Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Identifikasi Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI Menggunakan Soal Tes Open-Ended Problem Pada Materi Koloid Di SMA/MA Kota Banda Aceh Dzirratur Rahmi; . Rusman; . Erlidawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan judul Identifikasi Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI Menggunakan Soal Tes Open-Ended Problem Pada Materi Koloid Di SMA/MA Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menjawab soal-soal kimia pada materi koloid yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMA/MA di kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes dan angket. Pengolahan data secara kualitatif dalam bentuk persentase hasil ketercapaian kemampuan berpikir kreatif pada aspek fluency, flexibility, dan novelty. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil berpikir kreatif pada aspek fluency sebesar 60% di kelas XI IA 4 dengan kategori baik, 36% di kelas XI IA 1 dengan kategori kurang dan 62% di kelas IA 3 dengan kategori baik, aspek flexibility sebesar 64% di kelas XI IA 4 dengan kategori baik, 41% di kelas XI IA 1 dengan kategori cukup dan 61% di kelas XI IA 3 dengan kategori baik dan aspek novelty sebesar 52% di kelas XI IA 4 dengan kategori cukup, 37% di kelas XI IA 1 dengan kategori kurang dan 50% di kelas XI IA 3 dengan kategori cukup. Tingkatan kemampuan berpikir kreatif yang mampu dicapai oleh siswa dengan presentase tertinggi ialah aspek fluency. Berdasarkan hasil angket tanggapan siswa, siswa memberikan respon positif terhadap soal tes open ended-problem sebesar 81%. Hasil angket tanggapan guru menunjukkan bahwa semua guru memberikan respon positif terhadap penggunaan soal open-ended problem sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dengan menggunakan soal open-ended problem siswa lebih mudah mengeluarkan pendapatnya dan dapat membuat guru mengetahui tingkat berpikir kreatif siswa.Kata kunci : Tes open-ended problem, berpikir kreatif, koloid
Analisa kesulitan Pemahaman Konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Pada Siswa SMA Inshafuddin Tahun Ajaran 2015/2016 Tya Ulfah; . Rusman; Ibnu Khaldun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat kesulitan pemahaman konsep yang dialami oleh siswa kelas XI IPA SMA Inshafuddin. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh dari hasil tes siswa terhadap materi kelarutan dan hasil kelarutan. Penelitian dilakukan di SMA Inshafuddin dengan subjek 24 orang siswa-siswi kelas XI IPA. Penelitian dilakukan melalui tes diagnostik dengan menggunakan instrumen tes uraian tentang konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan. Kesulitan pemahaman konsep yang dialami oleh siswa kelas XI IPA SMA Inshafuddin pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan meliputi kesalahan penulisan persamaan reaksi ionisasi sebanyak 56,4%, penulisan ungkapan Ksp sebanyak 66,67%, faktor-faktor yang memengaruhi kelarutan 24,39%, pengaruh ion senama 12,5%, pengaruh pH terhadap kelarutan 75%, dan hubungan Ksp dengan Qsp 58,33%. Simpulan penelitian ini adalah sebagian besar siswa-siswi pada SMA Inshafuddin mengalami kesulitan dalam memahami konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan. persentase rata-rata siswa yang tidak memahami konsep adalah 95% mencakup seluruh konsep yang diujiankan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor yang berasal dari diri siswa dan faktor dari guru atau lingkungan.Kata kunci: pemahaman konsep, tes diagnostik, kesulitan
Hubungan antara Hasil Uji Kognitif Try Out Ujian Nasional (UN) dengan Hasil Ujian Nasional (UN) Mata Pelajaran Kimia SMA Kota Banda Aceh Tahun Ajaran 2014/2015 Yulia Elfiza; . Rusman; M Nasir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 3 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kata kunci : Try Out, Ujian Nasional (UN), Kognitif, Kimia.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara hasil uji kognitif try out dengan Ujian Nasional mata pelajaran kimia siswa kelas XII SMAN Kota Banda Aceh tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian korelasional. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 di SMAN Kota Banda Aceh. Sampelpenelitiandiambil secara acak berdasarkan tingkatan klasifikasi sekolah yang berjumlah 100 siswa dari 5SMAN di Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Data penelitianberupa hasil try out dan UN SMAN Kota Banda Aceh tahun ajaran 2014/2015. Analisis data menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan uji regresi linier. Hasil analisis terhadapdata try out dan UN, kedua berdistribusi normal dan linear. Koefisien korelasi menggunakan korelasi Product Moment antara hasil try out dan UN siswaSMAN se Kota Banda Aceh tahun ajaran 2014/2015 diperoleh sebesar 0,36. Hal inidiperolehrxylebih besar dari pada rtabelpada taraf signifikan 5% maupun 1%. Nilai rxy sebesar 0,36 pada n=100 dengan taraf signifikan 5% dan 1% secaraberurutanmasing-masingsebesar 0,1946 dan 0,2545. Hal iniberarti Ha terima dan Hoditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara hasil uji kognitif try out dengan Ujian Nasional mata pelajaran kimia siswa kelas XII SMAN Kota Banda Aceh tahun ajaran 2014/2015.
Pengembangan Media Cerpen dalam Pembelajaran Kimia pada Materi Zat Aditif pada Makanan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII MTsN Rukoh. astina Ria; . Rusman; Muhammad Nazar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 3 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian yang berjudul Pengembangan Media Cerpen dalam Pembelajaran Kimia pada Materi Zat Aditif pada Makanan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII MTsN Rukoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketuntasan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, aktivitas, dan tanggapan siswa terhadap pengembangan media cerpen kimia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan lima tahap yaitu: (1) Analisis, (2) Perancangan, (3) Pengembangan, (4) Implementasi, dan (5) Evaluasi. Data penelitian diperoleh melalui soal pilihan ganda untuk melihat hasil belajar, lembar aktivitas digunakan untuk mengukur tingkat keaktifan siswa dan angket disebarkan kepada siswa untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penilaian kelayakan media cerpen secara keseluruhan diperoleh sebesar 89% yang tergolong dalam kategori sangat layak. Hasil penerapan media cerpen dalam pembelajaran diperoleh skor aktivitas siswa dan penguasan pengetahuan siswa, masing-masing secara berurutan adalah 90% dan 79%, sedangkan penguasaan pengetahuan kelas kontrol persentase sebesar 62%. Tanggapan positif siswa sebesar 90% dan persentase tanggapan negatif sebesar 27%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa media cerpen kimia pada materi zat aditif pada makanan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Pengembangan Kampung Kopi Tebes Lues dengan Pendekatan Sustainable Community-Based Tourism Suraiya Kamaruzzaman; Rusman; Cut Dewi; Friesca Erwan; Fitriana
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 3 (2024): Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/mapnj.v7i3.7106

Abstract

Tebes Lues Village, located in Bies District, Central Aceh Regency, is the only Coffee Village (Kampung Kopi) in the Aceh region. The village development concept focuses on empowering the community to manage coffee farming into value-added products through a community-based tourism (CBT) approach. However, several challenges hinder the development of Kampung Kopi Tebes Lues, including limited local knowledge regarding CBT implementation, the absence of a tourism management group, and the lack of legal certification for local small and medium enterprises (SMEs) to sell their products in society at large. To address these issues, a series of activities were organized, engaging the active participation of community members, academics, facilitators, and practitioners. The implementation process was divided into three phases: preparation, execution, and monitoring and evaluation. Several outcomes were achieved, including product licensing documents, intellectual property (IP) registration for product branding, and the establishment of a tourism management group through collaborative discussions between the service team and the local community. Future steps involve collaboration with local government and continued community assistance to enhance tourism-based economic activities in Tebes Lues Village. Keywords: community-based tourism, community empowerment, Kampung Kopi Tebes Lues, village tourism. Desa Tebes Lues di Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah, merupakan satu-satunya Kampung Kopi di Aceh. Konsep pengembangan desa ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat dalam mengelola pertanian kopi menjadi produk bernilai tambah melalui pendekatan community-based tourism (CBT). Namun, terdapat beberapa kendala, seperti rendahnya pengetahuan masyarakat tentang implementasi CBT, belum terbentuknya kelompok penggerak pariwisata yang mengkoordinasi kegiatan berbasis wisata, serta belum adanya legalitas produk UMKM untuk pemasaran komersial. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan serangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, akademisi, fasilitator, dan praktisi. Metode pelaksanaan dibagi dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi. Kegiatan ini menghasilkan beberapa luaran, seperti dokumen pengusulan izin edar produk, pendaftaran merek HKI, dan pembentukan pengurus kelompok penggerak pariwisata. Tindak lanjut yang diperlukan adalah kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pendampingan berkelanjutan untuk mengembangkan ekonomi berbasis pariwisata di Desa Tebes Lues. Kata kunci: community-based tourism, Kampung Kopi Tebes Lues, pariwisata desa, pemberdayaanmasyarakat.