Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Digital Di Pemerintah Kabupaten Langkat Gajah, Nurhamidah; Arifana, Arifana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i3.2025.1239-1245

Abstract

Transformasi pelayanan publik berbasis digital menjadi salah satu strategi utama dalam mendukung reformasi birokrasi di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Langkat telah memulai berbagai upaya digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi masyarakat. Namun dalam praktiknya, implementasi layanan digital masih menghadapi berbagai kendala, baik dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, maupun penerimaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk inovasi pelayanan publik berbasis digital yang diterapkan di Kabupaten Langkat, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang dapat diambil untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara dengan aparatur dan penerima layanan, observasi, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inisiatif digitalisasi telah berjalan di beberapa instansi, namun belum terintegrasi secara menyeluruh. Kendala utama meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital ASN dan masyarakat, serta lemahnya sistem koordinasi antar instansi. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi penguatan kapasitas SDM, penyusunan roadmap digitalisasi yang inklusif, serta pengembangan sistem layanan yang partisipatif dan berkelanjutan
Pengaruh Nilai-Nilai Budaya Batak Terhadap Pelayanan Publik Di Desa Parmonangan Kecamatan Pakkat Gajah, Nurhamidah; Arifana, Arifana; Gajah, Rahmadi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.378-384

Abstract

The purpose of this study was to determine how the implementation of the value of Batak culture values in the Parmonangan Village office, then to find out how Public Services at the Parmonangan Village Office and to find out how much influence the value of Batak cultural values has on public services at the Parmonangan Village office.The research method used is a type of quantitative research by taking respondents from the Parmonangan Village community as many as 76 people.The results showed that the Batak Cultural values of Kinship, Hasangapon, Hamajuon and Hamoraon are highly upheld and applied by the community including in the Parmonangan Village office. Public Services at the Parmonangan Village office fall into the Moderate category, meaning that service procedures, completion time, equality of treatment and openness are sometimes implemented and sometimes not implemented. So it can be concluded that both variables can be said to be valid because r count (0.2172) r table (0.1901). From the results of hypothesis testing, it can be seen that tcount = 16.7425 and the ttable is 1.993, so tcount than ttable (16.7425 1.993) so that the hypothesis can be accepted. Based on the results of the determination test, the effect of Batak cultural values on public services is 5%.
Dampak Eksistensi Kampung Budidaya Ikan Mas Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sibulele Muara Kecamatan Batang Angkola Gajah, Nurhamidah; Lubis, Erwin Syah; Arifana, Arifana; Roito, Endang Lita; Harahap, Harmen; Simamora, Mukti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.506-515

Abstract

Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan sosial di Indonesia. Pemberdayaan Masyarakat bertujuan untuk memperkuat kekuasaan dari masyarakat yang mandiri, terutama dari kelompok lemah yang mempunyai ketidak berdayaan. Desa Sibulele Muara, yang terletak di Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara, adalah sebuah desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Meskipun demikian, banyak warga desa yang juga terlibat dalam beternak ikan dengan metode mina padi, maupun dengan kolam. Penelitian ini membahas tentang dampak sosial dan ekonomi dari budidaya Ikan Mas di Desa Sibulele Muara, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Sejak dijuluki sebagai Desa Budidaya Ikan Mas pada tahun 1998, aktivitas ini telah menjadi sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan analisis data kualitatif untuk mengeksplorasi dampak dari budidaya Ikan Mas terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya Ikan Mas telah meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat solidaritas sosial. Selain itu, ada peningkatan investasi di sektor perikanan dan stimulasi ekonomi lokal yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budidaya ikan mas memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan
The Sociology of History Education: Revitalizing the Lampung Language in Historical Narratives Purwani, Emy Sri; Arifana, Arifana; Sasongko Adi, Bambang Tri; Sukmana, Oman; D. Soedarwo, Vina Salviana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i2.2025.909-920

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran sosiologis pendidikan sejarah dalam melestarikan dan merevitalisasi bahasa Lampung. Penurunan penggunaan bahasa Lampung mencerminkan tantangan sosial budaya dan pendidikan yang lebih luas, terutama dalam kurikulum sejarah, di mana narasi nasional yang dominan sering kali mengesampingkan sejarah lokal. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi kritis, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kebijakan bahasa, reproduksi sosial, dan hegemoni budaya berkontribusi terhadap marginalisasi bahasa Lampung dalam pendidikan sejarah. Studi ini menerapkan penelitian berbasis dokumen dan analisis deskriptif untuk menilai kebijakan yang ada, materi pendidikan, serta pola sosiolinguistik yang mempengaruhi transmisi bahasa Lampung. Temuan penelitian menyoroti hambatan seperti hegemoni bahasa, keterbatasan sumber daya pendidikan, dan menurunnya transmisi bahasa antar generasi, serta mengidentifikasi strategi revitalisasi melalui kurikulum dwibahasa, keterlibatan komunitas, dan integrasi media digital. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan sosiologis sangat penting dalam mendekolonisasi pendidikan sejarah, mempromosikan narasi sejarah multibahasa, dan memastikan keberlangsungan bahasa daerah. Penelitian ini berkontribusi pada kajian yang sudah ada dengan menawarkan analisis sosiologis kritis terhadap pendidikan sejarah dalam perspektif pelestarian bahasa. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, riset ini memberikan perspektif interdisipliner yang menghubungkan sosiologi pendidikan, kebijakan bahasa, dan kesadaran sejarah. Selain itu, penelitian ini menghubungkan teori dan praktik dengan mengusulkan rekomendasi kebijakan untuk mengintegrasikan bahasa daerah ke dalam kurikulum sejarah
PENDIDIKAN POLITIK PADA ‘AISYIYAH DAERAH TAPANULI SELATAN Gajah, Nurhamidah; Arifana, Arifana; Simamora, Mukti; Amelia Putri, Depi; Bedi Romadhon, kram
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1527-1532

Abstract

Tahun 2024 merupakan tahun politik, dimana akan dilaksanakan Pemilihan Presiden, Pemilihan anggota DPR RI/DPD RI/DPRD Propinsi/DPRD Kab/Kota serentak di seluruh wilayah Indonesia. Perempuan merupakan pemilih terbanyak di Indonesia khususnya Kabupaten Tapanuli Selatan. Pemilu sebagai sarana untuk memilih pemimpin, dan pemimpin inilah nantinya yang akan membuat kebijakan, termasuk apakah Aisyiyah masih bisa eksis sebagai organisasi atau tidak itu ada di tangan pemimpin, maka sebagai warga negara yang baik, khususnya Aisyiyah harus melek politik. Aisyiyah Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki 10 Cabang di bawahnya, dimana seharusnya sebagai pengurus daerah, seluruh anggota yang aktif di kepengurusan harusnya tahu dengan politik ini, sehingga mampu memberikan pengetahuan kepada anggota di bawahnya dan keluarganya. Oleh karena itu perlu untuk memberikan pendidikan politik kepada pengurus yang aktif di Aisyiyah Kabupaten Tapanuli Selatan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan pendidikan politik dan pemahaman tentang PEMILU kepada mitra Aisyiyah Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini dilakukan di Aisyiyah Daerah Tapanuli Selatan. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini menggunakan metode ceramah di lokasi serta tanya jawab. Hasil dari kegitan ini berdasarkan hasil post test yang telah dilakukan bahwa sebagian besar ‘Aisyiyah setelah menerima pemaparan materi tentang pendidikan politik dari Tim terdapat adanya perubahan yang terjadi kearah yang lebih baik lagi artinya sebagian besar ‘Aisyiyah Daerah Tapanuli Selatan sudah cukup baik memahami politik dan lebih siap berpartisipasi dalam politik.
LATIHAN KEPEMIMPINAN PADA PEREMPUAN DI KELURAHAN SABUNGAN JAE–SINGALI KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN HUTAIMBARU Gajah, Nurhamidah; Arifana, Arifana; Nasution, Khoiruddin; Karlina Hasibuan, Yusmi; Putri Salsabila, Syifa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1530-1534

Abstract

Peran perempuan dalam kepemimpinan publik masih sering kali terbatas oleh faktor budaya, sosial, dan rendahnya akses terhadap pelatihan kepemimpinan. Di tingkat lokal, khususnya di Kelurahan Sabungan Jae–Singali, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, perempuan memiliki potensi besar dalam kegiatan sosial masyarakat, namun belum sepenuhnya terlibat dalam proses pengambilan keputusan publik. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan kapasitas dan karakter kepemimpinan perempuan agar mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan berbasis masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan latihan kepemimpinan, mengetahui efektivitas metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi dalam meningkatkan karakter kepemimpinan perempuan, serta mengukur perubahan skor karakter kepemimpinan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi sebagai sarana penyampaian materi pelatihan. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan evaluasi awal dan akhir menggunakan lembar pertanyaan berskala skor yang menilai aspek karakter kepemimpinan, seperti tanggung jawab, komunikasi, dan kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata karakter kepemimpinan perempuan setelah pelaksanaan pelatihan. Peserta menunjukkan perubahan positif dalam aspek kepercayaan diri, kemampuan berpendapat dalam forum, serta kemauan untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, latihan kepemimpinan ini terbukti efektif sebagai upaya pemberdayaan perempuan di tingkat lokal serta relevan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam perspektif Administrasi Publik yang partisipatif dan inklusif
PELATIHAN CITIZEN JURNALISME PELAJAR DAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN Arifana, Arifana; Gajah, Nurhamidah; Parapat, Natalia; Gajah, Rahmadi; Mahera, Wandi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.388-393

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan terhadap pola partisipasi publik dalam proses demokrasi. Masyarakat kini tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga berperan aktif sebagai produsen berita melalui praktik citizen journalism atau jurnalisme warga. Di era digital, pelajar dan mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen penyebar informasi yang akurat, berimbang, dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelatihan citizen jurnalisme bagi pelajar dan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, menilai efektivitasnya dalam meningkatkan literasi media, serta memahami kontribusinya terhadap partisipasi publik dan demokrasi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung penulisan berita warga. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan peserta, dan evaluasi pre-test serta post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta menulis berita berbasis fakta, melakukan verifikasi informasi, serta memahami prinsip etika jurnalisme digital. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap peran media sebagai pilar keempat demokrasi dan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses penyebaran informasi publik. Dengan demikian, pelatihan ini berperan strategis dalam memperkuat literasi media dan kapasitas partisipatif pelajar dan mahasiswa dalam konteks administrasi publik yang transparan dan inklusif.
REVITALISASI CERITA RAKYAT SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI EDUKATIF UNTUK MENUMBUHKAN CINTA LINGKUNGAN PADA PELAJAR DI DESA SIPANGE, KECAMATAN SAYUR MATINGGI, KABUPATEN TAPANULI SELATAN Arifana, Arifana; Gajah, Nurhamidah; Efendi Pasaribu, Safran; Amanda Rambe, Dea
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2811-2817

Abstract

Cerita rakyat merupakan bagian dari kearifan lokal yang sarat dengan nilai moral, sosial, dan ekologis, yang dapat dijadikan sarana pembelajaran kontekstual berbasis budaya. Namun, perkembangan teknologi dan arus globalisasi telah menggeser minat generasi muda terhadap tradisi lisan, sehingga nilai-nilai lokal mulai terpinggirkan. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi cerita rakyat Batak Angkola sebagai media komunikasi edukatif dalam menumbuhkan sikap cinta lingkungan pada pelajar di Desa Sipange, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 25 pelajar tingkat SMP dan SMA. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu pengenalan cerita rakyat, analisis nilai-nilai ekologis, serta praktik komunikasi edukatif melalui pementasan dan penulisan ulang cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman nilai-nilai ekologis dan sikap cinta lingkungan setelah pelatihan, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata sebesar 30% antara hasil pre-test dan post-test. Temuan ini mengindikasikan bahwa revitalisasi cerita rakyat efektif sebagai strategi komunikasi edukatif untuk memperkuat kesadaran lingkungan, karakter moral, dan identitas budaya lokal pelajar. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan berbasis lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Traditional Community Participation Model in Conflict Resolution among Two Mining Companies Gajah, Nurhamidah; Sitorus, Henry; Sihombing, Marlon; Arifana, Arifana; Pasaribu, Safran Efendi
SASI Volume 31 Issue 4, December 2025
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/sasi.v31i4.3408

Abstract

Introduction: Mining operations in North Sumatera Province have generated both economic opportunities and socio-environmental challenges for surrounding traditional communities. The coexistence of PT. Agincourt Resources in Batangtoru and PT. Sorikmas Mining in Naga Juang has triggered land disputes, environmental degradation, and social polarization, reflecting the tension between corporate expansion and the preservation of customary (adat) values.Purposes of the Research: This study aims to map and classify sources of social conflict between mining companies and local adat communities, examine the dynamics of traditional institutions, and develop a participatory conflict resolution model that integrates local wisdom and community empowerment.Methods of the Research: Using a mixed-method design, this research combines quantitative surveys with qualitative approaches, including in-depth interviews, focus group discussions, and participant observation. Data were analyzed using parametric statistics and qualitative matrix analysis to identify socio-cultural dynamics, conflict patterns, and the institutional role of adat in mediating disputes.Results of the Research: The findings show that mining activities have disrupted social cohesion and traditional governance structures, particularly regarding ulayat (customary) land rights. Nonetheless, the study introduces a Traditional Community Participation Model emphasizing adat leaders as mediators in conflict resolution. This model reinforces social capital, restores trust, and enhances collaboration between companies, communities, and government institutions. The research offers a novel integrative framework linking customary institutions with sustainable conflict management and responsible mining governance in Indonesia.