Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotik Di Dusun Kesah Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Tusshaleha, Lelie Amalia; Rahayu, Supiani; Pomeistia, Meylinda; Rahmat, Syamsul; Agustini, Ni Putu Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.574

Abstract

Antibiotik merupakan zat yang secara alami dihasilkan oleh suatu mikroorganisme untuk menghambat patogenesis mikroorganisme yang lain. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan Untuk mengetahui bagaimana gambaran masyarakat dan tingkat pengetahuannya terhadap penggunaan Antibiotik  di Dusun Kesah Desa Lantan kecamatan Batukliang utara. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan penilaian pengetahuan menggunakan kuesioner. Dari 96 peserta kegiatan didapatkan hasil tingkat pengetahuan berdasarkan usia dengan kategori baik adalah masa remaja akhir dengan persentase 45,5%, kategori cukup adalah masa remaja akhir dengan persentase 31,8%, kategori kurang adalah masa lansia awal dengan persentase 60,7%. Hasil tingkat pengetahuan berdasarkan pendidikan terakhir kategori baik adalah tingkat pendidikan sarjana dengan persentase 29%, kategori cukup adalah tingkat pendidikan sarjana dengan persentase 57%, dan kategori kurang adalah tingkat pendidikan SD dengan persentase 65%.
Sosialisasi Apoteker dan Pembagian Vitamin Gratis bagi Lansia dan Masyarakat Kurang Mampu di Desa Segala Anyar Kecamatan Pujut Lale Budi Hutami Rahayu; Tusshaleha, Lelie Amalia; Ramdaniah, Putri; Apriani, Laili; Rahayu, Supiani; Pomeistia, Meilynda; Ahadi, Giatma Dwijuna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.575

Abstract

Vitamin merupakan mikronutrien yang dibutuhkan tubuh dalam dosis yang rendah. Walaupun sedikit, kekurangan vitamin dapat mengganggu metabolisme di dalam tubuh. Salah satu manfaat vitamin adalah dapat menjaga daya tahan tubuh. Umumnya masyarakat mengonsumsi vitamin secara tidak rasional di mana hal ini akan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Apoteker merupakan tenaga kesehatan yang ahli dalam obat-obatan. Salah satu tugas apoteker adalah memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara mengonsumsi dan mendapatkan vitamin dengan tepat agar mendapatkan manfaat yang maksimal dan mengurangi efek samping yang mungkin dapat timbul dari penggunaan vitamin yang kurang tepat. Tujuan dari pengabidan kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan konseling serta memberikan vitamin gratis kepada masyarakat Desa Segala Anyar Kecamatan Pujut. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat Desa Segala Anyar lebih memahami cara mengonsumsi vitamin dengan tepat.
Sosialisasi Penggunaan Tes Kit Merkuri pada Produk Skincare sebagai Upaya Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat di Desa Mertak Tombok Tusshaleha, Lelie Amalia; Rahayu, Lale Budi Hutami; Rahayu, Supiani; Rahmat, Syamsul; Apriani, Laili; Itsnayain, Aya Shaufia; Pomeistia, Meilynda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.936

Abstract

Paparan merkuri dalam produk skincare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan nasional karena dapat menyebabkan kerusakan ginjal, neurotoksisitas, gangguan saraf, dan risiko kesehatan jangka panjang lainnya. Masyarakat desa merupakan kelompok yang rentan terhadap penggunaan kosmetik berbahaya akibat keterbatasan akses informasi dan literasi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Mertak Tombok terkait bahaya merkuri pada kosmetik serta pelatihan penggunaan test kit merkuri sebagai deteksi dini keamanan produk skincare. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif–partisipatif melalui sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan masyarakat dari 50,6 % menjadi 88,4 % (peningkatan 37,8 %). Sebanyak 92 % peserta mampu menggunakan test kit secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kemampuan masyarakat dalam melakukan deteksi mandiri keamanan kosmetik.
Relationship Between Waiting Time for Compounded and Non-Compounded Prescriptions and Patient Satisfaction in an Outpatient Pharmacy Ocayana, Baiq Tia; Tusshaleha, Lelie Amalia; Bayani, Faizul
THRIVE Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/thrive.v3i1.649

Abstract

Efficient pharmaceutical services are essential in hospitals to ensure patient satisfaction and improve healthcare outcomes. Prescription waiting time, both compounded and non-compounded, is a critical indicator of pharmacy service quality. This study aimed to analyze the relationship between prescription waiting times and patient satisfaction at the outpatient pharmacy of RSUD Awet Muda Narmada. Using a correlational analytic design with a cross-sectional approach, 100 patients were selected through accidental sampling. Data were collected via questionnaires and direct time measurements, then analyzed with Chi-Square tests. Results revealed that 80% of respondents were very satisfied with services received, and 95% experienced acceptable waiting times. The average waiting time was 41.7 minutes for compounded prescriptions and 12.3 minutes for non-compounded prescriptions. Statistical analysis showed a significant relationship (p=0.000) between waiting time and patient satisfaction. These findings suggest that efficient waiting time management significantly influences satisfaction levels. Therefore, optimizing pharmacy workflow, increasing human resources, and adopting technology-based systems may further enhance service quality and patient experiences.
Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada Terapi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di RSUD Tripat Yuliana, Depi; Rahayu, Supiani; Rahmat, Syamsul; Ramdaniah, Putri; Eka Bimmaharyanto, Dedent; Tusshaleha, Lelie Amalia; Jupriadi, Lalu; Haerudin, Haerudin
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1087

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit tidak menular dengan angka kejadian tinggi dan berperan besar dalam meningkatkan risiko kematian serta komplikasi kardiovaskular. Penggunaan obat antihipertensi secara terus-menerus dapat memicu terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang berpotensi menurunkan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian DRPs pada pasien hipertensi dengan fokus pada interaksi obat dan ketidaksesuaian dosis. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan secara retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien rawat jalan pada periode Januari–Maret 2024. Sebanyak 81 pasien dipilih sebagai sampel menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan perhitungan Slovin. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pasien, yaitu 57 orang (70%), mengalami DRPs. Interaksi obat menjadi temuan terbanyak dengan 56 pasien (69%) dan total 105 kejadian. Kasus dosis berlebih hanya ditemukan pada 1 pasien (1,2%), sementara tidak terdapat kasus dosis kurang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa interaksi obat merupakan faktor dominan dalam kejadian DRPs pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan terapi yang lebih menyeluruh guna meningkatkan keamanan serta efektivitas penggunaan obat.
Pengaruh Waktu Pemberian Obat Amlodipin Pada Pagi Dengan Malam Hari Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kediri Tusshaleha, Lelie Amalia; Yuliana, Depi; Rahmat, Syamsul; Rahayu, Lale Budi Hutami; Sari, Parida Purnama
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1104

Abstract

Hipertensi memerlukan manajemen terapi tepat guna mencapai target tekanan darah yang stabil. Salah satu fokus optimasi terapi adalah kronoterapi mengenai penentuan waktu pemberian amlodipin 5 mg antara pagi atau malam hari. Penelitian ini membandingkan efektivitas kedua waktu pemberian tersebut melalui pendekatan kuantitatif komparatif pada 30 responden di Puskesmas Kediri. Responden dibagi menjadi dua kelompok intervensi yang diamati selama sepuluh hari dengan pemantauan tekanan darah rutin. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji non-parametrik Mann-Whitney U untuk melihat perbedaan efektivitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara pemberian pagi maupun malam hari p=0,198 untuk sistolik dan p=0,279 untuk diastolik). Namun, nilai Mean Rank kelompok malam lebih rendah dibandingkan kelompok pagi, yang secara klinis mengindikasikan tren penurunan tekanan darah yang cenderung lebih besar. Sebagai kesimpulan, meskipun secara statistik setara, pemberian amlodipin pada malam hari menawarkan keunggulan klinis dalam mengontrol lonjakan tekanan darah pagi hari (morning surge) selaras dengan prinsip ritme sirkadian tubuh.