy, complex communication needs