Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU PACARAN GENERASI Z DIMASA PANDEMI COVID 19 PADA MAHASISWA POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA Umi Baroroh; Ilma Ratih Zukrufiana; Meyliya Qudriani
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i2.305

Abstract

Generasi Z yang lahir pada tahun 1995 – 2010, merupakan generasi yang paling muda yang baru memasuki angkatan kerja. Generasi ini biasanya disebut dengan generasi internet. Generasi Z lebih banyak berhubungan sosial lewat dunia maya, sehingga informasi yang di dapatkan tidak terbatas. Salah satu dampak dari pandemic ini adalah kurangnya informasi pendidikan yang benar khususnya mengenai pengetahuan kesehatan reproduksi dari guru maupun dari pelayanan kesehatan, tetapi dengan mudah tersaji video-video asusila di media social yang saat ini banyak dijadikan contoh anak-anak generasi Z. Hal ini mendasari peneliti untuk mengambil judul penelitian Pengaruh Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Pacaran Generasi Z Dimasa Pandemi Covid 19 Pada Mahasiswa. Alasan memilih mahasiswa Politeknik Harapan Bersama yaitu mahasiswa belum pernah terpapar penyuluhan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non ksperimen yang bersifat deskriptif, dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah crosss sectional. Dengan populasi Mahasiswa Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tingkat II, sejumlah 1356 mahasiswa, dan alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis yang digunakan uji chi square dengan ketentuan pengambilan keputusan adalah Ho ditolak dan Ha diterima jika t hitung yang dihasilkan lebih besar dari t tabel dengan taraf signifikasi 95%, batas kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan baik 164 responden (74.9%) serta Sebagian besar responden memiliki perilaku baik 155 responden (70.78%). Pada analisis bivariate didapatkan hasil tingkat signifikansi 0,032 (P < 0,05). Sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku pacaran generasi z dimasa pandemi Covid 19 pada mahasiswa Politeknik Harapan Bersama.
Upaya Pencegahan Stunting dengan ABCDE di Kelas Ibu Hamil Puskesmas Sumurpanggang Meyliya Qudriani; Ratih Sakti Prastiwi; Mutiarawati Mutiarawati; Intan Cristy Mayasari Rizqi; Selvia Mariza; Siti Saripah
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v3i1.3014

Abstract

The first 1000 days of life are a golden period to optimize children's growth to avoid stunting. The pregnancy period plays a very important role in determining the health status of the mother and fetus. Specific nutritional intervention efforts are focused on the First 1,000 Days of Life (HPK) group, namely pregnant women, breastfeeding mothers, and children 0-23 months, because the most effective prevention of stunting is carried out in the 1,000 HPK (golden period or critical period/windows of opportunity) . The stunting rate in Tegal City has decreased from 23.9% to 16.8% in 2022. And cases of stunting in the Sumur Panggang Community Health Center area are 153 cases (9.9%) in 2023. One of the causes is malnutrition. due to the mother's lack of knowledge about providing balanced nutrition to children. So this requires intensive handling in this area. This Community Service was carried out on June 10 and 13 2024 at the Pregnant Women's Class in the Sumurpanggang Community Health Center Working Area, Tegal City. The target of this service activity is 20 pregnant women who take part in the Pregnancy Class in the Sumurpanggang Community Health Center Work Area. The method of this activity is by conducting outreach, providing material to participants about Stunting (definition, causes and impacts) and prevention using ABCDE. The activity went well and was conducive and participants were enthusiastic in presenting the material and actively asking questions. And in the evaluation there was an increase in participants' knowledge after being provided with material counseling.
Analisis Tingkat Pemahaman Siswa SMA 5 Tegal Tentang Pentingnya Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Meyliya Qudriani; Seventina Nurul Hidayah; Riska Arsita Harnawati
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 3 No. 2 (2025): April: Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v3i2.1090

Abstract

Breast self-examination (BSE) is learning to see and examine your own breasts every month (Rasjidi, 2021). The main goal of BSE is to find breast cancer at an early stage so that treatment can be better. Lack of understanding or lack of information about breast cancer and steps to prevent early detection causes many women to be less or less interested in having this examination. Breast cancer is the cancer with the second highest prevalence after cervical cancer in Central Java in 2021, namely cervical cancer at 1.2% or the equivalent of 19,734 people and breast cancer at 0.7% or the equivalent of 11,511 people. Based on the preliminary study conducted, the results showed that of the 10 questions about BSE at SMA 5 Tegal, 6 out of 10 respondents answered that they did not know or had a low understanding of BSE, while the other 4 respondents indicated sufficient understanding about BSE. The aim of this study was to evaluate SMA 5 Tegal students' understanding of the importance of breast self-examination (BSE) in early detection of breast cancer. The research method that will be used in this research is a quantitative approach with a cross sectional design. The population of this research was 117 female students of SMA 5 Tegal class XI (adolescent girls), with sampling using the total sample. The results of this research show that the majority of respondents have a good understanding of BSE, namely 89 respondents (76.1%), where this respondent's understanding is obtained from good knowledge about BSE, knowing the correct BSE examination techniques.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N DENGAN PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN DI PUSKESMAS LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL (Studi Kasus Preeklampsia dan Riwayat Asma) Kiki Hartati; Nora Rahmanindar; Meyliya Qudriani
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 1 No. 3 (2023): JUNI : JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jikma.v1i3.319

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Tegal mengalami peningkatan yang cukup tinggi sejak pandemi Covid-19, dari 104 atau 28 kasus di tahun 2020 menjadi 199 pada tahun 2021. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Lebaksiu pada tahun 2022 yaitu sebanyak 156 kasus diantaranya adalah ibu hamil resiko tinggi, dengan penyebab umur, grandemultipara, SC, jarak kehamilan, gemely, presbo, HBSAG, preeklampsia, dan penyakit penyerta lainnya, walaupun penyakit penyerta yang ditemukan adalah KEK, dan asma. Tujuan dilakukannya studi kasus ini yaitu untuk memperoleh gambaran dan pengalaman secara nyata dalam memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. N di Puskesmas Lebaksiu Kabupaten Tegal tahun 2022 (Studi Kasus Pre eklampsia dan Riwayat Asma). Saat hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan 7 langkah Varney dan data perkembangan SOAP. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah ibu hamil Ny. N berusia 33 tahun dengan Pre eklampsia dan riwayat asma. Penelitian ini memakai metode OSOC yang merupakan kegiatan pendampingan ibu mulai dinyatakan hamil sampai masa nifas. Pengambilan data dilakukan sejak tanggal 9 Oktober sampai 13 November 2022, yaitu menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, hasil selama kehamilan pada saat usia kehamilan 39 minggu subyek mengalami tekanan darah tinggi dan oedema pada kedua kaki, sehingga saat persalinan perlu adanya kolaborasi dengan dokter Sp.OG untuk penanganan persalinan dengan fasilitas yang lebih memadai, namun pada saat nifas tekanan darah ibu perlahan normal kembali. Saran: Diharapkan pasien dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan selama hamil, persalinan, nifas dan bayi baru lahir di tenaga Kesehatan.
Persepsi Ibu Hamil Tentang Donor ASI di Margadana Kota Tegal Meyliya Qudriani; Umriaty
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.443

Abstract

Exclusive breastfeeding is the first choice for infant nutrition. Breast milk produced by the mother and contains all the nutrients needed by the baby for the growth and development needs of the baby. But not all mothers are able to give breast milk because of certain needs. Breast milk donors become an option in these conditions. Breast milk donors are not very popular in developing countries like Indonesia. This study discusses the perception of pregnant women about breastfeeding donors as an effort to look for information on breastfeeding donors to the community. By using descriptive research and quantitative learning for 36 pregnant women. The results showed that most pregnant women had good knowledge about exclusive breastfeeding (91.7%), all pregnant women (100%) have a commitment to provide exclusive breastfeeding and have positive perceptions about breastfeeding donors (83.3%). Need help and institutions related to the implementation of breastfeeding donors to avoid uncontrolled breastfeeding assistance.