Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Manajemen Perkandangan Ayam Petelur Fase Grower pada PT. Inti Tani Satwa: Management of Laying Hens Cages in Grower Phase at PT. Inti Tani Satwa Hasrullah; Suci Ananda; Anas Qurniawan
Anoa: Journal of Animal Husbandry Vol 1 No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/anoa.v1i1.27418

Abstract

Management is one very important part in a business, especially in housing management. The cage is a building that provides a sense of security and comfort for livestock. The cage is very important because the comfort of the cage will affect the productivity of the poultry. The purpose of cage management is to find out how far a farm provides comfort for livestock in order to achieve good productivity. therefore the research was conducted in the cage of PT. Inti Tani Satwa to see how the housing management is there. This type of research is qualitative. There are two data collected, namely primary data and secondary data. Primary data comes from interviews and observations, while secondary data comes from the SOP/manual of maintenance management, then analyzed by descriptive method. The conclusion of the research is the cage model used at PT. Inti Tani Satwa is an open house model where the direction of the cage stretches from east to west. The equipment used for drinking water uses a nipple, while for the feed, it still uses a manual one. The frequency of feeding is done twice a day, in the morning and afternoon, for drinking water is given ad libitum. Coop maintenance and biosecurity are also applied to the laying hens of PT. Inti Tani Satwa.
Analisis Perencanaan Sheet Pile pada Tanggul Sungai (Studi Kasus : Sungai Lungun, Sabanar Baru, Kabupaten Bulungan) Hasrullah; Elia, Sebanya; Novianto, Dandung
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v2i2.225

Abstract

This study was conducted to identify thecauses of landslides on river embankments. This studu aims to determine the value of the slope safety factor and to plan the dimensions of sheet pile reinforcement and stability on the slopes of the Lungun River. This study used the Fellenius method to analyze the stability of the existing slope, the design principle of sheet piles in anchors located on cohesive soil with the free end method, and also with the help of a computer technology program, namely Plaxis application program. From the results of the analysis and calculations, it was concluded that the value of the safety factor on the slopes of the Lungun River using the manual calculations of the Fellinus Method. A value of 1.470 was obtained and a calculation using the Plaxis 2D V.8.2 program obtained a value of 1.1092. For the solutions to landslides on the slopes of the Lungun River, the dimensions of sheet pile reinforcement obtained from the calculation were using a concrete sheet pile type W-400 A 1000 with a depth of 10 m plus anchor recognition at a depth of 1 m from the ground surfaces which was connected by a steel tie rod 7 cm along 14 m to a concrete anchor block with height of 1.5 m and thickness of 5 cm which was embedded 0.5 m from the ground surface, so that the value of safety factor that was calculated using the Plaxis 2D V.8.2 program was 3.5814.
Strategi Prebunking Terhadap Potensi Hoaks yang Menyerang Hakim Hasrullah
Judex Laguens Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/ikahi.2.2.8.2024.203-218

Abstract

Penelitian ini membahas strategi prebunking sebagai upaya preventif atau pencegahan hoaks yang berpotensi menyerang profesi hakim. Hakim yang disematkan sebagai profesi mulia secara hukum dan sosial kerap menjadi sorotan dalam proses penegakan hukum dan mencari keadilan. Di tengah era digital kini semua informasi dengan mudah diakses dan juga mudahnya memberikan penilaian dan cara pandang menjadikan tantangan baru bagi profesi hakim. Kemudahan memperoleh dan menyampaikan informasi menjadi titik awal merebaknya hoaks yakni disinformasi, misinformasi, dan malinformasi. Gangguan informasi yang bersifat menyesatkan dikhawatirkan memanipulasi opini dan bahkan menggerus kepercayaan publik terhadap hakim dan juga pengadilan. Situasi ini berdampak fatal bagi kredibelitas, nama baik dan juga cita-cita keadilan. Mahkamah Agung menempatkan etik hingga pengawasan dan pembinaan hakim sebagai upaya untuk menjaga kepercayaan publik dari dalam (internal). Efektivitas dan efesiensi penerapannya nanti, akan turut mempengaruhi kepercayaan terhadap hukum. Namun faktor eksternal seperti komunikasi digital masa kini menjadi bagian terpenting untuk diperhatikan dalam menjaga kepercayaan publik tersebut dari informasi yang menyesatkan. Prebunking adalah pendekatan pencegahan berdasarkan teori inokulasi pendekatan persuasif dinilai efektif yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengidentifikasi dan menanggapi informasi yang salah sebelum informasi tersebut menyebar secara luas. Berbagai strategi prebunking dapat diterapkan, termasuk penyuluhan literasi digital, edukasi tentang proses hukum, promosi sumber berita terpercaya, kampanye anti-hoaks, dan kolaborasi antara media massa dan institusi hukum. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi lembaga yuridis seperti Mahkamah Agung, organisasi profesi hakim yakni IKAHi, dan juga hakim secara personal untuk mendorong masyarakat terhindar dari hoaks. Khususnya yang berkaitan dengan profesi hakim.
Strategi Prebunking Terhadap Potensi Hoaks yang Menyerang Hakim Hasrullah
Judex Laguens Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/ikahi.2.2.8.2024.203-218

Abstract

Penelitian ini membahas strategi prebunking sebagai upaya preventif atau pencegahan hoaks yang berpotensi menyerang profesi hakim. Hakim yang disematkan sebagai profesi mulia secara hukum dan sosial kerap menjadi sorotan dalam proses penegakan hukum dan mencari keadilan. Di tengah era digital kini semua informasi dengan mudah diakses dan juga mudahnya memberikan penilaian dan cara pandang menjadikan tantangan baru bagi profesi hakim. Kemudahan memperoleh dan menyampaikan informasi menjadi titik awal merebaknya hoaks yakni disinformasi, misinformasi, dan malinformasi. Gangguan informasi yang bersifat menyesatkan dikhawatirkan memanipulasi opini dan bahkan menggerus kepercayaan publik terhadap hakim dan juga pengadilan. Situasi ini berdampak fatal bagi kredibelitas, nama baik dan juga cita-cita keadilan. Mahkamah Agung menempatkan etik hingga pengawasan dan pembinaan hakim sebagai upaya untuk menjaga kepercayaan publik dari dalam (internal). Efektivitas dan efesiensi penerapannya nanti, akan turut mempengaruhi kepercayaan terhadap hukum. Namun faktor eksternal seperti komunikasi digital masa kini menjadi bagian terpenting untuk diperhatikan dalam menjaga kepercayaan publik tersebut dari informasi yang menyesatkan. Prebunking adalah pendekatan pencegahan berdasarkan teori inokulasi pendekatan persuasif dinilai efektif yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengidentifikasi dan menanggapi informasi yang salah sebelum informasi tersebut menyebar secara luas. Berbagai strategi prebunking dapat diterapkan, termasuk penyuluhan literasi digital, edukasi tentang proses hukum, promosi sumber berita terpercaya, kampanye anti-hoaks, dan kolaborasi antara media massa dan institusi hukum. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi lembaga yuridis seperti Mahkamah Agung, organisasi profesi hakim yakni IKAHi, dan juga hakim secara personal untuk mendorong masyarakat terhindar dari hoaks. Khususnya yang berkaitan dengan profesi hakim.
Strategi Prebunking Terhadap Potensi Hoaks yang Menyerang Hakim Hasrullah
Judex Laguens Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/ikahi.2.2.8.2024.203-218

Abstract

Penelitian ini membahas strategi prebunking sebagai upaya preventif atau pencegahan hoaks yang berpotensi menyerang profesi hakim. Hakim yang disematkan sebagai profesi mulia secara hukum dan sosial kerap menjadi sorotan dalam proses penegakan hukum dan mencari keadilan. Di tengah era digital kini semua informasi dengan mudah diakses dan juga mudahnya memberikan penilaian dan cara pandang menjadikan tantangan baru bagi profesi hakim. Kemudahan memperoleh dan menyampaikan informasi menjadi titik awal merebaknya hoaks yakni disinformasi, misinformasi, dan malinformasi. Gangguan informasi yang bersifat menyesatkan dikhawatirkan memanipulasi opini dan bahkan menggerus kepercayaan publik terhadap hakim dan juga pengadilan. Situasi ini berdampak fatal bagi kredibelitas, nama baik dan juga cita-cita keadilan. Mahkamah Agung menempatkan etik hingga pengawasan dan pembinaan hakim sebagai upaya untuk menjaga kepercayaan publik dari dalam (internal). Efektivitas dan efesiensi penerapannya nanti, akan turut mempengaruhi kepercayaan terhadap hukum. Namun faktor eksternal seperti komunikasi digital masa kini menjadi bagian terpenting untuk diperhatikan dalam menjaga kepercayaan publik tersebut dari informasi yang menyesatkan. Prebunking adalah pendekatan pencegahan berdasarkan teori inokulasi pendekatan persuasif dinilai efektif yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengidentifikasi dan menanggapi informasi yang salah sebelum informasi tersebut menyebar secara luas. Berbagai strategi prebunking dapat diterapkan, termasuk penyuluhan literasi digital, edukasi tentang proses hukum, promosi sumber berita terpercaya, kampanye anti-hoaks, dan kolaborasi antara media massa dan institusi hukum. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi lembaga yuridis seperti Mahkamah Agung, organisasi profesi hakim yakni IKAHi, dan juga hakim secara personal untuk mendorong masyarakat terhindar dari hoaks. Khususnya yang berkaitan dengan profesi hakim.
Homo Digital Fenomena Anomali Komunikasi Di Era Revoluasi Informasi Maesurah, Sitti; Hafied Cangara; Hasrullah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.686-700

Abstract

Homo Digital merupakan subjek yang unik. Dalam kondisi yang serba mudah dan praktis dalam berkomunikasi di era digital probadi homo digital dihadapkan pada pilihan eksentrik yang disebut anomali komunikasi. Penerapan komunikasi digital, khususnya dalam politik dan demokrasi, tidak menghasilkan kondisi seperti dibayangkan, sehingga sulit untuk tidak bersikap skeptis terhadapnya. Dewasa ini manusia dikacaukan dengan satu fenomena baru, yaitu kontes hoaks. Manusia komunikasi modern atau homo digital memanfaatkan kecanggihan alat komunikasi modern untuk mencari pembenaran bukan kebenaran. Kotens hoaks merebak secara meluas tidak hanya dalam satu negara tapi mendunia sehingga bisa disebut pandemi hoaks yang telah meracuni seantero manusia jagat raya ini. Negara hukum berdiri tegak dan kelihatannya kokoh, tetapi perubahan yang sangat cepat sedang menggerogoti De mortalis ini dari dalam. Tidak ada darah yang tumpah, tak ada bau mesin. Yang terjadi adalah suatu pandemi hoaks dengan plintiran kebencian yang memicu konflik horizontal. Demagogi rasis dan orasi kebencian kepada agama lain, suku lain, etnis lain seperti selama Pemilu Presiden 2019, dilolongkan kencang-kencang dari revolusi digital yang hanya kelihatannya senyap itu. Dari klik pada gawai dipiculah kekacauan baru, digital state of nature. Kata Kunci: Homo Digital Fenomena Anomali Komunikasi
EVALUASI PROGRAM PRIORITAS TANGGUNG JAWAB SOSIAL LINGKUNGAN (TJSL) RUMAH LAYAK HUNI DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Harna Rizki Wisesa; Hasrullah; Indriana Andani; Enos Paselle
Dinamika: Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2024): DINAMIKA : Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/dinamika.v4i2.509

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) di Provinsi Kalimantan Timur dalam konteks era globalisasi yang menuntut perusahaan untuk berkontribusi tidak hanya pada keuntungan finansial, tetapi juga pada pembangunan sosial dan lingkungan. CSR diartikan sebagai komitmen perusahaan untuk mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis dan interaksi dengan pemangku kepentingan. Di Indonesia, penerapan CSR berkembang pesat didorong oleh peraturan pemerintah, tekanan masyarakat, dan kesadaran perusahaan akan manfaat CSR bagi reputasi dan daya saing. Kalimantan Timur, dengan potensi sumber daya alamnya, menarik banyak perusahaan yang aktivitasnya berdampak pada sosial dan lingkungan, sehingga penerapan CSR menjadi penting. Berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 27 Tahun 2021, tujuan Program Prioritas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan di Kalimantan Timur adalah untuk mensinergikan program prioritas dengan pembangunan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong peran serta perusahaan, dan menyediakan rumah layak huni serta kawasan permukiman yang lebih baik. Penelitian ini menyoroti pentingnya Program Rumah Layak Huni sebagai bagian dari TJSL, didukung oleh kebijakan dan badan pengelola yang dibentuk untuk mengoptimalkan pelaksanaan program ini.
Membaca Reaksi Publik: Analisis Komentar Pada Video 'Kroni Prabowo' di YoutubeTempo.co Pane, Ratri Khaidir; Hasrullah; Farid, Muhammad
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 1 Juli 2025
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.034.06

Abstract

This study aims to analyze the public response to the video “Prabowo's Cronies in the Free Nutritious Meal Project (MBG)” uploaded on YouTube Tempo.co, with a focus on the toxicity of comments and sentiments formed in public discussions related to the video. The phenomenon of concern is how netizens respond to political content and government policies through comments on social media platforms, and how these reactions affect the formation of public opinion. The research method used is sentiment analysis by utilizing the Communalytic.org tool to analyze the comments contained in the video, measure the level of toxicity, and identify sentiment patterns that appear in the discussion. The results showed that although there was a significant spike in toxicity on April 20, 2025, most of the comments showed low levels of toxicity after that period. The categories of severe toxicity, identity attack, insult, and threat were recorded very little. In addition, analysis of the distribution of toxicity scores per day revealed that the toxicity effect tends to subside after an initial peak in interaction. These findings suggest that while these videos trigger strong emotional responses initially, their long-term effects on public opinion are likely to be limited. This research contributes to the understanding of how social media affects political dynamics and how citizens process information based on their prior knowledge and attitudes.
Pengaruh Motivasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Hasrullah; Kamidin, Masruhi; Fitriani; Asad, Ajmal
Center of Economic Students Journal Vol. 5 No. 3 (2022): July-September (2022)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56750/csej.v5i3.546

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis serta mengetahui bagaimana pengaruh variabel motivasi dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan PT. Bumi Karsa di Pangkep. Penelitian ini dilakukan di Kantor PT. Bumi Karsa Pangkep dengan membagikan kuesioner kepada 40 responden. Skala pengukurannya menggunakan skala likert. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji t dan uji F dengan jalur bantu SPSS. Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan bahwa motivasi dan gaya kepemimpinan masing masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Bumi Karsa Pangkep.
Opini Publik Kasus Korupsi Nurdin Abdullah di Kanal Youtube KPK RI Sultan, Badrul Aeni; Hasrullah; Mau, Muliadi
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v9i1.35470

Abstract

The arrest of Nurdin Abdullah, who is the Governor of South Sulawesi Province for the 2018-2023 period by the Corruption Eradication Commission (KPK) of the Republic of Indonesia, has brought public opinion to the public. This is because Nurdin Abdullah is one of the outstanding regional heads in Indonesia, he was the recipient of the Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) in 2017. The Bantaeng Regent for the 2008-2018 period was forgotten to commit various violations in administering the government in South Sulawesi Province. In various corruption cases, the Indonesian Corruption Eradication Commission in every legal process always uses YouTube as a publication. Youtube as a mass media opens space for the public to comment on issues, this is supported by the presence of new media theories. Therefore, researchers are interested in examining this problem with the formulation of the problem, how is the public opinion of Nurdin Abdullah's corruption on the KPK RI youtube channel, where the research is an entire commentary that made 379 comments, with quantitative methods. The results of the study show that the tendency of public opinion towards the Nurdin Abdullah case is positive comments with a presentation of 44.9%, negative 36.9%, and neutral 18.2%, with the most comments topics focused on corruption cases with a presentation of 52.2%. which was then followed by a discussion about the persona of Nurdin Abdullah 35.1%.