Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Edukasi nutrisi bagi remaja pada pelajar sekolah menengah atas di Luwuk Kabupaten Banggai: Nutrition Education for Adolescents for High School Students in Luwuk, Banggai Region Mangemba, Dg; Kurniasari Yuwono, Dian; Galenso, Nitro; Amyadin, Amyadin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i1.3951

Abstract

A Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa peralihan dari fase anak ke fase dewasa. Ini menjadikan masa remaja sebagai mata rantai utama yang menentukan status kesehatan dan status gizi seorang individu pada usia dewasanya. Asupan gizi yang tidak adekuat akan mengganggu perkembangan kognitif, mengganggu kapasitas memori, penurunan sel-sel otak, bahkan mengganggu kemampuan remaja dalam meregulasi  emosinya. Oleh karena itu pembentukan pola makan yang benar serta pendidikan gizi sangat tepat untuk diinisiasi pada masa ini sehingga diharapkan pola yang sehat ini akan bertahan hingga masa dewasa. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai gizi seimbang yang dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu ceramah dan tanya jawab menggunakan media PPT dan leaflet. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu para pelajar SMA di Luwuk Kabupaten Banggai berjumlah 87 orang yang dilakukan pada tanggal 12 Juni 2024. Hasil kegiatan diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi tentang nutrisi bagi remaja dari 35% menjadi 85% dalam kategori baik. Kesimpulan Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kegiatan lanjutan pihak sekolah untuk melakukan edukasi secara berkelanjutan dengan melakukan kerjasama dengan puskesmas setempat agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan di sekolah.
Optimalisasi Kesehatan Fisik Lansia melalui Senam Lansia sebagai Strategi Menuju Lansia Tangguh: Optimizing Physical Health of the Elderly through Elderly Gymnastics as a Strategy Towards Resilient Elderly Andriani, Erni; Nurmalisa, Baiq; Yuwono, Dian Kurniasari; Umar, Nurlailah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i2.3863

Abstract

Pendahuluan: Penurunan fungsi fisik pada lansia, seperti berkurangnya kekuatan otot, keseimbangan, dan fleksibilitas, dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, jatuh, dan ketergantungan terhadap bantuan orang lain. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik lansia seperti melalui senam lansia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi lansia dalam mengikuti senam lansia. Metode pengabmas dengan melakukan aktivitas senam lansia secara langsung yang dilakukan pada tanggal 10 Mei 2024. Hasil diperoleh yaitu peningkatan motivasi dan keikutsertaan lansia dimana jumlah lansia yang mengikuti sebanyak 28 lansia. Kesimpulan kegiatan pengabmas ini terbukti dapat meningkatkan angka partisipasi senam lansia. Saran diharapkan kegiatan ini dapat dijadikan kegiatan yang rutin dan sukarela oleh para lansia di PSTW Madago.
Edukasi Gizi Seimbang Pada Organisasi Profesi Kesehatan dan Mitra Dunia Usaha di Kabupaten Banggai Yuwono, Dian Kurniasari; Galenso, Nitro; Mangemba, Dg.; Sukmawati, Sukmawati; Nurarifah, Nurarifah
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v3i1.3356

Abstract

Kebiasaan makan masyarakat di Sulawesi Tengah didominasi oleh pola makan yang tidak sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Di sisi lain, tenaga kesehatan dan dunia usaha berkewajiban membantu pemerintah dalam promosi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk untuk menyegarkan kembali topik mengenai ukuran/porsi setiap kelompok makanan yang sesuai dengan standar gizi seimbang pada organisasi profesi kesehatan dan dunia usaha melalui metode ceramah menggunakan media foto makanan. Kegiatan berlangsung di Luwuk, Kabupaten Banggai pada Agustus 2022 dengan peserta sebanyak 15 orang yang terdiri dari perwakilan organisasi profesi kesehatan dan organisasi mitra usaha/korporat. Peningkatan pengetahuan hanya terjadi pada 2 kelompok makanan, yaitu makanan pokok dan sayur, namun dilihat dari indikator keaktifan peserta, kegiatan ini cukup berhasil. Selanjutnya kegiatan edukasi terkait gizi perlu tetap dilakukan secara periodik bagi tenaga kesehatan mengingat fungsi tenaga kesehatan sebagai agen promosi kesehatan bagi masyarakat
TANGGUNGJAWAB RUMAH SAKIT TERHADAP PENGAMBILAN DAN PENYEBARLUASAN GAMBAR DIRI PASIEN YANG MELANGGAR KESUSILAAN Galenso, Nitro; Yuwono, Dian Kurniasari
The Juris Vol. 7 No. 2 (2023): JURNAL ILMU HUKUM : THE JURIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIH Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/juris.v7i2.972

Abstract

Prioritizing patient privacy is a characteristic of Hospital services. However, sometimes, it is violated intentionally or unintentionally. The violation act is such as taking the image of a patient in a certain unethical condition without the patient's consent. This study is a law normative study with a statuta approach, held in August 2023. It aims to analyze the laws and regulations related to the Government's responsibility to provide safety and patient privacy in hospital services. The spreading of unethical patients' self-images shows that the implementation of related laws and regulations needs to be improved. The recording/photographing of patients is the Hospital's responsibility by the Act/Law No. 17 of 2023, which points out the patient's/family's/Hospital's consent and the Health Ministerial Regulation no.24, 2016 on technical requirements for hospital buildings and infrastructure that divide privacy zones of patient service. Meanwhile, distributing/spreading unethical images of the patients through media is the responsibility of a person/party in accordance with act/law no. 19 of 2016 on the amendment to act/law no. 8 of 2008 on information and electronic transactions. If these laws and regulations were implemented optimally by all parties, the chance of recording/photographing patient in unethical conditions without their consent or violating their privacy, could be prevented. Implementations of related laws and regulations should be conducted of all parties. Regarding this matter, Hospitals’ responsibilities are providing information, education, forbidden signs, and security guarantees to the patient and their family.
Karakteristik Penderita Cedera Kepala Bodolo, Elsawati; Mangemba, Dg; Yuwono, Dian Kurniasari; Galenzo, Nitro; Sukmawati, Sukmawati; Nurarifah, Nurarifah; Ra’bung, Alfrida Semuel; Subchan, Djadid
Jurnal Berita Kesehatan Vol 16 No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v16i1.120

Abstract

Cedera kepala merupakan cedera mekanis dalam kepala, itu dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsungdan selanjutnya dapat mengganggu fungsi saraf, fisik, kognitif, dan psikososial baik sementara maupun permanen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita cedera kepala di UPT Rumah Sakit UmumDaerah Kabupaten Banggai. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian retrospektifmenggunakan data sekunder rekam medis yang dilakukan di UPT Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banggaipada periode Januari – Desember 2022 Populasi penelitian ini adalah berjumlah 70 penderita cedera kepala di UPTRumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banggai.Dari penelitian ini penderita cedera kepala di UPT Rumah SakitUmum Daerah Kabupaten Banggai tahun 2022 memiliki distribusi terbanyak pada jenis kelamin laki-laki 38 orang(54,3%), pada kelompok usia terbanyak adalah remaja awal 12 orang (17,1%), pada tingkat pendidikan palingterbanyak adalah SMA/MA 21 orang (30,0%), pada tingkat pekerjaan paling terbanyak adalah pelajar 17 orang(24,3%), penyebab terbanyak adalah kecelakaan lalu lintas 37 orang (52,9%), dan tingkat keparahan berdasarkannilai glasgow coma scale (GCS) paling terbanyak adalah cedera kepala ringan 64 orang (91,4%).Penelitian inimemperlihatkan tingginya prevelensi cedera kepala pada laki-laki dibandingkan perempuan dan didominasi olehkelompok usia remaja awal, serta dilihat dari pekerjaan yang terbanyak adalah pelajar dan IRT. Penyebabterbanyak adalah kecelakaan lalu lintas. Cedera kepala ringan memiliki frekuensi tertinggi dibanding dengantingkat keparahan lainnya.Tingginya prevelensi cedera kepala yang di akibatkan oleh kecelakaan dan padakelompok usia remaja dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah setempat untuk lebih memerhatikankesadaran keamanan berkendara bagi masyarakat.
Pendampingan Masyarakat dalam Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Galenso, Nitro; Dg.Mangemba; Yuwono, Dian Kurniasari; Sukmawati, Sukmawati
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v5i1.4206

Abstract

Keberhasilan pengobatan penyakit seringkali bergantung pada kepatuhan pasien dalam melakukan kunjungan ulang (follow-up) ke fasilitas kesehatan. Data dari UPT Puskesmas Biak menunjukkan bahwa rendahnya kunjungan ulang berdampak pada pencapaian target program kesehatan dan menyebabkan pengobatan yang tidak tuntas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan memberikan pendampingan kepada masyarakat Desa Awu guna meningkatkan perlindungan melalui informasi yang komprehensif, pelayanan langsung, dan penatalaksanaan peraturan desa. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 di Balai Desa Awu, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai. Metode yang digunakan terdiri dari tiga tahap: (1) Inisiasi berupa observasi dan koordinasi awal; (2) Pelaksanaan berupa forum diskusi terpandang yang melibatkan aparat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan Puskesmas Biak; dan (3) Penutupan berupa perumusan rekomendasi tindak lanjut. Berhasil teridentifikasi beberapa masalah utama pelayanan kesehatan yang dirasakan masyarakat, khususnya terkait akses informasi dan kepatuhan kunjungan ulang. Forum diskusi menghasilkan potensi solusi yang partisipatif. Rekomendasi utama adalah perlunya perancangan Peraturan Desa yang mengatur keterlibatan pemerintah desa dalam mendukung pelayanan kesehatan primer. Kegiatan ini efektif dalam merumuskan akar masalah dan solusi terkait kunjungan ulang di Desa Awu. Usulan perancangan Peraturan Desa diharapkan dapat menjadi landasan hukum untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkelanjutan dan pada akhirnya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Integrated Education and Screening Program for Adolescents at Adolescent Community Based Integrated Post for Prevention and Early Detection of Hypertension Sukmawati; Dian Kurniasari Yuwono; Nurarifah Nurarifah; Nitro Galenso; Dg Mangemba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i2.4215

Abstract

Hypertension can occur in adolescents and is often asymptomatic. However, adolescent participation in posyandu, one of whose goals is early detection of non-communicable diseases (NCDs), remains low. Purpose: This community service aims to promote health to adolescents at the adolescent posyandu in an effort to prevent and detect hypertension early. Methods: Early detection was conducted by measuring blood pressure, providing counseling, distributing leaflets, and administering pre-post tests. The activity was carried out at the adolescent posyandu in Awu Village on July 31, 2025, attended by 5 cadres and 15 adolescents. Results: All adolescent participants did not know their blood pressure. The blood pressure examination showed that one adolescent had above-normal blood pressure (140 mmHg). The pre-post test knowledge level increased by an average of 41%. Counseling proved to be an effective strategy to increase knowledge. Previously unknown information was that hypertension can occur in adolescents and is asymptomatic. The most effective way to detect it is to measure blood pressure regularly. Conclusion: The final evaluation showed that this community service activity was successful, as seen from the enthusiasm of the participants. It is hoped that adolescents will be empowered, have the knowledge, attitudes, and skills for healthy living, and help break the chain of hypertension.