Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Jeumpa

REAKSI KONDENSASI ALDOL RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI BAHAN KAJIAN DALAM PEMBELAJARAN IPA DI LABORATORIUM Amri, Yulida
Jurnal Jeumpa Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kimia merupakan salah satu cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang akan terus berkembang melalui berbagai penelitian. Oleh karena itu pembelajaran IPA di perguruan tinggi tidak hanya difokuskan pada penguasaan konsep secara teoritis, akan tetapi juga harus ditujukan pada pengembangan keahlian mahasiswa di laboratorium. Peserta didik harus dilatih untuk memahami konsep dengan benar dan mampu menerapkannya dalam percobaan. Pembelajaran IPA khususnya kimia dapat dilakukan melalui kegiatan praktikum di laboratorium Penyusunan modul praktikum harus memperhatikan penggunaan bahan-bahan kimia dan energi. Bahan kimia yang digunakan sebaiknya bersifat ramah lingkungan. Pada penelitian ini reaksi kondensasi aldol antara benzaldehid dan aseton dilakukan dengan menggunakan pelarut polietilen glikol (PEG-400) yang bersifat ramah lingkungan. Selain itu penggunaan suhu kamar dalam reaksi dapat mendukung upaya penghematan energi yang memiliki dampak bagi kelestarian lingkungan. Hasil reaksi menghasilkan produk dengan rendemen 97,4%. Produk (dibenzalaseton) yang dihasilkan tidak murni dan mempunyai titik leleh 192-194 oC. Karakterisasi produk dengan spektroskopi FTIR memperlihatkan adanya gugus =C-H alkena (697 cm-1), C=C alkena (1649 cm-1), dan C=O karbonil (1694 cm-1). Pengukuran 1H-NMR dari produk terlihat adanya geseran pada 6,61 ppm dan 6,34 ppm dengan nilai kupling (J) 16,2 Hz dan 15,9 Hz yang menunjukkan adanya proton yang terikat pada alkena trans. Selain itu adanya geseran kimia pada daerah 7-8 ppm yang menunjukkan sinyal-sinyal proton yang terikat pada gugus aromatik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pembelajaran IPA dengan konsep ramah lingkungan di laboratorium
UJI KANDUNGAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG TIRAM (Crassostrea sp.) Fajri, Rahmatul; Amri, Yulida
Jurnal Jeumpa Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi kandungan kitosan dari limbah cangkang tiram (Crassostrea sp.) merupakan salah satu upaya dalam menjaga lingkungan yaitu dengan memanfaatkan limbah cangkang tiram yang terdapat disekitar. Isolasi telah dilakukan melalui beberapa tahap. Tahapan tersebut yaitu tahap pertama proses deproteinasi, dimana pada tahap ini protein yang terkandung dalam cangkang tiram dihilangkan menggunakan larutan NaOH 5% dan hasil yang diperoleh protein yang hilang dari serbuk cangkang tiram sebesar 77%. Kemudian tahap demineralisasi menggunakan larutan HCl 10%, pada tahap ini mineral yang hilang sebesar 11% dari massa awal serbuk cangkang tiram. selanjutnya tahap deasetilasi dan yang terakhir tahap pengujian terhadap kandungan kitosan menggunakan larutan asam asetat. Pada pengujian menggunakan asam asetat Setelah melalui tahap-tahap tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat kitosan di dalam cangkang tiram (Crassostrea sp.)
Analisis Kuantitatif Logam Berat dalam Tiram (Crassostrea Sp.) dari Pesisir Kuala Langsa Silalahi, Novita Sari Lastiar; Amri, Yulida; Wahyuningsih, Puji
Jurnal Jeumpa Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v9i2.6475

Abstract

Tiram merupakan salah satu produk yang berasal dari daerah perairan yang dapat dikonsumsi karena mengandung banyak nutrisi. Hewan ini dapat hidup di daerah pasang surut air laut yang banyak ditumbuhi tumbuhan bakau. Namun biota ini memiliki sistem penyaring makanan (filter feeder) sehingga sangat rentan terhadap cemaran logam berat. Tiram yang tercemar akan berbahaya jika dikonsumsi. Logam berat seperti timbal (Pb) dapat saja tercemar ke perairan disebabkan oleh aktivitas perahu/kapal nelayan yang menggunakan bahan bakar dan limbah oli bekas yang mengandung cemaran timbal (Pb). Selain itu limbah oli bekas dan cat yang terbawa arus sungai ke perairan dapat mempengaruhi kandungan timbal (Pb) dalam tiram. Logam berat lain seperti merkuri (Hg) dapat berasal dari limbah produk rumah tangga seperti lampu neon, televisi, dan kosmetik tertentu. Sumber-sumber logam berat ini akan terbawa ke perairan dan diserap oleh tiram. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dianalisis kandungan logam berat timbal (Pb) serta kandungan logam merkuri (Hg) dalam sampel tiram. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenaicemaran logam berat dalam sampel tiram. Metode destruksi sampel yang digunakan adalah destruksi basah sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofometri serapan atom (SSA). Hasil analisis menunjukkan bahwa tiram telah tercemar logam timbal serta merkuri. Kandungan timbal (Pb) dalam sampel tiram adalah 2,128 mg/kg dan telah melewati ambang batas sesuai SNI 7387:2009. Sedangkan kandungan logam merkuri (Hg) yaitu 0,0539 mg/kg dan masih berada di bawah ambang batas SNI 7387:2009.