Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan Kepuasan Kerja Terhadap Keterikatan Kerja pada Sat Samapta Polresta X Si Luh Nyoman Trisna Ulandari; Ni Made Sintya Noviana Utami; Luh Putu Ratih Andhini
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 9 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i9.4996

Abstract

The police are a law enforcement institution with fundamental duties and obligations This study aims to analyze the relationship between job satisfaction and job engagement, as well as describe the condition of job satisfaction and engagement in Sat Samapta Polresta X. In addition, this study wants to identify the contribution of job satisfaction to job engagement in the institution. In addition, this study wants to identify the contribution of job satisfaction to work engagement in the institution Using a quantitative approach and an online questionnaire, this study involved 70 members of Sat Samapta Polresta X as respondents. The instruments used consisted of a job attachment scale with 21 items that had validity ranging from 0.288 to 0.769 and reliability of 0.877, and a job satisfaction scale with 29 items whose validity ranged from 0.251 to 0.644 and reliability of 0.914, which were adapted from Elvani's (2019) research referring to Luthans' theory. The results revealed a significant relationship between job satisfaction and job attachment in Sat Samapta Polresta X, with a significance value of 0.000 (α < 0.05) and an R Square value of 0.703. This indicates that job satisfaction contributes 70.3% to work engagement. The positive correlation R value of 0.838 indicates that increasing job satisfaction has the potential to improve job attachment of Sat Samapta Polresta X members, and can improve their work performance and motivation. This study concludes that job satisfaction contributes significantly to work engagement at Sat Samapta Polresta X, with high job satisfaction playing an important role in increasing work engagement. The researcher suggests to be broader and explore factors in work engagement such as: leadership, communication, health, and security.
Kecemasan Sosial Perempuan Hindu Bali Dalam Konsep Menyama Braya Kadek Rachma Intan Cahyani, Kadek Rachma Intan Cahyani; Nyoman Trisna Aryanata; Luh Putu Ratih Andhini
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 2 No. 3 (2024): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v2i3.692

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat Hindu Bali yang mengakibatkan penyempitan makna konsep menyama braya, dari “semua manusia adalah saudara” menjadi terbatas pada komunitas Bali atau Hindu Bali. Pergeseran ini menimbulkan tantangan, khususnya bagi perempuan Hindu Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kecemasan sosial yang dialami perempuan Hindu Bali dalam menjalankan menyama braya serta memahami bagaimana mereka beradaptasi dengan perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Tiga narasumber perempuan Hindu Bali berusia 18-40 tahun yang telah menikah dipilih berdasarkan keterlibatan mereka dalam aktivitas adat dan tanggung jawab sosial yang berkaitan dengan menyama braya. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta software NVivo 14. Hasil menunjukkan bahwa perempuan Hindu Bali mengalami kecemasan sosial, terutama dalam interaksi dengan komunitas adat, karena tekanan memenuhi peran gender tradisional dan tugas adat yang membebani. Kecemasan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap penilaian negatif dari komunitas jika mereka gagal memenuhi ekspektasi sosial. Penelitian ini menemukan bahwa perempuan Hindu Bali memiliki peran penting dalam menjaga tradisi melalui kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk menyama braya. Meskipun mereka menghadapi kecemasan akibat ekspektasi tradisional, dukungan keluarga terutama dari ibu mertua dan kandung, membantu mengurangi tekanan ini. Usia dan pengalaman juga memengaruhi kemampuan mereka mengelola kecemasan, dengan perempuan yang lebih tua cenderung lebih mampu menghadapi tantangan sosial. Penelitian ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan konteks budaya dan gender dalam memahami kecemasan sosial serta menyarankan peningkatan dukungan sosial dan penelitian lanjutan.
The Role of Self Disclosure Against Student Stress During Online Lectures During the Covid-19 Pandemic Diah Betari Karlinda, Indiani; Andhini, Luh Putu Ratih; Utami, Ni Made Sintya Noviana
Journal of Research and Measurement in Psychology: JPPP Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi Vol 11 No 2 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNJ dan Program Studi Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPPP.112.06

Abstract

The Covid-19 pandemic has forced many state goverments to present learning alternatives in the form of bold learning. However, the alternative clearly has an impact on students' stressful conditions. Understanding stress is knowing the situation experienced or self-disclosure. This study aims to examine the relationship between self-disclosure and student stress while undergoing courageous lectures during the Covid-19 pandemic. The method used is qualitative with a cross sectional design conducted on X University students. The data analysis used is a simple linear regression test. The significance value is 0.048 (ɑ < 0.05) with a B value (regression coefficient) of 0.311 and an R Square value of 0.02. That is, there is a positive relationship of self-disclosure to stress with a contribution of 2%. The picture of student stress is at the moderate level (45.6%) and the picture of self-disclosure is at the moderate level (49.2%). There is a positive relationship between self-disclosure and stress on X student
Efektivitas Group Positive Psychotherapy Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Pada Ibu Bali (Perawat) Yang Mengalami Konflik Kerja-Keluarga Andhini, Luh Putu Ratih; Astaningtias, Ni Made Irene Novianti; Dewi, Anak Agung Sagung Suari; Putri, Putu Debby Noviyanti Mantara; Dewi, Sagung Ratih Trisna Pratami; Utami, Ni Made Sintya Noviana
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 3, No 3 (2023): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v3i3.165

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh group positive psychotherapy terhadap kesejahteraan psikologis pada perawat yang mengalami konflik kerja-keluarga. Metode penelitian menggunakan group pretest posttest desain yang hanya melibatkan satu kelompok saja yang diberikan perlakuan dan dilakukan dua kali pengukuran terhadap kelompok sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) diberikan perlakuan. Populasi pada penelitian ini adalah para perawat di RS. Sampel penelitian diambil dengan cara purposive random, yaitu memenuhi karakteristik penelitian sebagai berikut: berjenis kelamin perempuan, berada dalam masa kerja aktif, telah menikah, memiliki anak minimal satu (berusia 0-16 tahun), berprofesi sebagai perawat, dan melakukan kegiatan menyama braya. Jumlah sampel berjumlah 30 orang. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala work family conflict (WFC) diadaptasi dari Artiawati dengan reliabilitas 0.901, terdapat 12 item. Skala psychological well-being (PWB) diadaptasi dari Mufliha dengan reliabilitas 0.810, terdapat 30 item. Analisis data penelitian ini menggunakan uji wilcoxon dan uji paired sample t-test. Hasil didapatkan group positive psychotherapy efektif meningkatkan psychological well-being pada ibu Bali (Perawat), tetapi tidak efektif menurunkan konflik kerja-keluarga. Konflik kerja-keluarga dapat diturunkan dengan menggunakan manajemen stres.
Studi Korelasi Kecemasan Dan Konsep Diri Pada Klien Pemasyarakatan Ni Made Sintya Noviana Utami; Andhini, Luh Putu Ratih; Pramitya, Anak Agung Istri Mira
Bali International Scientific Forum Vol. 3 No. 1 (2022): Bali International Scientific Forum
Publisher : Bali International University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/bisf.v3i1.295

Abstract

Abstract Background: The social perception of society towards social (correctional clients) tends to be negative. Not only the community, the correctional clients themselves have doubts about themselves being accepted by the environment, getting a job and a decent life. Purpose: to find out the description of anxiety and self-concept of correctional clients in Denpasar Correctional Institutions and to determine the correlation between and fear of self-concept in correctional clients in Denpasar Correctional Institutions. Methods: The research sample consisted of 26 correctional clients who were selected using purposive sampling which established criteria, such as: age 19-40 years, gender male and female, and a minimum of one year in prison. The questionnaire used is a scale based on Nolen's theory (2007) with a total of 44 statement items and a self-concept scale based on the theory of Calhoun and Acocella (in Nugroho, 2015) as many as 30 statement items. Results: the study found that the significance value was 0.003, this indicates that there is a correlation between anxiety and self-concept in correctional clients at the Denpasar Correctional Institution. The correlation value is -0.553 which indicates the direction of the relationship is negative. Conclusion: Correctional clients in the Denpasar Correctional Center have a low to very low self-concept. Research participants had moderate to very high anxiety. There is a correlation with the self-concept of correctional clients. The higher the public's anxiety, the lower the self-concept. Vice versa, the lower the anxiety of correctional clients, the higher their self-concept. Keywords: Anxiety, Self-Concept, Correctional Institution
Aktualisasi Diri Siswa Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua Selama Pembelajaran Jarak Jauh Utami, Ni Made Sintya Noviana; Andhini, Luh Putu Ratih; Dewi, Anak Agung Sagung Suari
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 2 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY JULY
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i2.226

Abstract

Pembelajaran jarak jauh menjadi metode pembelajaran baru yang diterapkan pada sistem pendidikan akibat adanya pandemi Covid-19. Peran guru kini banyak beralih ke orang tua yang pendampingi anak belajar di rumah untuk mendorong tercapainya tujuan pembelajaran dan tercapainya aktualisasi diri siswa. Penelitian ini ingin menganalisis kembali aktualisasi diri siswa ditinjau dari pola asuh orang tua selama pembelajaran jarak jauh. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMP di Denpasar yang dipilih secara random. Skala yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu menggunakan skala pola asuh orang tua mengacu pada teori Baumrind dan skala aktualisasi diri mengacu pada teori Roger. Data dianalsis dengan menggunakan uji one-way anova. Hasil analisis data menunjukkan hasil ada perbedaan yang signifikan nilai rerata aktualisasi diri siswa ditinjau dari empat pola asuh yaitu demokratis, otoriter, permisif, dan penelantaran. Siswa yang diasuh dengan pola asuh demokratis memiliki nilai rerata aktualisasi diri paling tinggi dibandingkan dengan pola asuh lainnya.
Korban Bom Bali Menemukan Kembali Makna Hidup Novianti A., Ni Made Irene; Aritya Widianti; Ni Made Sintya Noviana Utami; Nyoman Trisna Aryanata; Luh Putu Ratih Andhini
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i1.218

Abstract

Bom bali I dan II memberikan dampak negatif bagi para korban. Salah satunya adalah istri dari para pekerja di lokasi tragedi. Hal ini menjadikan mereka kehilangan keluarga dan bertahan hidup sendiri. Masa sulit juga dilewati sendiri tanpa bantuan orang terkasih. Pikiran negative dan menurunnya semangat hidup mulai dirasakan oleh para istri korban bom bali. Hal ini menjadi tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu para istri korban bom bali dapat menemukan kembali makna hidup dengan berpikir positif dan mengendalikan emosi negative. Metode kegiatan ini adalah focus group discussion dan relaksasi emosi. Hasilnya adalah korban bom bali mampu berpikir secara positif dan melatih mengendalikan diri sebagai motivasi dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Simpulan adalah korban bom bali dapat melihat diri lebih positif, menyadari adanya dukungan dari berbagai pihak sehingga mampu melewati masa sulit kehidupan.
FGD dan Psikoedukasi Guru BK: Meningkatkan Penanganan Kesehatan Mental Remaja Andhini, Luh Putu Ratih; Widianti, Aritya; Astaningtias, Ni Made Irene Novianti; Dewi, Anak Agung Sagung Suari; Rastafary, Ni Luh Kade Nadia; Utami, Ni Made Sintya Noviana; Wulandari, Putu Diana; Saraswaty, Ratih; Aryanata, Nyoman Trisna
UNBI Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2024): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v5i1.415

Abstract

Isu kesehatan mental pada remaja sangat meningkat di Indonesia, hal tersebut menjadi fokus bagi pihak keluarga dan sekolah. Peran guru BK sangat penting dalam mencegah isu kesehatan mental pada siswa SMA/SMK. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru BK mengenai pentingnya kesehatan mental remaja dan teknik konseling yang efektif. Melalui kegiatan FGD dan psikoedukasi, guru BK memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam menangani masalah kesehatan mental remaja. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan peningkatan skor rata-rata pada post-test dibandingkan pre-test. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil memberikan wawasan yang lebih baik kepada guru BK dalam mengelola isu kesehatan mental di sekolah.   Mental health issues in adolescents are on the rise in Indonesia, which is a focus for families and schools. The role of counseling teachers is very important in preventing mental health issues in SMA / SMK students. This service activity aims to increase the understanding of counseling teachers about the importance of adolescent mental health and effective counseling techniques. Through FGDs and psychoeducation activities, counseling teachers gained new knowledge and skills in dealing with adolescent mental health problems. The evaluation results showed a significant increase in participants' understanding, with an increase in the average score on the post-test compared to the pre-test. This shows that this activity succeeded in providing BK teachers with better insights in managing mental health issues in schools.
Edukasi Komunikasi Bijak di Media Sosial untuk Remaja: Peran Keluarga Mengatasi Dampak Negatif Astaningtias, Ni Made Irene Novianti; Andhini, Luh Putu Ratih; Utami, Ni Made Sintya Noviana; Aryanata, Nyoman Trisna; Widianti, Aritya; Dewi, Anak Agung Sagung Suari; Wulandari, Putu Diana
UNBI Mengabdi Vol. 6 No. 1 (2025): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v6i1.437

Abstract

Komunikasi merupakan bagian yang sangat essential bagi pertumbuhan kepribadian manusia sehingga dengan adanya penggunaan media sosial dapat memberikan pengaruh dalam cara berkounikasi dan efek yang cenderung bersifat negatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai komunikasi yang bijak di media sosial dan memperkuat peran keluarga dalam menjaga hubungan yang sehat di era digital. Melalui penyuluhan interaktif dan diskusi, peserta yang merupakan remaja di Banjar Tembau Tengah, Penatih, diajarkan bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak untuk mencegah dampak negatif seperti cyberbullying dan kecemasan sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai komunikasi sehat, dengan hasil post-test yang lebih tinggi daripada pre-test. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi peserta adalah dalam mengimplementasikan komunikasi yang bijak di kehidupan sehari-hari mereka, yang menunjukkan perlunya pendampingan lebih lanjut.   Communication is a very essential part for the growth of human personality so that the use of social media can have an influence on how to communicate and the effects that tend to be negative. This community service activity aims to provide education about wise communication on social media and strengthen the role of families in maintaining healthy relationships in the digital era. Through interactive counseling and discussion, participants who are teenagers in Banjar Tembau Tengah, Penatih, were taught how to use social media wisely to prevent negative impacts such as cyberbullying and social anxiety. The results of the activity showed a significant increase in understanding of healthy communication, with post-test results higher than pre-test. However, the main challenge faced by participants was in implementing wise communication in their daily lives, indicating the need for further mentoring.