Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

DESAIN ALTERNATIF STRUKTUR ATAS GEDUNG DORMITORY PUTRA UIN MAULANA MALIK IBRAHIM 4 (EMPAT) LANTAI KAMPUS 3 - TAHAP II MALANG - JAWA TIMUR Restia F, Helmy; Majid, Syamsul; Chasanah, Ummi; Soehartono
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 1 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/btcg8p22

Abstract

Rusunawa Mahasiswa ini merupakan proyek hunian sewa untuk mahasiswa di dekat kampus mereka (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) di Kota Malang, Jawa Timur. Melalui proyek ini, para mahasiswa dari luar kota yang berkuliah di universitas ini dapat memperoleh tempat tinggal sementara yang nyaman di dekat kampus sehingga aktivitas mereka bisa lebih kondusif dan lebih menyatu dengan lingkungan kampus mereka.                Dengan demikian diharapkan proyek ini dapat membantu menekan jumlah hunian horizontal yang sangat banyak menghabiskan lahan di Malang, sekaligus membantu mencukupi kebutuhan hunian sewa untuk mahasiswa di Malang karena perkembangan kotanya sangat dipengaruhi oleh pesatnya pertambahan jumlah mahasiswa luar kota. Permasalahan dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain suatu bangunan hunian sewa sederhana yang masih tetap memiliki kualitas yang lebih dibandingkan rusunawa pada umumnya. Penyelesaiannya dengan memberikan strategi desain yang nyaman bagi penghuninya serta memberikan visual bangunan yang tidak mengurangi wibawa dan keindahan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satunya adalah membuat desain rusunawa bersegmen dan melingkar sehingga luas lorong bisa lebih kecil tetapi luas kamar lebih besar.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS 4 LANTAI PEMBANGUNAN KAMPUS STIBI TAHAP II PATI – JAWA TENGAH Willi H, Satia; Kholifian, Eri; Chasanah, Ummi; Soehartono
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 1 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/mh1ghd68

Abstract

Sekolah Tinggi merupakan tempat pendidikan tinggi setelah masa sekolah menengah atas telah diselesaikan. STIBI (Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam) adalah sebuah Perguruan Tinggi Swasta yang berada di Kabupaten Pati. Perencanaan pelat lantai dengan tebal plat 12 cm. Perencanaan portal dengan dimensi kolom K1 (50 x 50 cm) dan K2 (40 x 40 cm) dengan masing-masing tulangan 12 D 19 dan Æ 10 – 100 mm serta balok dengan dimensi BS (30 x 40 cm), B1 (30 x 50 cm), B2 (25 x 40 cm) dan B3 (20 x 35 cm) mengacu pada Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung SNI 2847:2019, Tata Cara Perencanaan Strukur Baja Untuk Bangunan Gedung SNI 1729-2019. Peraturan Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Perencanaan Struktur STIBI (Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam) ini meliputi perencanaan struktur atas dan struktur bawah. Dalam perencanaan struktur dimodelkan melalui SAP 2000v14. Struktur atas yang dimaksud meliputi perencanaan atap, pelat, balok, kolom sedangkan untuk struktur bawah meliputi perencanaan pondasi tiang pancang. Pembebanan yang di input seperti beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa.
STUDI KELAYAKAN JALAN DITINJAU DARI KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR JALAN PALUR-SRAGEN-MANTINGAN DI SRAGEN KM. 17+800 s/d KM. 25+925 Setyanto, Agus; Wulansari, Fifi Wisma; Chasanah, Ummi; Soehartono
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 2 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/akr3b249

Abstract

Ruas jalan Palur-Sragen-Mantingan merupakan jalan nasional dan berfungsi sebagai jalan arteri, panjang jalan ± 43,00 Km merupakan bagian dari jalur tengah Pulau Jawa yang menghubungkan kota-kota penting di Pulau Jawa. Kerusakan-kerusakan sering terjadi di jalan Palur-Sragen-Mantingan tentunya akan sangat berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Penilaian atau evaluasi terhadap kondisi permukaan jalan merupakan salah satu tahapan untuk menentukan jenis program evaluasi dan sangat diperlukan sebelum dilakukan perawatan dan perbaikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi jalan dengan beberapa metode dan hubungan kedekatan antara metode-metode yang dipakai. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian kondisi jalan adalah metode IRI (International Roughness Index), metode PCI (Pavement Condition Index), metode survey lalulintas . Metode yang digunakan adalah analisis dengan data primer dan sekunder berupa hasil dari data kerusakan jalan.Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode IRI didasarkan pada rentang nilai 0 sampai lebih 7, untuk metode PCI merangking kondisi perkerasan dari nilai 0 sampai 100, data uji CBR (California Bearing Ratio) pada lapis atas, sedangkan survey lalulintas dilakukan agar mengetahui rata-rata lalulintas lewat setiap hari. Hasil pengolahan data ini mengetahui jenis kerusakan yang terjadi pada jalan yaitu retak kotak-kotak, pelepasan butir, sungkur (shoving), lubang, kegemukan, mengembang jembul, patah slip, pengausan agregat dan tambalan. Kerusakan terbesar yaitu kerusakan sungkur (shoving) dengan luas 593,01 m2 dan diperoleh nilai PCI (California Bearing Ratio) rata-rata sebesar 42,56 atau kondisi sedang (fair).
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS TEKNIK – UNWANHAS SEMARANG Isyaq Andrianto, Dennis; Yudistira Prima, Arif Ronaldo; Soehartono; Baswendro
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 2 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/02g3m848

Abstract

Semua organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu. Sehingga realita Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) mencakup pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, sampai dengan penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja, serta menyediakan perawatan kesehatan, dan cuti sakit. Uji validitas data ini digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Penerapan SMK3 pada Pembangunan Gedung Fakultas Teknik Unwanhas sangat diperhatikan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No. 50 Th 2012. Kuesioner dapat dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner mampu menerangkan sesuatu yang akan diukur oleh ikuesioner tersebut. Penerapan pemantuan dan evaluasi kinerja K3 kerja dilaksanakan sesuai dengan mencakup pemeriksaan, pengujian, dan pengukuran kerja serta melakukan audit internal SMK3. Tingkat Pencapaian Penerapan 147/166×100% = 88,55%, dengan Tingkat Pencapaian Penerapan: 88,55 %.
KAJIAN PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI JAWA TENGAH Chasanah, Ummi; Soehartono
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 2 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/5vqqhw98

Abstract

Pelaksanaan pembangunan konstruksi di Jawa Tengah secara umum sering terjadi adanya kendala maupun hambatan yang dapat mengakibatkan proyek tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan dari rencana. Adapun kendala dan hambatan tersebut dapat disebabkan berbagai hal, antara lain : keterlambatan material, kurangnya tenaga kerja, pekerjaan yang berulang, komunikasi yang tidak lancar dan sebagainya. Dalam hal ini penulis manganalisis mengenai penerapan manajemen waktu pada pelaksanaan konstruksi. Berbagai upaya dilakukan agar waktu yang direncanakan untuk suatu pelaksanaan konstruksi dapat terrealisasi dengan tepat, efektif, dan efisien sesuai rencana. Pengelolaan waktu yang tepat dan terencana akan menghasilkan konstruksi yang tepat sesuai dengan rencana sehingga tujuan dari pembangunan konstruksi dapat tercapai sesuai waktu rencana. Penerapan manajemen waktu perlu adanya sikap logis dalam membuat perencanaan, memonitoring pekerjaan, mengevaluasi setiap pekerjaan dari rencana dan realisasi, dan waktu yang di butuhkan. Sehingga manajemen waktu dalam pelaksanaan jasa konstruksi selalu disesuaikan dengan standarisasi yang ada, seperti menentukan jadwal, monitoring, membandingkan jadwal waktu pelaksanaan dan kemajuan progres di setiap pekerjaan, dan menerapkan perbaikan jadwal agar pembangunan konstruksi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.  
ANALISIS PERMASALAHAN YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN PROYEK GEDUNG BPKB POLRES PATI Anggraini, Yuni; Soehartono; Baswendro
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 2 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/h72em650

Abstract

Manajemen Proyek adalah merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Manajemen Proyek juga bisa di artikan sebagai kegiatan untuk meraih sasaran yang telah didefinisikan dan ditentukan dengan jelas seefisien dan seefektif mungkin (Soeharto, 2010). Manajemen proyek konstruksi mempunyai karekteristik, unik, melibatkan banyak sumber daya, dan membutuhkan organisasi. Pengolahan data hasil penelitian ini diambil secara keseluruhan dari semua data yang masuk, sebanyak 40 responden. Tetapi sebelum diambil analisis data secara keseluruhan, dilihat dari kelengkapan data berdasarkan item pekerjaan yang memepengaruhi metode pelaksanaan pembangunan suatu pelaksanaan proyek gedung BPKB, yaitu faktor perencanaan, faktor bahan, faktor tenaga kerja, faktor peralatan, faktor keuangan, faktor hubungan dengan pmerintah, faktor kontrak, faktor konsultan pengawas, faktor kontraktor, faktor lingkungan, Sehingga hasil dari kuisioner ini terbagi menjadi 3 kategori permasalahan yang mempengaruhi pelaksanaan proyek pembangunan grdung BPKP Pati adalah kategori tinggi, kategori sedang, dan kategori rendah.
PROSES ERECTION PEMASANGAN CANGKANG DAN BILAH SAYAP KANTOR PRESIDEN DI IKN PENAJAM PASER UTARA – KALIMANTAN TIMUR Chasanah, Ummi; Soehartono; Saleh, Rahmat
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/02ph8e14

Abstract

Pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) adalah hal dalam rangka memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Rencana pemindahan ibu kota di Kalimantan Timur dengan gedung-gedung pemerintahan, yang merupakan lompatan transformasi bangsa menuju Indonesia Maju. Pembangunan IKN Nusantara mengusung konsep Future Smart Forest City of Indonesia dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan sekitar dan representasi bangsa yang unggul dengan mewujudkan smart city (kota pintar) kota modern berkelanjutan yang memiliki standar internasional. Pekerjaan cangkang dan bilah – bilah sayap burung garuda. Pekerjaan tersebut dengan menggunakan kerangka baja, cangkang tembaga, kuningan, galvalum serta kaca. Tembaga dan kuningan, bahan tersebut nantinya akan mengalami proses oksidasi sehingga secara perlahan namun pasti akan berubah warna menjadi hijau tosca matang. Bahan tersebut telah terbukti pada peninggalan masa lalu yang merupakan bahan konstruksi bangunan, terbuat dari baja yang tahan cuaca dan sampai akhirnya berhenti dengan warna kemerahan mirip warna tembaga, Sedangkan bilah sayap pada garuda menggunakan bahan brush dan besi baja yang sangat tahan dengan kondisi alam dan bentuk asli bilah garuda ini tidak di cat sama sekali. Bilah sayap garuda dibuat model kotak – kotak, hal ini memudahkan untuk memasang dan menyusun cangkang dan bilah sayap. Burung garuda dipilih dengan desain tepat, karena berkaitan erat dengan Bangsa Indonesia dengan berbagai perbedaan, silang pandang, keragaman adat istiadat, budaya, dan perilaku serta perbedaan kepercayaan maupun agama. Garuda adalah simbol persatuan dan juga Lambang Negara Bhineka Tunggal Ika, secara simbolik dan mengandung bahasa keindahan, keramahtamahan, keteduhan, kemandirian, keindahan dan kewibawaan sebagai bangsa.
PEKERJAAN KOLOM, PLAT PADA PROYEK EKSPANSI DP MALL DI SEMARANG – JAWA TENGAH Soehartono; Chasanah, Ummi; Adi Kurniawan, Eka
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/c50sw811

Abstract

Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Semarang 2022, tercatat memiliki penduduk sebanyak 1.653.524 jiwa yang terbagi menjadi 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Kota Semarang memiliki luas area keseluruhan sebesar 373,7 km² dan kepadatan penduduk sebanyak 4.425 jiwa/km² dengan rata-rata tingkat pertumbuhan penduduk dalam kurun waktu tahun 2020-2022 sebesar 1,37 %. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dalam bidang stabilitas ekonomi yang tinggi, maka memberikan dampak yang besar terhadap tingkat kehudupan masyarakat dan perkembangan perekonomian secara umum di Indonesia, dan khususnya di Kota Semarang. Sehingga terjadi peningkatan pola hidup di lingkungan masyarakat dengan kebutuhan manusia semakin meningkat dan beragam kebutuhan. Keistimewaan tersebut dapat jadi pemikat dan pengunjung hampir seluruh kecamatan dari Kota Semarang, bahkan hingga luar Kota Semarang. Keberadaan pusat perbelanjaan dalam suatu kawasan ini diharapkan akan menumbuhkan kawasan tersebut menjadi kawasan bisnis dan dapat meningkatkan nilai lahan di sekitarnya. Kota Semarang merupakan kota niaga, terdapat banyak pusat perdagangan baik lokal maupun nasional yang memiliki omset perdagangan amat baik, keberadaan pusat bisnis dibeberapa daerah Kota Semarang mempengaruhi aspek sosial dan ekonomi penduduk sekitarnya. Pelaksanaan pengecoran kolom dan plat proyek ekspansi DP Mall Semarang, dengan menggunakan baja tulangan adalah tulangan berulir mutu BJTD-40, sesuai dengan SII 0136-19. Dengan menggunakan peraturan perencanaan gedung yang berpedoman pada standart SNI 1727:2019 dan SNI 1726:2019 serta SNI 2847:2019. Pengecoran yang menggunakan ready mix dengan mutu beton sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Hasil mutu pengecoran dibuktikan dengan hasil benda uji dari laboratorium yang ditentukan.
PENGARUH MUTU TIMBUNAN MAINDAM PROYEK BENDUNGAN BULANGO ULU – KABUPATEN BONE BONGALO Soehartono; Baswendro; Haikal, Fikri
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/fv430w27

Abstract

Pekerjaan timbunan maindam proyek Bendungan Bulango Ulu merupakan salah satu metode yang dilakukan untuk perbaikan tanah untuk konstruksi bendungan. Hal ini digunakan untuk meningkatkan daya dukung tanah dan menghilangkan settlement tanah dasarnya. Ketinggian lapisan timbunan pada proses pemadatan mempunyai peranan yang signifikan. Timbunan tanah untuk pekerjaan Bendungan Bungalo Ulu harus sesuai dengan yang direncanakan, sehingga hasil yang di dapat dari timbunan itu adalah maksimal. Mutu merupakan kualitas bahan yang digunakan dan sesuai dengan spesifikasi teknik yang direncanakan. Sehingga mutu dari tanah timbunan digunakan untuk mutu timbunan tanah yang sesuai dengan rencana tanah timbunan yang di gunakan di proyek Bendungan Bulango Ulu. Mutu timbunan tanah yang digunakan harus diujikan di laboratorium, seperti uji proctor, uji California Bearing Ratio (CBR), uji Atterberg, uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP), uji Trial Compaction, dan uji Sandcone.
PEKERJAAN RIGID PAVEMENT JALAN TOL RUAS SOLO - YOGYAKARTA – NYIA KULON PROGO SEKSI 1 KLATEN – PURWOMARTANI Chasanah, Ummi; Soehartono; AHS, Awaludin
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/e5hss671

Abstract

Pembangunan sarana transportasi seperti jalan tol merupakan salah satu akses untuk mempercepat dan mempermudah arus lalu lintas. Keterbatasan pembangunan infrastruktur Jalan tol berdasarkan UU No.38 Tahun 2004 tentang Jalan menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “ Jalan Tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai rasional yang penggunanya diwajibkan membayar Tol. Pembangunan jalan tol penyelenggara harus memperhatikan UU No.18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, UU No.38 Tahun 2004 tentang Jalan, PP No.29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, PP No.34 Tahun 2006 tentang Jalan, dan Kepres No.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, dan peraturan teknis lainnya yang terkait langsung dalam penyelenggaraan pembangunan jalan tol. Proyek Pembangunan Jalan tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo merupakan Proyek Stategis Nasional (PSN) yang memiliki panjang 96,57 KM dan terbagi menjadi 3 seksi pekerjaan, yaitu Seksi 1 Banyudono – Klaten, Seksi 2 Klaten – Purwomantani, Seksi 3 Purwomantani – Kulon Progo.Proyek ini bertujuan meningkatkan aksebilitas ke NYIA Kulon Progo.Jalan tol ini direncanakan akan beroperasi pada Desember 2024. Rigid pavement atau perkerasan kaku merupakan jenis perkerasan jalan yang menggunakan beton sebagai bahan utama perkerasan merupakan salah satu jenis perkerasan jalan dan perkerasan lentur (asphalt). Keunggulan dari perkerasan kaku sendiri dibanding perkerasan lentur (asphalt) adalah bagaimana distribusi beban disalurkan ke subgrade. Struktur dan komponen dalam pekerjaan rigid pavement yang harus diperhatikan terbagi dalam 3 bagian, adalah : Slab beton, Subbase dan base, dan Subgrade.