Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tomografi Kecepatan Seismik 3D Daerah Danau Toba Menggunakan SimulPS12 Anggraini, Novia; Pujiastuti, Dwi; Aulia, Atin Nur
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.4.457-464.2020

Abstract

Gunung Toba adalah salah satu gunung purba di Indonesia yang berada di Sumatera Utara. Terdapat dua aktivitas yang mempengaruhi gunung tersebut, yaitu aktivitas vulkanik yang berasal dari magma di bawahnya dan aktivitas tektonik yang berasal dari subduksi Lempang Indo-australia. Meskipun sudah lebih dari 70.000 tahun sejak terakhir kali erupsi dan menyebabkan terbentuknya kaldera vulkano-tektonik tersebar di dunia, yaitu Kaldera Toba, aktivitas-aktivitas tersebut masih ada. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengetahui keadaan di bawahnya adalah dengan melakukan tomografi kecepatan seismik 3D. Pada penelitian ini, program yang digunakan adalah SimulPS12 dan menghasilkan tomogram anomali Vp, Vs dan rasio Vp/Vs.  Berdasarkan hasil tomografi tersebut diketahui bahwa zona lemah terdapat pada kedalaman 30 km di bagian tengah Danau Toba dan kedalaman 50 km. Adapun proses partial melting terjadi pada kedalaman sekitar 130 km hingga 50 km yang berasal dari slab subduksi di bawah Danau Toba.  Pada kedalaman 30 km, selain anomali negatif, juga terlihat pola anomali Vp dan Vs positif yang mengindikasikan keberadaan bekas konduit dari intrusi magma yang membeku. Selain itu, aktivitas seismik juga terlihat tersebar pada beberapa titik di sekitar Kaldera Toba seperti di Gunung Pusuk Buhit dan Gunung Pardepur. Toba volcano is one of the ancient volcanoes in Indonesia located in Northern Sumatera.  There were two activities having an affect on the volcano, the volcanic activity from the magma chamber beneath the Toba caldera complex and the tectonic activity from the subduction of Indo-Australia Plate. Despite the last eruption of Toba was about 70.000 years ago, the activities were still exist.  The 3D seismic tomography could be carried out to understand the conditions beneath Toba Caldera.  In this research, the data was processed using the SimulPS12 program, and tomography images obtained were from Vp, Vs, and Vp/Vs ratio.  The results showed that the weak zones were found in the depth of 30 km in the middle part of Toba Caldera and the depth of 50 km. The partial melting process was in the depth of about 130 km to 50 km beneath Toba Caldera. The depth of 30 km was also found the high anomaly of Vp and Vs which indicated the existence of the remnant conduit of solidified magma.  In addition, the other seismic activities could also be found in its vicinity, i. e., in Pusuk Buhit Volcano and Pardepur Volcano.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Mapel PAI Kelas VIII SMP Empat Lima Karanggeneng anggraini, Novia; Nikmah, Khoirotun
Jurnal Murid Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, many teachers still apply conventional learning models, especially in Islamic Education subjects. In today’s modern era, a more effective and relevant learning model is required. One model considered capable of improving learning effectiveness is Problem Based Learning (PBL). This study aims to determine the application of the Problem Based Learning model in PAI subjects for eighth-grade students at SMP Empat Lima Karanggeneng and to examine the effect of PBL on students’ learning outcomes. This research employed a quantitative method with a quasi-experimental approach. The research design involved two classes: the experimental class using the PBL model and the control class using a conventional model. The research instruments consisted of pretests and posttests. Data analysis used the t-test and linear regression to identify differences in average learning outcomes between the two groups. The results showed that the Problem Based Learning model significantly influenced students’ learning outcomes in the PAI subject, proven by the t-test results (t-count 11.285 > t-table 2.037) with a significance level of 0.000 < 0.05. This means that Ha was accepted and H0 was rejected, indicating a significant effect of PBL on student achievement. Moreover, the gain score of the experimental class (1.81) was higher than that of the control class (0.52). Therefore, it can be concluded that the Problem Based Learning model is more effective to improve students’ learning outcomes in Islamic education.
Pengaruh Pembelajaran Menggunakan Video Animasi Singkat terhadap Tingkat Pemahaman Sistem IPAL melalui Representasi Ekspresi Visual Subaibi, Mohammad Fadilah; Anggraini, Novia
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/zm937j71

Abstract

Students’ understanding of the Wastewater Treatment Plant (WWTP) system faces challenges due to limited visualization and the static nature of instructional materials. One approach to addressing this issue is the use of short animated video–based learning media. This study aims to analyze the role of short animated videos in supporting students’ understanding of the WWTP system, both in terms of verbal comprehension and visual representation. This research employed a qualitative descriptive method with two types of analysis: interview analysis and analysis of students’ visual representations. Data were collected through structured interviews with students and an analysis of WWTP system drawings created before and after instruction using short animated videos. Data analysis was conducted using coding techniques that included understanding of system operation, comprehension of process flow, acquisition of conceptual knowledge, and perceptions of media effectiveness. The results indicate that short animated videos help students understand the operational mechanisms and process flow of the WWTP system in a coherent and functional manner. In addition, students demonstrated increased conceptual knowledge, as reflected in the completeness and accuracy of the visual representations they produced. Students’ perceptions of the short animated videos also suggest that this medium is considered effective and easy to understand in supporting learning about the WWTP system. Therefore, short animated videos have the potential to serve as an effective learning medium for enhancing understanding of complex engineering systems. Pemahaman mahasiswa terhadap sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menghadapi kendala akibat keterbatasan visualisasi dan penyajian materi yang bersifat statis. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pemanfaatan media pembelajaran berbasis video animasi singkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran video animasi singkat dalam membantu pemahaman mahasiswa terhadap sistem IPAL dari aspek pemahaman verbal maupun representasi visual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dua jenis analisis, yaitu analisis hasil wawancara dan analisis representasi visual mahasiswa. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur terhadap mahasiswa serta analisis gambar sistem IPAL yang dibuat sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan video animasi singkat. Analisis data dilakukan dengan teknik koding yang mencakup pemahaman cara kerja sistem, pemahaman alur proses, penambahan pengetahuan konseptual, dan persepsi efektivitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video animasi singkat membantu mahasiswa memahami cara kerja dan alur proses sistem IPAL secara runtut dan fungsional. Selain itu, mahasiswa menunjukkan penambahan pengetahuan konseptual yang tercermin dari kelengkapan dan ketepatan representasi visual yang dihasilkan. Persepsi mahasiswa terhadap video animasi singkat juga menunjukkan bahwa media ini dinilai efektif dan mudah dipahami dalam mendukung pembelajaran sistem IPAL. Video animasi singkat berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif untuk membantu pemahaman sistem teknik yang bersifat kompleks. 
Pola Perilaku Finansial Mahasiswa Rantau (Studi Pada Mahasiswa Politekik Perkapalan Negeri Surabaya) Sitepu, Gabriel Evanril; Anggraini, Novia; Kunaifillah, Arjunnaja
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.82995

Abstract

Mahasiswa rantau dituntut untuk mengelola keuangan mereka secara mandiri guna memastikan kebutuhan sehari-hari terpenuhi selama studi. Transisi ke lingkungan baru seringkali menimbulkan tantangan finansial, terutama ketika mahasiswa harus menyesuaikan pengeluaran mereka dengan uang saku yang terbatas dan tuntutan gaya hidup yang berubah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola perilaku keuangan mahasiswa internasional, dengan fokus pada prioritas keuangan, pengendalian konsumsi, dan manajemen pengeluaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi terdiri dari mahasiswa internasional di Surabaya, dengan 32 responden dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya yang dipilih melalui purposive sampling karena keterbatasan akses institusional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang tervalidasi dan reliabel, dan dianalisis secara deskriptif menggunakan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa internasional umumnya menunjukkan perilaku keuangan yang cukup baik (rata-rata keseluruhan = 3,193). Manajemen pengeluaran menunjukkan skor tertinggi (3,47), diikuti oleh prioritas keuangan (3,34), sedangkan pengendalian konsumsi relatif lebih lemah (2,77). Meskipun sebagian besar mahasiswa mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan dan cenderung membandingkan harga sebelum membeli, inkonsistensi tetap ada dalam kebiasaan menabung, pencatatan pengeluaran, dan stabilitas keuangan akhir bulan. Pengaruh sosial dari teman sebaya dan tekanan konsumtif juga berkontribusi pada pengeluaran tambahan, meskipun mahasiswa memiliki pengendalian diri yang relatif baik. Selain itu, minat terhadap pekerjaan paruh waktu masih rendah, sehingga menyebabkan ketergantungan berkelanjutan pada dukungan keluarga. Temuan ini menyoroti perlunya memperkuat literasi keuangan dan disiplin perilaku untuk mendukung kemandirian finansial yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa rantau.