Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGEMBANGAN MESIN FERMENTASI ROTI MENGGUNAKAN PENDEKATAN VALUE ENGINEERING (VE) Rachmad Hidayat; Anis Arendra; Sabarudin Akhmad
Spektrum Industri Vol. 12 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v12i1.1645

Abstract

The purpose of this study improve engine performance by improving the fermentation of bread heat distribution patterns in the machine and increase energy use efficiency by reducing energy consumption of electricity grid using alternatives other energy sources. In this study, the calculation method used three expert assessment of each alternative posed is by using the fish bone diagram to diagnose the existing problems in fermentation machine. Histogram to determine the amount of costs required by each alternative are raised, based on factual data and by using the method of Analytic Hierarchy Process (AHP) to determine the criteria and weighting of each alternative based on the assessment of three experts. The results showed that one alternative energy source value, performance and cost of the best and competitive compared with other alternatives. Best alternative fermented bread machine is one with an alternative energy source without the use of automated systems gas pipeline. Key words : criteria, value fishbone diagram, histogram, fermentation machines
Characteristics and Energy Potential of Bio-Briquettes from Cassava Peel, Water Hyacinth, and Sawdust Salimah, Shofi Fitrotis; Akhmad, Sabarudin; Arendra, Anis
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JPTI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.439

Abstract

Abstract. Agricultural waste biomass direct burning to generate heat in industrial applications is inefficient. In addition, the difficulty in shipping and storage is due to its large volume and non-uniform shape. One approach to overcome this problem is by compacting the biomass to increase density, improve calorific value, and save a better combustion rate. In this study, the screw extruder machine was designed to compress, heat, and extrude bio-briquettes to form a hollow hexagon cross-section with an inscribed circle diameter of 52mm from biomass waste. The water hyacinth and cassava peel biomass were each dried and chopped into small particles before being mixed with sawdust. Cassava peel flakes also act as a binder in this mixture. We investigated the effect of biomass composition and extruder heating temperature on the calorific heating value and burning rate of bio-briquettes. We complete the experiments at three temperature levels and three levels of biomass composition. The results of the study found that there was no significant effect of the heating temperature factor on the calorific value and the rate of combustion of briquettes. While the composition of biomass impact significantly on the calorific value and burning rate of bio-briquettes. The calorific value reached 19.16 MJ/kg in the 50% sawdust, 30% water hyacinth, and 20% cassava peel bio-briquettes composition with a burning rate of 1.49 g/min. Water hyacinth and cassava peel waste recovery as an energy source not only turns waste into valuable resources but again becomes a solution to the problem of water hyacinth pest invasion and even provides economic and ecological benefits.
Penerapan Teknologi Tepat Guna: Screw Extruder dan Heat Pump Dryer Dalam Meningkatkan Nilai Tambah Terasi Arendra, Anis; Handaka, Tatag; Ahmad, Sabaruddin; Dzulkarnain, Iskandar; Jamilah, Jamilah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r8tcts91

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan dalam proses produksi terasi pada kelompok usaha masyarakat pesisir di Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, yang selama ini masih bergantung pada metode penjemuran tradisional dan memiliki tingkat efisiensi yang rendah. Permasalahan tersebut berdampak pada keterbatasan kapasitas produksi, ketidakkonsistenan mutu produk, serta meningkatnya risiko kontaminasi selama proses pengeringan. Solusi yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah penerapan dua Teknologi Tepat Guna (TTG), yaitu Screw Extruder dan Heat Pump Dryer (HPD), yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi. Penerapan Screw Extruder terbukti mampu meningkatkan kapasitas pencetakan terasi hingga mencapai 40 kg per jam dengan bentuk produk yang lebih seragam dan konsisten. Sementara itu, penggunaan Heat Pump Dryer memungkinkan proses pengeringan berlangsung lebih cepat, dari semula 2–3 hari menjadi hanya 6–8 jam, serta memungkinkan produksi dilakukan sepanjang tahun tanpa bergantung pada kondisi cuaca. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan kedua teknologi tersebut secara signifikan meningkatkan efisiensi, mutu, higienitas, dan daya saing produk terasi mitra. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, kemandirian, dan keberlanjutan usaha masyarakat pesisir melalui pemanfaatan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Pendampingan Produksi dan Pemasaran Terasi untuk Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi di Desa Campor Barat Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep: Pengabdian Arendra, Anis; Handaka, Tatag; Ahmad, Sabaruddin; Dzulkarnain, Iskandar; Jamilah, Jamilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3950

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan produksi dan pemasaran terasi di Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Terasi sebagai produk lokal memiliki nilai ekonomi tinggi, namun pengelolaannya belum optimal. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap: observasi awal untuk mengidentifikasi kebutuhan, pelatihan produksi dan pemasaran, serta evaluasi program. Data diperoleh melalui wawancara, tes pengetahuan, dan analisis penjualan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan teknik produksi dari 20% menjadi 70% serta kemampuan pemanfaatan media sosial untuk pemasaran dari 20% menjadi 60%. Penjualan terasi meningkat rata-rata 50%, dan kepercayaan diri peserta dalam memasarkan produk naik dari 20% menjadi 60%. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan dan pemahaman masyarakat sehingga berdampak positif pada pendapatan rumah tangga. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keterampilan produksi dan pemasaran mampu memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan sosial, serta dapat menjadi model pemberdayaan berbasis potensi lokal.