Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Budaya Batak Toba Sebagai Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Dalam Pembelajaran IPS Situngkir, Grace Fine; Situngkir, Ledyana Dwi Mei
JURNAL TALITAKUM: JURNAL PENDIDIKAN KRISTEN ANAK USIA DINI Vol 2 No 2 (2023): Talitakum: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : PRODI PKAUD, IAKN TARUTUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69929/talitakum.v2i2.20

Abstract

Pengenalan budaya merupakan hal penting untuk dilakukan sedini mungkin. Melalui budaya lokal anak belajar mengenai kebiasaan di lingkungan sekitarnya yang akan membentuk karakter anak. Penguatan karakter melalui penerapan kurikulum merdeka menjadi wadah pengenalan budaya dengan metode yang kreatif bagi guru. Metodologi dalam penelitian ini merupakan studi literatur yakni dengan menelaah atau mengeksplorasi beberapa jurnal, buku-buku, dan dokumen dokumen (baik yang berbentuk cetak maupun elektronik) serta sumber data atau informasi yang dianggap relevan dengan penelitian ini. Melalui studi yang dilakukan ditemukan bahwa perlunya pengenalan budaya batak toba dalam pembelajaran pengetahuan sosial untuk pembentukan karakter anak melalui ucapan salam di budaya batak, Penggunaan Ulos, Rumah adat, Alat Musik, Tarian Tor-Tor.
EDUKASI STUNTING DAN MODERASI BERAGAMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA PURBA DOLOK Agustina, Winarti; Situngkir, Ledyana Dwi Mei; Samosir, Rotua; Maranata, Graces; Aritonang, Oktober Tua
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2025): Batara Wisnu | Januari - April 2025
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v5i1.340

Abstract

Purba Dolok Village, located in Dolok Sanggul District, Humbang Hasundutan Regency, North Sumatra, faces issues of stunting and the need for religious moderation. The majority of the village's population are Christians (92%), with the remainder being Muslims (8%). Stunting, or chronic malnutrition in children, hinders their physical and cognitive development. The main causes of stunting include a lack of knowledge about nutrition, limited access to nutritious food, and inadequate healthcare services. Religious moderation is essential to maintain social harmony amidst religious diversity. A community service program by the Early Childhood Christian Education (PAUD) Study Program aims to address these issues through activities focused on stunting education and religious moderation. These activities include nutrition education for pregnant women and children, interfaith dialogues, and character education based on tolerance in schools. The program results showed an increase in knowledge about nutrition, interfaith harmony, and tolerance among students. Surveys indicated positive responses from participants who committed to applying their new knowledge. This program has provided sustainable positive impacts for the community of Purba Dolok Village and is expected to serve as a model for similar community service initiatives in other regions
Analisis Kecerdasan Emosi di Kalangan Kepala Sekolah: Efek Jenis Kelamin dan Pengalaman Kepemimpinan Situngkir, Ledyana Dwi Mei; Samosir, Lustani; Pasaribu, Andar Gunawan; Purba, Enrico Fiktorando
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i3.673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kelamin dan lama pengalaman kepemimpinan kepala dengan kecerdasan emosi dalam kepemimpinan kepala sekolah. Adapun cakupan kecerdasan emosi dalam penelitian ini adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi sendiri dan orang lain dalam kepemimpinan kepala sekolah. Analisis dalam penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melibatkan 226 orang Kepala Sekolah yang tersebar di Kabupaten Toba, Samosir dan Humbang Hasundutan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur kecerdasan emosi kepala sekolah dengan indikator penilaiankesadaran diri, pengelolaan diri, motivasi, empati, keterampilan sosial, dan keterampilan mengelola hubungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Secara umum kecerdasan kepala sekolah memiliki rata rata 70,77 dengan standar deviasi 8,39. Data menunjukan sebanyak 11% kepala sekolah memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, 80% berada pada kategori sedang dan terdapat 9% berada pada kategori rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin memiliki efek signifikan terhadap kecerdasan emosi kepala sekolah. Kepala sekolah dengan jenis kelamin perempuan memiliki kecerdasan emosi yang lebih baik dari kepala sekolah berjenis kelamin laki-laki. Kecerdasan emosi perempuan dengan kategori tinggi mencapai 13% sedangkan kategori sedang 82% dan hanya 5% pada kategori rendah. Sedangkan pada laki-laki hanya 9% berada pada kategori tinggi, 79% pada kategori sedang dan 12% pada kategori rendah. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam tingkat kecerdasan emosi berdasarkan lama pengalaman kepemimpinan. Penemuan ini mengindikasikan pentingnya mempertimbangkan variabel-variabel ini dalam pengembangan program pelatihan kepemimpinan dan perumusan kebijakan pendidikan. Implikasi dari studi ini dapat membantu dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kecerdasan emosi dan, pada gilirannya, kualitas kepemimpinan di sekolah.
PELATIHAN PEMBUATAN BONEKA TANGAN DALAM PENGEMBANGAN SIKAP TOLERANSI DAN KEBERAGAMAN DI DESA SIPAHUTAR Agustina, Winarti; Hulu, Adiani; Situngkir, Ledyana Dwi Mei; Tarigan, Jessica Ice Rebecca Br.; Aritonang, Oktober Tua
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25086

Abstract

Desa Sipahutar, Sumatera Utara, memiliki latar belakang keagamaan dan suku yang beragam. Menghadapi permasalahan bullying terkait perbedaan suku dan agama pada anak-anak, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dirancang untuk mengatasi tantangan ini. Pelatihan pembuatan boneka tangan dianggap sebagai solusi kreatif untuk membangun sikap toleransi. Dalam pelaksanaannya, 55 peserta dari berbagai lapisan masyarakat mempraktikkan pembuatan boneka tangan dengan menggunakan kearifan lokal Desa Sipahutar. Evaluasi menunjukkan kepuasan tinggi peserta (rata-rata 3.8), kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat (rata-rata 3.5), dan pemberian bekal kemampuan berpikir (rata-rata 3.7). Hasil evaluasi juga mencerminkan peningkatan daya nalar masyarakat (rata-rata 3.6) dan manfaat signifikan yang diperoleh (rata-rata 3.5). Meskipun terdapat potensi perbaikan pada metode penyampaian dan kelanjutan kegiatan, pelatihan pembuatan boneka tangan di Desa Sipahutar dianggap berhasil dalam membangun sikap toleransi dan keberagaman. Kesimpulan ini menjadi dasar untuk penyempurnaan program PkM di masa depan, dengan harapan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan dalam memperkuat kohesi sosial di Desa Sipahutar.
Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Peningkatan Kemandirian Personal Hygiene Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Negeri Pembina Tarutung Simanungkalit, Siska; Sinaga, Endang Junita; Butar-Butar, Mei Lastri E.F; Hulu, Adiani; Situngkir, Ledyana Dwi Mei
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i4.1625

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Peningkatan Kemandirian Personal Hygiene Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina Tarutung”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode One Group Pretest-Posttest Design. Populasi adalah seluruh siswa TK Negeri Pembina Tarutung yang berusia 5-6 tahun berjumlah 78 orang dan ditetapkan sampel kelas B2 sebanyak 30 orang menggunkan Teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan lembar penilaian anak sebanyak 20 item. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Media Audio Visual Terhadap Peningkatan Kemandirian Personal Hygiene Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina Tarutung, dibuktikan dengan: 1) nilai rata-rata pada post-test yaitu sebesar 73.60 > nilai rata-rata pada pre-test adalah sebesar 64.63 dan nilai tersebut menunjukkan bahwa selisih rata-rata pada pre-test dan post-test adalah sebesar 8.967 hal tersebut menunjukkan bahwa secara deskriptif terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata pada pre-test dan post-test. 2) uji signifikan diperoleh nilai thitung > ttabel (α=0,05; dk=n-1=29) yaitu sebesar 7.851 > 2,045 dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha yaitu terdapat pengaruh penerapan Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Peningkatan Kemandirian Personal Hygiene Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina Tarutung diterima.