Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Musik sebagai Intervensi Nonfarmakologik untuk Menurunkan Kecemasan pada Pasien Ekstraksi Gigi Azizah, Siti N.; Supit, Aurelia S. R.; Anindita, Pritartha S.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32957

Abstract

Abstract: Tooth extraction is the most common dental procedure in dentistry besides dental filling. Anxiety is a significant problem faced by patients who undergo dental extraction. There are many factors which can affect anxiety level visually and auditorily. Non-pharmacological intervention including music therapy has a substantial role as interventional media or additional of other therapies in reducing pain and anxiety. This study was aimed to evaluate the roles of music as a non-pharmacological intervention to reduce anxiety in patients undergoing tooth extraction. This was a literature review study using three databases; google scholar, PubMed, and ScienceDirect. The keywords used were music as non-pharmacological intervention reducing extanxiety during tooth extraction. There were 10 literatures in this study. The results showed that music had important roles as an interventional media or additional of other therapies in reducing pain and exaggerated anxiety. Music could also give relaxing effect, reduce anxiety, improve mood, control emotion, and reduce blood pressure as well as pulse rate during tooth extraction. In conclusion, music can be used as an alternative in reducing the anxiety during tooth extraction due to a variety of effects, such as sedating, decreasing the sensitivity to surrounding area, stabilizing emotion, and decreasing blood pressure as well as pulse rate.Keywords: music, anxiety, tooth extraction Abstrak: Ekstraksi gigi merupakan tindakan yang paling sering dilakukan dalam bidang kedokeran gigi selain penambalan. Kecemasan merupakan hal yang selalu dirasakan saat akan dilakukan ekstraksi gigi. Banyak hal yang dapat memengaruhi tingkat kecemasan pada tindakan ekstraksi gigi baik secara visual maupun auditorik. Intervensi nonfarmakologi dengan terapi musik berperan penting sebagai media intervensi dalam konteks meringankan rasa nyeri dan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran musik sebagai intervensi nonfarmakologik dalam menurunkan kecemasan pada pasien ekstraksi gigi. Jenis penelitian ialah literature review. Database yang digunakan yaitu google scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci yaitu musik sebagai intervensi nonfarmakologik mengurangi kecemasan ekstraksi gigi. Hasil penelitian mendapatkan bahwa musik berperan penting sebagai media intervensi atau pelengkap dari bentuk terapi lain dalam konteks meringankan rasa nyeri atau cemas berlebihan. Musik juga memberikan efek menenangkan, mengurangi kegelisahan, membuat perasaan menjadi rileks dan santai, menstabilkan emosi, menurunkan kecemasan pasien, serta menurunkan tekanan darah dan denyut nadi saat ekstraksi gigi. Simpulan penelitian ini ialah musik dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menurunkan kecemasan pasien saat ekstraksi gigi dengan memberikan efek menenangkan, mengurangi kepekaan terhadap lingkungan sekitar, menstabilkan emosi, serta menurunkan tekanan darah dan denyut nadi.Kata kunci: musik, kecemasan, ekstraksi gigi
Perbandingan Efektivitas Z Spring dengan Coil dan Z Spring tanpa Coil terhadap Koreksi Malposisi Gigi Individual Pusung, Angel E.; Anindita, Pritartha S.; Supit, Aurelia S. R.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.35294

Abstract

Abstract: Malocclusion problem is often found in the community. Z spring, one of the springs of the active component of removable orthodontic appliances, is divided into two types, namely Z spring with coil and without coil. Both can move teeth in a labial direction, therefore, they can be used to correct simple cases of malocclusion such as malposition of individual tooth. The addition of coil can increase the resilience and effective length of the spring which further increases the force, hence the malposition of the tooth can be corrected more quickly. This study was aimed to analyze the differences between the effectiveness of Z spring with coil and of Z spring without coil in correction of individual tooth malposition. This was a pre-experimental study with a one-shot case study method. There were two treatment groups, namely Z spring with coil and without coil. Each sample was activated by 1 mm per activation to correct tooth with 5 mm linguoversion in typodonts. After that, the number of activations required and the average value of the measurements of both groups were compared. The independent sample T-Test test on the average value of the displacement distance of each tooth showed that there was a significant difference in effectiveness between the Z spring with coil and the Z spring without coil groups (p=0.000; p<0.05). The Mann Whitney test showed that there was also a significant difference in the value of the number of activations for each Z spring sample between the two groups (p=0.000; p<0.05). In conclusion, Z spring with coil is more effective in correction of malposition of individual tooth than Z spring without coil.Keywords: removable orthodontic appliance; Z spring with coil; Z spring without coil Abstrak: Maloklusi merupakan permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang banyak dijumpai dalam masyarakat. Z spring merupakan salah satu pegas dari komponen aktif alat ortodontik lepasan yang terbagi menjadi dua, yakni Z spring dengan coil dan Z spring tanpa coil. Keduanya dapat memindahkan gigi ke arah labial sehingga dapat digunakan untuk mengoreksi kasus maloklusi sederhana seperti malposisi gigi individual. Penambahan coil dapat meningkatkan kelentingan dan panjang efektif spring yang meningkatkan gaya sehingga malposisi gigi dapat terkoreksi lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas Z spring dengan coil dan tanpa coil dalam mengoreksi malposisi gigi individual. Jenis penelitian ini pre-experimental dengan metode one-shot case study. Terdapat dua kelompok perlakuan, yakni Z spring dengan coil dan tanpa coil. Masing-masing sampel penelitian diaktivasi sebesar 1 mm per aktivasi untuk mengoreksi gigi dengan linguoversi 5 mm pada typodont kemudian dibandingkan jumlah aktivasi yang dibutuhkan dan nilai rerata perpindahan gigi kedua kelompok. Hasil uji independent sample t-test pada nilai rerata jarak perpindahan masing-masing gigi menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas yang bermakna antara kelompok Z spring dengan coil dan tanpa coil (p=0,000; p<0,05). Hasil uji Mann Whitney terhadap nilai jumlah aktivasi tiap sampel menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pula antara kedua kelompok penelitian (p=0,000; p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah Z spring dengan coil lebih efektif dalam mengoreksi malposisi gigi individual dibandingkan Z spring tanpa coil.Kata kunci: alat ortodontik lepasan; Z spring dengan coil; Z spring tanpa coil
Penggunaan Asam Lemak Omega-3 sebagai Terapi Pendukung dalam Perawatan Periodontitis Lengkong, Pingkan A.; Khoman, Johanna A.; Anindita, Pritartha S.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34873

Abstract

Abstract: Periodontitis is an inflammation of periodontal tissue characterized by clinical attachment loss, periodontal pocket formation, gingival recession, and periodontal tissue destruction. Periodontitis can be treated by surgical or non-surgical methods. One of the non-surgical methods is host modulation therapy which can reduce the damage by treating the chronic inflammatory response. Host modulation therapy is in the form of drugs or supplements that have anti-inflammatory properties. Omega-3 fatty acids have anti-inflammatory properties that serve as a protection against inflammation and infection including periodontitis. This study was aimed to obtain the effect of using omega-3 fatty acids as supportive therapy in the treatment of periodontitis. This was a literature review study by using PubMed, Clinical Key and Google Scholar databases. The keywords used were omega-3 fatty acids and periodontitis. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out to obtain seven randomized control trial literature. The results showed that the use of omega-3 fatty acids had an effect on the mean value of decreasing probing pocket depth and increasing clinical attachment of periodontal tissues. In conclusion, omega-3 fatty acids have an effect and can be used as a supportive therapy in the treatment of periodontitis. Omega-3 fatty acids lead to a better increase in the resolution of inflammation and can accelerate the healing of periodontal tissues by decreasing probing pocket depth and increasing clinical attachment.Keywords: omega-3 fatty acids; periodontal tissue; periodontitis  Abstrak: Periodontitis adalah inflamasi jaringan periodontal yang ditandai dengan kehilangan perlekatan klinis, pembentukan saku periodontal, resesi gingiva, dan kerusakan jaringan peridontal. Periodontitis dapat diobati dengan metode bedah maupun non bedah. Salah satu metode non bedah yaitu terapi modulasi host yang dapat mengurangi kerusakan dengan mengobati aspek respons inflamasi kronis. Terapi modulasi host berupa pemberian obat maupun suplemen yang memiliki sifat anti inflamasi. Asam lemak omega-3 memiliki sifat anti inflamasi yang berfungsi sebagai perlindungan dalam melawan peradangan dan infeksi termasuk periodontitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengaruh penggunaan asam lemak omega-3 sebagai terapi pendukung dalam perawatan periodontitis. Jenis penelitian ialah suatu literature review menggunakan database PubMed, Clinical Key. dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu omega-3 fatty acids and periodontitis. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal dan didapatkan tujuh literatur randomized control trial. Hasil penelitian mendapatkan bahwa penggunaan asam lemak omega-3 memengaruhi nilai rerata penurunan kedalaman probing poket dan meningkatkan perlekatan klinis jaringan periodontal. Simpulan penelitian ini ialah asam lemak omega-3 memiliki pengaruh dan dapat digunakan sebagai terapi pendukung dalam perawatan periodontitis. Asam lemak omega-3 menyebabkan peningkatan yang lebih baik dalam resolusi peradangan dan dapat mempercepat penyembuhan jaringan periodontal dilihat dari penurunan kedalaman probing poket dan meningkatnya perlekatan klinis.Kata kunci: asam lemak omega-3; jaringan periodontal; periodontitis
Perbandingan Efektivitas T-spring Berdimensi Kawat 0,5 mm dan 0,6 mm terhadap Koreksi Gigi Malposisi Individual (Kajian pada Typodont) Desyani, Ni Lluh S.; Anindita, Pritartha S.; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.35356

Abstract

Abstract: Malocclusion can trigger various health problems in the oral cavity. The simplest form of malocclusion is individual dental malposition which can be corrected by removable orthodontic appliances with active components T-springs made of 0.5 mm or 0.6 mm wire dimensions. This study was aimed to compare the effectiveness of the T-spring with wire dimensions of 0.5 mm and of 0.6 mm on the correction of individual dental malpositions. This was a pre-experimental study using a one-shot case study design. Study samples were divided into two groups, T-spring with wire dimensions of 0.5 mm and of 0.6 mm on removable orthodontic appliances attached to typodonts. The samples were activated, and the typodonts were immersed in warm water until the individual tooth malpositions were corrected. The number of activations and the average tooth movement each time the activation were calculated and analyzed. The numbers of T-spring activations with 0.5 mm and 0.6 mm wire dimensions were analyzed with the Mann-Whitney test that showed a p-value of 0.042 (p<0.05). The data of the mean tooth movement each time the T-spring was activated were analyzed with the independent sample t-test that obtained a p value of 0.016 (p<0.05). In conclusion, the T-spring with wire dimension of 0.5 mm is more effective in correcting individual dental malpositions than the T-Spring with wire dimensions of 0.6 mm.Keywords: tooth malposition; removable orthodontics; effectiveness of T-spring Abstrak: Maloklusi dapat memicu berbagai masalah kesehatan pada rongga mulut. Bentuk sederhana dari maloklusi yaitu malposisi gigi individual yang dapat dikoreksi dengan alat ortodonti lepasan dengan komponen aktif pegas T (T-spring) yang terbuat dari kawat berdimensi 0,5 mm atau 0,6 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas T-spring dengan dimensi kawat 0,5 mm dan 0,6 mm terhadap koreksi malposisi gigi individual. Jenis penelitian yaitu pre-experimental dengan menggunakan one-shot case study design. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu T-spring dengan dimensi kawat 0,5 mm dan 0,6 mm pada alat ortodonti lepasan yang dipasang ke typodont. Sampel diaktivasi dan typodont direndam dalam air hangat hingga malposisi gigi individual terkoreksi. Jumlah aktivasi serta rerata jarak perpindahan gigi setiap kali T-spring diaktivasi dihitung dan dianalisis. Data jumlah aktivasi T-spring dimensi kawat 0,5 mm dan 0,6 mm dianalisis menggunakan uji Mann Whitney yang menunjukkan nilai p=0,042 (p<0,05). Data rerata jarak perpindahan gigi setiap kali T-spring diaktivasi dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dan memperoleh nilai p=0,016 (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah T-spring dengan dimensi kawat 0,5 mm lebih efektif dalam mengoreksi malposisi gigi individual dibandingkan T-spring dengan dimensi kawat 0,6 mm.Kata kunci: malposisi gigi; ortodonti lepasan; efektivitas T-spring
Description of Dental and Oral Health Maintenance Behavior of Elementary School Students Katili, Laurencia; Anindita, Pritartha S.; Juliatri, Juliatri
e-GiGi Vol 10, No 1 (2022): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v10i1.37608

Abstract

Abstract: The 2018 Basic Health Research (Riskesdas) stated that the prevalence of students with dental and oral problems in North Sulawesi showed a fairly high number, which was 66.5%. In children, behavioral factors that ignore dental and oral hygiene could affect the development of dental and oral health. Behavior can be measured by  using three domains, namely knowledge, attitudes, and actions. This study aimed to obtain the description of dental and oral health maintenance behavior of elementary school students. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population of this study were students at the elementary school SDN 1 Bulawan East Bolaang Mongondow, North Sulawesi, Indonesia. Meanwhile, samples were students of grades 5-6 totaling 44 children obtained by using total sampling method. Data were collected by using an online oral health maintenance behavior questionnaire via googleform. The results showed that the measurement scores were as follows: category of knowledge was 405; category of attitude was 394, category of action was 396, with a total score of 1195. In conclusion, the behavior of dental and oral health maintenance of students at SDN 1 Bulawan is classified as good.Keywords: behavior; dental and oral health maintenance Abstrak: Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebutkan bahwa prevalensi siswa yang bermasalah gigi dan mulut di Sulawesi Utara menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu sebesar 66,5%. Pada anak faktor perilaku mengabaikan kebersihan gigi dan mulut berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan gigi dan mulut. Perilaku dapat diukur dengan tiga domain yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini yaitu siswa di SDN 1 Bulawan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Sampel penelitian yaitu anak SDN kelas 5-6 berjumlah 44 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut secara online melalui googleform. Hasil penelitian mendapatkan bahwa skor hasil pengukuran kategori pengetahuan sebesar 405, kategori sikap 394, kategori tindakan 396, dengan skor total 1195. Simpulan penelitian ini ialah gambaran perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 1 Bulawan tergolong baik.Kata kunci: perilaku; pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi Juliatri, Juliatri; Anindita, Pritartha S.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.37119

Abstract

Abstract: Tooth loss can occur due to various causes including caries and periodontal disease. Dental clerkship students are expected to have a good level of understanding of dental and oral health, therefore, they can prevent tooth loss due to dental and oral diseases such as caries or periodontal disease. This study was aimed to obtain the description of tooth loss among dental clerkship students at Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University (PSPDG FK Unsrat) Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design using total sampling method. Data were collected by means of questionnaires containing the identity and status of respondents with tooth loss, and were analyzed to determine the frequency and distribution of tooth loss. Out of a total of 228 students, 156 students filled in the questionnaires with a response rate of 68.4%. The results showed that 103 or 66% of respondents experienced tooth loss of one or more teeth and the total number of all missing teeth were 240 teeth. Caries was the most prominent cause of tooth loss, as many as 144 teeth or 60%. Of the 240 missing teeth, 202 teeth were not replaced with dentures. In conclusion, the prevalence of tooth loss among dental clerkship students at PSPDG FK Unsrat was 66%. Caries was the most common cause of tooth loss. Most of the missing teeth were not replaced with dentures for various reasons.Keywords: tooth loss; dental student  Abstrak: Kehilangan gigi dapat terjadi akibat berbagai hal di antaranya karies dan penyakit periodontal. Mahasiswa tahap profesi dokter gigi diharapkan memiliki tingkat pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut yang baik sehingga dapat mencegah kehilangan gigi yang disebabkan oleh penyakit gigi dan mulut seperti karies atau penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kehilangan gigi pada mahasiswa tahap profesi dokter gigi di Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (PSPDG FK Unsrat) Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Penentuan sampel dengan metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berisi identitas dan status kehilangan gigi responden, dan dianalisis untuk mengetahui frekuensi dan distribusi kehilangan gigi responden. Dari total 228 mahasiswa, sebanyak 156 mahasiswa mengisi kuesioner dengan response rate sebesar 68,4%. Hasil penelitian menun-jukkan 103 atau 66% responden mengalami kehilangan satu atau lebih gigi dengan jumlah keseluruhan gigi yang hilang 240 gigi. Karies merupakan penyebab kehilangan gigi paling tinggi yaitu sebanyak 144 gigi atau 60%. Dari 240 gigi yang hilang, sebanyak 202 gigi tidak dibuatkan gigi tiruan. Simpulan penelitian ini ialah prevalensi kehilangan gigi pada mahasiswa tahap profesi PSPDG FK Unsrat sebesar 66%. Karies merupakan penyebab kehilangan gigi paling tinggi. Sebagian besar gigi yang hilang tidak dibuatkan gigi tiruan dengan berbagai alasan.Kata kunci: kehilangan gigi; mahasiswa kedokteran gigi
Gambaran Sikap Guru SMA Negeri 1 Kakas terhadap Karies Gigi Anindita, Pritartha S.; Juliatri, Juliatri; Rompas, Jenever
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.54950

Abstract

Abstract: Dental caries if not prevented or treated early will affect one's health and activities. Attitudes towards caries must be seen as a preventive and careful step to ensure dental health conditions, such as checking caries to the dentist, brushing teeth regularly and regularly. Attitude factors play an important role in influencing the status of dental and oral health. Education or knowledge of teachers does not necessarily shape or encourage teachers to be consistent with what is believed to be norms, rules, ideas, habits in behavior patterns, as well as attitudes about caries. This study aimed to obtain the overview of teachers' attitude towards dental caries at SMA Negeri 1 Kakas. This was a descriptive study with a cross sectional design. Samples were teachers at SMA Negeri 1 Kakas who were willing to be respondents, obtained by using total sampling method. Instrument study was questionnaire using the Likert scale. The results showed that there were 47 teachers (94%) with very positive attitude, and three teachers (6%) with positive attitude. There were no teachers with negative and very negative attitude. In conclusion, the attitude of teachers of SMA Negeri 1 Kakas towards dental caries was classified as very positive. Keywords: teachers’ attitude; dental caries; education; knowledge    Abstrak: Karies gigi yang tidak dicegah atau tidak ditangani sejak dini akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh dan aktivitas seseorang. Sikap terhadap karies harus dilihat sebagai suatu langkah preventif dan cermat untuk memastikan kondisi kesehatan gigi, seperti memeriksakan karies ke dokter gigi, menyikat gigi secara rutin dan teratur. Faktor sikap sangat berperan penting dalam memengaruhi status kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan atau pengetahuan yang diperoleh guru tidak serta merta membentuk atau mendorong guru untuk bersikap konsisten terhadap apa yang diyakini, demikian juga sikap tentang karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap guru terhadap karies gigi di SMA Negeri 1 Kakas. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian yaitu guru di SMA Negeri 1 Kakas yang bersedia menjadi responden. Pengambilan sampel mengunakan metode total sampling. Instrumen penelitian berupa angket atau kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian memperlihatkan subjek dengan kategori sikap sangat positif sebanyak 47 guru (94%), sikap positif sebanyak tiga guru (6%); tidak ditemukan guru dengan kategori sikap negatif dan sikap sangat negatif. Simpulan penelitian ini ialah sikap guru SMA Negeri 1 Kakas terhadap karies gigi tergolong sangat positif. Kata kunci: sikap guru; karies gigi; pendidikan; pengetahuan
Gambaran Tingkat Pengetahuan Mengenai Kebersihan Gigi dan Mulut pada Siswa Pengguna Perangkat Ortodonti Cekat Sumilat, Briyando E.; Anindita, Pritartha S.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.59561

Abstract

Abstract: One of the risks of using braces is the increase in dental caries and periodontal diseases. Knowledge of oral dental hygiene is needed so that users of orthodontic devices can properly maintain and maintain oral dental hygiene. This study aimed to obtain the description of the level of oral hygiene knowledge among senior high school students who used fixed orthodontic devices. This was a descriptive st udy with a cross-sectional design. Samples consisted of 30 students of SMA Katolik Rex Mundi and SMA Eben Haezar (high schools) in grades 10−12 with fixed orthodontics, obtained by using the total sampling technique. The results showed that 28 respondents (93.3%) had good level of knowledge about dental and oral health, and two respondents (6.7%) had fair level of knowledge. One female respondent (4.4%) had fair level of knowledge and 22 respondent (95.6%) had good level of knowledge. One male respondent (14.2%) had fair level of knowledge and six respondents (85.8%) had good level of knowledge. In conclusion, most students of SMA Katolik Rex Mundi and SMA Eben Haezar using fixed orthodontic devices regarding oral dental hygiene have good level of knowledge. Keywords: fixed orthodontics; knowledge level; students using fixed orthodontics    Abstrak: Salah satu risiko pemakaian kawat gigi yaitu meningkatnya karies gigi dan penyakit periodontal. Pengetahuan tentang kebersihan gigi mulut diperlukan agar pengguna perangkat ortodonti dapat menjaga dan memelihara kebersihan gigi mulut dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan kebersihan gigi mulut pada siswa-siswi SMA Katolik Rex Mundi dan SMA Eben Haezar pengguna perangkat ortodonti cekat. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas 10−12 pengguna ortodonti cekat yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian mendapatkan 28 responden (93,3%) memiliki tingkat pengetahuan kebersihan gigi mulut yang baik, dan dua responden (6,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup. Responden berjenis kelamin perempuan sebanyak satu siswa (4,4%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak 22 siswa (95,6%) yang memiliki tingkat pengetahuan baik. Responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak satu siswa (14,2%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak enam siswa (85,8%) memiliki tingkat pengetahuan baik. Simpulan penelitian ini ialah tingkat pengetahuan mayoritas siswa SMA Rex Mundi dan SMA Eben Haezar pengguna perangkat ortodonti cekat mengenai kebersihan gigi mulut dalam kategori baik. Kata kunci: ortodonti cekat; tingkat pengetahuan; siswa pengguna perangkat ortodonti cekat
Portofolio as Self-Reflection as Assesment Tool in Clinical Education Anindita, Pritartha S.; Rawis, Joulanda A.M; Munayang, Herdy; Jim, Edmond L.; Lantang, Eka Y.
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i4.15354

Abstract

Clinical education is an important part of medical education. Clinical education aims to equip medical students with the clinical skills and knowledge necessary to become competent doctors. The purpose of this study was to examine the role of portfolios as self-reflection as an assessment tool in clinical education. This research used a qualitative approach with a case study method. The data collection technique in this study was a literature study. The data that has been collected is then analyzed using three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that portfolios can be used as an effective self-reflection and assessment tool in clinical education. Portfolios can help medical students to learn more effectively, to improve the link between theory and practice, and to improve communication and cooperation between students.