Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELLING PADA PROYEK PEMBANGUNAN KAMPUS UIN MAULANA MALIK IBRAHIM KAMPUS 3 MALANG - JATIM Soehartono; Chasanah, Ummi; Baswindro; Zamawi, Irvan
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/kd0ghf74

Abstract

Proyek Pembangunan Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan menggunakan software Building Information Modelling (BIM). Software ini diupayakan untuk meningkatkan efisiensi dalam hal kebutuhan tenaga kerja, waktu, dan biaya. Sistem informasi ini memiliki potensi mengubah struktur, budaya, politik, dan pola kerja organisasi, sering kali muncul hambatan dalam proses penerapan software. Building Information Modelling (BIM) merupakan pendekatan sistematis dalam proses perencanaan, desain, konstruksi, dan pengelolaan bangunan atau infrastruktur. BIM menggunakan model digital yang terintegrasi dan komprehensif untuk menggambarkan semua aspek dari proyek, termasuk geometri, fungsi, informasi geografis, dan data lainnya. Building Information Modelling berperan dalam perencanaan operasional, fabrikasi digital, manajemen dan perencanaan, pemodelan as-built, analisis konstruksi, manajemen fasilitas, pemeliharaan dan rencana rekonstruksi, manajemen ruang, serta manajemen krisis. Dimensi Building Information Modelling antara lain : BIM 2D, BIM 3D, BIM 4D, BIM 5D, BIM 6D, BIM 7D, BIM 8D dan BIM 10D. Beberapa jenis LOD yang biasanya digunakan dalam industri konstruksi antara lain : peningkatan konsistensi Level of Development (LOD), optimalisasi penggunaan BIM 4D dan 5D, penguatan kolaborasi antar tim, pengembangan kompetensi tim, dan evaluasi rutin dan pembelajaran berkelanjutan. Beberapa jenis LOD yang biasanya digunakan dalam industri konstruksi antara lain : LOD 100, LOD 200, LOD 300, LOD 400, dan LOD 500. BIM dapat digunakan untuk penjadwalan Autodesk Naviswork dan untuk clash detection yang berfungsi untuk mengetahui element model revit yang mengalami overlapping atau yang saling tumpeng tindih.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG PARKIR 5 (LIMA) LANTAI DI KAWASAN STASIUN KERETA API TAWANG JL. TAMAN TAWANG NO. 1 SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Yudha Pamungkas, Satria; Novendra Priambodo, Bastiam; Soehartono; Baswindro
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/ewk1by75

Abstract

Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah terus berkembang menjadi kota metropolitan dengan aktivitas ekonomi, transportasi, dan kepadatan penduduk yang tinggi. Salah satu permasalahan yang timbul dari perkembangan tersebut adalah keterbatasan fasilitas parkir, khususnya di kawasan Stasiun Kereta Api Tawang. Lahan parkir yang tersedia saat ini tidak mampu menampung volume kendaraan, sehingga menyebabkan kendaraan parkir di bahu jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, direncanakan pembangunan gedung parkir bertingkat lima lantai untuk meningkatkan kapasitas parkir dan menata kembali kawasan stasiun. Perencanaan struktur atas gedung parkir ini dilakukan dengan luas total bangunan 3.000 m² dan tinggi antar lantai 3,80 meter. Struktur utama menggunakan sistem beton bertulang dengan mutu beton f’c = 30 MPa dan mutu baja tulangan polos fy = 240 MPa serta ulir fy = 390 MPa. Perencanaan dan analisis struktur mengikuti peraturan SNI 1726:2019 untuk ketahanan gempa, SNI 2847:2019 untuk struktur beton, dan PPPURG 1987 untuk pembebanan gedung. Analisis dilakukan secara manual dan pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000 v.14. Lokasi bangunan berada di zona gempa 3 dengan tingkat risiko gempa menengah, sehingga desain struktur mempertimbangkan beban gempa secara seksama.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS BANGUNAN RUMAH SUSUN SEWA SEDERHANA (RUSUNAWA) 5 LANTAI JL. MENDUNGAN PABELAN KARTASURA KAB. SUKOHARJO DENGAN SAP 2000v14. Arifin, Fathul; Soehartono; Chasanah, Ummi
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/c8d2fj74

Abstract

Perencanaan Struktur Atas Bangunan  Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) untuk mahasiswa di dekat kampus Universitas Muhamadiyah Solo di Kota Kartosura Sukoharjo. Bagi mahasiswa dari luar kota yang berkuliah di universitas ini dapat memperoleh tempat tinggal sementara yang nyaman di dekat kampus sehingga aktivitas mereka bisa lebih kondusif dan lebih menyatu dengan lingkungan kampus. Diharapkan bangunan ini dapat membantu menekan jumlah hunian horizontal yang sangat banyak menghabiskan lahan di Kartosuro, sekaligus membantu mencukupi kebutuhan hunian sewa untuk mahasiswa karena perkembangan kotanya sangat dipengaruhi oleh pesatnya pertambahan jumlah mahasiswa luar kota. Permasalahan dalam perencanaan ini adalah bagaimana mendesain suatu bangunan hunian sewa sederhana yang masih tetap memiliki kualitas yang lebih dibandingkan rusunawa.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG OFFICE GRAHA PRAMUKA 5(LIMA) LANTAI Jl. UTAN KAYU RAYA KOTA JAKARTA TIMUR Febriansyah, M. Dhony; AHS, AwaludinA; Soehartono; Baswindro
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/5s2mgv70

Abstract

Perkembangan pesat dalam dunia konstruksi sejalan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan manusia yang semakin kompleks menuntut adanya perencanaan bangunan yang efisien dan efektif. Salah satu aspek penting dalam proyek konstruksi gedung adalah perencanaan struktur atas yang berperan besar dalam kestabilan dan efisiensi biaya proyek. Perencanaan struktur atas Gedung Office Graha Pramuka yang terdiri dari 5 lantai, berlokasi di Jalan Utan Kayu Raya, Jakarta Timur, mengacu pada Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (SNI 03–2847-2019), Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 03-1726-2019) dan Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain (SNI 03-1727-2019). Perencanaan struktur gedung beton bertulang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Struktur Atas Gedung Office Graha Pramuka 5 (Lima) Lantai Jalan Utan Kayu Raya Kota Jakarta Timur. Perencanaan struktur atas menggunakan SAP2000.v.14. Struktur atas meliputi perencanaan balok, kolom, dan pelat lantai gedung. Pembebanan yang ditinjau untuk perencanaan elemen struktur adalah beban mati, beban hidup dan beban gempa. Beban gempa yang dimasukkan adalah beban gempa dinamis.
ANALISIS IMPLEMENTASI BIM UNTUK ESTIMASI BIAYA DAN DURASI PEKERJAAN STRUKTUR GEDUNG UIN MAULANA MALIK IBRAHIM TAHAP II MALANG (STUDI KASUS GEDUNG MA’HAD PUTRI UIN MALIKI 0 TAHAP II) Zamawi, Irvan; Soehartono; Subekti, Sri
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/6ffyhh48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Building Information Modeling (BIM) dalam proses estimasi biaya dan durasi pekerjaan struktur bangunan pada proyek Gedung Ma’had Putri Kampus UIN Maliki Tahap II Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus dengan pemodelan BIM menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit untuk estimasi biaya (5D) dan Autodesk Navisworks untuk simulasi penjadwalan (4D). Hasil estimasi biaya menunjukkan bahwa total biaya berdasarkan metode existing adalah sebesar Rp 4.047.641.269,00, sedangkan hasil estimasi menggunakan model BIM (Revit) adalah sebesar Rp 3.958.748.477,00. Terdapat penghematan sebesar Rp 88.892.792,00 atau sekitar 2,19% lebih efisien. Pada aspek waktu, penjadwalan awal proyek menggunakan metode konvensional membutuhkan durasi 313 hari kalender, sedangkan dengan metode overlapping berbasis BIM diperoleh durasi 248 hari kalender, sehingga terjadi efisiensi waktu sebesar 65 hari. Penerapan BIM terbukti memberikan manfaat dalam hal efisiensi biaya dan durasi pelaksanaan proyek, serta meningkatkan akurasi perencanaan dan visualisasi proses konstruksi. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi BIM dapat menjadi pendekatan strategis dalam manajemen proyek konstruksi yang lebih terintegrasi dan efektif.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI RUMAH SAKIT JL. KH. HASYIM ASYARI – KABUPATEN SEMARANG (PERHITUNGAN DENGAN PROGRAM SAP2000.v.14) Saleh, Rahmat; Adi Kurniawan, Eka; Soehartono; Baswindro
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/g14wd913

Abstract

Perencanaan struktur atas Gedung Rumah Sakit KH. Hasyim Asyari 5 lantai yang berlokasi di Kabupaten Semarang. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan harus memiliki struktur yang kuat, aman, dan tahan terhadap gempa, sesuai dengan SNI 1726:2019 yang menyebutkan bahwa struktur gedung rumah sakit harus memiliki kekuatan 1,5 kali lebih besar dibandingkan bangunan biasa. Perencanaan struktur meliputi pelat, balok, kolom, dan inti tangga dengan beban rencana berdasarkan fungsi ruangan. Spesifikasi material yang digunakan yaitu beton mutu f’c = 30 MPa dan baja tulangan polos fy = 240 MPa serta ulir fy = 390 MPa. Metode perhitungan pembebanan dilakukan secara manual mengacu pada PPPURG 1987, dan pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000 v.14. Struktur atas dirancang agar memenuhi kriteria kekuatan, kekakuan, dan stabilitas sesuai peraturan SNI 03-2847-2019. Hasil dari perencanaan ini diharapkan dapat menghasilkan desain struktur bangunan rumah sakit yang efisien, ekonomis, dan sesuai standar keamanan, serta tetap berdiri dalam kondisi gempa tanpa mengalami keruntuhan.