Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Kebidanan

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP FREKUENSI KEKAMBUHAN KLIEN SKIZOFRENIA DI IGD RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA Titik Anggraeni Anggraeni; Sri Sayekti Heni Sunaryanti Akademi Keperawatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
Jurnal Kebidanan Volume 2 No. 1 Juni 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v2i1.75

Abstract

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP FREKUENSI KEKAMBUHAN KLIEN SKIZOFRENIA DI IGD RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA Titik Anggraeni & Sri Sayekti Heni Sunaryanti Akademi Keperawatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta ABSTRACT Relapsing represent the appearance occurence return the sign and symptom, though client still experience the medication program. Family have various function in prevention of soul trouble, among other things by showing empathy and also lift a hand to natural family member of behavioral change at the  number of occurence skizofrenia at home Psychopath Surakarta become the case amount in a lot of. This Research aim to to know the influence of family support to frequency of relapsing of client skizofrenia at IGD of Mental Hospital Surakarta. This Research represent the research eksplanatory with the approach of  case study control the ( case control studies). Research location at IGD RSJ of Area Surakarta. Subyek Research as much 32 responder representing family from client with history as patient Skizofrenia within treatment 1 - 5 the last year. This research use the statistical test with linear regresi modestly. assess the linear analysis regresi modestly indicate that the family support have an effect on to frequency of relapsing of client skizofrenia in equal to 77,4% shownly by R Square 0,774 ( F : 102,880, p : 0,000). support from client family is 40,6% with the support  and 59,4% with the high support. Family Support have an effect on to frequency of relapsing of patient Skizofrenia at IGD RSJ of Area Surakarta   Keyword : Family Support, relapsing frequency, Skizofrenia
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP STATUS KESEHATAN ANAK DI DESA JETISKARANGPUNG, KALIJAMBE, SRAGEN Anggraeni, Titik; Yuniarti, Tri
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.01, JUNI 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i01.330

Abstract

Titik Anggraeni1), Tri Yuniarti2)1) Prodi S1 Keperawatan STIKES Estu Utomo2) Prodi DIII Keperawatan STIKES Mamba’ul ‘Ulum SurakartaE-mail : titikanggraeni146@gmail.com, yuniartritri3006@gmail.com.ABSTRAKLatar Belakang: Kesehatan anak merupakan hal yang sangat penting dalam keluarga. Anak yang sehat secara fisik dan psikis yang akan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, bangsa dan negara. Keluarga berperan dalam kesehatan dan kesejahteraan anak karena berkaitan dengan kasih sayang dalam keluarga, kesehatan fisik, mental, emosional dan sosial dari orang tua serta struktur dan fungsi keluarga. Anggota keluarga yang berperan langsung terhadap status kesehatan dan kesejahteraan adalah adalah ibu. Subyek dan Metode Penelitian: penelitian ini kuantitatif dengan desain cross sectional. Subyek penelitian berjumlah 197 responden yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Variabel dependen adalah pengetahuan ibu dan variabel independen adalah status kesehatan anak. Data dikumpulkan dengan menggunakan kusioner. Analisis dengan menggunakan uji Kendall Tau. Hasil: ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status kesehatan anak(π: 0,17; p: 0,013). Simpulan: pengetahuan ibu mempunyai hubungan yang erat dengan status kesehatan anak(π: 0,17 ; p: 0,013; correlation coefficient: 1,00)Keywords: Pengetahuan Ibu, Status Kesehatan AnakMOTHER'S KNOWLEDGE RELATIONSHIP TO CHILDREN'S HEALTH STATUS IN DESA JETISKARANGPUNG, KALIJAMBE, SRAGENABSTRACTBackground: Child health is very important in the family. Children who are physically and psychologically healthy who will have a good impact on society, nation and country. Families play a role in the health and well-being of children because they are related to love in the family, physical, mental, emotional and social health of parents and family structure and function. Family members who play a direct role in health and welfare status are mothers. Subjects and Research Methods: This research is quantitative with a cross sectional design. The research subjects amounted to 197 respondents taken with purposive sampling technique. The dependent variable is maternal knowledge and the independent variable is the child's health status. Data is collected using questionnaires. Analysis using the Kendall Tau test. Results: there was a relationship between knowledge of mothers and children's health status (π: 0.17; p: 0.013). Conclusion: mother's knowledge has a close relationship with the child's health status (π: 0.17; p: 0.013; correlation coefficient: 1.00)Keywords: mother's knowledge, children's health status
PERDANDINGAN PENGARUH JUS BELIMBING DAN REBUSAN DAUN ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA METUK Anggraeni, Titik; Sari, Ilma Widiya; Arum, Hilma Ayu Wulan
Jurnal Kebidanan VOLUME 13. NO.01, JUNI 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v13i01.421

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Hipertensi berkepanjangan dapat menyebabkan perdarahan yang timbul akibat tekanan tinggi di otak sehingga menyebabkan stroke. Prevalensi hipertensi di Kabupaten Boyolali sebesar 28,5% atau sebesar 219.000 penderita. Penatalaksanaan pasien hipertensi dilaksanakan secara farmakologi dan non farmakologi. Penanganan non farmakologi yang secara prinsip lebih murah dan terjangkau, kurang diterapkan oleh masyarakat, terutama menggunakan jus belimbing dan rebusan daun alpukat.Tujuan : Mengetahui perbandingan pengaruh jus belimbing dan rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Kadus 1 dan 2 Desa Metuk. Metode :  Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment design, dengan pre test and post test with comparation group. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 30 responden, terdiri dari 15 responden dengan intervensi jus belimbing dan 15 responden dengan intervensi rebusan daun alpukat, dengan teknik purposive sampling.Hasil : nilai Mean sistol dan diastol jus belimbing 139,33 dan 80,67. Mean sistol dan diastol rebusan daun alpukat 142 dan 78,67, dengan nilai p value sistol 0,62 dan diastol 0,417. Simpulan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok jus belimbing dan rebusan daun alpukat, keduanya sama sama perpengaruh untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Nilai  effect size untuk sistol 0,18 dan diastol 0,42 termasuk kategori rendah. Hasil dari uji Efeect Size menunjukkan jus belimbing memiliki pengaruh lebih rendah terhadap penurunan tekanan darah dibandingkan dengan rebusan daun alpukat.Kata Kunci : Hipertensi, jus belimbing, rebusan daun alpukat.COMPARISON OF THE EFFECT OF STAR FRUIT JUICE AND AVOCADO LEAF DECOCTION ON BLOOD PRESSURE REDUCTION IN HYPERTENSIVE PATIENTS IN METUK VILLAGE ABSTRACTBackground: Prolonged hypertension can cause bleeding due to high pressure in the brain causing a stroke. The prevalence of hypertension in Boyolali Regency is 28.5% or 219,000 patients. Management of hypertensive patients is carried out pharmacologically and non pharmacologically. The principle of non-pharmacological treatment which is cheaper and more affordable is less applied by the community, especially using star fruit juice and avocado leaf stew. To see the effect of star fruit juice and avocado leaf decoction on blood pressure reduction in hypertensive sufferers.Objective: To determine the comparison of the effect of star fruit juice and avocado leaf decoction on blood pressure reduction in hypertensive patients at Kadus 1 and 2 Metuk Village.Methods: This study used a quasi-experimental design, with a pre-test and post-test design with a comparison group. The study used a sample of 30 respondents, consisting of 15 respondents with starfruit juice intervention and 15 respondents with avocado leaf intervention, using purposive sampling technique.Results: The mean systole and diastole values of star fruit juice were 139.33 and 80.67 and for the mean systole and diastole of avocado leaf decoction 142 and 78.67, with a systolic p value of 0.62 and diastole of 0.417 so that there was no significant difference between Star fruit juice group and avocado leaf decoction have the same effect on reducing systolic and diastolic blood pressure. The effect size value for systole is 0.18 and diastole 0.42 is included in the low category. So it can be abbreviated as star fruit juice has a lower effect in lowering blood pressure.Conclusion: There is no effect between star fruit juice and avocado leaf decoction on reducing blood pressure in hypertensive patients. However, the results of the Efeect Size test showed that star fruit juice had a lower effect on blood pressure compared to avocado leaf stew.It is hoped that hypertension sufferers can consume avocado leaf decoction as a treatment to reduce high blood pressure.Keywords : hypertension, star fruit juice, avocado leaf decoction. 
HUBUNGAN CUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS DI RS JIH SOLO ., Sarwoko; Anggraeni, Titik; Lestari, Titi
Jurnal Kebidanan VOLUME 13. NO.02, DESEMBER 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v13i02.466

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Penyebab dari terjadinya infeksi phlebitis bisa disebabkan oleh hygiene petugas dan pasien yang kurang melakukan cuci tangan dengan benar. Perawat melakukan tehnik cuci tangan yang aktif untuk menghilangkan organisme gram negatif sebelum dan setelah  melakukan prosedur pemasangan infus. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cuci tangan dengan kejadian phlebitis pada pasien di Rumah Sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, deskriptif korelasi dengan  pendekatan cross sectional. Populasi nya adalah perawat dan pasien di Rumah Sakit. Metode sampling menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 45 perawat dan pasien. Instrumen penelitian berupa lembar observasi pelaksanaan cuci tangan dan tanda-tanda phlebitis. Analisis univariat dengan distribusi frekuensi tabulasi dan analisis bivariat dengan uji korelasi Kendall-tau. Hasil: Pada penelitian cuci tangan didapatkan hasil mayoritas perawat sebanyak  93,3% telah melakukan prosedur cuci tangan dengan cukup baik sebelum maupun sesudah memasang infus pada pasien. Untuk kejadian phlebitis diketahui sebagian besar pasien tidak ada tanda-tanda plebitis dengan karakteristik tersebut sebanyak 82,2%. Hasil pengujian korelasi Kendall-tau diketahui nilai probabilitas (sig) = 0,000 pada taraf signifikan a 5%. Karena nilai  sig < 0,05. maka ada hubungan antar variabel. Simpulan: Terdapat hubungan yang cukup signifikan antara pelaksanaan cuci tangan dengan kejadian phlebitis di Rumah Sakit. Saran : Agar perawat  selalu melaksanakan  tindakan cuci tangan baik sebelum maupun setelah melakukan Tindakan khususnya dalam pemasangan infus untuk menjaga agar tidak terjadi infeksi nosokomial khususnya phlebitis sesuai dengan SOP yang telah adaKata kunci           :  cuci tangan, kejadian phlebitis, perawat, pasienHAND HYGIENE RELATIONSHIP WITH PHLEBITIS EVENTS AT JIH SOLO HOSPITALABSTRACTBackground: The cause of phlebitis infection can be caused by the hygiene of officers and patients who do not wash their hands properly. Nurses perform active hand washing techniques to eliminate gram-negative organisms before and after performing the infusion procedure. Objective: This study aims to determine the relationship between hand washing and the incidence of phlebitis in patients at JIH Hospital Solo. Methods: This study uses quantitative, descriptive correlation with a cross sectional approach. The population is nurses and patients at JIH Hospital Solo. The sampling method used purposive sampling method with a total sample of 45 nurses and patients. The research instrument was an observation sheet on the implementation of hand washing and signs of phlebitis. Univariate analysis with tabulated frequency distribution and bivariate analysis with Kendall-tau correlation test. Results: In the hand washing study, the majority of nurses as much as 93.3% had carried out the hand washing procedure quite well before and after installing an infusion on the patient. For the incidence of phlebitis, it is known that most patients have no signs of phlebitis with these characteristics as much as 82.2%. The results of the Kendall-tau correlation test are known to have a probability value (sig) = 0.000 at a significant level of 5%. Because the value of sig < 0.05. then there is a relationship between variables. Conclusion: There is a significant relationship between the implementation of hand washing and the incidence of phlebitis at JIH Hospital Solo. Suggestion: Nurses should always carry out hand washing both before and after taking actions, especially in infusion to prevent nosocomial infections, especially phlebitis in accordance with existing SOPs.Keywords: Hand Hygiene, Phlebitis Incidence, Nurses, Patients
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DAN SELF-CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Hasbi, Habid Al; Muslihah, Amanda Putri; Anggraeni, Titik; Bahri, Ahmad Syamsul
Jurnal Kebidanan VOLUME 16, NO.01 JUNI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v16i01.762

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia yang tidak dapat disembuhkan dan akan menyertai seumur hidup. Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan penurunan kualitas hidup masyarakat pada saat ini. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan self-care dengan kualitas hidup penderita diabetes militus tipe II di Puskesmas Magelang Selatan. Metode: Penelitian dilakukan di Puskesmas Magelang Selatan Kota Magelang pada bulan Mei 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Magelang Selatan berjumlah 620 jiwa per tahun 2023 dengan sampel 87 jiwa melalui purposive sampling. Uji analisis menggunakan uji statistic Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% (? < 0,05). Jika p-value < ? maka berarti ada hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil: Dari hasil uji Chi-Square didapatkan tingkat dukungan keluarga p-value 0,001 < 0,05, dan self-care p-value 0,001 < 0,05. Simpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dan self-care dengan kualitas hidup penderita DM tipe II di Puskesmas Magelang Selatan. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Dukungan Keluarga, Self Care Diabetes Melitus Tipe II
PENGARUH CASE MANAGER TERHADAP MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDANARANG BOYOLALI Anggraeni, Titik; Pujiyanto, Tri Ismu; Sunarno, Rita Dewi
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.01 JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i01.876

Abstract

ABSTRAK : Pengambilan kebijakan rumah sakit semakin dipengaruhi oleh tuntutan terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu. Salah satu model pelayanan kesehatan yang bisa digunakan untuk mempertahankan mutu dan menjamin kontinuitas pelayanan adalah case management system yang dilakukan oleh profesional di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh case manager terhadap mutu pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang Boyolali. Desain penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan post test design with control group. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat inap di RSUD Pandan Arang Boyolali yang ditentukan dengan tehnik purposive sampling, berjumlah 30 responden kelompok kontrol dan 30 responden kelompok intervensi. dengan kriteria sampel: pasien rawat inap, sadar dan bisa berkomunikasi dengan baik. Intervensi yang dilakukan adalah refreshing materi case manager. Analisis data menggunakan uji Independent t-test. Analisis data menunjukan ada pengaruh case manager terhadap mutu Pelayanan Keperawatan (p= 0,001). Kelompok intervensi mayoritas memberikan nilai mutu pelayanan keperawatan dengan kategori baik sebesar 60% (18 orang). Kelompok kontrol mayoritas memberikan nilai mutu pelayanan keperawatan dengan kategori cukup sebesar 73,3% (22 orang). Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh case manager terhadap mutu pelayanan keperawatan. Kata Kunci : Mutu Keperawatan; Case Manager