Articles
PROFIL EMPATI MAHASISWA ETNIS JAWA (Survei Yang Dilakukan Pada Mahasiswa Jurusan Bimbingan Dan Konseling Universitas di DKI Jakarta)
Pemi Senja Maulana;
Michiko Mamesah;
Happy Karlina Marjo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.866 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.041.14
The porpuse of this research was to find out description aboutthebasicempathy’s students college of Guidance and Counselingfrom Java ethnic in DKI Jakarta. This research used a descriptive study with 112 respondent of students college of Guidance and Counselingfrom5UniversitiesinJakarta; Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Muhammadiyah Prof.DrHamka Jakarta (UHAMKA), Universitas IslamAs-Syafi’iyah Jakarta, Universitas Atma Jaya and Universitas Kristen Indonesia (UKI). The research instrument used Basic Empathy Scale (BES) from Darrick Jollife dan David P Farrington (2006) with r 0.857. The valid and reliability test used SPSS version17.0. The Valid test from 20 statements there were 17 valid statements and 3 statements are drop. The drop statements rechanged to be a new editorial statements. The reliability test obtained 0,803 which means it very high reliability and the basic empathy scale can be trust.. This study has found condition of emphaty of students counseling in Jakarta at the high level categoryof 53,57%, middle category of 46,43%, and0 % lower. From these findings that there are students at middle level category, these need to improvement and development of empathy students’ condition such as using audiovisual media (movie) or roleplay method in guding service
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA BERDASARKAN POLA ASUH ORANGTUA (Siswa Kelas VII DI SMP Negeri 8 Jakarta Pusat)
Intan Ratri Ranggawuni;
Michiko Mamesah;
Happy Karlina Marjo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1056.555 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.07
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kemampuan berpikir kreatif siswa. Tujuan lain penelitian ini, untuk mendapatkan perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan pola asuh yang diterapkan orangtua (otoriter, demokratis, atau permisif). Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Jakarta Pusat, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 siswa kelas VII SMP Negeri 8 Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang dikembangkan oleh peneliti mengenai kemampuan berpikir kreatif dan pola asuh orangtua.Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII SMP Negeri 8 Jakarta Pusat berada pada kategori sedang. Artinya siswa sudah cukup memiliki keluwesan pikiran, kepekaan terhadap masalah, orisinalitas, dan kefasihan akan gagasan. Selain itu, pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig sebesar 0.844, yang berarti lebih besar dari nilai signifikansi α 0.05, sehingga Ho diterima, yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh otoriter, kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh demokratis, dan kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh permisif. Skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh permisif lebih besar dibandingkan skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif demokratis dan otoriter.
PENGARUH SELF CONTROL TERHADAP KECANDUAN FACEBOOK PADA SISWA KELAS VII, VIII DAN IX
Shindia Shindia;
Michiko Mamesah;
Djunaedi Djunaedi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (696.796 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.031.19
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self control siswa yang kecanduan facebook kelas VII, VIII dan IX di Mts Ar-Rahmah Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil uji coba instrumen kontrol diri yang telah dilakukan terhadap 30 responden diperoleh 32 butir yang valid, sedangkan instrumen kecanduan facebook diperoleh 25 butir yang valid. Skala yang digunakan adalah skala likert. Berdasarkan hasil uji statistik lilifpors data tidak berdistribusi normal maka untuk menguji hipotesis digunakan statistik non-parametrik yaitu dengan uji korelas pangkat peringkat. Hasil ini menunjukkan ada pengaruh yang positif signifikan α = 0,05 kontrol diri terhadap siswa yang kecanduan Facebook di MtsAr-rahmah Jakarta Timur.
PENGARUH TEKNIK PERMAINAN ‘PASS THE COMPLIMENT’ DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN SELFESTEEM SISWA SEKOLAH DASAR (Studi Kuasi Eksperimen di Kelas III SDN Jatinegara 10 Pagi Jakarta Timur)
Sillvy Januarty;
Michiko Mamesah;
Wirda Hanim
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1219.808 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.031.20
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik permainan ‘pass the compliment’ dalam layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan self-esteem siswa kelas III SDN Jatinegara 10 Pagi.Metode penelitian berupa Kuasi Eksperimen dengan desain one group pre test-post test, dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen self-esteem, instrumen dikembangkan oleh peneliti mengacu pada teori Natanhiel Branden.Sampel penelitian ini ialah siswa kelas IIIA SDN Jatinegara 10 Pagi yang memiliki self-esteem dengan kategori rendah, sejumlah enam siswa.Hasil uji hipotesis menggunakan teknik Wilcoxon Match Pair Test, menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig sebesar 0.028, yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi α 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yaitu terjadi peningkatan self-esteem siswa kelas IIIA SDN Jatinegara 10 Pagi secara signifikan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan ‘pass the compliment’.Skor gain ternormalisasi self-esteem keenam responden adalah 0,44. Artinya, teknik permainan ‘pass the compliment’ berpengaruh cukup sedang dalam peningkatan self-esteem keenam responden.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Body Image Siswa (Quasi Experimen pada Siswa Kelas XI di MAN 3 Jakarta)
Happy Karlina Marjo;
Michiko Mamesah;
Siti Nurjanah
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6 No 1 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.963 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.061.07
Penelitian Quasi eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap body image siswa kelas XI di MAN 3 Jakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 3 Jakarta sebanyak 9 siswa pada kelompok treatment dan 9 siswa pada kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Purposive. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan desain Quasi experimental Design dan bentuk desain nonequivalent Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner MBSRQ dan dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil analisis menunjukkan nilai sig.= 0.018 pada kelompok treatment yang berarti nilai probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α = 0.05, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil analisis dapat diartikan bahwa layanan bimbingan kelompok berpengaruh terhadap peningkatan body image siswa kelas XI di MAN 3 Jakarta.
Penerapan Cognitive Behavioral Play Therapy untuk Anger Expression pada Anak
Sjenny Anggraeni Indrawati;
Michiko Mamesah;
Audia Purnama Putri
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.675 KB)
|
DOI: 10.21009/insight.071.02
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Cognitive Behavior Play Therapy untuk Anger Expression pada satu siswa kelas VI SD Al Irsyad Al Islammiyah, Bekasi, Jawa Barat. Metode penelitian adalah Single Subject Research dengan desain penelitian A-B. Pengumpulan data menggunakan instrumen observasi yang dikembangkan melalui indikator pengekspresian kemarahan oleh Spielberger yaitu Anger In, Anger Out, dan Anger Control. Teknik analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada indikator Anger In mengalami penurunan dari kondisi baseline hingga kondisi intervensi sebesar 1.3, hal yang sama terjadi pada indikator Anger Out mengalami penurunan sebesar 5.8 sedangkan pada indikator Anger Control menunjukkan peningkatan sebesar 7.2. Adanya penurunan pada Anger Out dan adanya peningkatan pada Anger Control menunjukkan bahwa Cognitive Behavioral Play Therapy berpengaruh dalam membantu anak dalam mengelola ekspresi emosi marahnya. Kata Kunci: Kemarahan, Anger Expression, Anger In, Anger Out, Anger Control, perilaku, kognitif, konseling Individual, cognitive behavioral play therapy.
Pengaruh Bimbingan Klasikal dengan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Siswa
Wirda Hanim;
Michiko Mamesah;
Rani Romatua Anzelyna
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.636 KB)
|
DOI: 10.21009/insight.071.05
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Project Based Learning dalam bimbingan klasikal untuk meningkatkan tanggung jawab siswa kelas XII Jurusan Audio Video di SMKN 5 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Sampel penelitian sebanyak 49 siswa, diambil dengan menggunakan teknik non-probabilitas sampling. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh peneliti dan berdasarkan aspek-aspek pembentuk tanggung jawab yang dikemukakan Sukiat tahun 1993. Berdasarkan hasil uji coba, instrumen ini memiliki 65 item valid dengan realiabilitas sebesar 0,905. Hasil penelitian pada kelompok eksperimen diketahui bahwa gambaran tanggung jawab siswa saat pretest 12,5% berada pada kategori rendah, 41,67% berada pada kategori sedang, dan 45,83% berada pada kategori tinggi. Sedangkan, gambaran tanggung jawab siswa saat posttest adalah 20,83% berada pada kategori sedang, 37,5% berada pada kategori tinggi, dan 41,67 % berada pada kategori sangat tinggi. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan Mann Whitney U Test. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil nilai Asymp. Sig = 0.000. Hipotesis penelitian diuji pada taraf signifikan = 0.05 atau dengan tingkat kesalahan 5% maka nilai Asym. Sig = 0.000 < nilai signifikan = 0.05. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata peningkatan tanggung jawab siswa yang mendapatkan bimbingan klasikal dengan menggunakan model Project Based Learning lebih besar, dibandingkan rata-rata peningkatan tanggung jawab siswa yang tidak mendapatkan bimbingan klasikal dengan menggunakan model Project Based Learning.
Gambaran Penerimaan Diri Siswa yang Mengalami Perceraian Orangtua
Dona Dyah Kusumawardhani;
Michiko Mamesah
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.3 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.092.04
Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri remaja yang mengalami perceraian orangtua yang dialami oleh siswa Sekolah Menengah Atas di SMAN 14 Jakarta. Tema penelitian ini memfokuskan pada gambaran penerimaan diri, dampak perceraian orangtua terhadap remaja dan faktor yang berpengaruh terhadap penerimaan diri. Pengambilan sampel menggunakan teknik critical case study berjumlah 2 orang. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan metode riset naratif (narrative research). Pengumpulan data melakukan wawancara mendalam (in depth interview) secara online, observasi melalui video call dan call whatsapp serta studi dokumentasi. Data tersebut didukung dengan data tambahan dari wawancara Guru BK, Wali kelas, dan Teman Sebaya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa yang mengalami perceraian orangtua memiliki penerimaan diri yang cukup baik mereka mampu belajar dari perceraian yang orangtua yang mereka alami. Mereka memiliki permasalahan masing-masing disekolah yaitu pencapaian akademik yang rendah pada responden perempuan dan pergi dari mata pelajaran pada responden laki-laki. Namun di masa sekarang mereka sudah belajar dari perceraian orangtua mereka dan menjadi kekuatan untuk bangkit dari perceraian orangtua mereka. Kata Kunci: Penerimaan diri, Siswa, Perceraian Orangtua Abstract This study aims to describe the self-acceptance of adolescents who experience parental divorce experienced by high school students at SMAN 14 Jakarta. The theme of this research focuses on the picture of self-acceptance, the impact of parental divorce on adolescents, and the factors that influence self-acceptance. Sampling using a purposive sampling technique amounted to 2 people. This research is a qualitative descriptive with a narrative research. Data collection conducted in-depth interviews (in-depth interviews) online, observation via video call and WhatsApp call, and documentation study. This data is supported by additional data from interviews with counseling teachers, homeroom teachers, and peers. The results of this study concluded that students who experienced parental divorce had good enough self-acceptance that they were able to learn from their parents' divorce. They have their respective problems in school, namely low academic achievement for female respondents and moving away from subjects for male respondents. But in the present they have learned from their divorce parents and become the strength to rise from their parents' divorce. Keywords : Self-acceptance, Student, Parental Divorce
Pengaruh Konseling Online Menggunakan Teknik Desensitisasi Sistematis Terhadap Kecemasan Siswa Pada Saat Presentasi di SMPN 232 Jakarta
Michiko Mamesah;
Neni Nur Utami
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.525 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.101.07
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Desensitisasi Sistematis untuk mengurangi tingkat kecemasan siswa pada saat presentasi di SMPN 232 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian subjek tunggal dengan desain A-B. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa perempuan kelas VIII SMPN 232 Jakarta yang memiliki tingkat kecemasan tinggi pada saat presentasi berdasarkan hasil pengukuran kecemasan instrumen state and trait anxiety (STAI). Data yang diperoleh selama penelitian kemudian dianalisis dengan cara analisis dalam kondisi pada kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B) serta dilakukan analisis antar kondisi baseline (A) dengan kondisi intervensi (B). Skor pada kondisi baseline cenderung stabil dan skor pada kondisi intervensi cenderung menurun. Skor kecemasan sebelum dilakukan intervensi adalah 121 (berada pada kategori tinggi) kemudian menurun menjadi 64 (berada pada kategori rendah) setelah diberikan intervensi. Hasil persentase overlap pada penelitian ini memperlihatkan bahwa teknik Desensitisasi Sistematis berpengaruh pada menurunnya tingkat kecemasan siswa pada saat presentasi.
Pengaruh Stigma Masyarakat Terhadap Pembentukan Konsep Diri Remaja Penyalahgunaan Narkoba di Yayasan Bersama Kita Pulih (BESAKIH)
Nur alifya;
Michiko Mamesah
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.578 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.101.08
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana stigma masyarakat mempengaruhi konsep diri remaja penyalahgunaan narkoba di Yayasan Bersama Kita Pulih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah studi kasus dengan responden sebanyak 2 orang remaja penyalahguna narkoba. Pengambilan sampel menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden pertama yang berinisial AA sudah memiliki konsep diri yang positif setelah melakukan rehabilitasi. hal tersebut terlihat dari mulai terpenuhinya dimensi-dimensi dalam konsep diri yaitu dimensi pribadi, dimensi sosial, dimensi fisik, dimensi etika dan moral serta dimensi keluarga. Sedangkan responden kedua yang berinisial MAM memiliki konsep diri yang negatif ditandai tidak merasa dirinya bermasalah dan tidak memerlukan perawatan rehabilitasi. Hal tersebut karena MAM memiliki kontrol emosi yang rendah, penerimaan diri yang negatif dan rendahnya tingkat beradaptasi dengan lingkungan. Stigma masyarakat 50% cukup berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri pada remaja jika hubungan dengan keluarga kurang baik. Karena pada masa remaja sangat diperlukan dukungan dan kasih sayang orangtua dalam perkembangan emosional remaja. The purpose of this research is to see how social stigma affects self-concept of adolescent drug abuse at Yayasan Bersama Kita Pulih. This research uses a qualitative approach and method that is used is a case study with the respondents of 2 adolescents who abuse drugs. Sampling uses interview, observation and documentation. The result of this research shows that the first respondent with the initials AA already has a positive self-concept after doing the rehabilitation. It can be seen from starting the fulfillment of dimensions in self-concept, namely personal dimension, social dimension, physical dimension, ethical and moral dimensions and also family dimension. While, the second respondent with the initials MAM has a negative self-concept that is indicated from not feeling that his self is problematic and does not require rehabilitation treatment. This is because MAM has a low emotional control, negative self-acceptance and a low level-adaptation with the environment. 50% of social stigma is quite influential towards the formation of self-concept in adolescent if the relationship with the family is not good enough. Because in adolescence, parental support and affection are required in adolescent emotional development.