Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Usia, Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Antenatal Care (ANC), dan Tingkat Stress Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklampsia di RSUD Praya Ziad, Shabrina; Mahayani, Ida Ayu Made; Mulianti, Rizki; Setiawan, Nyoman Cahyadi Tri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.15167

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is a syndrome of hypertension and proteinuria in women who are normotensive before pregnancy, which affects around 2% to 8% of pregnancies worldwide and is one of the leading causes of maternal death in Indonesia. Cases of preeclampsia and eclampsia in Praya Regional Public Hospital, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province have increased drastically to 375 cases in 2023. This study aims to determine the relationship between age, level of knowledge, compliance with antenatal care (ANC), and stress levels with the incidence of preeclampsia at Praya Regional Public Hospital. The method used in this research is analytical observational with a case-control approach. The results of the chi-square statistical test show that there is a significant relationship between age and the incidence of preeclampsia (p-value = 0.009, p < α 0.05), there is no significant relationship between the level of knowledge and the incidence of preeclampsia (p-value = 0.464, p > α 0.05), there is no relationship between ANC compliance and the incidence of preeclampsia (p-value = 0.194, (p > α 0.05), and there is no significant relationship between stress levels and the incidence of preeclampsia (p-value = 0.731, p > α 0.05). So, there is a relationship between age and the incidence of preeclampsia at the Praya Regional Public Hospital, but there is no relationship between the level of knowledge, ANC compliance, and stress level with the incidence of preeclampsia at the Praya Regional Public Hospital.  Keywords: Preeclampsia, Age, Knowledge, Stress, Antenatal Care (ANC)  ABSTRAK Preeklampsia adalah sindrom hipertensi dan proteinuria pada perempuan yang normotensif sebelum kehamilan, yang memengaruhi sekitar 2% hingga 8% kehamilan di seluruh dunia dan merupakan salah satu penyebab kematian ibu terbanyak di Indonesia. Kasus preeklampsia dan eklampsia di RSUD Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara barat mengalami peningkatan secara drastis menjadi 375 kasus pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, tingkat pengetahuan, kepatuhan antenatal care (ANC), dan tingkat stress dengan kejadian preeklampsia di RSUD Praya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case-control. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian preeklampsia (p-value = 0,009, p < α 0,05), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian preeklampsia (p-value = 0,464, p > α 0,05), tidak terdapat hubungan antara kepatuhan ANC dengan kejadian preeklampsia (p-value = 0,194, (p > α 0,05), dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kejadian preeklampsia (p-value = 0,731, p > α 0,05). Jadi, terdapat hubungan antara usia dengan kejadian preeklampsia di RSUD Praya, tetapi tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, kapatuhan ANC, dan tingkat stress dengan kejadian preeklampsia di RSUD Praya. Kata Kunci: Preeklampsia, Usia, Pengetahuan, Stress, Antenatal Care (ANC)
The Role of NS1 Gene Mutations in Dengue Virus Serotype 2 and Their Association with Clinical Severity of Dengue Hemorrhagic Fever: A Systematic Review Nyoman Cahyadi Tri Setiawan; Rozikin, Rozikin
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5243

Abstract

NS1 gene of Dengue Virus Serotype 2 (DENV-2) plays a significant role in the pathogenesis and clinical severity of dengue infections, including Dengue Hemorrhagic Fever. Mutations in the NS1 gene of DENV-2 are closely associated with the clinical severity of dengue. Methods: This review article employs a systematic review methodology, utilizing Scopus, PubMed and Web of Science from 2015 to 2025. Results: The T164S mutation was consistently associated with increased severity through elevated secreted NS1 (sNS1) production, complement activation, and inflammation. Conversely, the S103T mutation appeared in milder cases. NS1 mutations also correlated with immune hyperactivation, vascular leakage, and, in some cases, neurological symptoms such as encephalitis. Despite these findings, direct causality between specific mutations and clinical outcomes requires further investigation. Conclusion: Mutations in the NS1 gene of DENV-2 affect the stability, secretion, and immunogenic properties of the NS1 protein, leading to increased vascular leakage and severe disease outcomes
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR, STATUS GIZI DAN USIA TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD PRAYA Nickontara, Dwik Putra; Sahrun, Sahrun; Setiawan, Nyoman Cahyadi Tri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25393

Abstract

Pneumonia adalah infeksi parenkim paru (alveoli) yang bersifat akut, secara klinis pneumonia didefinisikan sebagai suatu peradangan parenkim paru distal dari bronkiolus terminalis mencakup bronkiolus respiratorius dan alveoli serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. Untuk menganalisis Berat badan lahir, status gizi, dan usia terhadap kejadian pneumonia pada balita di RSUD Praya. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Praya pada bulan oktober 2023 sampai 30 November 2023. Sampel berjumlah 253 yang diambil dari data rekam medis. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji kolerasi Chi-Square dengan batas nilai signifikasi adalah (p-value < 0,05). Pada karakteristik sampel didominasi berjenis kelamin Laki-laki (51%) dan sampel jenis kelamin perempuan (49%). Sampel pneumonia (67%) dan sampel non-pneumonia (33%). Sampel Berat badan lahir rendah (53%) dan sampel berat badan lahir normal(47%). Sampel Status gizi kurang (55%) dan sampel status gizi baik (45%). Sampel Usia <12 bulan (60%)dan sampel usia 13-48 bulan (40%). Pada analisis bivariat didapatkan hasil berat badan lahir rendah (p=0,001; PR=2,342), Status gizi (p=0,001; PR=2,480), dan Usia (p=0,743 ; PR = 0,971). Terdapat hubungan yang signifikan antara Berat badan lahir rendah dan status gizi kurang terhadap kejadian pneumonia pada balita, sedangkan Usia balita tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian pneumonia pada balita.
HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN VISUAL DISPLAY TERMINAL DENGAN KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA MAHASISWA FK UNIZAR Tika Ayu Lestari; Endro Pranoto; Nyoman Cahyadi Tri Setiawan; Fachrudi Hanafi
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 4 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/sewkev12

Abstract

Kemajuan perangkat dan teknologi telah menjadi aspek penting dalam lingkungan industri, pendidikan, dan perkantoran, mendukung efisiensi dalam berbagai aktivitas yang memerlukan penggunaan komputer. Sindrom Penglihatan Komputer (Computer Vision Syndrome/CVS) didefinisikan sebagai kumpulan gejala yang mencakup gangguan mata dan penglihatan akibat penggunaan perangkat elektronik seperti komputer, tablet, e-reader, dan ponsel dalam durasi yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi penggunaan perangkat tampilan visual dengan kejadian CVS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al Azhar (FK-Unizar). Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian adalah mahasiswa FK-Unizar angkatan 2017–2021 yang sedang menyelesaikan tugas akhir, berjumlah 90 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,035 (p < 0,05) dan koefisien korelasi 3,869. Hal ini mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara durasi penggunaan terminal tampilan visual dengan frekuensi kejadian CVS pada mahasiswa.
Analysis of Secondary Metabolite Compounds in Combination Extract of Red Castor Leaves (Jatropha gossypiifolia L) and Butterfly Pea Flowers (Clitoria ternatea L) Putri, Bq Dinda Ayuni Rusma; Sabariah, Sabariah; Rini, Setio; Setiawan, Nyoman Cahyadi Tri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11559

Abstract

Red physic nut leaves (Jatropha gossypifolia L.) and butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) are medicinal plants known to contain various secondary metabolites with potential applications in the pharmaceutical field. Secondary metabolites such play an important role as natural bioactive compounds. This study aimed to determine the presence of secondary metabolite compounds in the extracts of red physic nut leaves and butterfly pea flowers through phytochemical screening tests. This research was an experimental laboratory study. Samples of red physic nut leaves and butterfly pea flowers were dried, powdered, and extracted using the maceration method with 96% ethanol solvent for 3 × 24 hours with periodic stirring. The filtrate obtained from maceration was filtered and evaporated to obtain a thick extract. The extracts were then qualitatively analyzed using phytochemical screening methods to detect alkaloids (Mayer, Wagner, and Dragendorff reagents), flavonoids (Shinoda test), saponins (foam test), tannins (FeCl₃ test), as well as steroids and terpenoids (Liebermann–Burchard test). The phytochemical screening results showed that the extracts of red physic nut leaves and butterfly pea flowers were positive for several groups of secondary metabolites. Both extracts were identified to contain flavonoids, saponins, and tannins, while alkaloids, steroids, and terpenoids showed varying results in each extract. Based on these findings, it can be concluded that red physic nut leaves and butterfly pea flowers have the potential to serve as sources of natural bioactive compounds for further natural product–based research.