Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Kinerja Operasional Mesin Utama Kapal Menggunakan Penerapan Overall Equipment Effectiveness Hariyanto, Surya; Ilham, Al Fillah; Alwi, M. Rusydi; Klara, Syerly
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 28 No 2 (2024)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112024.04

Abstract

Pada setiap kapal terutama kapal ferry menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utamanya. Mesin diesel adalah motor bakar dengan proses pembakaran yang terjadi didalam mesin itu sendiri (internal combustion engine). Mesin utama kapal tersebut akan mengalami penurunan kinerja berjalan usia dan lama beroperasi. Ada banyak hal yang menyebabkan kegagalan mesin utama salah satunya yaitu kurangnya perawatan dan penggunaan komponen penunjang yang salah seperti penggunaan bahan bakar atau coolant yang tidak direkomendasikan untuk mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa mesin yang dipakai selama operasional dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta menganalisa penyebab kegagalan mesin utama kapal dengan menggunakan Root Cause Analysis (RCA), dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efektivitas mesin utama kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE selama 3 tahun terakhir yaitu 70,76%, keterkaitan antara Six Big Losses dan OEE, di mana semakin tinggi nilai OEE, semakin rendah nilai Six Big Losses, dan sebaliknya. Pada mesin utama KMP. Balibo performance ratio yang belum sesuai dengan standar. Hal ini terkait dengan tingginya tingkat losses, khususnya Breakdown Losses serta memiliki dampak besar pada availibilty ratio.
Information System Design for Material and Interim Product Store Department in an Indonesian Small Shipyard Firmansyah, Mohammad Rizal; Asri, Syamsul; Fachruddin, Farianto; Wahyuddin, Wahyuddin; Clausthaldi, Fadhil Rizki; Alwi, Muhammad Rusydi; Haris, Muhammad Rezky Pratama; Khalis, Muhammad Risqan
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 6, Number 2, July 2025 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.vi.45233

Abstract

The ship production process at shipyards involves complex and critical information that must be managed effectively to ensure timely project completion. Ambiguities or delays in information exchange among departments can result in project setbacks and increased costs, which reduce revenue and undermine competitiveness. To address this, each department involved in ship construction must adopt an information system that ensures efficient communication both internally and across departments. Key information includes requirements for raw materials, consumables, workforce, production facilities, equipment, and the production methods used at each stage—factors that directly affect cost allocation. In many small shipyards across Indonesia, information is still processed and shared manually, leading to significant delays and inefficiencies. There is an urgent need for a digital information system tailored to the specific functions of each department and designed to facilitate smooth interdepartmental interaction. However, prior to system development, it is essential to understand and map the information flows within and between departments. This study focuses on the materials and interim products department, a critical part of the ship production process. The aim is to identify and map the internal information flows of this department and propose a suitable digital information system for implementation in small-scale Indonesian shipyards. By doing so, the research contributes to improving production efficiency and supports digital transformation in the domestic shipbuilding industry.
Peningkatan Kapasitas Nelayan melalui Pelatihan Perawatan dan Perbaikan Mesin Outboard di Kelurahan Gusung, Makassar Mahmuddin, Faisal; Klara, Syerly; Muhammad, Andi Haris; Alwi, M. Rusydi; Baharuddin, Baharuddin; Rivai, Haryanti; Nikmatullah, Muhammad Iqbal; Ramadhan, Fadel Rezky; Soedarto, Muh. Fadil; Raihansyah, Hilmi
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin outboard merupakan komponen utama penggerak kapal nelayan skala kecil yang berperan penting dalam menentukan efisiensi operasional, keselamatan, dan produktivitas kegiatan melaut. Namun, pada banyak wilayah pesisir, termasuk Kelurahan Gusung, Kota Makassar, nelayan masih menghadapi berbagai permasalahan teknis akibat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan perawatan serta perbaikan mesin outboard. Kondisi ini menyebabkan tingginya frekuensi kerusakan mesin, meningkatnya biaya operasional, serta ketergantungan terhadap teknisi bengkel. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan nelayan dalam melakukan perawatan rutin dan perbaikan dasar mesin outboard secara mandiri. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi yang mencakup penyampaian materi teoritis serta penjelasan praktis mengenai komponen utama mesin outboard, sistem pengapian, sistem pelumasan, sistem pendingin, serta langkah-langkah pencegahan kerusakan akibat lingkungan pesisir yang bersifat korosif. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Gusung dengan melibatkan nelayan setempat sebagai peserta utama. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pengamatan tingkat kehadiran, partisipasi aktif peserta selama diskusi, serta pengukuran peningkatan pemahaman menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran peserta yang sangat tinggi serta meningkatnya pemahaman nelayan terhadap pentingnya perawatan mesin outboard yang benar dan terjadwal. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemandirian nelayan, menekan biaya perawatan mesin, serta mendukung keberlanjutan dan keselamatan aktivitas penangkapan ikan di wilayah pesisir.