Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR, STATUS GIZI DAN USIA TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD PRAYA Nickontara, Dwik Putra; Sahrun, Sahrun; Setiawan, Nyoman Cahyadi Tri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25393

Abstract

Pneumonia adalah infeksi parenkim paru (alveoli) yang bersifat akut, secara klinis pneumonia didefinisikan sebagai suatu peradangan parenkim paru distal dari bronkiolus terminalis mencakup bronkiolus respiratorius dan alveoli serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. Untuk menganalisis Berat badan lahir, status gizi, dan usia terhadap kejadian pneumonia pada balita di RSUD Praya. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Praya pada bulan oktober 2023 sampai 30 November 2023. Sampel berjumlah 253 yang diambil dari data rekam medis. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji kolerasi Chi-Square dengan batas nilai signifikasi adalah (p-value < 0,05). Pada karakteristik sampel didominasi berjenis kelamin Laki-laki (51%) dan sampel jenis kelamin perempuan (49%). Sampel pneumonia (67%) dan sampel non-pneumonia (33%). Sampel Berat badan lahir rendah (53%) dan sampel berat badan lahir normal(47%). Sampel Status gizi kurang (55%) dan sampel status gizi baik (45%). Sampel Usia <12 bulan (60%)dan sampel usia 13-48 bulan (40%). Pada analisis bivariat didapatkan hasil berat badan lahir rendah (p=0,001; PR=2,342), Status gizi (p=0,001; PR=2,480), dan Usia (p=0,743 ; PR = 0,971). Terdapat hubungan yang signifikan antara Berat badan lahir rendah dan status gizi kurang terhadap kejadian pneumonia pada balita, sedangkan Usia balita tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian pneumonia pada balita.
HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN VISUAL DISPLAY TERMINAL DENGAN KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA MAHASISWA FK UNIZAR Tika Ayu Lestari; Endro Pranoto; Nyoman Cahyadi Tri Setiawan; Fachrudi Hanafi
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 4 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/sewkev12

Abstract

Kemajuan perangkat dan teknologi telah menjadi aspek penting dalam lingkungan industri, pendidikan, dan perkantoran, mendukung efisiensi dalam berbagai aktivitas yang memerlukan penggunaan komputer. Sindrom Penglihatan Komputer (Computer Vision Syndrome/CVS) didefinisikan sebagai kumpulan gejala yang mencakup gangguan mata dan penglihatan akibat penggunaan perangkat elektronik seperti komputer, tablet, e-reader, dan ponsel dalam durasi yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi penggunaan perangkat tampilan visual dengan kejadian CVS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al Azhar (FK-Unizar). Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian adalah mahasiswa FK-Unizar angkatan 2017–2021 yang sedang menyelesaikan tugas akhir, berjumlah 90 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,035 (p < 0,05) dan koefisien korelasi 3,869. Hal ini mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara durasi penggunaan terminal tampilan visual dengan frekuensi kejadian CVS pada mahasiswa.
Hubungan Penggunaan Gadget Sebelum Tidur, Kebiasaan Olahraga, dan Tingkat Kecemasan Dengan Insomnia pada Siswa SMA “X” di Wilayah Mataram Kadek Putra Wiguna; Wendy Handayani; Nyoman Cahyadi Tri Setiawan; Ida Ayu Trina Anjani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18872

Abstract

ABSTRACT Insomnia is a difficult condition in starting and maintaining sleep so that it cannot meet the needs of sleep, both quantity and quality. Insomnia have negative impact such as decreased concentration, performance, productivity, and general health conditions. One of the age groups that often experience insomnia is adolescents. Factors such as bedtime gadget use, exercise habits, and anxiety levels are known to contribute in the incidence of insomnia in adolescents. Excessive use of gadgets, infrequent exercise habits, and high levels of anxiety can increase the risk of insomnia. Objectives to analyze the relationship between the use of gadget before bedtime and insomnia, exercise habits and insomnia, and anxiety levels with insomnia in students at “X” Senior High School, Mataram Area. Quantitative research with a cross sectional approach. The sampling technique used cluster random sampling with a total sample were 98 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire. The data was analyzed by the Spearman Rank correlation test with a p-value significance ≤ 0.05. Bivariate analysis indicated significant relationships between the use of gadgets before bedtime and insomnia (p-value=0.002), exercise habits with insomnia (p-value=0.001), and anxiety levels with insomnia (p-value=0.001) in students at “X” Senior High School, Mataram Area. Conclusion: There is a significant relationship between the use of gadget before bedtime, exercise habits, and anxiety levels with insomnia in students at “X” Senior High School, Mataram Area. Keywords: Insomnia, Gadget Use Before Bedtime, Exercise Habits, Anxiety Levels  ABSTRAK Insomnia adalah kondisi sulit dalam memulai dan mempertahankan tidur sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan tidur, baik kuantitas maupun kualitas. Insomnia dapat memberikan dampak buruk pada penderitanya seperti penurunan konsentrasi, kinerja, produktivitas, dan kondisi kesehatan secara umum. Salah satu kelompok usia yang sering mengalami insomnia adalah remaja. Faktor-faktor seperti penggunaan gadget sebelum tidur, kebiasaan olahraga, dan tingkat kecemasan diketahui berperan dalam kejadian insomnia pada remaja. Penggunaan gadget yang berlebihan, kebiasaan olahraga yang jarang, dan tingkat kecemasan yang tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya insomnia. Tujuan menganalisis hubungan penggunaan gadget sebelum tidur dengan insomnia, kebiasaan olahraga dengan insomnia, dan tingkat kecemasan dengan insomnia pada siswa SMA “X” di wilayah Mataram. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 98 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman dengan batas nilai signifikansi p-value ≤ 0,05. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara penggunaan gadget sebelum tidur dengan insomnia (p-value=0,002), kebiasaan olahraga dengan insomnia (p-value=0,001), dan tingkat kecemasan dengan insomnia (p-value=0,001) pada siswa SMA “X” di wilayah Mataram. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara penggunaan gadget sebelum tidur, kebiasaan olahraga, dan tingkat kecemasan dengan insomnia pada siswa SMA “X” di wilayah Mataram. Kata Kunci: Insomnia, Penggunaan Gadget Sebelum Tidur, Kebiasaan Olahraga, Tingkat Kecemasan
The Role of NS1 Gene Mutations in Dengue Virus Serotype 2 and Their Association with Clinical Severity of Dengue Hemorrhagic Fever: A Systematic Review Nyoman Cahyadi Tri Setiawan; Rozikin Rozikin
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5243

Abstract

NS1 gene of Dengue Virus Serotype 2 (DENV-2) plays a significant role in the pathogenesis and clinical severity of dengue infections, including Dengue Hemorrhagic Fever. Mutations in the NS1 gene of DENV-2 are closely associated with the clinical severity of dengue. Methods: This review article employs a systematic review methodology, utilizing Scopus, PubMed and Web of Science from 2015 to 2025. Results: The T164S mutation was consistently associated with increased severity through elevated secreted NS1 (sNS1) production, complement activation, and inflammation. Conversely, the S103T mutation appeared in milder cases. NS1 mutations also correlated with immune hyperactivation, vascular leakage, and, in some cases, neurological symptoms such as encephalitis. Despite these findings, direct causality between specific mutations and clinical outcomes requires further investigation. Conclusion: Mutations in the NS1 gene of DENV-2 affect the stability, secretion, and immunogenic properties of the NS1 protein, leading to increased vascular leakage and severe disease outcomes