Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Model Pembiayaan Blended Finance Perbankan untuk Pengembangan Ekowisata Bahari Berbasis Masyarakat (Community-Based Ecotourism) di Kawasan Pesisir Kalimantan Selatan Muarief, Ridho; ., Rusianto; Mayasari, Ayu Dewi; Nurrahman, Muhammad Arif; Fatmala, Andi Nur Patiwi
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis (JEMB) Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jemb.v4i2.3777

Abstract

Community-Based Ecotourism (CBET) in South Kalimantan holds strategic potential within Indonesia’s Blue Economy agenda; however, it continues to face financial exclusion due to various structural constraints such as the absence of formal collateral, unstable seasonal cash flows, and limited managerial capacity within local communities. These conditions lead banking institutions to categorize CBET projects as high-risk and unbankable. This study aims to formulate an adaptive blended-finance model to bridge the mismatch between formal credit requirements and the socio-economic realities of community-based coastal tourism enterprises. The research employed a qualitative descriptive–exploratory approach using in-depth interviews, document studies, and field observations involving 26 informants from the banking sector, local government, tourism community groups (Pokdarwis), venture capital firms, and impact funds. Data were analyzed using thematic analysis through stages of data condensation, data display, and iterative conclusion drawing. The findings indicate that the most relevant financing solution is a tiered blended-finance model, beginning with catalytic funding to strengthen community capacity, followed by impact investment to absorb early-stage risks, and culminating in bank credit during more mature business phases. This model effectively reduces perceived risks among financial institutions, strengthens Pokdarwis governance, and creates a more inclusive financing ecosystem. Thus, blended finance emerges as a strategic instrument for accelerating the sustainable development of CBET in the coastal regions of South Kalimantan.
Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Pesantren di Pondok Pesantren MBS Prof. Hamka Kota Madiun Frima Thousani, Hifzhan; Taali, Muhammad; Muarief, Ridho; Supriyanto, Muhammad; Utomo, Prasetyo Yekti
Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Teknologi dan Sistem Informasi (PETISI) Vol. 3 No. 2 (2025): Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Teknologi dan Sistem Informasi
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/petisi.v3i2.3909

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan berpengetahuan. Selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga berfungsi sebagai institusi sosial yang mengelola berbagai sumber daya, termasuk dana operasional dan pembiayaan santri. Salah satu tantangan yang dihadapi banyak pesantren di Indonesia adalah pengelolaan keuangan yang masih dilakukan secara manual. Metode pencatatan konvensional ini rentan menimbulkan sejumlah permasalahan, seperti kesalahan input, keterlambatan pelaporan, kesulitan penyusunan laporan bulanan, serta rendahnya tingkat transparansi dan akuntabilitas. Permasalahan ini juga ditemui di Pondok Pesantren MBS Prof. Hamka Kota Madiun, yang kemudian menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi berupa aplikasi pencatatan keuangan sederhana yang dapat digunakan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran santri. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, instalasi aplikasi, pelatihan penggunaan bagi pengelola pondok, pendampingan implementasi dalam kegiatan harian, serta evaluasi efektivitas penggunaan sistem. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif, sehingga tidak hanya sekadar memberikan perangkat lunak, tetapi juga membekali mitra dengan pemahaman dan keterampilan baru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan aplikasi mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan, mempersingkat waktu penyusunan laporan, serta mendukung transparansi keuangan pondok. Respon peserta sangat positif, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan perangkat dan perlunya penyesuaian fitur sesuai kebutuhan lokal. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak nyata dalam peningkatan tata kelola keuangan pesantren dan membuka peluang pengembangan lebih lanjut di lembaga serupa.