Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The influence of nutrition knowledge, Energy intake and family income level on the nutritional status of the elderly Andari, Istiqomah Dwi; Nora Rahmanindar; Seventina Nurul Hidayah
Panakeia Journal of Epidemiology Vol. 2 No. 1 (2025): Panakeia Journal of Epidemiology
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/panakeia.v2i1.3157

Abstract

The elderly are an age group that is vulnerable to health problems, including nutritional problems, due to the physiological and socioeconomic changes that accompany the aging process. Poor nutritional status in the elderly can increase the risk of chronic diseases, reduce quality of life, and burden the family. Therefore, it is important to understand the factors that influence nutritional status in the elderly, especially in rural areas. This study aims to analyse the effect of nutritional knowledge, energy consumption, and family income level on the nutritional status of the elderly in Pagongan Village. The study used an observational method with a cross-sectional design and involved 40 elderly respondents who were purposively selected. Data on nutritional knowledge was obtained through a questionnaire, energy intake was calculated based on 24-hour recall, and nutritional status was measured using body mass index (BMI). Bivariate analysis was conducted using the Chi-Square test to determine the relationship between the independent variables and the nutritional status of the elderly. The results showed that there was a significant relationship between nutrition knowledge (p=0.043), energy consumption (p=0.012), and family income (p=0.001) with the nutritional status of the elderly. This study confirms the importance of proper nutrition education and family economic support in maintaining and improving the nutritional status of the elderly in rural communities
Pendekatan Komunikasi dalam Program Bimbingan Perkawinan sebagai Upaya Pencegahan Stunting Evi Zulfiana; Nora Rahmanindar
Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi Vol. 1 No. 4 (2025): November : Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dialogika.v1i4.686

Abstract

The high rate of stunting in 2025 in the Labaksiu sub-district prompted the government to involve the Office of Religious Affairs (KUA) in stunting prevention efforts. This is based on the view that the process of forming a family is closely related to childbearing, so the KUA was revitalized to include stunting issues in marriage guidance materials. This study aims to examine the communication strategies used in the marriage guidance program to prevent stunting in the Labaksiu sub-district. The method used is qualitative descriptive, with data collected through in-depth interviews with six informants, consisting of three guidance facilitators, one health officer, and two program participants. The study's findings indicate that the communication strategy in the marriage guidance program for stunting prevention refers to Lasswell's theory, emphasizing the role of a competent communicator, namely a certified facilitator. The material presented covers topics on reproductive health and the development of outstanding generations, delivered in an educational and persuasive manner. The media used include modules and direct delivery by facilitators. The target of the program is prospective couples who have registered at the KUA. The impact of this program is an increase in the knowledge of prospective brides and grooms regarding the importance of preparing for a healthy family.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N DENGAN PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN DI PUSKESMAS LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL (Studi Kasus Preeklampsia dan Riwayat Asma) Kiki Hartati; Nora Rahmanindar; Meyliya Qudriani
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 1 No. 3 (2023): JUNI : JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jikma.v1i3.319

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Tegal mengalami peningkatan yang cukup tinggi sejak pandemi Covid-19, dari 104 atau 28 kasus di tahun 2020 menjadi 199 pada tahun 2021. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Lebaksiu pada tahun 2022 yaitu sebanyak 156 kasus diantaranya adalah ibu hamil resiko tinggi, dengan penyebab umur, grandemultipara, SC, jarak kehamilan, gemely, presbo, HBSAG, preeklampsia, dan penyakit penyerta lainnya, walaupun penyakit penyerta yang ditemukan adalah KEK, dan asma. Tujuan dilakukannya studi kasus ini yaitu untuk memperoleh gambaran dan pengalaman secara nyata dalam memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. N di Puskesmas Lebaksiu Kabupaten Tegal tahun 2022 (Studi Kasus Pre eklampsia dan Riwayat Asma). Saat hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan 7 langkah Varney dan data perkembangan SOAP. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah ibu hamil Ny. N berusia 33 tahun dengan Pre eklampsia dan riwayat asma. Penelitian ini memakai metode OSOC yang merupakan kegiatan pendampingan ibu mulai dinyatakan hamil sampai masa nifas. Pengambilan data dilakukan sejak tanggal 9 Oktober sampai 13 November 2022, yaitu menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, hasil selama kehamilan pada saat usia kehamilan 39 minggu subyek mengalami tekanan darah tinggi dan oedema pada kedua kaki, sehingga saat persalinan perlu adanya kolaborasi dengan dokter Sp.OG untuk penanganan persalinan dengan fasilitas yang lebih memadai, namun pada saat nifas tekanan darah ibu perlahan normal kembali. Saran: Diharapkan pasien dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan selama hamil, persalinan, nifas dan bayi baru lahir di tenaga Kesehatan.
Dukungan Sosial Selama Nifas Komplementer Okta Zenita Siti fatimah; Seventina Nurul Hidayah; Nora Rahmanindar
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.593

Abstract

This research is a qualitative study aimed at exploring the experiences of mothers undergoing complementary postpartum period in the village of Bandasari, with a focus on the social support they receive during this period. Data were collected through in-depth interviews with mothers who had recently given birth and through participatory observation in the village. The results of this study indicate that social support plays a significant role in helping mothers cope with the physical and psychological challenges during the complementary postpartum period. This support comes from family, neighbors, and local community members. Furthermore, culture and local values also influence the types of support available and received by mothers. This study provides important insights into the significance of social support in maternal recovery after childbirth and underscores the crucial role of the community in providing support during the complementary postpartum period. Keywords: Social Support, Complementary Postpartum Period, Experiences
Studi Deskriptif Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penyapihan Asi pada Anak dibawah Usia 6 Bulan Nora Rahmanindar; Seventina Nurul Hidayah; Evi Zulfiana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i2.246

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangat penting bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasan bayi serta melindungi terhadap penyakit. Kurangnya pemberian ASI atau bahkan tidak diberinya ASI hingga berusia 24 bulan banyak menimbulkan dampak antara lain, meningkatnya insiden penyakit diare, malnutrisi pada anak usia di bawah dua tahun, timbulnya alergi makanan serta dapat menyebabkan hubungan anak dan ibu yang kurang keeratannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang  penyapihan ASI pada anak dibawah usia 6 bulan. Metode yang digunakan rancangan cross sectional, sampel yang digunakan sebanyakn 73 ibu. Hasil penelitian yaitu Tingkat pengetahuan responden tentang penyapihan ASI menunjukkan sebagian besar (41,1%) mempunyai tingkat pengetahuan baik, berdasarkan karakteristik umur menunjukkan sebagian besar (34,2%) mempunyai tingkat pengetahuan baik pada kelompok responden umur 20-35 tahun, berdasarkan karakteristik paritas menunjukkan sebagian besar (30,1%) mempunyai tingkat pengetahuan baik pada kelompok responden yang pernah melahirkan anak lebih dari satu (multipara), berdasarkan karakteristik pendidikan menunjukkan sebagian besar (19,2%) mempunyai tingkat pengetahuan baik pada kelompok responden yang berpendidikan SMU/SMK, berdasarkan karakteristik pekerjaan menunjukkan sebagian besar (35,6%) mempunyai tingkat pengetahuan baik pada kelompok responden yang sebagai ibu rumah tangga.
ANALISIS SEBARAN DAN DETERMINAN STUNTING PADA BALITA BERDASARKAN POLA ASUH (STATUS IMUNISASI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF) Nilatul Izah; EVi Zulfiana; Nora Rahmanindar
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.764

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai indeks tinggi badan menurut umur kurang dari minus dua standar deviasi atau dibawah rata – rata standar yang ada (ACC/SCN, 2000). Stunting pada anak merupakan indikator utama untuk menilai kualitas modal sumber daya manusia dimasa medatang. Gangguan pertumbuhan yang diderita anak pada awal kehidupan, pada hal ini stunting, dapat menyebabkan kersakan yang permanen. Keberhasilan perbaikan ekonomi yang berkelanjutan dapat dinilai dengan berkurangnya kejadian stunting pada anak – anak usia dibawah 5 tahun (UNSCN, 2008). Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting, pola asuh pada balita turut berkontribusi terhadap kejadian stunting dimana salahsatu dari pola asuh yaitu status pemberian imunisasi pada balita dan pemberian ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan analisis sebaran dan determinan stunting berdasarkan pola asuh (status imunisasi dan pemberian ASI eksklusif) pada balita usia 6 – 59 bulan. Penelitian merupakan jenis kuantitatif dengan desain casecontrol. Sampel penelitian diambil secara consecutive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelompok kasus dan kontrol yang dipilih dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Kelompok kasus yang terdiri dari ibu balita usia 6 – 59 bulan yang mengalami stunting dan kelompok kontrol yang terdiri dari ibu balita usia 6 – 59 bulan yang tidak mengalami stunting (normal). Hasil penelitian menunjukkan status imunisasi tidak berpengaruh terhadap  kejadian stunting, pemberian ASI eksklusif berpengaruh terhadap kejadian stunting
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Kebiasaan Makan Remaja dengan Status Gizi pada Mahasiswa Kebidanan Universitas Harkat Negeri Meyliya Qudriani; Nora Rahmanindar; Ilma Ratih Zukrufiana; Evi Zulfiana
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i1.8434

Abstract

Nutritional problems in adolescents are complex, as evidenced by the high rate of iron deficiency anemia, especially among girls (23%), as well as malnutrition and overnutrition. According to SKI (2023), nutritional problems in adolescents include thinness and extreme thinness reaching 7.6%, while adolescents who are overweight reach 12.1%, and those who are obese reach 4.1%. The objectives are to determine the knowledge of balanced nutrition and eating habits of students in their daily lives and to identify the relationship between knowledge and eating habits with nutritional status. This study used a cross-sectional design with a population of 45 students from the Midwifery Study Program at Harkat Negeri University. The sampling technique used was total sampling. The research instrument was a questionnaire distributed via Google Form, while nutritional status was obtained by measuring BMI. Univariate and bivariate analyses were used. The majority of respondents were aged 20 years (44.5%), had good nutritional knowledge (59.1%), poor eating habits (63.6%), and normal nutritional status (68.2%). In the bivariate analysis, there was no significant relationship between nutritional knowledge and eating habits with the nutritional status of students (p-value >0.05). Conclusion The majority of students had good understanding of nutrition, but not of eating habits. It is hoped that students can maintain eating habits with balanced nutrition in order to achieve normal nutritional status. Keywords: Nutrition Knowledge; Eating Habits; Nutritional Status