Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Peran Serta Orangtua dan Sikap Perawat dengan Reaksi Hospitalisasi Pada Anak di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak Sari, Lintang; Safitri, Dewin; Florensa, Florensa; Juliana, Diena; Anggreini, Yunita Dwi; Yousriatin, Fajar
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18360

Abstract

ABSTRACT Hospitalization is a frightening situation for children. This is influenced by various factors including the age and stage of development of the child, previous experience of being treated, parental involvement and the attitude shown by the nurse during providing care. This study aims to identify the relationship between parents' participation and nurses' attitudes with children's hospitalization reactions in the children's room of Yarsi General Hospital Pontianak. The design used was descriptive with a cross-sectional approach. The sample involved in this study were 49 respondents who were selected by purposive sampling. Data collection used questionnaires of parental participation, atraumatic care and hospitalization stress. The data that has been collected was analyzed using the chi square test. The results showed that most parents had good participation (57.1%), good nurse attitude (71.4%) and positive hospitalization reaction (71.4%). The results of bivariate analysis showed that there was a relationship between parental participation (p=0.023) and nurse attitude (p=0.028) with hospitalization reactions. Parental participation and good nurse attitude can prevent negative reactions in children due to hospitalization. Keywords: Role of Parent, Nurse Attitude, Hospitalization Reaction  ABSTRAK Hospitalisasi merupakan situasi yang menakutkan bagi anak. hal ini dipengaruhi oleh berbagai factor diantaranya usia dan tahap perkembangan anak, pengalaman dirawat sebelumnya, keterlibatan orangtua dan sikap yang ditunjukkan oleh perawat selama memberikan perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara peran serta orangtua dan sikap perawat dengan reaksi hospitalisasi anak di ruang anak Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak. Desain yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 49 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner peran serta orangtua, atraumatic care dan stress hospitalisasi. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji chi square.Hasil penelitian didapatkan Sebagian besar orangtua memiliki peran serta yang baik (57,1%), sikap perawat baik (71,4%) dan reaksi hospitalisasi positif (71,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara peran serta orangtua (p=0,023) dan sikap perawat (p=0,028) dengan reaksi hospitalisasi. Peran serta orangtua dan sikap perawat yang baik dapat mencegah terjadinya reaksi negatif pada anak akibat hospitalisasi. Kata Kunci: Peran Serta Orangtua, Sikap Perawat, Reaksi Hospitalisasi
E-Module Based Health Education on COVID-19 Immunization Increases Public Knowledge Alfikrie, Fauzan; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Arisandi, Defa; Hatmalyakin, Debby; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi; Safitri, Dewin
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v6i1.1451

Abstract

The Indonesian government has declared COVID-19 as endemic, marking the end of the pandemic phase. However, efforts to control and prevent severe disease continue through routine COVID-19 immunization. Coverage for the second primary dose and booster remains below target. This study aims to evaluate the effect of an e-module on COVID-19 immunization knowledge among residents of Pontianak City. A quasi-experimental design with a control group was used. Forty-four participants were selected through accidental sampling and divided into two groups: 22 in the intervention group (e-module) and 22 in the control group (leaflet). Wilcoxon test results showed both the e-module (p-value = 0,000) and the leaflet (p-value = 0,001) significantly improved participants’ knowledge. The Mann-Whitney test (p-value = 0,039; mean rank = 26,1 vs. 18,8) indicated the e-module was more effective than the leaflet. E-module evaluation was conducted after three days of self-learning. Further studies are recommended to assess long-term knowledge retention and accessibility through digital learning tools on COVID-19 immunization.
Efektifitas Game Online “Camat (Cepat Tepat Selamat)” tentang Bantuan Hidup Dasar Oleh Penolong Awam dengan Konsep Selamat Terhadap Pengetahuan Masyarakat Kota Pontianak Hidayat, Uti Rusdian; Alfikrie, Fauzan; Hatmalyakin, Debby; Arisandi, Defa; Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi; Iswara, Ruhil; Safitri, Dewin; Anjarwadi, Ihsan Angga; Yanto, Delvi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14805

Abstract

ABSTRACT The high incidence of out-of-hospital cardiac arrest requires prompt and appropriate treatment. However, in reality, lay people who are closest to the victim do not understand how to provide help so that the victim cannot be saved. Lack of public knowledge about first aid in unexpected cardiac arrest victims can increase mortality rates that could have been prevented. To prepare and develop an online game as a learning media for the community as a lay helper, especially about first aid for cardiac arrest victims. This study used a quasi-experimental design. A total of 30 respondents were involved in this study who were selected accidentally. Respondents in this study were the people of Pontianak City. The results showed that the CAMAT online game was proven to be effective in increasing the Knowledge of Pontianak City Community about cardiac arrest first aid (p = 0.014). Further development is needed in the application of the website-based SELAMAT model to expand the distribution of information in various age groups in knowing information about basic life supports for cardiac arrest. Keywords: Basic Life Support, Cardiac Arrest, CAMAT Online Game  ABSTRAK Tingginya angka kejadian henti jantung diluar rumah sakit memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Namun, pada kenyataanya orang awam yang paling dekat dengan korban tidak memahami cara memberikan pertolongan sehingga korban tidak dapat diselamatkan. Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang pertolongan pertama pada korban henti jantung yang tidak terduga dapat meningkatkan angka kematian yang seharusnya dapat dicegah.  Menyiapkan dan mengembangkan game online sebagai media pembelajaran bagi masyarakat selaku penolong awam, khususnya tentang pertolongan pertama korban henti jantung. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen. Sebanyak 30 responden terlibat dalam penelitian ini yang dipilih secara accidental. Responden pada penelitian ini adalah Masyarakat Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game online CAMAT terbukti efketif meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Kota Pontianak tentang pertolongan pertama henti jantung (p= 0,014). Perlunya pengembangan lebih lanjut dalam penerapan model SELAMAT berbasis website untuk memperluas sebaran informasi dalam berbagai kalangan usia dalam mengetahui informasi tentang pemberian bantuan hidup dasar pada kasus henti jantung. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Henti Jantung, Game Online CAMAT 
Deteksi Dini Diabetic Foot Ulcer (DFU) dengan Mengenali Suhu Kaki Arisandi, Defa; Amaludin, Mimi; Alfikrie, Fauzan; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Safitri, Dewin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14698

Abstract

ABSTRAK Diabetic Foot Ulcer (DFU) menjadi salah satu komplikasi negatif dari penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang prevalensinya terus meningkat. DFU terjadi karena adanya gangguan persarafan, gangguan sirkulasi, dan infeksi pada tungkai bawah yang berakibat munculnya suatu kelainan. Lebih parahnya, sekitar 85% dari penyandang DM yang berisiko mengalami DFU harus dilakukan tindakan amputasi. Sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan dilakukanlah deteksi dini DFU dengan mengenali suhu kaki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendeteksi secara dini suhu kaki sebagai upaya pencegahan Diabetic Foot Ulcer (DFU) penyandang DM dengan pemeriksaan kaki yang mudah dipahami dan diaplikasikan secara mandiri. Metode yang dilakukan pada kegiatan PKM ini adalah edukasi dan demonstrasi yang kemudian dilakukan pre dan post tes. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan terhadap deteksi dini DFU dengan mengenali suhu kaki. Pemberian edukasi dan demonstrasi deteksi dini DFU dengan mengenali suhu kaki dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan DFU Kata Kunci: Diabetic Foot Ulcer, Diabetes Mellitus, Suhu Kaki  ABSTRACT Diabetic Foot Ulcer (DFU) is one of the negative complications of Diabetes Mellitus (DM), whose prevalence continues to increase. DFU occurs due to nerve disorders, circulation disorders, and infections in the lower limbs which result in the appearance of an abnormality. What's worse, around 85% of people with DM who are at risk of experiencing DFU have to undergo amputation. As a form of prevention effort, early detection of DFU is carried out by identifying foot temperature. This activity aims to detect early foot temperature as an effort to prevent Diabetic Foot Ulcer (DFU) for people with DM with a foot examination that is easy to understand and can be applied independently. the method used in this PKM activity is education and demonstration which is then carried out pre and post-tests. As a result of community service, it was found that there was an increase in knowledge regarding early detection of DFU by recognizing foot temperature. Providing education and demonstration of early detection of DFU by recognizing foot temperature can increase public knowledge and can be an effort to prevent DFU. Keywords: Foot Temperature, Diabetic Foot Ulcer, Diabetes Mellitus
Kewaspadaan Dini Masyarakat melalui Pemanfaatan Support System Penanggulangan Gagal Ginjal Kronis Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi; Safitri, Dewin; Arisandi, Defa; Hidayat, Uti Rusdian; Alfikrie, Fauzan; Hatmalyakin, Debby
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14813

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronik salah satu dari penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya terus mengalami peningkatan. Untuk itu diperlukannya upaya kewaspadaan dini terhadap penyakit GKK salah satunya dengan pemanfaatan support system. Berbagai macam support system yang dapat dimanfaatkan adalah fasilitas kesehatan terdekat serta dukungan dari keluarga. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kewaspadaan dini masyarakat melalui pemanfaatan support system penanggulangan GGK. Metode: metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah pemberian edukasi. Hasil: sebelum diberikan edukasi pengetahuan tentang kewaspadaan dini melalui pemanfaatan support system penanggulangan GGK sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dengan kategori rendah yaitu 46,67%, ketegori sedang 40% dan kategori tinggi 13,33%. Kemudian setelah diberikan edukasi diperoleh pengetahuan masyarakat pada kategori tinggi 73,3%. Kesimpulan: Pemberian edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kewaspadaan dini melalui pemanfaatan support system penanggulangan GGK. Kata Kunci: GGK, Kewaspadaan Dini, Support System ABSTRACT Chronic kidney failure is a non-communicable disease whose number of sufferers continues to increase. For this reason, early awareness efforts for GKK disease are needed, one of which is the use of a support system. Various types of support systems that can be utilized are the nearest health facilities and support from family. Purpose: This activity aims to increase knowledge about early community awareness through the use of a CKD prevention support system. Method: The method used in this PKM activity is providing education. Results: before being given knowledge education about early awareness through the use of a CKD management support system, most participants had knowledge in the low category, namely 46.67%, 40% in the medium category and 13.33% in the high category. Then, after being given education, public knowledge was found to be in the high category at 73.3%. Conclusion: The education provided can increase public knowledge about early awareness through the use of a support system for dealing with CKD. Keywords: Ckd, Early Awareness, Support System
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Amaludin, Mimi; Safitri, Dewin; Arisandi, Defa; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Nurannisa, Nurannisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14769

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) dalam dua dekade terakhir menjadi beban dalam pembiayaan karena tingginya biaya pengobatan (penyakit katastropik) seperti penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal. Dalam hal ini tenaga kesehatan termasuk perawat memiliki peran penting terutama upaya promotive dan preventif agar dapat menekan angka kejadian sekaligus menurunkan beban biaya pengobatan. Sebagai upaya promotive maka dilakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan penyakit tidak menular serta memberdayakan masyarakat dengan keterampilan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya menurunkan peningkatan penyakit tidak menular serta ikut memberdayakan masyarakat agar terbentuk individu dan masyarakat yang mandiri. Metode yang dilakukan pada kegiatan PKM ini adalah Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi, demonstrasi dan simulasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan. setelah diberikan edukasi pengetahuan masyarakat sebagian besar menjadi tinggi (73,33%). setelah dilakukan demonstarsi dan simulasi keterampilan masyarakat sebagian besar menjadi tinggi (70%). Pemberian edukasi dan demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan PTM. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Introduction: Non-Communicable Diseases (NCDs) in the last two decades have become a financial burden due to the high costs of treatment (catastrophic diseases) such as heart disease, cancer and kidney failure. In this case, health workers, including nurses, have an important role, especially promotive and preventive efforts, in order to reduce the number of incidents while reducing the burden of medical costs. As a promotive effort, education is carried out to increase public knowledge of non-communicable diseases and empower the public with the skills to carry out health checks as an effort to early detect and prevent non-communicable diseases. Objective: The aim of this activity is to increase community participation in efforts to reduce the increase in non-communicable diseases and help empower the community to form independent individuals and communities. Method: the method used in this PKM activity is method that will be used in this activity is education, exposure and simulation. Results: The results of community service show that there is an increase in knowledge and skills. after being given education, the majority of people's knowledge became high (73.33%). after demonstrations and simulations, most people's skills became high (70%). Conclusion: providing education and education can increase knowledge and skills and can be one of the efforts to prevent Non-Communicable Diseases.  Keywords: Chronic Kidney Failure, Non-Communicable Diseases
Latihan Hipnosis Lima Jari untuk Mengurangi Kecemasan Pada Penderita Hipertensi Kirana, Wahyu; Anggreini, Yunita Dwi; Safitri, Dewin
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i2.17

Abstract

Pasien dengan hipertensi tidak hanya mengalami gangguan secara fisiologis, tetapi juga mengalami gangguan psikologis yang disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya pengobatan jangka panjang dan komplikasi dari penyakit hipertensi. Masalah psikologis yang seringkali dialami oleh pasien dengan hipertensi dan harus segera diatasi guna mencegah dampak yang lebih serius pada penderita hipertensi adalah ansietas. Kecemasan yang dialami penderita hipertensi dipicu oleh perasaan cemas dan khawatir dengan kondisi penyakitnya. Gejala kecemasan diantaranya mudah gelisah, susah tidur dan perasaan berdebar-debar. Salah satu upaya yang sudah terbukti dapat mengontrol kecemasan adalah dengan melakukan latihan hipnosis lima jari. Hipnosis lima jari bermanfaat dalam mengurangi tingkat kecemasan karena dengan bantuan imajinasi maka pasien akan membentuk bayangan yang akan diterima sebagai rangsangan oleh berbagai indra, sehingga dapat membuat pasien tidak fokus merasakan kecemasan. ketegangan otot dan ketidaknyamanan akan dikeluarkan dan menyebabkan tubuh menjadi rileks dan nyaman. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pasien hipertensi untuk mengatasi kecemasan dengan melakukan hypnosis lima jari. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah edukasi dan latihan hipnosis lima jari. Terdapat perubahan tingkat kecemasan peserta setelah dilakukan latihan hipnosis lima jari. Sebelum dilakukan latihan hipnosis lima jari, sebagian besar peserta mengalami kecemasan sedang sebanyak 14 orang (70%). Setelah dilakukan latihan hipnosis lima jari Sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 13 orang (65%) dan tidak ada yang mengalami kecemasan berat. Hipnosis lima jari merupakan salah satu teknik distraksi dengan cara menghipnosis diri sendiri yang bertujuan untuk mengurangi kecemasan