Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi nutrisi bagi remaja pada pelajar sekolah menengah atas di Luwuk Kabupaten Banggai: Nutrition Education for Adolescents for High School Students in Luwuk, Banggai Region Mangemba, Dg; Kurniasari Yuwono, Dian; Galenso, Nitro; Amyadin, Amyadin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i1.3951

Abstract

A Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa peralihan dari fase anak ke fase dewasa. Ini menjadikan masa remaja sebagai mata rantai utama yang menentukan status kesehatan dan status gizi seorang individu pada usia dewasanya. Asupan gizi yang tidak adekuat akan mengganggu perkembangan kognitif, mengganggu kapasitas memori, penurunan sel-sel otak, bahkan mengganggu kemampuan remaja dalam meregulasi  emosinya. Oleh karena itu pembentukan pola makan yang benar serta pendidikan gizi sangat tepat untuk diinisiasi pada masa ini sehingga diharapkan pola yang sehat ini akan bertahan hingga masa dewasa. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai gizi seimbang yang dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu ceramah dan tanya jawab menggunakan media PPT dan leaflet. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu para pelajar SMA di Luwuk Kabupaten Banggai berjumlah 87 orang yang dilakukan pada tanggal 12 Juni 2024. Hasil kegiatan diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi tentang nutrisi bagi remaja dari 35% menjadi 85% dalam kategori baik. Kesimpulan Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kegiatan lanjutan pihak sekolah untuk melakukan edukasi secara berkelanjutan dengan melakukan kerjasama dengan puskesmas setempat agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan di sekolah.
Optimalisasi Kesehatan Fisik Lansia melalui Senam Lansia sebagai Strategi Menuju Lansia Tangguh: Optimizing Physical Health of the Elderly through Elderly Gymnastics as a Strategy Towards Resilient Elderly Andriani, Erni; Nurmalisa, Baiq; Yuwono, Dian Kurniasari; Umar, Nurlailah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i2.3863

Abstract

Pendahuluan: Penurunan fungsi fisik pada lansia, seperti berkurangnya kekuatan otot, keseimbangan, dan fleksibilitas, dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, jatuh, dan ketergantungan terhadap bantuan orang lain. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik lansia seperti melalui senam lansia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi lansia dalam mengikuti senam lansia. Metode pengabmas dengan melakukan aktivitas senam lansia secara langsung yang dilakukan pada tanggal 10 Mei 2024. Hasil diperoleh yaitu peningkatan motivasi dan keikutsertaan lansia dimana jumlah lansia yang mengikuti sebanyak 28 lansia. Kesimpulan kegiatan pengabmas ini terbukti dapat meningkatkan angka partisipasi senam lansia. Saran diharapkan kegiatan ini dapat dijadikan kegiatan yang rutin dan sukarela oleh para lansia di PSTW Madago.
Implementation of The draivCare App on Maternal Health Services Yuwono, Dian Kurniasari; Monoarfa, Yustianty; Galenso, Nitro
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v7i2.4049

Abstract

Background: Banggai Regency government collaborated with a local start-up, Draiv, to develop a health service app specialized for pregnant women, called draivCare. This study aims to evaluate the effect of draivCare utilization on maternal health services. Methods: This is a case-control method to identify the differentiation of ANC services utilization during the pregnancy period between groups. We use secondary data and conducting interview with midwives. A total 39 pregnant women who use draivCare app in their pregnancy were administered to the intervention(case) group, whereas 156 pregnant women who did not use draivCare app in their pregnancy belong to the control group. Antenatal care (ANC) frequency and components were the variables studied using chi-square. Results: The proportion of mother who received the fetal examination and the proportion of mothers who received tetanus toxoid immunization are significantly differ between groups. Despite the barriers such as android-based mobile phone ownership of the mothers, the communication between pregnant women and midwives is quite intense. Conclusion: The implementation of draivCare app has yet to affect pregnant women’s health care quality and quantity significantly. However, the intense communication between pregnant women and midwives shows a potential effect of the app on improving antenatal care.
Edukasi Gizi Seimbang Pada Organisasi Profesi Kesehatan dan Mitra Dunia Usaha di Kabupaten Banggai Yuwono, Dian Kurniasari; Galenso, Nitro; Mangemba, Dg.; Sukmawati, Sukmawati; Nurarifah, Nurarifah
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v3i1.3356

Abstract

Kebiasaan makan masyarakat di Sulawesi Tengah didominasi oleh pola makan yang tidak sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Di sisi lain, tenaga kesehatan dan dunia usaha berkewajiban membantu pemerintah dalam promosi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk untuk menyegarkan kembali topik mengenai ukuran/porsi setiap kelompok makanan yang sesuai dengan standar gizi seimbang pada organisasi profesi kesehatan dan dunia usaha melalui metode ceramah menggunakan media foto makanan. Kegiatan berlangsung di Luwuk, Kabupaten Banggai pada Agustus 2022 dengan peserta sebanyak 15 orang yang terdiri dari perwakilan organisasi profesi kesehatan dan organisasi mitra usaha/korporat. Peningkatan pengetahuan hanya terjadi pada 2 kelompok makanan, yaitu makanan pokok dan sayur, namun dilihat dari indikator keaktifan peserta, kegiatan ini cukup berhasil. Selanjutnya kegiatan edukasi terkait gizi perlu tetap dilakukan secara periodik bagi tenaga kesehatan mengingat fungsi tenaga kesehatan sebagai agen promosi kesehatan bagi masyarakat
TANGGUNGJAWAB RUMAH SAKIT TERHADAP PENGAMBILAN DAN PENYEBARLUASAN GAMBAR DIRI PASIEN YANG MELANGGAR KESUSILAAN Galenso, Nitro; Yuwono, Dian Kurniasari
The Juris Vol. 7 No. 2 (2023): JURNAL ILMU HUKUM : THE JURIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIH Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/juris.v7i2.972

Abstract

Prioritizing patient privacy is a characteristic of Hospital services. However, sometimes, it is violated intentionally or unintentionally. The violation act is such as taking the image of a patient in a certain unethical condition without the patient's consent. This study is a law normative study with a statuta approach, held in August 2023. It aims to analyze the laws and regulations related to the Government's responsibility to provide safety and patient privacy in hospital services. The spreading of unethical patients' self-images shows that the implementation of related laws and regulations needs to be improved. The recording/photographing of patients is the Hospital's responsibility by the Act/Law No. 17 of 2023, which points out the patient's/family's/Hospital's consent and the Health Ministerial Regulation no.24, 2016 on technical requirements for hospital buildings and infrastructure that divide privacy zones of patient service. Meanwhile, distributing/spreading unethical images of the patients through media is the responsibility of a person/party in accordance with act/law no. 19 of 2016 on the amendment to act/law no. 8 of 2008 on information and electronic transactions. If these laws and regulations were implemented optimally by all parties, the chance of recording/photographing patient in unethical conditions without their consent or violating their privacy, could be prevented. Implementations of related laws and regulations should be conducted of all parties. Regarding this matter, Hospitals’ responsibilities are providing information, education, forbidden signs, and security guarantees to the patient and their family.
Karakteristik Penderita Cedera Kepala Bodolo, Elsawati; Mangemba, Dg; Yuwono, Dian Kurniasari; Galenzo, Nitro; Sukmawati, Sukmawati; Nurarifah, Nurarifah; Ra’bung, Alfrida Semuel; Subchan, Djadid
Jurnal Berita Kesehatan Vol 16 No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v16i1.120

Abstract

Cedera kepala merupakan cedera mekanis dalam kepala, itu dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsungdan selanjutnya dapat mengganggu fungsi saraf, fisik, kognitif, dan psikososial baik sementara maupun permanen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita cedera kepala di UPT Rumah Sakit UmumDaerah Kabupaten Banggai. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian retrospektifmenggunakan data sekunder rekam medis yang dilakukan di UPT Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banggaipada periode Januari – Desember 2022 Populasi penelitian ini adalah berjumlah 70 penderita cedera kepala di UPTRumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banggai.Dari penelitian ini penderita cedera kepala di UPT Rumah SakitUmum Daerah Kabupaten Banggai tahun 2022 memiliki distribusi terbanyak pada jenis kelamin laki-laki 38 orang(54,3%), pada kelompok usia terbanyak adalah remaja awal 12 orang (17,1%), pada tingkat pendidikan palingterbanyak adalah SMA/MA 21 orang (30,0%), pada tingkat pekerjaan paling terbanyak adalah pelajar 17 orang(24,3%), penyebab terbanyak adalah kecelakaan lalu lintas 37 orang (52,9%), dan tingkat keparahan berdasarkannilai glasgow coma scale (GCS) paling terbanyak adalah cedera kepala ringan 64 orang (91,4%).Penelitian inimemperlihatkan tingginya prevelensi cedera kepala pada laki-laki dibandingkan perempuan dan didominasi olehkelompok usia remaja awal, serta dilihat dari pekerjaan yang terbanyak adalah pelajar dan IRT. Penyebabterbanyak adalah kecelakaan lalu lintas. Cedera kepala ringan memiliki frekuensi tertinggi dibanding dengantingkat keparahan lainnya.Tingginya prevelensi cedera kepala yang di akibatkan oleh kecelakaan dan padakelompok usia remaja dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah setempat untuk lebih memerhatikankesadaran keamanan berkendara bagi masyarakat.