Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IbM Pompa Hydram (Hydraulic Ram) Desa Gunung Ronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Asmaranto, Runi; Widhiyanuriyawan, Denny; Anwar, M. Ruslin
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.534 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.12

Abstract

ABSTRAKDesa Gunungronggo terletak di Kecamatan Tajinan dimana desa ini berjarak sekitar 15 KM arah timur Kota Malang. Wilayah ini berada di lereng Gunung Buring, secara topografi wilayah desa ini didominasi oleh perbukitan dengan kelerangan yang curam dengan curah hujan yang relatif tinggi sehingga punya potensi sumber air yang cukup besar dan terawat yaitu Sumber Jenon. Keberadaan debit mata air Sumber Jenon cukup besar sekitar 300 liter/detik, namun belum menjamin penduduk Desa Gunungronggo khususnya Dusun Argomulyo 2 dan Argomulyo 3 untuk mendapatkan air bersih dari Sumber Jenon, meskipun secara geografis letaknya berdekatan. Hal ini karena kondisi dilokasi dekat sumber, jauh dari jaringan utilitas listrik dan belum ada pengelola HIPPAM, sehingga hanya penduduk yang mampu secara ekonomi bisa mengambil air dengan menggunakan pompa secara individu dengan menarik kabel listrik membentang jauh yang cukup membahayakan.Salah satu solusi terhadap permasalahan yang ada di Dusun Argomulyo tersebut adalah membuat Pompa Hydram (hydraulic ram) untuk mengisi air ke tandon agar murah dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan. Keberadaan pompa hydram sangat diperlukan khususnya untuk mengatasi permasalahan air bersih pedesaan seperti Dusun Argomulyo Desa Gunung Ronggo Kecamatan Tajinan. Kondisi masyarakat yang tidak mampu sangat sulit untuk mengembangkan jenis pompa centrifugal atau pompa lain yang mengandalkan bahan bakar solar maupun listrik. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya operasi dan pemeliharaan yang lebih mahal akan sulit untuk mengembangkan pengelolaan air bersih, sehingga pembangunan pompa hydram (hydraulic ram) ini menjadi solusi yang tepat.Pompa hydram yang sudah terbangun berjumlah 2 unit yang disebut sebagai twin hydram dimana masing-masing berkapasitas @15 liter/menit, namun karena kondisi kontur lokasi yang cukup datar sehingga kinerja pompa maksimal hanya sekitar @10 liter/menit. Peningkatan kapasitas pompa ini bisa dilakukan dengan menambah pipa drainasi berukuran 4” sepanjang 100 m ke arah hilir untuk membuang dengan cepat limpahan air yang terbuang dari pompa hydram sehingga tidak mengganggu kerja klep pompa yang terendam air. Kegiatan ini mendapatkan dukungan baik oleh warga maupun aparat desa, terbukti dalam pelaksanaannya beberapa item pekerjaan dilakukan secara gotong-royong. Kata Kunci : Hydraulic Ram, Katup Limbah, Pipa Drive, Pipa Delivery ABSTRACTThe village Gunungronggo is located in the Tajinan district where is about 15 kilometers east of Malang. The area is located on the slopes Buring, which consists of 1933 heads of families consisting of 8000 inhabitants. in the topography of the village is dominated by hills with steep slopes with relatively high rainfall that has the potential sources of water and is a Jenon Spring maintained.  The existence of eye discharge water source large enough Jenon about 300 liters/sec, but not guarantee the residents in the village of Gunungronggo particularly both Argomulyo 2 and Argomulyo 3 to get clean water from Jenon spring, although geographically adjacent. This is because the conditions in the location near the source, far from the utility grid electricity and no manager HIPPAM (Drinking Water Association business), so that only people who are economically able to take up water using a pump individually by pulling the power cord stretches far enough harm.One solution to the problems of water supply is built Hydram pumps (hydraulic ram) to fill water into the reservoir in order to cost in the implementation of the Operation and Maintenance. The existence hydrant pump is indispensable in addressing the problems of rural clean water as Hamlet Village of Mount Ronggo Argomulyo subdistrict Tajinan. The condition of poor people very hard to develop this type of centrifugal pump or other pumps that rely on diesel fuel and electricity. Public awareness to bear the costs of operation and maintenance of the more expensive it will be difficult to develop water management, so development hydram pump (hydraulic ram) became the appropriate solution. Keywords: Hydraulic Ram, Waste Valves, Pipes Drive, Pipe Delivery 
Proyeksi Jumlah Pergerakan Dalam Menentukan Kapasitas Dan Jumlah Armada Perintis Kabupaten Maluku Barat Daya Johannes, Standy; Anwar, M. Ruslin; Kurniawan, Edd Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The splitting of Southwest Maluku District from the central district has been encouraging the increase of marine transport services demand. The condition of the region consisted of islands whose main access is by the sea and the low level of economic are the reasons why people prefer cheap rates rather than security and comfort in traveling. This can be seen in pioneering fleet cruise route (KM. Sabuk Nusantara 31) with a capacity of 400 passengers and 50 tons of goods covering 3.096 mile distance by 10 harbors on West Southeast Maluku route and 12 harbors on Southwest Maluku. Therefore, based on previously describred condition, the aim of this research was to investigate the loading condition by comparing existing supply and supply demand according to the existing movement data projected using trend projection method by liniar trend equation and forecasting accuracy assessment by squared error average value (MAPE). Consequently, this would lead to the finding of movement value in the next 10 year used to determine the type, number and capacity of the appropriate fleet. As a result of this study, fleet services condition of KM. Sabuk Nusantara 31 was not optimal based on capacity and range of services so that it required 1 additional pioneering fleet, 2000 type with the capacity of 2000 passengers, operated specifically to serve B route (Southwest Maluku District).Keywords : Forecast, Movement, Capacity, Southwest Maluku.
Kajian Kinerja Operasional Dan Strategi Pengembangan Pelabuhan Umum Gresik Triyono, Agus; Wicaksono, Achmad; Anwar, M. Ruslin
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah kunjungan kapal dan arus barang di Pelabuhan Umum Gresik yang tidak diikuti dengan penambahan infrastruktur pelabuhan berpotensi menimbulkan antrian sandar kapal yang lama. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kinerja operasional Pelabuhan Umum Gresik serta strategi pengembangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Important Performance Analysis, analisa regresi berganda dan SWOT IFAS EFAS. Hasil penelitian menunjukan kinerja operasional Pelabuhan umum Gresik sesuai peraturan Dirjen Hubla secara umum baik, hanya ada tiga indikator yang kurang baik yaitu waiting time, approach time dan produktivitas bongkar muat curah kering. Sedangkan menurut persepsi user indikator kinerja operasional pelabuhan yang mendapatkan prioritas utama perbaikan adalah waiting time pilot, waiting time ship, berthing time, pelayanan sandar kapal pelra, produktivitas bongkar muat general cargo, produktivitas bongkar muat bag cargo, produktivitas bongkar muat curah kering, Panjang/jumlah dermaga, Berthing Occupancy Ratio (BOR), kondisi fender, dan kedalaman kolam pelabuhan. Dari hasil pemodelan dengan regresi linear berganda dan peramalan data, didapatkan bahwa pada tahun 2024 jumlah kunjungan kapal Pelnas naik 64,17 % , jumlah kunjungan kapal Pelra turun 67,7 %, volume bongkar naik 80,03 %, volume muat naik 81,56 % , nilai BOR naik 80,41 % dan nilai YOR naik 26,57 % . Sedangkan dari analisa SWOT IFAS EFAS diperoleh strategi rencana pengembangan pelabuhan yang dapat diterapkan di Pelabuhan Umum Gresik adalah strategi agresif yaitu : memaksimalkan penggunaan lapangan penumpukan dan mengoperasikan kembali gudang untuk menanngulangi kenaikan arus barang serta memaksimalkan kolam pelabuhan untuk lego jangkar kapal dan memaksimalkan waktu pelayanan pandu kapal guna mengantisipasi kenaikan kunjungan kapal.Kata kunci: evaluasi kinerja pelabuhan, metode IPA, analisa regresi linear berganda, metode SWOT IFAS EFAS, Pelabuhan Umum Gresik.
Analisis Kemancetan Pada Simpang Jawa Di Kota Madiun Widhi, Ganang Nugroho; Wicaksono, Achmad; Anwar, M. Ruslin
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kota Madiun mempunyai luas 33,23 Km² terbagi menjadi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Manguharjo, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Kartoharjo. Dengan luas masing-masing Kecamatan Manguharjo 12,54 Km², Kecamatan Taman 13,46 Km², dan Kecamatan Kartoharjo 11,73 Km². Masing-masing kecamatan tersebut terdiri atas 9 kelurahan sehingga semuanya terdapat 27 kelurahan di Kota Madiun. Simpang yang dianalisa pada penelitian ini adalah di simpang bersinyal tiga lengan yaitu simpang Jawa Kota Madiun. Kondisi simpang tersebut menunjang terjadinya kemacetan lalu lintas karena kawasan tersebut merupakan akses jalan menuju pusat perekonomian, pusat perkantoran, pendidikan, alun-alun dan wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara Diskriptif Analitis. Diskriptif berarti penelitian memusatkan pada masalah-masalah yang ada pada saat sekarang. Keadaan lalulintas di daerah penelitian dapat diperoleh data yang akurat dan cermat, sedangkan Analitis berarti data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan kemudian dianalisis. Pada bulan oktober 2013 telah dilakukan survey terhadap simpang bersinyal Jawa. Dari pengolahan data yang ada dengan perhitungan MKJI diperoleh tundaan sebesar 17,072 det/smp. Menurut “PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 14 TAHUN 2006 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS DI JALAN”, kondisi tersebut diklasifikasikan pada tingkat pelayanan level C.Kata Kunci : analisis, simpang bersinyal, metode, tundaan
Analisis Kemampuan Dan Kemauan Membayar (ATP-WTP) Penumpang Bus Kota Surabaya Rute P1 Purabaya – Darmo – Perak Susanto, Farid; Anwar, M. Ruslin; Wicaksono, Achmad
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di samping Biaya Operasi Kendaraan (BOK) yang mempengaruhi aspek finansial operator angkutan umum, penetapan biaya tarif angkutan umum juga harus memperhatikan daya beli dan kemauan membayar tarif dari pengguna jasa tersebut, dimana kemampuan tersebut dapat merupakan kemampuan berdasarkan pada persepsi pengguna yaitu WTP (Willingness To Pay) yang dapat didefinisikan sebagai kemauan membayar oleh pengguna jasa atas imbalan terhadap suatu barang atau jasa yang dinikmati sedangkan kemampuan secara rasional yaitu ATP (Ability To Pay) adalah kemampuan seseorang untuk membayar jasa pelayanan dari sektor transportasi yang dianggap layak atau ideal dari total pengeluaran untuk makanan dan non makanan atau dengan kata lain kemampuan masyarakat dalam membayar ongkos perjalanan yang dilakukannya. Penetapan besarnya tarif angkutan umum seringkali menimbulkan konflik kepentingan antara operator angkutan umum dengan masyarakat penumpang bus kota Surabaya. Permasalahan akan muncul apabila masyarakat memiliki ATP dan WTP yang lebih rendah dari pada besarnya tarif bus kota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Sehingga kondisi tersebut mempunyai akibat yang merugikan bagi masyarakat penumpang bus kota Surabaya. Terlebih bagi mereka yang termasuk masyarakat kelompok captive users yang mengandalkan angkutan umum dan tidak memiliki alternatif pilihan lain. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu adanya analisis terhadap bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum daripada angkutan pribadi. Sehingga judul yang digunakan dalam penelitian ini adalah ”Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar (ATP–WTP) Penumpang Bus Kota Surabaya Rute P1 Purabaya – Darmo – Perak”. Hasil penelitian menunjukkan tidak seimbangnya permintaan dan penawaran penumpang bus kota P1 di Surabaya. Pendapatan operator relatif tidak mampu memenuhi biaya operasioanal apabila faktor muat dari rute tersebut kurang dari BEP sedangkan tarif yang berdasarkan dari ATP dan WTP adalah sebesar Rp. 5.000. dan subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk penumpang bus kota dengan kendaraan dan sistem pelayanan yang standar sebesar Rp. 4.800.611.00 pertahun pada keseluruhan armada pelayanan dengan standar yang ditetapkan.Kata Kunci : Ability to pay, Angkutan Bus Surabaya,BOK, Subsidi, Willingness to pay.
Kajian Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Hartini, Citra Vidya; Wicaksono2, Achmad; Anwar, M. Ruslin
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently, the importance of ports, which was merely emphazied as storage, has shifted to as a connector to different transportation modes. Thus, it is essential for ports to adapt with a cheap, efficient, and effective transportation system. Efficiency and Effectiveness relate closely with port performance. The study location, the port of Tanjung Perak in Surabaya, is one significant support for the East Java Province’s economy. The aims of the study were to investigate its operational service level, to estimate its operational service level in the future, and to build better comprehension on the determining factors that lead to its operational service level. In this research, the performance evaluation will be measured based upon the General Directorate of Sea Transportation Decree No UM.002/38/18/DJPL-11 about Performance Standard of Port Operational Service (SKPOP). The methods used were correlation regression and IPA (Importance – Performance Analysis). Results showed that the port’s 2013 overall operational service performance has met SKPOP 2011 standards. The port’s waiting time performance was estimated to be over 2 hours in 2016, and raising to over 4.5 hours in 2020. Meanwhile, approach time performance in 2016 was predicted to be more than 7 hours. Moreover, the port’s berth occupancy ratio performance in 2016 was predicted to be above 80 %, shed occupancy ratio performance in 2016 is predicted to have above 70%. Finally, the study found that the determinig factors to Tanjung Perak Port’s operationa service level performance were the number and condition of tug and pilot boats, the availability and number of warehouse/storage yard, loading and unloading facilities, and the condition for road infrastructure. Keywords: IPA, port performance, Tanjung Perak Port, regression.
OPTIMALISASI WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN PROYEK KONSULTAN PENGAWASAN PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DI KOTA TARAKAN Syaihu, Acmad; Anwar, M. Ruslin; Pujiraharjo, Alwafi
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3700

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimal pekerjaan proyek dan pengawasan. Proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Selain itu adanya keterlambatan berakibat kehilangan peluang pekerjaan pengawasan lain. adapun bagi owner keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek akan menyebabkan catatan yang tidak baik, sehingga penggunaan hasil pembangunan proyek menjadi mundur atau terlambat. Dengan metode PERT dan CPM dapat menentukan lintasan kritis (network planning) dalam suatu kegiatan proyek tahap demi tahap secara berurutan untuk penyelesaian kegiatan proyek tersebut.Dengan time schedule dapat menyusun network planning dan menentukan hitungan maju mundur dan kelongaran waktu.Hasil analisa pelaksanan dan pengawasan yang diambil tiga bidang PSDA,Bina Marga dan Cipta Karya terdiri dari 120 hari kalender,150 hari kalender dan 360 hari kalender. Dapat optimalisasi waktu fisik  menjadi 91 hari kalender menjadi 118 dan  menjadi 280 hari kalender dan Bidang PSDA, Bina Marga dan Cipta Karya pengawasan dapat menyelesaikan 104 hari kalender, 134 dan 300 hari kalender,kesimpulan dari penelitian ini ketiga bidang Optimal waktu dapat menyelesaikan pekerjaan,nilai Z= (99.99%, 98.98%, and 99.99%) dan pengawasan dapat meyelasaikan dilapangan kegiatan proyek tepat pada waktu yang telah ditentukan (95,91%, 93,94%, 99,99%). 
Analisis Kelayakan Finansial Pengembangan Dermaga Pelabuhan Probolinggo Anwar, M. Ruslin
WAKTU Vol 8 No 1 (2010): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v8i1.862

Abstract

Arus kunjungan kapal dan barang pada Pelabuhan Probolinggo menunjukkan kecenderungan meningkat. Untuk mengetahui apakah pengembangan dermaga Pelabuhan Pprobolinggo dapat membawa manfaat atau tidak bagi pengelola dan pihak investor, maupun bagi lingkungan sekitar maka perlu dilakukan analisis kelayakan finansial untuk pengembangan dermaga pelabuhan tersebut.Analisis kelayakan finansial pengembangan dermaga Pelabuhan Probolinggo menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) untuk periode rencana 25 tahun.Hasil analisis pada kondisi dasar untuk tingkat suku bunga 10% diperoleh nilai NPV Rp. 17,306,660,336.00, BCR 1,492 sedangkan untuk tingkat suku bunga 15% diperoleh nilai NPV Rp. 3,226,977,525.00, BCR 1,098 dan IRR diperoleh nilai 14,214% sehingga dapat dikatakan layak dalam kisaran suku bunga pinjaman bank yaitu 9% - 15%. Pay Back Periode diperoleh nilai kurang lebih 12 tahun. Berdasarkan analisis kelayakan financial tersebut, maka dapat diketahui bahwa investasi terhadap pengembangan Dermaga Pelabuhan menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan pengembangannya
ENYELARASAN DOKUMEN TATARAN TRANSPORTASI LOKAL (TATRALOK) KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2016 Anwar, M. Ruslin; A., Ayu Roesdyningtyas D.
Reaktom : Rekayasa Keteknikan dan Optimasi Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/reaktom.v2i1.149

Abstract

Study of economic impact of terminals type A and weigh stations management handover in East Java province to the central government Anwar, M. Ruslin; Hasyim, M. Hamzah; R. D. A, Ayu
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2019.00105

Abstract

Purpose of this study is to know the operational performance of terminals type A and weigh stations in East Java Province, analyse the economic contribution to the regional government, assessing the operational impact terminals type A and weigh, and examine the strategy of minimizing the operational impact if terminals are taken over by the central government. Analysis used in this study are growth analysis, efficiency analysis, ImportancePerformance Analysis (IPA) method, and Strength Weakness Opportunity Threat method. The operational economic performance of Terminals Type A (Arjosari Terminal), obtained retribution of 2,346,495,500 IDR and Bayuangga Terminal obtained retribution of 1,796,877,000 IDR. The operational economic performance of weigh stations is 35,668,880,000 IDR. The operational economic contribution of Terminals Type A and weigh stations is very small/less. The operational impact of Terminals Type A that taken over by the Central Government for the next 15 years is still considered good. Strategy to minimize the operational impact of Terminals Type A with: 1. Strategy S-O (Strength-Opportunity), 2. Strategy S-T (Strength-Threat), 3. Strategy W-O (Weak-Opportunity), 4. Strategy W-T (Weak-Threat). For weigh stations we cannot do IPA and SWOT analysis because all samples of weigh bridges are no longer operating when this study is conducted.