Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

REPRESENTASI PELECEHAN TERHADAP KIAI DALAM MEDIA TELEVISI NASIONAL: ANALISIS ADAB ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN TEORI REPRESENTASI STUART HALL Luthviyah Romziana; Zaimuddin; Moh. Najiburrahman; Babun Suharto
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 9 No. 4 (2025): Desember
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v9i4.2882

Abstract

The phenomenon of harassment of kiai in a Trans7 broadcast on October 13, 2025, indicates a serious problem in religious ethics and public communication. As a figure of ulama and guardian of community morals, kiai holds a central position in the Nusantara Islamic tradition, so that respect for him is part of Islamic etiquette based on the values ​​of the Qur'an. This study aims to analyze media representations of kiai figures and examine how the principles of Islamic etiquette can become a framework for criticism of communication practices that demean the dignity of ulama. The method used is descriptive qualitative through content analysis and maudhu'i interpretation of Quranic verses on the ethics of speaking, respect for ulama, and social ethics, combined with Stuart Hall's representation theory. The results show that the media encoding process reflects the logic of entertainment capitalism that normalizes jokes about kiai. Meanwhile, audience decoding is divided into three positions: dominant, negotiating, and opposition. The Qur'anic perspective assesses that this practice is contrary to the principles of etiquette in QS. Al-Baqarah: 83, QS. Al-Ahzab: 70, and QS. Al-Hujurat: 2, 6, 11. This study emphasizes the importance of Qur'anic ethics as a critical paradigm in building a civilized media culture and maintaining the dignity of scholars.
PENDEKATAN SEMANTIS DALAM STUDI AL-QUR’AN DAN HADIS (ANALISIS KONTEKSTUAL DAN PRAGMATIK DALAM KAJIAN KAWASAN) Mursidin; Zaimuddin
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan semantis dalam studi Al-Qur’an dan Hadis merupakan metode analisis yang menekankan pemahaman makna kata, frase, dan struktur teks secara mendalam dan kontekstual. Artikel ini mengkaji implementasi pendekatan semantis dalam studi Qur’an dan Hadis kawasan, dengan fokus pada analisis leksikal, konteks sosial-budaya, serta hubungan makna atau pragmatik. Analisis leksikal menelaah makna kata kunci seperti amanah, ‘adl, rahmat, dan ihsan, serta pergeseran maknanya dalam masyarakat berbeda. Analisis konteks sosial-budaya menekankan perbedaan interpretasi teks antara kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara, sedangkan analisis pragmatik menyoroti interaksi makna antar kata dan kalimat untuk menghasilkan pemahaman yang lebih holistik. Pendekatan semantis terbukti memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kemampuan menggali makna tersirat, relevansi kontekstual, dan sifat interdisipliner yang memungkinkan integrasi dengan ilmu bahasa, antropologi, dan sosiologi. Metode ini juga menghadapi tantangan, termasuk perbedaan interpretasi antar pembaca, keterbatasan data historis untuk hadis, dan kebutuhan penguasaan bahasa Arab klasik yang mendalam. Dengan menerapkan strategi triangulasi data dan analisis literatur klasik maupun kontemporer, pendekatan semantis mampu memberikan pemahaman yang lebih akurat, relevan, dan adaptif terhadap dinamika sosial dan budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan semantis tidak hanya memperluas cakrawala akademik dalam studi Al-Qur’an dan Hadis, tetapi juga menjembatani nilai-nilai klasik dengan kebutuhan masyarakat modern. Pemahaman holistik ini memungkinkan interpretasi teks yang kontekstual, kritis, dan aplikatif, serta menegaskan bahwa Al-Qur’an dan Hadis adalah teks yang dinamis dan kaya makna. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan metodologis bagi studi Qur’an dan Hadis kawasan, sekaligus mendukung pengembangan praktik keagamaan yang kontekstual dan relevan