p-Index From 2021 - 2026
6.027
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kingdom Graph: Mengapa Gereja-Gereja di Iran Dan Tiongkok Berkembang Pesat walau dalam Tekanan atau Aniaya Victor Christianto; Simon Simon
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 4 No. 2 (2021): Pentecostalism, Worship & Ecclesiology
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v4i2.58

Abstract

Among the Pentecostal / Charismatic circles, a distinctive hermeneutic understanding has developed, which Menzies wrote in his book: This story is our story. This means an understanding that the story of the early church that we read in the Acts of the Apostles is also the story of the churches today in various places, which also experienced various pressures and persecutions. This is especially so in Iran and China, but what is strange is that the seeds of God's Word, which seemed to fall on rocky ground, did not immediately die out, but instead found unique ways to grow. This article notes some things that churches in other places need to listen to and learn about their tenacity and perseverance and zeal. In the second part, the authors present a graph model to understand church growth as an endogenous process. We hope that these observations and mathematical models are useful for church leaders in developing a more dynamic ecclesiology.
Pelatihan Penggunaan Mendeley Desktop dalam Penulisan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa Pascasarjana Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia Simon Simon; Tommy Lantang; Auw Tammy Yulianto; Albertus Kurniadi Saputro
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3171.381 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v5i1.157

Abstract

The world's demands for publication in accredited journals and international journals require articles to be written using the Mendeley application. However, the use of the Mendeley application in writing articles is still not fully understood by students. Among the groups who did not understand were the postgraduate students of the Anugrah Indonesia Theological College (STTAI). Writing references in scientific works as well as in the work of assignments, is still done manually. On that basis, this topic was written by researchers to explain about Mendeley Desktop as well as provide mentoring training in using Mendeley Desktop and Mendeley Web Importer. This mentoring training was conducted for 40 STTAI postgraduate students for four weeks online with a duration of two and a half to three hours. As a result of this mentoring training on the use of Mendeley Desktop, STTAI postgraduate students know and are proficient in Mendeley Desktop. After training, students can use Mendeley in writing references for every lecture assignment and writing articles or thesis or dissertation proposals. This shows that the mentoring training for using Mendeley Desktop has achieved satisfactory results as expected.Keywords: mendeley desktop; reference; training; accompaniment; scientific work; STTAI AbstrakTuntutan dunia publikasi pada jurnal-jurnal terakreditasi dan jurnal internasional mewajibkan artikel menulis dengan menggunakan aplikasi mendeley. Namun, penggunaan aplikasi mendeley dalam penulisan artikel kebanyakan masih belum dipahami oleh para mahasiwa. Kelompok yang belum memahami itu di antaranya dari para mahasiwa pascasarjana Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia (STTAI). Penulisan referensi dalam karya ilmiah maupun dalam pengerjaan tugas, masih dilakukan secara manusal. Atas dasar itulah, maka topik ini ditulis oleh peneliti untuk menjelaskan perihal mendeley desktop sekaligus memberikan pelatihan pendampingan dalam menggunakan mendeley desktop dan mendeley web importer. Pelatihan pendampingan ini dilakukan kepada 40 mahassiwa pascasarjana STTAI selama empat minggu melalui daring dengan durasi waktu dua setengah sampai tiga jam. Hasil dari pelatihan pendampingan penggunaan mendeley desktop ini, para mahasiwa pascasarjana STTAI mengetahui dan mahir dalam mendeley desktop. Setelah dilakukan pelatihan, maka setiap tugas perkuliahan dan penulisan artikel maupun proposal tesis atau disertasi, mahasiswa dapat menggunakan mendeley dalam penulisan referensi. Ini menunjukkan pelatihan pendampingan penggunaan mendeley desktop ini mencapai hasil yang memuaskan sesuai dengan yang diharapkan. Kata Kunci: mendeley desktop; referensi; pelatihan; pendampingan; karya ilmiah; STTAI
Kontribusi Pengajar Pendidikan Agama Kristen dalam Membantu Pemulihan Traumatis Korban Pelecahan Seksual Lena Anjarsari Sembiring; Simon Simon
Jurnal Shanan Vol. 6 No. 1 (2022): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.217 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v6i1.3624

Abstract

Ide dasariah tulisan ini berangkat dari pada bulan Desember 2021, berbagai stasiun televisi dan platform media sosial mengulas maraknya pelecehan seksual yang terjadi baik di tanah air maupun di luar negeri. Berdasarkan laporan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melaporkan, korban kekerasan seksual mencapai angka tertinggi pada tahun 2020 yakni sekitar 7.191 kasus, sementara pada tahun 2020 jumlah kasus kekerasan pada anak dan perempuan mencapai 11.637. Di dalam menguraikan topik ini, peneliti menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menjawab dua inti utama pertanyaan penelitian pada topik ini, yaitu bagaimana gambaran penderitaan korban pelecehan seksual? dan bagaimana kontribusi pengajar pendidik agama Kristen (PAK) untuk membantu pemulihan traumatik korban? Temuan pada pembahasan pada topik ini, mereka yang pernah mengalami pelecehan seksual, mengalami penderitaan fisik, finansial, psikis serta spiritual. Kontribusi yang dapat dilakukan oleh pengajar PAK dengan menggagas dan melakukan PAK berbasis konseling dan mentoring. Tujuan penerapan dilaksanakan, pengajar hadir serta menemani korban sampai mengalami tahap pemulihan dari trauma yang dialami. Pendidikan seks yang terintegrasi dalam agama juga dapat dilakukan untuk mencegah agar tidak ada yang menjadi pelaku pelecehan seksual. Hal tersebut akan membantu jumlah pengurangan kasus pelecehan seksual.
Ekses Politik, Ekonomi, dan Kehidupan Beragama di tengah Pandemi Covid-19 Agus Suhariono; Steven Tommy Dalekes Umboh; Simon Simon
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v4i1.99

Abstract

The Covid-19 pandemic that has hit the global community has put everyone in a difficult situation. The majority of the global population, by and large, view this outbreak as purely a disease. This article aims to show how religious life in the Covid-19 situation produces various excesses. The method used in this paper is a qualitative method with a literature study approach. The results of the description in this paper, the Covid-19 pandemic produces excesses from the political side by reducing the intensity of war in countries that have been in conflict and showing the tendency for the power elite to achieve its goals through various policies. Meanwhile, from an economic point of view, pharmaceutical shareholders, large corporations, and a handful of countries benefit from the procurement of vaccines and medical equipment. From a religious perspective, Covid-19 is a prophetic scripture as a sign of the end of time, as well as a manifestation of God's immanence in events taking place in the world.  AbstrakPandemi Covid-19 yang melanda masyarakat global menyebabkan semua berada dalam situasi yang sulit. Mayoritas penduduk global, pada umumnya, memandang wabah ini murni sebagai penyakit. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana kehidupan beragama dalam situasi Covid-19 menghasilkan berbagai ekses. Metode yang digunakan pada tulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi litetur. Hasil uraian pada tulisan ini, Pandemi Covid-19 menghasilkan ekses dari sisi politik dengan mengurangnya intensitas peperangan di negara-negara yang selama ini berkonflik, dan memperlihatkan tendensi pada elit kekuasaan meraih tujuannya melalui berbagai kebijakan. Sementara dari sisi ekonomi, para pemilik saham yang bergerak di bidang farmasi, para korporat besar, dan segelintir negara mendapatkan keuntungan dari pengadaan vaksin dan alat-alat kesehatan. Dari sisi agama, Covid-19 merupakan nubuatan kitab suci sebagai tanda akhir zaman, serta sebagai wujud imanensi Allah dalam peristiwa yang berlangsung di dunia.  
Peranan Pendidikan Agama Kristen Menangani Masalah Ekologi Simon Simon
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 2, No 1 (2021): Pendidikan Kristen dan Kepemimpinan
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v2i1.60

Abstract

This article reviews how to base Christian Religious Education on ecological problems. This topic is needed to be discussed because Christianity is often seen as not paying attention to ecological problems. Christianity is considered to be more dominant in paying attention to doctrinal than on ecological issues. Christian religious educators as cognitive and moral stewardship of students are expected to contribute to landing PAK (Christian Education) on the ecological problems that occur. The method used in this paper is descriptive qualitative with a literary approach. The description of this article shows how the role of PAK is seen in ecological problems, of course, PAK teachers teach and develop paradigms of ecological problems among students. PAK teachers teach intermittently about ecological issues with full creativity. The PAK teachers themselves became aware of the actual actions being taken. This issue is important to pay attention to or analyze, so that humans have full awareness in maintaining their environment, so as not to leave a damaged natural heritage in the next generation.AbstrakArtikel ini mengulas bagaimana mendaratkan Pendidikan Agama Kristen pada permasalahan ekologi. Topik ini perlu dibahas karena kekristenan sering dianggap tidak peduli pada masalah-masalah ekologi. Kekristenan dianggap lebih dominan memberi perhatian pada pengajaran dokrinal iman dibandingkan mengenai permasalahan ekologi. Pendidik Agama Kristen sebagai penata kognitif dan penata moralitas nara-didik, diharapkan dapat berkontribusi bagaimana mendaratkan PAK pada permasalahan ekologi yang terjadi. Metode yang digunakan pada tulisan ini tentunya deskriftif kualitatif dengan pendekatan literatur. Uraian dari dari artikel ini bagaimana peran PAK terlihat dalam permasalahan ekologi, tentunya pendidik PAK mengajarkan dan membangun paradigma permasalahan ekologi bagi nara-didik. Pengajar PAK mengajarkan secara berkesinam-bungan mengenai permasalahan ekologi dengan penuh kreativitas. Diri pengajar PAK menjadi teladan dengan adanya tindakan yang nyata diperbuat. Masalah ini penting untuk diperhatikan atau ditelaah, supaya manusia memiliki kesadaran yang penuh dalam menjaga lingkungannya, agar tidak meninggalkan warisan alam yang rusak kepada generasi yang akan datang.
Peranan Gereja dalam Menghambat Laju Pertumbuhan Pemakai Narkoba Simon Simon
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v1i2.15

Abstract

Indonesia is a country that is fertile ground for drug trafficking carried out by domestic dealers and drug dealers internationally. The rise of drugs today causes victims to die every day. President Jokowi came to state that Indonesia was on the verge of a "drug emergency", because every day 50 people died. If in just one year it could reach 18,000 people die each year. Seeing these facts, of course the government appealed through the National Narcotics Agency (BNN) that this should not be left unnoticed because it would have an increasingly bad impact. This research aims to give an idea to the churches that the spread of drugs and the number of users is alarming in the midst of this nation. The method that the author uses in writing this article uses a qualitative method with a literature study approach. The role that can be demonstrated by the church in drug prevention by preaching the dangers of drugs in the pulpits, partnering with BNN institutions as the frontline in eradicating drugs, conducting visits to rehabilitation sites and optimizing the role of families as supervisors. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi lahan subur dalam peredaran narkoba yang dilakukan oleh para bandar dalam negeri maupun bandar narkoba secara internasional. Maraknya narkoba di masa kini menyebabkan adanya korban yang meninggal setiap hari. Presiden Jokowi pun sampai menyatakan bahwa Indonesia telah berada pada ambang “darurat narkoba,” dikarenakan setiap harinya meninggal 50 orang. Bila dalam setahun saja dapat mencapai 18. 000 orang meninggal setiap tahunnya. Melihat fakta-fakta ini, tentunya pemerintah menghimbau melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) mengemukan hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan semakin berdampak buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada gereja-gereja bahwa penyebaran narkoba serta jumlah pemakainya sudah mengkuatirkan di tengah bangsa ini. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Peranan yang dapat ditunjukkan oleh gereja dalam pencegahan narkoba dengan mengkhotbahkan bahaya narkoba di mimbar-mimbar, bermitra dengan lembaga BNN sebagai garda terdepan pemberantas naskoba, mengadakan kunjungan ketempat rehabilitasi dan mengoptimalkan peran keluarga sebagai pengawas.
Participation of Religious Leaders in Helping the Success of the Government's COVID-19 Vaccination Program Simon Simon; Alfons Renaldo Tampenawas; Joko Santoso; Astrid Maryam Yvonny Nainupu; Semuel Ruddy Angkouw; Alvonce Poluan
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 5, No 2 (2021): July 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.906 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v5i2.405

Abstract

Participation of Religious Leaders in Helping the Success of the Government's COVID-19 Vaccination Program. The basic idea of this paper departs from observations in the virtual and real world, where certain people or groups are found who disagree with the need to be vaccinated. If the country's people reject the mandatory mass vaccination, which the government is discussing, it will take a long time to restore normal activities. This paper uses a descriptive qualitative method with a literature study approach. The description in this paper found some people's rejection of vaccines because their views or perceptions about COVID-19 influenced it. The government's hope to immediately carry out mass vaccinations for all Indonesian people must be balanced with maximum efforts to make it happen. This substantial effort can be made by providing massive education in the media, conducting public campaigns, and providing guarantees to vaccine recipients. On the other hand, the success of this vaccination program does not only depend on the government; all elements of society are expected to contribute in this regard, especially religious leaders. The manifestation of the involvement of religious leaders is by educating the congregation through the pulpit about vaccines. In addition, religious leaders must also set an example by participating in vaccinations and actively countering hoax news. The dominance of factual information about vaccines dominates mass lines on social media. ABSTRAKKeikutsertaan Pemuka Agama Dalam Membantu Mensukseskan Program Vaksinasi COVID-19 Pemerintah. Ide dasar tulisan ini berangkat dari pengamatan di dunia maya dan nyata, yang mana ditemukan orang-orang atau kelompok tertentu yang tidak menyetujui keharusan untuk divaksin. Apabila masyarakat tanah air kecenderungan menolak wajib vaksinasi masal yang diwacanakan oleh pemerintah, tentu akan lama memulihkan aktivitas normal kembali. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Uraian pada tulisan ini ditemukan, penolakan sebagian orang terhadap vaksin karena dipengaruhi oleh  pandangan atau persepsi mereka mengenai COVID-19. Harapan pemerintah untuk segera melakukan vaksinasi masal ke seluruh masyarakat tanah air, harus diimbangi upaya yang maksimal dalam mewujudkannya. Upaya konkret itu dapat dilakukan dengan pemberian edukasi secara masif di media, melakukan kampanye publik dan adanya jaminan kepada penerima vaksin. Disisi lain suksesnya program vaksinasi ini tidak hanya bergantung kepada pemerintah, semua elemen masyarakat diharapkan kontribusinya dalam hal ini terutama para pemuka agama. Wujud dari keterlibatan pemuka agama adalah dengan mengedukasi jemaat melalui mimbar tentang vaksin. Selain itu, pemuka agama juga harus memberi contoh dengan ikut divaksin, serta aktif mengcounter berita hoax agar dominasi berita faktual tentang vaksin menguasai lini massa  di media sosial.
Menerapkan Pola Pendidikan Perjanjian Baru pada Pendidikan Kristiani Masa Kini Hernawati Husain; Lena Anjarsari Sembiring; Simon Simon
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 2: September 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v6i2.91

Abstract

According to PISA or Programme for International Student Assessment, the country's education system is relatively low in its achievement index compared to other countries. The education system also includes religious-based education. The focus of this article outlines how the system of educational patterns in the New Testament Period. This topic needs to be studied with the purpose of the description in this article can be a lens for all groups, to improve the pattern of education in the NT in relation to the present especially in the scope of Christian Religious Education. The author conducts a literature review to explain how the educational patterns in the New Testament. The results of the presentation in this article found parents to be the main educators before their children study to the formal level. Students learn the rabbi/or teacher way of life is a culture that has become customary in the new testament education pattern. With students learning the rabbinical way of life, making it easier for students to mentor and apprentices is a pattern of education in the New Testament. The implementation of educational patterns in the New Testament in the present day when all elements synergize with performing their respective roles. ABSTRAKMenurut PISA atau Programme for International Student Assessment sistem Pendidikan tanah air tergolong rendah indeks prestasi nya dibanding dengan negara lain. Sistem Pendidikan itu tentu juga meliputi Pendidikan berbasis keagamaan. Fokus artikel ini menguraikan bagaimana sistem pola kependidikan dalam Masa Perjanjian Baru. Topik ini perlu dikaji dengan tujuan uraian pada artikel ini dapat menjadi lensa bagi semua golongan, untuk merelevansikan pola kependidikan di PB dalam kaitan masa kini khsusnya dalam lingkup Pendidikan Agama Kristen. Penulis melakukan kajian literatur guna memaparkan bagaimana pola kependidikan di Perjanjian Baru. Hasil dari pemaparan dalam artikel ini ditemukan orang tua menjadi pendidik utama sebelum anak mereka studi ke jenjang formal. Murid mempelajari cara hidup rabi/atau guru adalah budaya yang sudah menjadi kebiasaan dalam pola kependidikan di Perjanjian Baru. Dengan murid mempelajari cara hidup rabi, memudahkan murid di mentoring serta murid magang adalah pola kependidikan dalam PB. Terimplementasinya pola kependidikan dalam PB di masa kini bila semua elemen bersinergi dengan melakukan peran masing-masing.  
Menggagas Pembelajaran Agama Kristen Berbasis Misiologi Lena Anjarsari Sembiring; Simon Simon
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2022): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.07 KB) | DOI: 10.54170/harati.v2i1.95

Abstract

This paper specifically described the issue of initiating the study of Christianity based on missiology. This topic was reviewed because factually Christian education based on missiology was still not fully encouraged in religious learning in classes. This topic was discussed considering that there were still a lot of various tribes who had not been reached in missionary services. Obviously, this should not be the responsibility of missionary institutions alone, but religious institutions in the context of Christian education should also make a contribution and pay attention to it. In discussing this topic, the researchers used qualitative methods with a literature study approach. The description in discussing this article started with the Curriculum of Christian Religious Education leading to missiology. Then, the practice of mission-based learning was carried out for students in the classrooms. This was done to instill the concern of the Great Mandate from an early age. Besides, Christian Educators should live up to their missionary activities as their responsibility of their vocation as educators chosen by God to encourage the missionary movements. It was done to emulate the way how Jesus and the apostles taught but framed in missionary Tulisan ini secara spesifik menguraikan perihal menggagas pembalajaran agama Kristen berbass misiologi. Topik ini diulas karena secara faktual pembelajaran agama Kristen berbasis misiologi masih belum sepenuhnya digalakkan dalam pembelajaran agama di kelas. Topik ini dibahas mengingat masih banyak ditemukan berbagai suku belum terjangkau dalam pelayanan misi. Tentunya tanggung jawab itu tidak hanya dibebankan kepada lembaga misi, namun lembaga keagamaan dalam konteks pendidikan Kristen turut ikut andil memerhatikannya. Di dalam menguraikan topik ini peneliti menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Uraian pembahasan pada artikel ini dimulai dari, kurikulum Pendidikan Agama Kristen itu sendiri mengarah pada misiologi. Kemudian praktik pembelajaran berbasis misiologi dilakukan di dalam kelas bagi naradidik. Ini dilakukan untuk menanamkan sejak usia dini, kepedulian pada mandat Amanat Agung. Disamping itu, Pendidik Agama Kristen menghidupi kegiatan bermisiologi, sebagai bentuk tanggung-jawab panggilannya sebagai pendidik yang dipilih oleh Tuhan untuk ikut menggalakkan gerakan bermisiologi. Hal itu dilakukan untuk meneladani jejak Yesus dan para rasul yang mengajar namun terbingkai dalam gerakan misiologi.
Peranan Orang Percaya Dalam Pelayanan Diakonia Dimasa Pandemi Covid-19 John Abraham Christiaan; Yusup Heri Harianto; Simon Simon
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 3, No 1 (2022): MEI- 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v3i1.40

Abstract

 Since the establishment of Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) as a pandemic, the Indonesian government must adopt specific policies to prevent and break the chain of the Covid-19 spread. Such policies have significantly but negatively influenced people’s activities, particularly in the economic sector. The most affected class is those having low income or weak economic conditions. This problem is also experienced by many churches and church deacons. In facing this kind of situation, believers who have better economic capacity are required to take an active role by helping and funding the church’s treasury and assisting the church deacons. The results showed that the Covid-19 pandemic greatly affects the people’s economic condition including the declining church fund because all worship activities must be done online. However, one thing that pleases God and humans is that in such a situation, many believers and churches are still willing to serve the community in the deacons’ service tasks. The believers play an active role in funding the church’s treasury, and then the church sets the cash aside for diaconal services to the affected church and non-church community members by providing food, vitamins, and medicines. It is a reflection of the service that God wants. AbstrakSejak ditetapkanya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sebagai pandemi, pemerintah Indonesia harus mengambil kebijakan untuk mencegah dan memutus matarantai penyebaran Covid19. Dengan adanya kebijakan pemerintah, kegiatan  masyarakat menurun drastis termasuk sektor ekonomi dan yang paling terdampak adalah kondisi perekonomian yang rendah. Kondisi ini juga dialami oleh beberapa gereja dan warga diakonia gereja. Dalam situasi demikian, orang percaya yang memiliki kemampuan ekonomi dituntut untuk berperan aktif melakukan kegiatan dengan membantu mengisi kas jemaat, da membantu dikonia gereja. Dari hasil Penelitian disimpulkan bahwa; masa pandemi Covid-19 berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat termasuk menurunya kas gereja karena kegiatan ibadah dilakukan secara online. Sekalipun situasi sulit itu banyak orang percaya dan gereja tergerak untuk melayani masyarakat dalam tugas pelayanan diakonia. Cara-cara yang ditempuh orang percaya adalah berperan aktif mengisi kas gereja, kemudian gereja menyisihkan kas untuk pelayanan diakonia kepada warga gereja, dan warga masyarakat non gereja terdampak dengan turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan bahan makanan, vitamin dan obat-obatan. Hal ini tentu menjadi suatu cermin pelayanan yang dikehendaki Tuhan. Kata Kunci: Diakonia, Pandemi Covid-19. Pelayanan, orang Percaya.